
Mendengar perintah Charles prajurit itu langsung bergegas menyiapkan pasukan. Melihat prajurit pergi, Charles bergegas pergi keruang tahta.
"Aku harus mengambil baju zirah ku." Kata Charles.
Charles pergi ke ruang tahta, di depan ruang tahta terdapat lima pengawal. Melihat Charles lima pengawal itu langsung membuka pintu ruang tahta. Charles memasuki ruang tahta, kemudian Charles pergi ke pojok ruangan.
Di pojok ruangan terdapat lemari besi, Charles menyentuh lemari itu kemudian Charles berkata. "Inventory. open!"
Lemari besi itu terbuka secara perlahan, kemudian di dalam lemari besi itu terdapat banyak baju zirah dan pedang yang terbuat dari berbagai macam material.
Charles mengambil Zirah besi, lalu Charles memakai Zirah itu. Setelah memakai Zirah Charles mengambil pedang yang terbuat dari emas. Saat Charles menyentuh pedang emas itu, pedang itu mengeluarkan cahaya terang.
"Aku tidak menyangka akan memakai pedang ini. Pedang ini adalah imitasi dari pedang pahlawan Sieg, pedang ini di buat oleh leluhur kerajaan Fantasia. Hanya aku dan ke lima anak ku yang bisa menggunakan nya." Gumam Charles.
Setelah memakai perlengkapan Charles pun pergi keluar ruang tahta.
\\*
Di suatu ruangan di dalam istana kerajaan Fantasia. Tiga Selir raja sedang melakukan acara mimum teh, sambil berdebat tentang anak siapa yang akan mewarisi tahta kerajaan.
"Pasti anak ku yang akan mendapatkan tahta kerajaan. Levelnya paling tinggi di antara saudara nya yang lain." Kata Lina dengan nada sombong.
"Kau benar anak mu yang akan menjadi pewaris tahta kerajaan. Tapi seperti nya Blanc sedang merencanakan sesuatu untuk merebut tahta kerajaan dari anak mu." Kata Lavender.
Mendengar perkataan Lavender, White tersenyum sinis. Melihat senyuman Sinis White Lina menjadi marah, Lina melemparkan cangkir teh ke arah White, kemudian White dengan cepat menghindar lemparan cangkir Lina.
"Kenapa kau menjadi emosian begini Lina?" Kata White dengan senyum di wajah nya.
"Katakan pada ku apa yang di rencanakan oleh anak mu?" Jawab Lina.
"Aku tidak tahu. Dan juga kau harus berhati-hati terhadap Rosa, sepertinya Rosa juga merencanakan sesuatu. Setelah Mira di usir semua putri kerajaan memiliki peluang yang sama seperti anak mu Nina. Jadi musuh anak mu bukan hanya Blanc, tapi Rosa dan Yuri juga menjadi musuh anak mu."
"Yuri si anak bodoh itu. Dia tidak mungkin bisa bersaing dengan anak ku. Nina, Blanc, dan Rosa, sudah memilih kota yang bagus, tapi Yuri malah memilih kota yang jelek."
Mereka terus mengobrol, lalu terdengar suara langkah kaki prajurit dari luar ruangan.
"Kenapa di luar sangat ribut? Mereka tidak tahu kalau kita sedang membicarakan hal penting? Dasar prajurit rendahan" Kata Lina.
"Aku setuju dengan mu Lina. Prajurit rendahan itu harus nya sadar diri dengan posisi mereka." Sambung White.
Lavender beranjak dari tempat duduk nya. "Biar aku periksa apa yang terjadi di luar." Setelah mengatakan itu, Lavender berjalan menuju pintu.
Saat di depan pintu, Lavender membuka pintu, saat pintu dibuka banyak prajurit yang berlarian, melihat hal itu Lavender memanggil salah satu prajurit. Mendengar panggilan Lavender salah satu prajurit menengok. Prajurit itu kemudian menunduk.
"Selir Lavender. Ada apa anda memanggil saya?" Kata prajurit itu.
"Apa yang terjadi? Kenapa kalian terburu-buru seperti ini?"
"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi tadi raja menyuruh kami pergi ke depan gerbang istana."
"Begitu ya. Sekarang kau sudah boleh pergi!"
Mendengar perkataan Lavender, prajurit itu bergegas pergi dari hadapan Lavender.
Setelah bertanya pada prajurit, Lavender menutup kembali pintu ruangan.
"Apa yang terjadi Lavender?" Tanya Lina.
"Aku tidak tahu. Tapi kata salah satu prajurit, raja menyuruh mereka berkumpul di depan gerbang istana." Jawab Lavender.
\\*
Di taman bunga, Shina dan Carla sedang duduk di sebuah pondokan. Setelah di tenangkan oleh Shina, Carla menghapus air mata nya.
"Jangan beritahu siapa pun kalau tadi aku barusan menangis." Kata Carla.
"Aku tidak memberitahu siapa pun, hal yang terjadi hari ini hanya menjadi rahasia kita berdua saja." Jawab Shina.
Mendengar perkataan Shina, Carla tersenyum. Kemudian Carla melihat banyak prajurit yang berlarian menuju gerbang istana.
Shina melihat ke arah prajurit yang berlarian, kemudian Shina beranjak dari tempat duduk nya. "Biar aku tanya apa yang terjadi." Kata Shina.
Shina berjalan ke salah satu prajurit, dari jauh Shina sudah memanggil prajurit itu.
Saat Shina sampai di depan prajurit itu, prajurit itu langsung menunduk.
"Kenapa anda memanggil saya?" Tanya Prajurit itu.
"Apa yang terjadi? Kenapa kalian semua berlari menuju gerbang istana?"
"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi Raja memerintahkan kami berkumpul di gerbang istana."
"Raja menyuruh kalian?"
"Itu benar."
"Sebelum Raja menyuruh kalian apa yang terjadi?"
"Saya mendengar ini dari salah satu prajurit. Katanya raja menyuruh kami berkumpul di gerbang istana setelah Raja membaca surat."
"Surat? Surat dari siapa?"
"Saya tidak tahu, tapi kata salah satu prajurit, yang memberikan surat itu adalah seseorang berjubah hitam."
Seseorang berjubah? Pikir Shina. "Terima kasih sudah memberitahu ku. Sekarang kau boleh pergi!" prajurit itu langsung berlari menuju arah gerbang kerajaan.
Perasaan ku tidak enak, aku harus memberitahu yang mulia Ratu. Pikir Shina.
Shina pun bergegas kembali kepondok, kemudian Shina menceritakan informasi yang ia dapat dari parajurit tadi.
"Begitu kata prajurit tadi. Yang Mulia saya memiliki firasat buruk, saya merasa hal buruk telah terjadi pada Yuri." Kata Shina.
"Kalau begitu ayo cepat datangi Charles, mungkin saat ini dia sedang berada di halaman kerajaan."
Shina mengangguk kan kepalanya, kemudian mereka berdua bergegas mencari Charles.
\\*
Charles berjalan di halaman istana, Charles berjalan menuju gerbang istana. Dari halaman sudah terlihat banyak prajurit yang berbaris di luar gerbang istana.
Para warga di kota Caramel berkumpul melihat prajurit yang berkumpul di depan gerbang istana.
Saat Charles sampai di depan gerbang, para warga kota Caramel berlutut saat Charles tiba di depan gerbang. Para prajurit juga ikut berlutut.
"Semua berdiri!!" Teriak Charles. Semua orang pun berdiri. "Semua nya ada hal penting yang ingin kuberitahukan kepada kalian." Teriak Charles. Suara Charles terdengar hingga penjuru kota, suara Charles bisa terdengar hingga penjuru kota karena semua raja kerajaan Fantasia memiliki kemampuan khusus. Kemampuan ini di wariskan dari nenek moyang kerajaan Fantasia hingga sekarang di wariskan ke Charles.
"sebenarnya-" perkataan Charles di potong oleh Carla dan Shina yang tiba-tiba datang.
"Charles sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Carla.
"Aku ingin memberitahukan informasi nya sekarang. Kalian pergi jauh-jauh, kalau kalian dekat dengan ku telinga kalian bisa rusak." Kata Charles.
Carla dan Shina pergi menjauh dari Charles, kemudian Charles berteriak lagi.
"Sebenarnya aku mengumpulkan kalian di sini karena aku baru saja menerima surat. Di surat itu tertulis kalau semua Putri ku telah di culik. Dan sekarang aku ingin menyelamatkan mereka!!" Teriak Charles.
Charles menggunakan sihir (Summoning). Saat Charles menggunakan sihir itu, muncul seekor merpati putih. Merpati itu langsung hinggap di pundak Charles. "Cari semua Putri ku yang sedang di culik!" Kata Charles ke merpati itu. Merpati itu langsung terbang kelangit. Melihat merpati itu terbang Charles berteriak lagi. "Semuanya! merpati itu akan membimbing kita menuju ketempat semua Putri berada. Sekarang Prajurit ikuti merpati itu!!"
Mendengar teriakan Charles semua prajurit langsung bergegas pergi mengikuti burung merpati. Kemudian Charles mengikuti prajurit nya dari belakang, sebelum Charles pergi Carla menghentikan nya.
"Biarkan aku ikut." Kata Carla.
"Tidak boleh! Hal ini terlalu bahaya untuk mu."
"Kau bilang semua putri di culik kan. Siapa tahu Mira juga ikut di culik. Aku ingin ikut untuk memastikan Mira ada di situ atau tidak."
Carla menatap tajam ke arah Charles. "Walaupun ku larang kau akan tetap ikut?" Tanya Charles.
Carla mengangguk. "Jangan jauh-jauh dari ku!" Kata Charles.
Carla pun ikut berjalan bersama Charles. Melihat Raja Charles dan Ratu Carla pergi Shina berdoa di dalam hatinya. Yang Mulia tolong selamatkan putri ku. Dan tolong kalian pulang dengan keadaan selamat.