From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
chapter 45 Pierot



Setelah Nina menembak sihir api nya ke arah Gaztor, Gaztor melarikan diri dengan cristal sihir. Lalu beberapa detik kemudian pasukan kerajaan memasuki ruangan tempat mereka di sekap.


Di belakang pasukan itu berdiri Charles dan Carla, Charles memakai Zirah besi dan membawa pedang emas, Charles nampak berwibawa di mata ke empat putri nya. Nina pun berdecak kagum melihat Charles.


Yuri yang melihat Carla, langsung berlari menuju arah Carla. "Bunda!" Teriak Yuri.


Carla langsung memeluk Yuri, Yuri menangis di pelukan Carla.


"Siapa yang berani menculik kalian!?" Tanya Charles.


Mendengar perkataan Charles, Rosa menjawab kalau yang menculik mereka adalah seorang pria bertopeng badut yang bernama Gaztor.


"Apa hanya kalian berempat yang di culik?" Tanya Carla.


"Iya hanya kami." Jawab Blanc.


"Memangnya kenapa Ratu bertanya seperti itu?" Tanya Nina.


"Jadi begini, sebelum kami kesini aku mendapatkan surat, surat itu mengatakan kalau semua putri sudah di culik. Jadi Carla mengira kalau Mira juga ikut di culik." Jawab Charles.


"Mira tidak ikut di culik, si penculik hanya mengetahui kalau putri kerajaan Fantasia hanya ada empat. Jadi si penculik mengira dia sudah menculik semuanya." Rosa menjelaskan.


"Sekarang kalian akan kami bawa ke istana, kalian sekarang sudah bisa tenang." Charles mendekati Yuri yang di peluk Carla, kemudian Charles mengelus kepala Yuri. "Berhentilah menangis, semua masalah sudah selesai sekarang."


Ke empat Putri pun dibawa menggunakan kereta kuda, kereta kuda itu di kawal oleh prajurit kerajaan.


Carla ikut naik kereta kuda, Carla duduk bersebelahan dengan Yuri.


Syukurlah Mira tidak ikut di culik. Pikir Carla. "Sebenarnya kau ada dimana Mira?" Gumam Carla.


\*\*\*


Gaztor berhasil kabur menggunakan cristal Sihir. Gaztor pergi kerumah nya, rumah Gaztor bersebalahan dengan istana kerajaan. Gaztor adalah seorang bangsawan Fantasia.


Setelah sampai rumah nya, Gaztor melepaskan topeng badutnya. "Sialan!!" Gaztor berteriak. Gaztor mulai membanting barang-barang nya, saat Gaztor membanting barang-barang nya, salah satu pintu ruangan di rumah Gaztor terbuka.


Dari ruangan itu muncul seseorang pria berkepala botak, Gaztor tidak bisa melihat wajah nya, karena wajah pria itu di tutupi oleh sihir bayangan, jadi wajah pria itu hanya terlihat hitam saja. Saat melihat pria itu Gaztor langsung bersujud dihadapan nya.


"Ma-maafkan kegagalan hamba." Kata Gaztor dengan terbata-bata.


Pria itu mendekati Gaztor, kemudian ia menginjak kepala Gaztor yang sedang bersujud.


"Kenapa kau bisa gagal? Aku sudah memberimu pasukan, dan kekuatan. Seharusnya kau berhasil!! Dasar tidak berguna!!" Teriak pria itu.


Pria itu terus menginjak kepala Gaztor, setelah beberapa kali injakan akhirnya pria itu berhenti menginjak kepala Gaztor. Gaztor mengangkat kepalanya, kepalanya sudah di penuhi luka karena di injak pria itu.


"Siapa yang menyuruh mu mengangkat kepala!?" Kata pria itu.


"Ma-maafkan hamba!!" Gaztor berteriak memohon ampun.


Saat Gaztor kembali bersujud, pria itu menginjak kepala Gaztor dengan kuat. Sampai pria itu bisa mendengar kalau tengkorak Gaztor ada yang retak.


"Hamba mohon ampun!!" Kata Gaztor dengan suara pelan.


Gaztor masih bersujud. Darah, air mata dan ingus nya bercampur, saat ini Gaztor merasakan kesakitan yang tidak pernah ia rasakan.


"Akan ku ampuni kau kali ini." Kata Pria itu. Setelah mengatakan itu, pria itu mengambil botol di saku celana nya, lalu pria itu membuka tutup botol, setelah itu pria itu menyiramkan air yang di dalam botol itu ke kepala Gaztor.


Saat air itu menyentuh kepala Gaztor, luka-luka Gaztor langsung sembuh. Luka-luka yang di berikan pria itu menjadi sembuh total tanpa bekas apapun.


"Baiklah Gaztor ceritakan padaku kenapa kau bisa gagal?" kata pria itu.


"Ba-baik akan hamba ceritakan." Jawab Gaztor.


"Se-sebenarnya anda memberikan informasi yang salah kepada hamba." Kata Gaztor dengan suara pelan.


Pria itu mendekatkan wajah nya ke wajah Gaztor, Gaztor langsung memalingkan wajah nya. "Ma-maafkan hamba!!" Gaztor berteriak.


"Kau bilang aku memberikan informasi yang salah." Kata pria itu dengan suara pelan. Gaztor mengangguk kan kepala nya. "Dimana salah nya!?" Pria itu berteriak, kemudian memukul hidung Gaztor dengan keras.


Gaztor terlempar beberapa centimeter, kemudian Gaztor melanjutkan perkataan nya sambil memegangi hidung nya yang mengeluarkan darah. "A-anda bilang... Putri kerajaan Fantasia hanya ada empat..... Ta-tapi mereka bilang kalau mereka memiliki satu saudara lagi."


"Teruskan cerita mu!"


"Mereka bilang saudara mereka yang satu lagi adalah anak dari ratu Carla dan raja Charles. Mereka bilang kalau dia tidak pernah keluar istana karena dia masih kecil." kata Gaztor.


"Lalu siapa nama anak itu?"


"Mereka tidak memberitahu ku."


"Harus nya kau tanya bodoh!!" Pria itu berteriak sambil menendang wajah Gaztor. "Sebutkan berapa umur anak itu? Jika kau menjawab tidak tahu akan ku bunuh kau sekarang."


"Se-sepuluh tahun!! Anak itu berumur sepuluh tahun!!"


"Kau selamat kali ini." Pria itu melemparkan botol ke pada Gaztor, Gaztor menangkap botol yang di lemparkan pria itu. "Siramkan obat itu ke bagian tubuh mu yang terluka, maka luka itu akan langsung sembuh."


Setelah itu pria itu berbalik badan, dan berjalan kembali ke ruangan tempat ia muncul, saat di depan pintu pria itu berbalik badan lagi dan menatap ke arah Gaztor. "Gaztor ku berikan sedikit kehormatan kepadamu. Akan ku beritahu kan namaku padamu, berbahagialah hanya sedikit hamba ku yang mengetahui nama ku."


Gaztor langsung bersujud mendengar perkataan pria itu. "Ingat ini di dalam jiwa mu Gaztor. Namaku adalah Pierot. Aku adalah dewa yang menguasai benua Silia, aku mengetahui segala hal, tidak ada hal di dunia ini yang tidak ku tahu."


"Hamba senang bisa mengetahui nama anda Dewa Pierot."


"Sebarkan nama ku ke penjuru benua Silia maka kau akan mendapatkan berkah lebih dari ku."


Pria yang menyebut dirinya Pierot itu berbalik badan, dan memasuki ruangan tempat ia pertama kali muncul.


"Hamba akan menjalankan perintah."


\*\*\*


Para putri kerajaan kembali ke istana dengan selamat, mereka sampai pada saat hari sudah petang. Carla, Yuri, dan Shina saat ini berada di kamar Yuri. Mereka bertiga minum teh di kamar Yuri.


Saat Yuri mengangkat cangkir teh, tangan nya bergetar, Yuri pun menaruh kembali cangkir teh nya di meja.


"Kenapa Yuri?" Tanya Shina.


"Ta-tangan ku, tidak bisa berhenti bergetar."


Shina menggenggam kedua telapak tangan Yuri. "Kau sudah tidak perlu khawatir, sekarang kau sudah aman." Kata Shina.


"itu benar sekarang kau sudah aman." Sambung Carla.


Pintu kamar Yuri di buka oleh seseorang, saat pintu terbuka ternyata Charles yang membuka pintu kamar. Charles berjalan mendekati Yuri. "Bagaimana keadaan mu Yuri?" Tanya Charles.


Yuri tidak menjawab. Carla yang menjawab pertanyaan Charles. "Dia tidak baik-baik saja, dia mengalami trauma. Tangan nya tidak bisa berhenti bergetar. Ini semua salah mu Charles, seharus nya kau biarkan mereka pergi menggunakan cristal sihir. Tapi kau malah menyuruh mereka pergi dengan kereta kuda."


"Aku mengaku aku salah, tapi ini adalah peraturan dari para leluhur. Pada saat pewaris berikan tes oleh raja, pewaris tahta itu tidak boleh menggunakan sihir."


"Peraturan leluhur lagi. Asal kau tahu Charles peraturan leluhur itu membawa bencana bagi kearajaan kita. Kau harus berfikir maju, jangan hanya bergantung dengan peraturan kuno."


Setelah mengatakan itu Carla pergi dari kamar Yuri. Melihat Carla pergi, Shina dan Yuri beranjak dari tempat duduk nya. "Ayahanda, malam ini saya akan tidur dengan Ibu dan Ibunda. Kami akan tidur di kamar Ibunda, kami mohon pamit." Kata Yuri. Setelah mengatakan itu, Shina dan Yuri bergegas pergi menyusul Carla.


Melihat semua orang pergi Charles bergumam. "Jangan hanya bergantung dengan peraturan kuno. Apakah itu pilihan yang tepat?" Setelah mengatakan itu Charles pergi dari kamar Yuri.