From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 85 Kota Cocoa



Charles berdiri di beranda di lantai dua bersama dengan Carla dan ke empat Selir. Ia menyampaikan pidato singkat ke pada seluruh orang yang hadir di seluruh istana.


"Semua nya hari ini adalah hari yang sangat bersejarah untuk kerajaan kita. Enam bulan kedepan kita akan melihat pewaris tahta kerajaan Fantasia. Semua putri ku sudah bersiap untuk menyelesaikan tes nya. Jika tes mereka sudah selesai, aku akan langsung memilih pewaris tahta." Charles memanggil kelima Putri nya.


"Nina, Blanc, Rosa, Yuri dan Mira. Aku harap kalian bisa lolos tes ku dengan hasil yang memuaskan........ Sekarang siapkan Cristal nya!" Teriak Charles.


Prajurit mendatangi kelima Putri, lalu para prajurit memberikan sebuah Cristal sihir pada kelima Putri.


Satu prajurit mendatangi ku, kemudian ia memberikan ku sebuah kain.


"Kenapa kau memberikan ku kain?"


"Di dalam kain ini terdapat Cristal teleportasi untuk tuan putri dan ketiga bawahan Putri." Jawab prajurit.


Aku mengambil kain itu, setelah aku mengambil nya, prajurit itu pergi.


Aku membuka kain, saat ku buka di dalam kain itu terdapat empat Cristal. Aku mengambil satu, Natasha mengambil satu, Arisa mengambil satu dan Jack mengambil satu. Setelah semua Cristal di ambil aku langsung melemparkan kain yang di berikan prajurit ke sembarang tempat.


"Mira," Kata Natasha. "Kau harus buang kain itu ke tempat sampah."


"Biarkan saja. Palingan nanti ada prajurit yang akan membuang kain itu."


Aku mengaktifkan Cristal sihir. "Pindahkan aku ke Cocoa!" Cristal sihir bercahaya, aku membanting Cristal sihir ketanah.


Dalam sekejap mata, aku tiba di sebuah kota kumuh, kota ini terlalu kumuh sudah tidak pantas di bilang kota lagi. Kota ini adalah Desa! Karena kota ini terlalu kumuh.


Natasha, Arisa dan Jack sampai di kota Cocoa, mereka melihat kota yang tidak pantas di sebut dengan kota. Karena kota nya sangat kumuh, bahkan lebih kumuh dari pada daerah kumuh yang ada di Kerajaan Eurasia.


"Ini kota nya?" Kata Arisa.


"Tempat ini bukan lah kota!" Kata Jack. "Ini desa!!"


"Jadi kita mau kemana Mira?" Tanya Natasha.


"Entahlah," aku melihat sekeliling. Aku melihat banyak orang yang berjualan daging, susu hewan, dan bulu Domba. Jika ku amati mungkin di kota ini daerah peternakan, tapi kenapa kota ini termasuk kota yang paling buruk di kerajaan Fantasia. Aku menunjuk salah satu pedagang. "Natasha! ayo kita datangi orang itu!"


Natasha menengok orang yang di tunjuk Mira. Natasha melihat pedagang laki-laki berwajah seram, ber kepala botak dan memiliki banyak luka di tubuh nya. "Kau ingin mendatangi orang seram itu?" Tanya Natasha.


"Kenapa kau takut?"


Natasha tidak menjawab. Kemudian Mira berjalan menuju pedagang yang tampak menyeramkan itu. "Vampir macam apa yang takut Dengan manusia." Kata Mira dengan nada meremehkan.


"Aku tidak takut!" Kata Natasha berteriak. Natasha pun berjalan menyusul Mira. Arisa dan Jack mengikuti Natasha dari belakang.


Aku mendatangi pedagang yang kata Natasha menyeramkan, saat aku sampai di lapak dagang nya pedagang itu menyambut kami dengan ramah.


"Gadis manis, Gadis Cantik, Gadis imut sekalian. Ada yang bisa ku bantu?" Kata pedagang itu.


"Eeeeeh," sebelum aku selesai berbicara pedagang itu memotong perkataan ku.


"Woow," Kata pedagang itu. "Aku tidak menyangka bisa melihat kakak yang tampan di sini." Kata pedagang itu saat melihat Jack.


"Bagaimana kalau nanti malam kita minum bersama di rumah ku?" Sambung pedagang itu dengan nada menggoda. "Kebetulan aku menyukai pria yang tampan." Kata pedagang itu sambil menjilati jari nya.


Aku mendekati Natasha. "Jadi di bagian mana nya orang itu yang seram?"


"Berisik!!" Jawab Natasha.


Arisa tertawa terbahak-bahak. Jack memasang muka jijik, dan Natasha menahan tawa nya.


"Ma-maaf om," Kata Jack. "A-aku sudah memiliki orang yang ku suka."


"Begitu ya.... Sayang sekali.... Yah walaupun aku yakin orang yang kau suka itu tidak secantik diri ku." Kata pedagang itu dengan kecewa. "O iya. Jangan panggil aku Om. Aku ini seratus persen wanita asli. Hanya saja orang sering salah mengira aku ini laki-laki.... Kenapa ya? Padahal aku sudah sangat cantik seperti ini."


Wajah Natasha, Arisa dan Jack berubah. Mereka semua menunjukkan ekspresi jijik.


"Kalian kenapa?"


"Mira," Kata Natasha sambil menutupi mulut nya. "Kau nggak jijik dengan dia?" Kata Natasha dengan suara pelan.


Ngapain aku jijik, aku salah satu jenis kayak dia. Sebelum aku menjadi Mira aku ini adalah Remaja laki-laki yang sehat. Yaaaa, walaupun sekarang aku sudah jadi Loli yang imut. Aku menghela nafas panjang. "Aku nggak jijik kok. Aku sering lihat jenis mahluk kayak dia."


"Jadi dia itu mahluk yang berbeda?" Tanya Natasha.


Aku mengangguk, kemudian aku mendekati pedagang. Aku mengangkat rok ku sedikit, kemudian aku membungkuk. "Maaf kan kami nona...."


"Raisa." Sambung pedagang itu.


"Nona Raisa, kami berasal dari ibu kota kerajaan Fantasia. Kota Caramel. Kami datang kesini untuk menyelesaikan masalah yang sedang menimpa kota ini."


"Jadi kalian dari Ibu kota dan kalian ingin menyelesaikan masalah yang ada di kota ini? Jangan-jangan kalian itu....." Pedagang bernama Raisa itu memperhatikan Mira dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Rambut perak itu!? Jangan-jangan kau Putri kelima kerajaan Fantasia!" lalu pedagang bernama Raisa itu menunjuk Natasha, Arisa dan Jack. "Dan kalian bawahan Putri Kelima!?"


"Itu benar Nona. Nama saya Mira. Dan mereka bawahan saya, yang wanita berambut pirang namanya Natasha, yang Elf nama nya Arisa dan laki-laki berambut coklat di sana itu namanya Jack."


"Be-begitu ya." Kata pedagang bernama Raisa.


"Apa itu?"


"Apakah penduduk di sini banyak yang bekerja sebagai peternak?"


"Mengejutkan...." Kata Raisa.


"Apa yang mengejutkan?"


"Aku kira kau akan bertanya di mana tempat tinggal para bangsawan."


"Para? Apakah di sini banyak bangsawan?"


"Lumayan banyak," Raisa mendekatkan mulut nya ke telinga ku. "Itu benar kami semua di sini adalah peternak. Tapi sayang nya binatang ternak kami tinggal sedikit, ini semua salah para bangsawan itu." setelah mengatakan itu, Raisa menjauh.


"Kenapa bisa salah para bangsawan?"


"Kalau masalah itu tidak bisa ku beritahu. Aku takut para bangsawan itu akan menangkap ku...... Jika mereka menangkap ku, maka kesucian ku akan menghilang!!" Kata Raisa berteriak.


Semua orang melihat kearah kami karena teriakan Raisa. Kemudian para penduduk menjadi heboh.


"Woy bukan nya itu...." Kata salah satu penduduk.


"Tidak salah lagi rambut itu..."


"Dia Putri kelima!!" Teriak seluruh penduduk.


Seluruh penduduk datang mendekati ku.


"Tuan Putri!!"


Putri!!"


Kata seluruh penduduk.


Aku teresnyum ke mereka. "Maaf semua nya bisa kalian minggir. Aku tidak bisa bergerak."


Semua nya masih tidak mau menjauh dari ku. Lalu dari belakang para penduduk terdengar teriakan.


"Semua nya Minggir!!"


Mendengar teriakan itu, semua nya pun membuka jalan. Lalu dari jalan yang di buka para penduduk, datang seorang laki-laki dengan memakai jas rapi. "Selamat datang di kota Cocoa. Nona Mira, aku adalah bangsawan yang di kirim ayah mu untuk membantu mu." Kata laki-laki yang memakai jas. "Nama ku Rony."


"Bangsawan Rony kesini." Kata salah satu penduduk.


"Ayo kita pergi!!" kata salah satu penduduk.


Para penduduk pun menjauh dari ku, saat Rony datang. Aku melihat ekspresi wajah mereka, mereka menunjukkan ekspresi ketakutan!


"Nona Mira tidak boleh menarik perhatian seperti ini," Kata Rony. "Biar ku antar Nona Mira ke Vila." Rony melihat ke arah Natasha, Arisa dan Jack. "Kalian bertiga pelayan Nona Mira kan?"


Natasha, Arisa dan Jack mengangguk.


"Menyedihkan!!" Kata Rony dengan nada mengejek. "Kalian seharus nya mengusir para rakyat jelata itu menjauh dari nona Mira. Tapi kalian malah membiarkan mereka mendekati nona Mira. Menyedihkan!! Bagaimana Kalau Nona Mira terkena penyakit dari para rakyat jelata itu?"


"Apa kau bilang!?" Jack berteriak.


"Jack!!"


Mendengar perkataan ku Jack menjadi tenang.


"Yang di katakan Rony benar. Seharus nya kalian lebih mengawasi ku, jika bukan kalian yang melakukan nya siapa lagi?"


Natasha, Arisa dan Jack. Berlutut. "Maafkan kami Nona Mira!" Kata mereka bertiga bersamaan.


"Bagus, sekarang ayo kita ikuti Rony!"


Aku, Natasha, Arisa dan Jack berjalan mengikuti Rony.


Selama di perjalanan Natasha dan Arisa berbicara sambil berbisik.


"Kak Natasha! Apakah Kak Mira menyadari nya juga?" Kata Arisa.


"Sudah pasti dia menyadari nya. Para penduduk di kota ini seperti nya ketakutan dengan bangsawan di sini. Karena itu mereka langsung menurut sewaktu bangsawan bernama Rony itu datang. Dan Rony tadi bilang bagaimana Mira terkena penyakit dari rakyat jelata. Apa maksud nya itu? Apakah penduduk kota ini terkena penyakit?" Kata Natasha.


Natasha, Arisa dan Jack mendapatkan (Telephaty) dari Mira.


"Kalian tahu kan yang harus di lakukan?" Tanya Mira melalui (Telephaty).


Natasha, Arisa dan Jack menjawab melalui (Telephaty). "Kami tahu!!" Jawab Natasha, Arisa dan Jack bersama-sama.


"Kalau begitu aku minta tolong kepada kalian. Nanti malam, kalian selidiki kota ini! Entah kenapa firasat ku mengatakan kita harus cepat menyingkirkan para bangsawan yang ada di sini."