
Setelah aku memberitahu ayah tentang percobaan pembunuhan tadi malam. Aku bersama dengan Arisa, Jack, Kak Yuri dan Ibu sedang pergi ke kota Caramel. Aku ke kota Caramel untuk mengunjungi salah satu cabang toko ku yang ada di Fantasia.
Saat kami sedang berjalan, Kak Yuri selalu menggenggam tangan ku, selama di perjalanan aku dan Kak Yuri mengobrol sedikit.
"Mira. Mira kenal dengan Putri Lia kan." Tanya Yuri.
Aku mengangguk. "Iya, aku pernah bertemu dengan nya di Tiramisu."
"Bisa Mira ceritakan bagaimana saat pertama kali bertemu dengan Putri Lia."
"Tunggu dulu, bukan nya Lia sudah pernah kesini?"
Yuri mengangguk kan kepalanya.
"Lalu apakah Lia tidak menceritakan saat pertama kali aku dan dia bertemu?"
"Dia ada cerita sih, tapi aku ingin dengar cerita versi Mira."
Aku menghembuskan nafas panjang, kemudian aku pun menceritakan saat aku pertama kali bertemu dengan Lia di Tiramisu.
Carla berjalan di belakang Mira dan Yuri, lalu di belakang Carla ada Arisa dan Jack. Arisa dan Jack mengikuti dari belakang, selama perjalan Jack selalu menatap ke arah Yuri. Arisa menyadari kalau saudara nya itu terus menatap Yuri.
"Jack!!" Kata Arisa sedikit berteriak.
"Ke-kenapa?" Kata Jack terkejut.
"Kau dari tadi menatap saudari nya Kak Mira terus. Apakah kau menyukai nya?" Tanya Arisa sambil tersenyum licik di wajah nya.
Saat di tanya Arisa, wajah Jack memerah. "Ti-tidak... A-a-aku sa-sa-sama sekali ti-tidak me-me-menyukai Sa-sa-saudari Kak Mira." Kata Jack dengan terbata-bata.
Senyum Arisa makin lebar saat melihat tingkah saudara nya. "Heeeh, ternyata kau benar-benat menyukai nya ya..." Kata Arisa sedikit menjahili Jack.
Aku mendengar suara ribut dari arah belakang, aku pun menengok ke belakang. Saat aku menengok ke belakang, aku melihat Arisa sedang menjahili Jack, aku melihat Arisa tersenyum licik sambil menjahili Jack sedangkan Jack wajah nya memerah.
Apa yang mereka lakukan? Pikir ku saat melihat kelakuan mereka berdua.
Akhir nya kami pun sampai di cabang toko ku. Ibu dan Kak Yuri berdecak kagum saat melihat toko ku, toko ku di Fantasia ini memang memiliki bangunan yang lebih besar dari pada yang di Tiramisu, wajar saja Ibu dan Kak Yuri kagum melihat toko ku.
"I-ini punya Mira?" Tanya Yuri.
Aku mengangguk. "Benar ini punya ku."
Ibu mengelus kepala ku. "anak ibu sangat hebat. Ibu bangga kepada Mira." Kata Ibu dengan senyum bahagia.
Aku membalas senyum ibu, saat aku tersenyum ibu pun berhenti mengelus kepala ku, aku membuka pintu toko. Saat pintu toko terbuka, para pelayan yang ada di dalam toko berbaris menyambut kedatangan ku. Sampai para pengunjung toko menjadi keheranan melihat sikap para pelayan toko.
"Selamat datang Nona Mira."
Aku mengangguk, membalas sambutan mereka. Kemudian maju seorang pria cungkring dengan kumis lebat di atas bibir nya mendatangi ku.
"Nona Mira, kenapa anda datang kesini?" Tanya pelayan pria.
Saat melihat wajah pelayan itu aku menjadi terkejut, aku terkejut karena pelayan yang menyambutku adalah pelayan toko berlian yang ada Tiramisu.
"Tunggu dulu, kenapa kau disini? Bukan nya kau ada di Tiramisu?"
Pelayan itu mendekat kan mulut nya ke telinga ku, kemudian ia berbisik pada ku. "Tuan Lizard menyuruh saya kesini. Dia menyuruh saya untuk mengawasi anda. Dia khawatir jika terjadi sesuatu pada anda."
Setelah berbisik pelayan itu menjauh kan mulut nya dari telinga ku. "Karena itu lah saya datang kesini." Kata pelayan itu.
"Begitu ya. Baguslah kau datang kesini, jika toko ini memiliki pelayan senior. Aku akan sedikit tenang."
"Serahkan pada saya Nona Mira. Pelayan professional Moustache ini akan selalu melayani anda."
"Jadi nama mu Moustache ya... Aku baru tahu."
"Entah kenapa hati saya sangat sakit." Kata pelayan pria yang bernama Moustache sambil memegangi dadanya.
"Kalau begitu Moustache bisa kau tunjukkan toko ini pada ibu dan Kakak ku."
Moustache melihat ke arah Carla dan Yuri, saat Moustache melihat mereka. Moustache langsung berlutut. "Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Ibu dan Kakak Nona Mira."
Carla dan Yuri tersenyum canggung saat melihat perlakuan Moustache. Yuri pun mendekatkan mulut nya ke telinga Mira, kemudian Yuri berbisik. "Mira. Ternyata kau memiliki pelayan yang sangat terlatih juga ya."
Mendengar perkataan kak Yuri aku tersenyum.
"Tentu saja, aku yang langsung melatih mereka."
Yuri menjauhkan mulut nya dari telinga Mira. "Begitu ya. Adik ku ternyata sangat hebat." Yuri mengelus kepala Mira.
"Sudahlah, sekarang cepat Kak Yuri ikuti Moustache. Biar dia yang menunjukkan seisi toko ke Kak Yuri."
Mendengar perkataan ku Moustache pun mengajak Ibu dan Kak Yuri berkeliling.
Saat ibu dan Kak Yuri pergi berkeliling, Arisa mendekati ku.
"Kak Mira!" Kata Arisa memanggil.
Aku menengok ke arah Arisa, kemudian Arisa mendekatkan mulut nya ke telinga ku, kemudian ia berbisik. "Kak Mira, Jack menyukai Kakak nya Kak Mira yang bernama Yuri! Dari tadi Jack terus menatap nya."
Setelah Arisa berbisik, Arisa pun mejauhkan mulut nya dari telinga ku. Aku melihat ke arah Jack. Saat aku melihat Jack, Jack terus menatap ke Kak Yuri, aku memanggil Jack, saat ku panggil Jack sedikit terkejut.
"Jack!!"
"A-apa Kak Mira?" Jawab Jack terkejut.
"Kenapa dari tadi kau menatap Kak Yuri?"
"Ti-tidak. Aku tidak menatap nya." Jawab Jack dengan wajah merah.
"Tidak usah bohong Jack. Sudah tergambar jelas di wajah mu kalau kau menyukai Kak Yuri."
\*\*\*
Natasha sedang berada di rumah salah satu pelaku percobaan pembunuhan Mira. Natasha sedang menggunakan wujud kelelawar, ia saat ini sedang hinggap di langit-langit rumah pelaku. Natasha dapat mengetahui rumah si pelaku karena Natasha menerima langsung kordinat si pelaku dari Mira.
Natasha sedang melihat si pelaku, si pelaku sedang bersujud sambil menangis. Si pelaku terus mengucapkan kata yang sama, semenjak Natasha tiba di rumah si pelaku. Si pelaku terus mengucapkan: "Maafkan Hamba." si pelaku terus mengucapkan itu secara terus menerus tanpa berhenti.
Bisa nggak kau sebut kata lain selain kata maafkan hamba? Pikir Natasha.
Seperti mendengar pikiran Natasha, si pelaku menyebutkan kata lain. "Kenapa engkau menyembuhkan wajah hamba, engkau yang telah merusak wajah hamba. Tapi kenapa engkau malah menyembuhkan wajah hamba di saat hamba gagal." Kata si pelaku menangis.
Bodoh yang menyembuhkan wajah mu itu bukan si engkau. Tapi si Mira. Pikir Natasha. Tapi kenapa Mira mau menyembuhkan wajah si bodoh ini?
Di saat Natasha berfikir seperti itu. Si pelaku berteriak. "Dewa Pierot!!" Teriak si pelaku.
Pierot!! Pikir Natasha terkejut. Pierot itu kan dewa yang di sembah oleh anak-anak panti asuhan yang ada di Eurasia. Kenapa si pelaku menyebutkan nama Pierot?
"Dewa Pierot!! Kenapa engkau menyembuhkan wajah hamba di saat hamba gagal!! Hamba gagal melaksanakan perintah mu. Hamba gagal!! Hamba gagal!! Membunuh putri Kelima!!" Teriak Si pelaku.
Jadi si perot yang menyuruh orang ini!! Pikir Natasha terkejut.
Tiba-tiba terdengar suara keras di seluruh ruangan. Suara itu menggema di seluruh ruangan rumah.
"Gaztor!!" Bunyi suara itu.
"Oooh, dewa Pierot!!" Teriak si pelaku.
Muncul bayangan hitam di depan si pelaku, bayangan itu berbentuk seperti manusia.
Jadi dia yang bernama Pierot!! Pikir Natasha.
"Dewa Pierot. Kenapa engkau menyembuhkan hamba ketika hamba gagal!?" Tanya si pelaku.
"Gaztor. Bukan aku yang menyebuhkan mu."
"Lalu siapa dewa Pierot?"
"Yang menyembuhkan mu adalah putri kelima yang bernama Mira!!"
"Apa!!" Kata pelaku terkejut. "Tapi kenapa!? Kenapa dia menyembuhkan ku!?"
Saat si pelaku bertanya, bayangan menendang kepala si pelaku, si pelaku terlempar beberapa centimeter dari tempat nya sujud. "Ini semua salah mu Gaztor... Ini semua karena kau tidak bisa membunuh nya. Dia menyembuhkan mu karena rasa kasihan, kau itu sudah gagal dalam menjalankan tugas dan kau malah mendapatkan rasa kasihan dari musuh." Teriak bayangan.
"Ma-maafkan hamba." Kata si pelaku sambil memegangi pipi nya habis di tendang oleh bayangan.
Bayangan menendang si pelaku lagi, kemudian bayangan menginjak injak kepala si pelaku sampai kepala nya mengeluarkan banyak darah.
"Ma-maafkan hamba!!" Kata pelaku sambil merintih kesakitan.
Kejam sekali. Pikir Natasha.
Bayangan berhenti menginjak pelaku. "Ini hukuman mu karena kau telah mengundang mata-mata kesini." Kata bayangan.
"Mata-mata!?" Kata si pelaku terkejut.
Bayangan nenembak langit-langit rumah tempat Natasha bersembunyi. Bayangan menembak langit-langit dengan menggunakan bola api berdiamater 60 centimeter.
Saat bola api di tembakkan Natasha dengan cepat berubah wujud menjadi manusia, kemudian Natasha mengaktifkan kemampuan (Cursed Blood Control) nya.
Natasha melukai telapak tangan kanan nya dengan menggunakan kuku tangan kiri. Darah keluar dengan sangat deras dari telapak tangan nya, saat darah keluar Natasha dengan cepat mengucapkan mantra.
"Cursed Blood Control. Shape two:Shield." darah yang keluar dari telapak tangan Natasha langsung berubah menjadi perisai. Natasha melindungi diri dari bola api yang di tembakkan bayangan dengan menggunakan perisai darah nya.
Bayangan dan si pelaku terkejut melihat kemampuan Natasha, Natasha yang berada di langit-langit rumah langsung melompat ke lantai rumah setelah menerima serangan bayangan.
"Bagaimana Vampir masih ada di zaman sekarang!?" Kata si pelaku terkejut.
Mendengar perkataan si pelaku, Natasha menonaktifkan kemampuan (Cursed Blood Control) nya. "Memang nya salah kalau Vampir masih ada di zaman sekarang?" Tanya Natasha kesal.
"Si-siapa kau!?" Teriak si pelaku.
"Kau tidak perlu tahu aku siapa. Karena percuma kalau kau tahu aku siapa, karena kau akan mati sekarang."
Si pelaku menjadi ketakutan.
Melihat perilaku Natasha bayangan tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha, seperti yang Beliau katakan. Ternyata putri kelima ini memang tidak bisa dianggap remeh. Dia bahkan bisa membuat Vampir menjadi bawahan nya."Kata Bayangan.
"Beliau?" Gumam Natasha.
"Gaztor, kau pegang kaki ku. Aku akan memindahkan mu ke tempat ku." Kata bayangan.
"Engkau ingin membawa hamba ke surga?" Kata pelaku tersenyum bahagia.
"Kau benar. Aku akan membawa mu ke surga." Kata bayangan.
Natasha dengan cepat mengaktifkan (Cursed Blood Control) nya.
"Cursed Blood Control. Shape One:Sword." darah Natasha langsung berubah menjadi pedang. Saat darah Natasha berubah menjadi pedang, Natasha langsung menerjang ke arah bayangan.
"Jika kalian berdua ingin ke surga. Biar ku antar kalian." Kata Natasha menerjang ke arah bayangan.
Si bayangan melompat ke arah belakang, Natasha dengan cepat menebas leher bayangan, tapi ternyata tebasan Natasha hanya menggores sedikit leher bayangan saja.
Saat berhasil menghindar dari serangan Natasha, bayangan langsung menggunakan sihir (Teleportation) sebelum tubuh bayangan dan tubuh pelaku betul-betul menghilang, Bayangan menitipkan pesan ke Natasha.
"Saat ini aku masih tidak bisa melawan mu. O iya, katakan pada Putri kelima. Beliau ada mengatakan sesuatu ke Putri Kelima. Beliau mengatakan:Akulah yang membuat mu tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan. Begitu beliau bilang..... Kalau begitu selamat tinggal." Kata bayangan.
Bayangan dan si pelaku pun menghilang dari hadapan Natasha.
"Gaztor, Pierot, dan Beliau. Siapa sebenarnya mereka? Dan juga seberapa kuat si beliau ini? Sampai bisa membuat Mira tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan." Gumam Natasha.