From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 168 Menemukan Putri Yuri



Karena aku baru pulih, dan banyak nya personil yang ikut menyerbu ke kota Banitza, aku dan kelompok ku pun pergi kesana dengan cara terbang.


Saat jarak kami dekat dengan kota Banitza, aku merasakan energi sihir yang besar.


"Mira, kau merasakan nya?" Tanya Natasha yang terbang di samping ku.


Aku mengangguk sebagai ganti balasan "Ya."


"Entah kenapa energi sihir ini mirip dengan mu Mira."


"Benar kah? Aku rasa energi sihir ini tidak mirip dengan energi sihir milik ku."


"Bagaimana pun aku merasakan nya, energi sihir ini mirip dengan energi sihir milik mu Mira. Benarkan?" Natasha melihat ke arah para Vampir yang ada di belakang nya.


Aku juga ikut melihat ke belakang, semua Vampir menggelengkan kepala nya.


"Tuh lihat! Enggak mirip kan?" Kata ku ke Natasha.


"Perasaan ku ini mirip, kau ingat? Waktu kau di marahi dengan ayah mu. Energi sihir ini mirip dengan energi sihir sewaktu kau mencoba kekuatan Marga mu."


"Begitu ya.... Aku punya firasat buruk. Tambah kecepatan terbang."


Dengan begitu kami menambah kecepatan terbang kami.


\*\*\*


Gaztor melihat (alat) yang sedang mengamuk, mengeluarkan energi sihir yang sangat besar.


(Alat) itu adalah seorang gadis dengan rambut hitam, dengan mata emas, keturunan dari Mashya dan Mashyana. (Alat) yang dapat mengabulkan keinginan tuan nya yang bernama Pierot.


(Alat) itu adalah Putri ke empat kerajaan Fantasia, Yuri.


"Bagaimana ini Gaztor!?"


Seorang pria berteriak, dia adalah sahabat Gaztor yang bernama Wilson.


Mendengar teriakan dari sahabat nya itu, Gaztor terkekeh. "Kita hanya perlu menunggu nya tenang, setelah itu kau kendalikan dia."


Wilson mengangguk pelan.


Selama menunggu beberapa detik, energi sihir dari (alat) mereka sudah mulai menenang.


Mata emas yang bercahaya dari (alat) itu mulai meredup, energi sihir yang meluap sehingga menyebabkan angin kencang mulai mereda.


Jika terus seperti ini, (alat) itu akan tenang sepenuh nya dalam waktu dua menit.


Bagus. Dengan begini, rencana Dewa Pierot akan berhasil. Pikir Gaztor.


Gaztor terkekeh, sambil tersenyum lebar. Perasaan bahagia memenuhi hati nya, begitu juga dengan Wilson, dia pun juga bahagia. Mereka mengira rencana mereka yang telah di susun dari jauh-jauh hari berjalan dengan lancar.


\*\*\*


Aku dan para Vampir sampai di langit-langit kota Banitza. Aku memfokuskan pandangan ku ke arah kota, sisa energi sihir dapat terlihat di sekitar kota. Aku mengikuti sisa energi sihir itu dengan mata ku. Mengarahkan pandangan ku ke sumber energi sihir itu, hingga akhirnya aku menemukan nya.


Sumber energi sihir yang besar itu berada di distrik bangsawan, di bawah tanah Vila tempat tinggal pemimpin kota.


Tambahkan fokus lagi untuk melihat siapa pemilik energi sihir.


"Pemilik sihir nya...." Kak Yuri!?


Bagaimana bisa Kak Yuri memiliki energi sebesar ini!? Dan juga aku melihat tiga orang asing di dekat Kak Yuri.


"Ikuti aku!"


Aku memerintahkan para Vampir, kemudian terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Vila.


Saat sampai di depan Vila, aku langsung mendarat, lalu berlari menuju pintu Vila, aku membuka nya kemudian masuk kedalam.


Lihat sekeliling untuk mencari jalan menuju ruang bawah tanah.


"Kesini!"


Aku berlari ke arah depan, di sana ada lorong panjang yang membawa ku masuk semakin kedalam Vila. Aku berlari, energi sihir yang kulihat sebelum nya, semakin pekat saat aku berlari makin kedalam. Di depan ada jalan bercabang, mengikuti energi sihir, aku mengambil jalan ke kanan.


Sekitar beberapa detik aku berlari, aku melihat energi sihir berasal dari salah satu ruangan.


Aku menggunakan (Wind Cutter) untuk membelah pintu menjadi dua, aku memasuki ruangan, saat di dalam, energi sihir itu mengarah ke sebuah pintu kecil di lantai.


Berjalan perlahan ke arah pintu kecil, lalu menarik nya hingga terbuka. Saat terbuka, terdapat tangga menuju ruang bawah tanah.


Karena pintu itu hanya dapat di masuki satu orang, kami memutuskan untuk masuk secara bergantian. Pertama Natasha yang masuk, di ikuti dengan Jack, Amanda, para Vampir yang lain, dan terakhir aku.


Kami sampai di ruang bawah tanah, walaupun ini ruang bawah tanah, di sini sama sekali tidak gelap, terdapat lampu tertempel di dinding.


Ruang bawah tanah, hanya muat untuk satu orang, jadi kami berbaris horizontal dengan Natasha yang berada di paling depan, karena dia yang paling pertama sampai.


Karena ruangan yang kecil, aku dapat mendengar suara Natasha yang berada jauh di depan. Saat ini aku membawa sekitar 30 orang, termasuk aku, Natasha, dan Jack. Ruangan ini sangat sesak.


"Cepat jalan!"


Aku menyuruh Natasha, Natasha berjalan kami semua pun mengikuti ia berjalan.


Tidak sampai semenit kami jalan, Natasha menyuruh kami berhenti.


"Ada apa Natasha?"


"Jalan buntu! Di depan hanya ada dinding."


"Hancurkan dinding itu! Dinding itu pasti memiliki ruang rahasia di balik nya."


Natasha memukul dinding, dengan satu pukulan, dinding itu hancur berkeping-keping. Itu dikarenakan kekuatan fisik Natasha yang sangat kuat.


\*\*\*


Energi sihir dari (alat) sudah tenang sepenuh nya.


"Wilson sekarang kendalikan dia!"


"Ba-baik."


Wilson mencoba untuk mengendalikan (alat) walaupun begitu, Wilson tidak betul-betul mengendalikan (alat) itu, yang di kendalikan nya hanyalah parasit yang berada di otak (alat) itu. Jika parasit itu mati, (alat) itu tidak akan bisa di kendalikan Wilson.


"Ti-tidak bisa ku kendalikan." Teriak Wilson panik.


"A-apa!? Kenapa?"


"Pa-parasit di otak nya mati tidak tersisa!"


Parasit nya mati!? Tapi kenapa?


Jangan-jangan karena energi sihir yang mengamuk tadi!?


Energi sihir itu, secara otomatis menyerang mahluk hidup yang tidak di kenali yang berada di dalam otak gadis itu. Aku tidak yakin, tapi hanya itu satu-satu nya yang mungkin terjadi.


"Yatezaga!" Gaztor berteriak pada bawahan nya. "Cepat kau tahan gadis itu sebelum dia sadar!"


Gadis itu sekarang tidak sadarkan diri, ia berdiri mematung di tengah lingkaran sihir.


Yatezaga yang tebaring di lantai, langsung beridiri tegak, lalu mendekati (alat) yang berdiri di tengah lingkaran sihir.


Saat di dekat (alat) Yatezaga merubah tangan nya menjadi rantai, lalu rantai itu melilit seluruh tubuh (alat) itu, menyisakan kepala yang tidak di lilit untuk ruang bernafas (alat) itu.


"Wilson cepat kau minumkan cairan parasit yang ku berikan!"


"Tapi ini untuk keluarga kerajaan."


"Cepat lakukan! Jika alat itu tidak dalam kendali kita, kita akan mati. Kekuatan alat itu sangat besar untuk kita lawan."


"Ba-baiklah."


Di saat Wilson hendak mendekati (alat) itu, pintu rahasia yang menuju langsung ke Vila milik nya hancur berkeping-keping. Kemudian dari dalam pintu itu masuk seorang gadis berambut pirang di ikuti oleh pria berambut coklat, lalu di belakang mereka terdapat satu pasukan. Dan di bagian belakang satu pasukan itu, (alat) kedua yang mereka cari berdiri menatap mereka dengan mata emas nya.


\*\*\*


Saat Natasha sudah menghancurkan pintu, di balik pintu itu terdapat ruangan luas seperti sebuah halaman kecil berbentuk lingkaran, dengan lilin di sekeliling ruangan, lalu tepat di tengah ruangan terdapat lingkaran sihir yang sangat besar.


Natasha memasuki ruangan itu, di tengah-tengah ruangan atau lebih tepat nya di tengah lingkaran sihir ada seorang gadis berambut hitam terbaring dengan tubuh yang dilit dengan rantai.


"Putri Yuri!" Jack yang berada di belakang Natasha berteriak. Ia hendak mendatangi Putri Yuri tapi pergerakan nya di hentikan Natasha.


Jack melihat ke arah Wilson. "Sialan!! Apa yang kau lakukan terhadap Putri Yuri?"


Tidak ada jawaban, sementara itu semua Vampir yang di bawa Natasha memasuki ruangan, dan yang terakhir masuk adalah Mira. Mira melihat ke arah kakak nya, lalu ia melihat ke arah dua orang yang bertopeng badut.


"Apalagi yang di lakukan Pierot? Asal kau tahu, apapun yang kalian lakukan pada akhir nya akan berakhir gagal."


"Ba-bagaimana bisa kau bisa sadar!? Dan juga...." Kata Gaztor dengan panik.


"Bawahan ku yang itu akan berkhianat?" Aku menyambung perkataan Gaztor sambil menunjuk ke arah Jack. "Sayang sekali, kau salah dugaan. Dia tidak berkhianat, dan kau tidak bisa membunuh ku dalam keadaan lemah, ini benar-benar kekalahan mu."


"Membunuh mu? Apa yang kau bicarakan? Untuk apa. Aku membunuh keturunan Mashya dan Mashyana?"


Mashya dan Mashyana?


"Dengan kekuatan mu, dan kekuatan kakak mu, aku akan bisa menguasai dunia, dan menghindari takdir yang kejam. Yang harus ku lakukan hanyalah menanamkan parasit di otak mu dan kau akan berada di bawah kendali ku."


"Apa yang kau bicarakan? Mashya dan Mashyana? Siapa mereka?"


Gaztor terkekeh. "Mereka adalah manusia pertama yang di ciptakan The Mother of Nature dan mereka adalah leluhur kerajaan Fantasia."