From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 42 pelaku penculikan ke empat Putri



Nina, Blanc, Rosa dan Yuri. Berada di sebuah ruangan. Awalnya ruangan itu gelap tapi dengan sihir api Nina, ruangan itu menjadi sedikit terang.


Setelah mereka semua melepaskan ikatan, mereka memeriksa seluruh ruangan. Mereka mencari jalan keluar, tapi mereka tidak melihat pintu maupun jendela di dalam ruangan itu. Yuri mulai panik, karena tidak bisa menemukan jalan keluar.


"Ba-bagaimana ini... Tempat ini tidak memiliki jalan keluar." Kata Yuri.


"Tenang Yuri," Kata Nina. "Kita tidak mungkin di bawa masuk kesini, jika tidak ada jalan masuk nya. Biar ku coba cara lain."


Nina menggunakan sihir bola api, Nina memunculkan bola api sebesar bola basket di tangan nya, kemudian Nina menembakkan bola api itu ke arah dinding.


Saat bola api itu terkena dinding, ledakan terjadi, asap hitam mulai memenuhi ruangan, lalu Nina mengeluarkan sihir angin untuk menghilangkan asap nya. Pada saat asap hilang Nina terkejut, dinding yang di jadikan nya sasaran tidak tergores sedikit pun.


"Ti-tidak mungkin!? Ledakan sebesar itu tidak membuat dinding nya hancur!?" Kata Nina.


"Hmmm, ini aneh." Kata Rosa.


"Apa nya yang aneh?" Tanya Blanc.


"Setelah terjadi ledakan sebesar itu, tidak ada yang datang kesini. Seharus nya kelompok yang menculik kita akan datang kemari." Jawab Rosa.


"Kak Rosa benar." Sambung Yuri.


"Ayahanda bagaimana sih, bisa-bisanya ayahanda tidak mengecek pengemudi kereta nya. Kita tertangkap begini semuanya salah ayahanda." Kata Nina dengan nada kesal.


"Aku pikir ini bukan salah ayahanda." Kata Yuri.


"Yuri benar, mana ada orang tua yang ingin membahayakan anak nya." Sambung Rosa.


"Kau salah Rosa. Yang kita bicarakan ini adalah ayahanda. Beliau saja mengusir Mira karena masalah sepele." Jawab Blanc.


"Sepele kau bilang!? Karena Mira kita hampir saja berperang." Kata Nina dengan nada marah.


"Kalian tenang dulu. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah cara keluar dari sini." Kata Rosa.


Setelah mendengar perkataan Rosa, mereka mencari jalan keluar lagi di seluruh ruangan. Mereka terus mencari secara berulang-ulang, walaupun mereka tahu kalau kalau di dalam ruangan itu tidak ada pintu atau jendela.


Setelah 2 jam lebih mereka mencari, Nina dan Blanc, menyerah.


"Kak Nina, kak Blanc. Jangan menyerah! Kalau kalian menyerah kita tidak bisa keluar dari ruangan ini." Kata Yuri.


"Kau tidak sadar Yuri, sudah berjam-jam kita mencari. Tapi kita tidak menemukan jalan keluar." Jawab Nina.


"Benar kata Nina, aku juga sudah lelah, lagi pula ini salah ayahanda kan? Beliau tidak mengecek keamanan, jadi kita tertangkap." Sambung Blanc.


Wajah Yuri cemberut saat mendengar perkataan saudara nya. Yuri pun melanjutkan mencari ke seluruh ruangan, saat Yuri hendak mencari, Rosa mengangkat tangan nya.


"Kalian semua, dengarkan aku sebentar!" Kata Rosa. Kemudian semua orang melihat ke arah Rosa. "Aku rasa ini bukan salah Ayahanda."


"Jangan kau lagi Rosa, bisa tidak kau diam sebentar." Jawab Nina.


"Dengar dulu penjelasan ku, tidak mungkin ayahanda menyuruh orang asing sebagai pengemudi kereta kita, beliau pasti menyuruh orang kepercayaan beliau. Lagi pula ayahanda adalah orang yang berhati-hati." Kata Rosa.


"Betul kata kak Rosa. Lagipula bukan ayahanda yang menyiapkan transportasi kita." Sambung Yuri.


"Kalau bukan ayahanda, lalu siapa yang menyiapkan transportasi kita?" Tanya Blanc.


"Yang menyiapkan transportasi kita adalah seorang bangsawan. Kalo tidak salah namanya...." Yuri mencoba mengingat nama nya. "Aaaakh," Yuri menggosok-gosok kepalanya. "Aku lupa siapa namanya."


Tiba-tiba mereka mendengar suara laki-laki. "Hebat sekali kalian bisa mendengar sejauh itu." mereka berempat langsung menengok kearah suara itu. Saat mereka menengok le arah suara itu, di depan mereka ada seorang laki-laki dengan pakaian serba putih, laki-laki memiliki rambut pirang, lalu ia menggunakan topeng badut.


"Siapa kau!?" Kata Rosa. Mereka semua mengambil posisi waspada saat mereka melihat seorang laki-laki. "Bagaimana kau bisa masuk kesini!?"


"Perkenalkan nama ku-" sebelum laki-laki itu memperkenalkan diri, Nina langsung menembakkan sihir ke arah laki-laki itu.


"Tidak usah memperkenalkan diri. Fire Ball!!" Nina berteriak, kemudian ia menembakkan bola api sebesar bola basket kearah laki-laki itu. Saat bola api mengarah ke laki-laki itu, bola api menembus tubuh laki-laki itu, dan bola api nya mengenai dinding yang ada di belakang laki-laki itu.


"Tidak perlu seagresif itu Putri pertama kerajaan Fantasia. Biarkan aku memperkenalkan diri ku." Kata laki-laki itu.


"Bagaimana bisa!? Sihir ku menembus tubuh mu."


"Tubuh yang kalian lihat ini cuma ilusi yang ku kirim ke otak kalian. Saat ini aku tidak berada di ruangan tempat kalian berada."


"Nina, biarkan dia memperkenalkan dirinya dulu." Kata Blanc.


"Baiklah semuanya, perkenalkan nama ku Gaztor. Aku berasal dari Republik Fantasia."


"Republik Fantasia? Yang benar kerajaan!!" Yuri berteriak.


"Tidak, tidak. Nama nya akan berubah sebentar lagi pada saat raja Charles mengundurkan diri. Dan aku akan menjadi penguasa di negeri Fantasia. Hahahaha." Laki-laki yang menyebut dirinya Gaztor itu tertawa terbahak-bahak.


"Tidak, tidak. Kau salah. Dia akan mengundurkan diri, jika dia mengetahui kalau semua anak nya di culik. Hahahahaha. Kalian juga tidak akan bisa keluar dari sini, hanya ada satu cara untuk keluar, yaitu jika raja Charles mengundurkan diri. Hahahahahahaha. Kalau begitu aku pergi dulu."


"Tunggu!!" Rosa berteriak.


Semuanya melihat ke arah Rosa. "Kau bilang semua anak kan? Sayang sekali kau belum menculik semua Putri kerajaan." Kata Rosa.


"Apa maksud mu?" Kata Gaztor.


"Sudah ku bilang kan, kau tidak menculik semua Putri kerajaan."


"Hahahahahahaha. Kau ingin menipuku."


"Yang di katakan Rosa benar. Kami masih memiliki satu saudara." Jawab Blanc.


"Jika itu memang benar. Itu tidak ada hubungan nya dengan kalian kan. Raja Charles akan tetap mengundurkan diri untuk membebaskan kalian."


"Sayang sekali itu tidak akan terjadi," Jawab Nina. "Asal kau tahu kami semua ini anak dari selir kerajaan. Sedangkan saudara kami yang satunya adalah anak langsung dari ratu Carla dan raja Charles. Sekarang biar ku tanya kau, apakah raja Charles akan menolong kami atau melindungi anak nya yang terakhir dari penculikan."


Setelah mendengar perkataan Nina, Gaztor menjentikkan jarinya, saat Gaztor menjentikkan jarinya, salah satu dinding ruangan itu terbuka.


Saat dinding itu terbuka masuk seorang laki-laki. Laki-laki itu adalah Gaztor, kali ini dia bukanlah Ilusi, Gaztor yang berada di hadapan ke empat Putri adalah Gaztor asli.


Saat Gaztor masuk, dibelakang Gaztor ada banyak pria yang masuk, kemudian Gaztor menunjuk ke empat Putri. Para Pria itu langsung menahan tubuh ke empat Putri, lalu Gaztor mendekati Yuri.


Gaztor meraba-raba tubuh Yuri dengan tangan nya, setelah itu tangan Gaztor sampai ke dada Yuri, kemudian tangan Gaztor menarik baju Yuri, bagian dada Yuri pun terbuka.


"Hentikan!! Hentikan!!" Yuri berteriak.


Yuri terus melawan, Yuri berusaha membebaskan diri dari semua pria yang menahan nya.


"Sekarang Kalian bisa menikmati tubuh Putri!" Teriak Gaztor.


"Hentikan!! Tolong aku!!" Yuri berteriak.


Yuri terus di tahan, lalu sebagian pria terus merobek pakaian Yuri.


"Kumohon!! Hentikan!! Tolong aku!!" Yuri berteriak sambil menangis.


"Selanjut nya adalah kalian. Putri Nina, Putri Blanc, Putru Rosa. Hahahahaha." Gaztor tertawa.


"Hentikan!! Lepaskan Yuri!!" Rosa berteriak.


"Kau tidak perlu berteriak putri Rosa. Habis ini kau selanjutnya."


"Jika kau melepaskan Yuri, aku akan memberitahu mu di mana saudara kami yang satu berada."


Mendengar perkataan Rosa, Gaztor menjentikkan jari, para pria yang menahan Yuri pun melepaskan Yuri. Kemudian Gaztor mendekat ke arah Rosa.


"Kalau begitu dimana dia?" Kata Gaztor dengan nada mengancam.


"Dia ada di istana."


"Itu aneh, seharus nya kalian di kirim keluar kota Caramel untuk memimpin sebuah kota. Tapi kenapa saudara kalian yang satunya malah berada di istana?" Tanya Gaztor.


"Itu karena dia masih kecil, tahun ini umurnya baru 10 tahun. Jadi ayahanda ingin melindunginya hingga dia cukup umur."


Gaztor menjentikkan jarinya lagi, kali ini yang di robek pakaian nya adalah Rosa. Rosa pun mecoba untuk memberontak. Tiba-tiba ada 4 burung merpati memasuki ruangan itu melalui dinding yang terbuka.


"Burung merpati?" Gumam Gaztor. "Gawat burung itu... Cepat tutup-"


Saat hendak memberikan perintah, ledakan besar terjadi dari arah luar ruangan.


"Ada apa!? Apa yang meledak barusan!?" Teriak Gaztor.


Lalu masuk seorang pria melalui dinding yang terbuka. "Lapor, Bos! Pasukan kerajaan menyerang kita. Apa yang harus kita lakukan?"


"Kau masih bertanya.. Cepat halangi mereka bodoh!!" Teriak Gatzor. "Kalian juga bantu barisan pertahanan! Tinggalkan ke empat ****** itu!"


Para pria yang menahan ke empat Putri langsung melepaskan mereka. Setelah itu mereka berlari menuju luar ruangan.


"Sialan.. Jangan sampai rencana ku gagal disini."


Nina, Blanc, dan Rosa memberikan kode untuk menyerang Gatzor. Kemudian Blanc dan Rosa menerjang kearah Gatzor. Blanc memukul dengan keras pelipis kanan Gatzor. Gatzor terlempar beberapa meter ke arah belakang, kemudian Gatzor berusaha untuk tetap berdiri. Tapi tiba-tiba dari depan ada Rosa yang menendang hidung Gatzor. Gatzor pun terlempar lagi. Gatzor tersungkur di tanah, setelah itu Nina menembakkan bola api ke arah Gatzor.


"Sialan.." Dengan cepat Gatzor, mengambil Cristal sihir yang ada di kantung celana nya. "Pindahkan aku sekarang!" Teriak Gatzor. Gatzor membanting cristal itu, sebelum bola api Nina mengenai Gatzor, Gatzor sudah berpindah ke suatu tempat.