From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 139.3 mendaftar turnamen dan Player terkuat FL.



Satu Jam kemudian.


Rapat sudah selesai.


Inti dari rapat nya adalah, Guild The Weirds akan mengikuti turnamen Guild.


Turnamen Guild adalah Event Battle Royal Guild kecil sampai Guild besar yang ada di FL. Turnamen ini di ikuti lebih dari 1000 Guild, tempat Battle Royal nya seluas 90 km persegi.


Hadiah untuk turnamen itu sebesar 90 Juta Rupiah. Dan setiap anggota Guild yang menang akan mendapatkan hadiah berupa Skill dan penambahan Status.


Bruno mengatakan kalau Guild nya dulu, The Chaos atau Guild terkuat yang ada di FL, sudah memenangkan Turnamen itu sebanyak 5 kali berturut-turut.


Guild The Chaos di ketuai Player bernama Tipe.X.


Sejujur nya Bruno mengatakan kalau kita tidak perlu memenangkan turnamen ini, dia hanya bilang kita harus merasakan ikut turnamen. Itu saja inti dari rapat ini.


O, iya. Siegurd juga ada mengatakan Guild terkuat nomor 2 dan nomor 3.


Yang terkuat kedua adalah The Tyrant dan yang ketiga adalah The Calamity.


Setelah rapat singkat, kami pergi ke The City Of Begining.


Sesuai dengan namanya, itu adalah kota untuk para Player pemula dan kota pertama yang ada di FL. Kami pergi kesana untuk mendaftar ikut turnamen, karena memang di sanalah tempat untuk mendaftar.


Kami sampai di The City of Begining.


Kami mencari sebuah papan pengumuman, setelah beberapa detik mencari, kami pun menemukan nya.


Papan pengumuman itu memiliki lebar 5 meter dan tinggi nya juga 5 meter. Di depan papan banyak Player yang berkumpul, mungkin mereka adalah anggota Guild yang ingin mendaftar turnamen.


"Gawat!" Bruno panik. "Kalau Player yang mendaftar sebanyak ini, kita tidak akan bisa berpatisipasi lagi."


Batas Guild yang boleh ikut adalah 1000 lebih, aku tidak tahu jumlah pasti nya. Tapi yang jelas, jika sudah lewat dari 1000, pendaftaran akan di tutup.


"Kalau begitu, kita harus cepat!" Catherine berlari sambil menarik tangan ku.


Kenapa dia menarik tangan ku? Seharus nya dia menarik tangan ketua Guild kan?


Bruno, Siegurd dan Javelin langsung menyusul kami saat kami baru berlari.


Kami sampai di barisan belakang kerumunan, dengan segenap kekuatan, kami menerobos kerumunan. Catherine memegang tangan ku begitu erat agar aku tidak terpisah.


Dia betul-betul memperlakukan aku seperti anak kecil.


Setelah berusaha sekuat tenaga, kami sampai di barisan depan kerumunan Player, di papan pengumuman terdapat layar besar. Catherine menyentuh layar itu, kemudian layar kecil muncul di depan ku dan di depan Catherine.


"Silahkan masukkan nama Guild anda!"


"Ternyata kita bisa langsung mendaftar. Aku kira hanya Bruno yang bisa mendaftar."


"Kenapa hanya Bruno yang bisa?" Tanya Catherine.


"Bruno ketua kan? Jadi ku kira hanya ketua yang bisa mendaftar turnamen ini."


"Hmmm begitu ya. Sebenarnya siapa saja bisa mendaftar, saat aku masih di The Chaos. Tipe.X. Selalu menyuruh anak buah nya untuk mendaftar."


Catherine melanjutkan pendaftaran, kemudian dari belakang ku Bruno dan teman-teman nya muncul.


"Untung masih sempat." Bruno bergumam dengan nafas berat.


"Bagaimana Catherine? Apakah sudah selesai pendaftaran nya?" Tanya Javelin.


"Buka layar menu mu! Dan lihat sendiri!" Jawab Catherine.


Aku melihat ke layar menu, di sana terdapat tulisan.


"Guild The Weirds telah mendaftar turnamen. Untuk informasi lebih lanjut, Klik Next!"


"Tombol Next ini guna nya apa?"


"Di situ tercantum berapa jumlah Guild yang ikut. Dan aturan lebih lanjut tentang turnamen ini." Bruno menjawab pertanyaan ku.


"Hmmmm."


Aku ingin mengklik tombol Next, tapi aku di hentikan oleh Catherine.


"Mira nanti saja! Kita harus keluar dari kerumunan ini dulu."


Setelah mengatakan itu, Catherine menarik tangan ku. Dan menerobos keluar dari kerumunan.


Saat sudah keluar, aku melihat ke sekeliling. Bruno dan yang lain nya tidak ada! Hanya aku dan Catherine saja yang berhasil keluar dari lautan manusia yang ada di belakang kami. Atau lebih tepat nya kusebut lautan Player?


"Mira, bagaimana kalau kita istirahat di sana?" Catherine menunjuk sebuah bangku taman yang jarak nya tidak jauh dari kerumunan, kebetulan bangku itu kosong, jadi Catherine menawarkan untuk beristirahat.


Walaupun di dunia Virtual, berdiri itu melelahkan. Jadi aku menyetujui ajakan Catherine.


Aku dan Catherine berjalan bersama mendekati bangku, setelah itu kami duduk dengan nyaman di bangku.


Saat duduk, aku memunculkan layar menu. Di sana ada tulisan "Pengumuman Turnamen." Aku mengklik tombol "Pengumuman Turnamen." Kemudian layar menu ku di gantikan dengan tulisan. "Guild The Weirds telah mendaftar turnamen. Untuk informasi lebih lanjut, Klik Next!"


Aku mengarahkan jari ku ke tombol "next!" tapi sekali lagi, aku di hentikan oleh Catherine.


"Kenapa kau memegangi tangan Mira?" suara seorang Pria yang tidak asing.


Aku dan Catherine melihat sumber suara itu. Pemilik suara itu adalah Javelin.


"Ah, ini. Mira selalu ingin membuka peraturan turnamen. Seharus nya peraturan itu di lihat bersama kan? Tapi Mira selalu tidak sabar, jadi aku menghentikan nya."


"Kalau begitu tidak ada masalah kan? Sekarang Bruno dan yang lain nya sudah datang."


Catherine melepaskan tangan ku, lalu ia bilang dengan suara pelan. "Silahkan!"


Sekali lagi aku mendekatkan jari telunjuk ku ke tombol "Next!" saat jarak jari ku dengan tombol tinggal beberapa inchi, gangguan datang lagi.


"Bukan kah itu Bruno, Catherine, Javelin dan Siegurd? Aku tidak menyangka bertemu dengan orang aneh di tempat seperti ini."


Aku menghilangkan layar di depan ku, lalu aku melihat ke arah suara orang yang baru ku dengar.


Berdiri di depan ku adalah laki-laki yang kelihatan nya berumur 17 tahun, dengan rambut biru, dan memakai kacamata hitam.


".....Tipe.X." Catherine berkata dengan nada marah saat melihat ke arah pria yang berdiri di depan ku.


Jadi dia adalah Tipe.X. ketua dari Guild The Chaos.


"Halo orang-orang aneh sekalian!!" Tipe.X. menyapa dengan nada mengejek.


Saat mendengar itu, Catherine dan teman-teman nya menjadi kesal, dan tatapan mereka terfokus pada Tipe.X.


Aku memanfaatkan momen ini. Aku membuka menu, buka pengumuman turnamen, lalu aku memencet tombol Next di bagian bawah layar.


"Woy anak kecil!"


Aku sudah memencet tombol Next. Tapi aku belum sempat membaca, aku di hentikan oleh Player sialan bernama Tipe.X. walaupun dia Player terkuat, aku sangat yakin bisa mengalahkan nya. Karena itu aku tidak akan menunjukkan rasa hormat ku padanya.


"Kau memanggil ku?" Dengan tatapan tajam aku melihat ke arah Tipe.X. ngomong-ngomong layar di depan ku sudah ku hilangkan. Jika layar itu masih ada, aku tidak akan bisa melihat wajah menyebalkan Player bernama Tipe.X ini.


"Untuk Player rendahan seperti mu, kau sangat sombong ya."


Catherine dan teman-teman nya marah saat aku di ejek seperti itu.


Yang jadi masalah di sini adalah. Kenapa mereka marah? Yang di ejek itu aku kan?


Untuk saat ini aku biarkan dia mengejek ku. "Kau benar aku Player rendahan. Nama ku Mi-"


"Tidak perlu memperkenalkan diri, aku mudah melupakan nama orang yang lebih lemah dari pada ku. Bahkan aku tidak ingat siapa nama anggota Guild ku."


Lalu kenapa kau bisa mengingat nama Catherine dan yang lain nya?


Aku menyimpan pertanyaan itu jauh di dalam kepala ku.


"Begitu ya... Lalu ada perlu apa kau dengan Player rendahan ini?"


Tipe.X. diam sejenak, ia melihat ku dengan tatapan aneh, kemudian ia menepuk pelan bahu ku.


"Karena aku menyukai mu, aku akan-"


"Maaf aku punya orang yang ku suka. Jadi aku tidak bisa menjadi pacar mu."


Setelah aku mengatakan itu, Tipe.X. menjadi panik, dan menjauh beberapa centimeter dari ku. Wajah nya memerah sampai ke telinga.


"Bu-bukan itu maksud ku, biarakan aku menyelesaikan perkataan ku."


Setelah tenang, Tipe.X. berdehem-dehem, lalu ia mulai membuka mulut nya.


"Aku akan memberitahu mu rahasia Ke empat orang ini!" Tipe.X. menunjuk Catherine, Bruno, Javelin, Siegurd secara bergantian.


"Pasti mereka bercerita kalau mereka keluar dari Guild kan? Tapi sebenarnya itu salah. Mereka itu ku usir bukan keluar atas kemauan mereka sendiri."


"Lalu ada apa dengan itu?" aku memerengkan kepala ku, menatap Tipe.X dengan bingung.


"Kau tahu Kenapa GM menambahkan Fitur Ras di FL? Padahal ada Fitur Class untuk menggantikan Fitur Job. Tapi kenapa GM menambahkan Fitur Ras di FL?"


Aku semakin menatap Tipe.X. dengan tatapan bingung.


"Jadi kau tidak tahu ya.... Baiklah biar ku jelaskan. Di tahun 2035-"


"Tunggu! Kenapa mulai nya sangat jauh sekali? Itu 12 tahun yang lalu. Apa hubungan nya mereka di usir dengan tahun 2035?"


Tipe.X. tidak mendengarkan perkataan ku dan terus melanjutkan penjelasan nya.


"Saat itu alat VR dengan fungsi seperti mimpi di buat."


"Kau mendengarkan ku? Bahkan kau keluar dari topik masalah."


"Alat VR saat itu, di pasarkan bersama dengan Game yang bernama-"


"Kau mendengarkan ku? Bisa kau berhenti sekarang? Woooooy."


"Fantasia Kingdom. Itulah Game yang pertama kali di buat, dan rilis nya bersamaan dengan alat VR."


Aku menghela nafas, dan memutuskan untuk mendengarkan cerita orang aneh ini.