From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 134.6 Membawa A.I Baru ke Daerah Baru.



Pria yang di panggil Kaisar Ishhin oleh A.I tipe pink Momo, mendekati kami.


Senyum percaya diri terlihat jelas di wajah nya.


Dari wajah nya itu, aku bisa tahu kalau dia merencanakan sesuatu. Lebih baik aku segera menyingkirkan nya.


Posisikan tangan di depan dada, buka lebar telapak tangan, rapatkan kelima jari.


Ini adalah posisi untuk sihir (Wind Cutter). Sihir ini membuat angin tajam yang dapat memotong apapun yang di depan nya dalam jarak 10 meter.


Yang perlu kulakukan sekarang hanya tunggu Kaisar Isshin mendekat, kemudian mengayunkan tangan ku seperti gerakan memotong.


Kaisar Isshin terus berjalan mendekati kami, sedikit lagi jarak nya akan mencapai 10 meter. Saat itu aku akan langsung mengayunkan tangan ku.


"Kalian tertangkap!" Kaisar Isshin berteriak.


Dengan 1 teriakan itu, (Barrier) yang ku buat pecah, setelah itu dari dalam tanah timbul akar yang mengikat kami dengan kencang.


"Apa!!" Semua orang terkejut.


"Kenapa Barrier nya pecah!?" Bruno meyambung dengan suara tertekan karena panik.


Setelah kami terikat akar, Kaisar Isshin tertawa terbahak-bahak.


Saat ini kami dalam posisi tidak menguntungkan.


Kami di kepung oleh banyak orang, dan sekarang kami terikat dengan kencang.


Catherine, Javelin, Bruno, Siegurd, A.I tipe pink Momo memberontak untuk melepaskan diri dari ikatan. Saat mereka memberontak, akar yang mengikat mereka makin kencang mengikat mereka.


Saat itu mereka semua menjadi panik karena akar yang mengikat mereka makin kencang.


Bagaimana dengan Mira? Apakah Mira panik?


Tidak!! Mira tidak panik. Mira sangat tenang dalam keadaan yang tidak menguntungkan ini, saat terikat, Mira hanya memutar otak nya.


Mira hanya memikirkan bagaimana (Barrier) nya bisa pecah.


Kenapa Barrier ku bisa pecah? Apakah Pria bernama Isshin itu melakukan sesuatu? Dan juga sejak kapan ada akar di bawa tanah tempat kami berpijak?


Untuk saat ini aku menggunakan (Clairvoyance), sihir ini berguna untuk melihat apa yang tidak aku lihat.


Setelah melihat ke sekeliling dengan (Calirvoyance), akhirnya aku bisa tahu bagaimana bisa (Barrier) ku pecah, dan bagaimana bisa ada akar di bawah tanah tempat kami berpijak.


Jawaban nya sangat mudah.


Sebelum aku mengaktifkan (Barrier), Kaisar Isshin menyuruh para bawahan nya untuk melemparkan Shuriken yang memiliki gambar lingkaran sihir.


Shuriken itu terletak di tanah tempat kami berpijak. Lingkaran sihir itu memiliki efek pembatal sihir, dan sihir pengikat. Seperti nya perlu waktu untuk mengaktifkan nya, untuk mengulur waktu, Kaisar Isshin menunjukkan diri nya, agar kami tidak sadar kalau lingkaran sihir di Shuriken itu telah aktif.


Lingkaran sihir akan bercahaya remang-remang bila aktif.


Tapi karena sihir (Light) ku dan perhatian kami tertuju ke Isshin, cahaya remang-remang dari lingakaran sihir tidak terlihat.


Lagi-lagi aku kurang hati-hati. Coba saja aku menggunakan (Calirvoyance) dari awal, pasti kami tidak akan dalam kondisi seperti ini.


Dan yang paling buruk nya, akar yang mengikat kami membuat Stat STR kami menjadi negatif. Jadi kami tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan diri dari akar ini.


"Tidak ada gunanya kalian melawan." Kata Kaisar Isshin dengan nada sombong. "Semakin kalian melawan, akar itu akan semakin kuat mengikat kalian."


"Sialan!" Bruno mengaktifkan Skill Diamond Body. Kemudian ia mencoba memberontak lagi, tapi itu percuma. Skill Bruno adalah efek dari Stat STR nya yang sudah mencapai level MAX. Karena akar ini memberikan efek negatif pada Stat STR, Skill Bruno menjadi tidak aktif lagi. Jadi Skill Bruno tidak berguna untuk melepaskan diri dari akar yang mengikat nya.


"Sialan!! Akan ku bunuh kau!" Bruno berteriak mengancam.


"Menggong-gong lah sesuka kalian anjing kampung. Kau tidak akan lepas dari akar itu. Hahahahaha."


"Jenggot sialan!" Catherine berteriak. "Bagaimana bisa kau menghancurkan Barrier Mira!?"


"Apakah aku akan memberitahu mu hal itu!? Dasar Bodoh!!"


"Dia sangat pandai menghina. Padahal dia hanya NPC!" Kata Siegurd kesal.


"Kaisar Isshin!" A.I tipe Momo berteriak. "Lepaskan Mereka! Kau menginginkan ku kan? Kalau begitu lepaskan mereka! Mereka tidak ada hubungan nya dengan ini."


Saat mendengar teriakan A.I tipe pink Momo. Kaisar Isshin tertawa. Tawa nya terdengar sangat menjijikan.


"Kau pikir aku akan melepaskan orang-orang yang telah membunuh Tuan Raja Iblis dan membunuh Dewa Rubah!? Hah..... Aku tidak akan melepaskan mereka, mereka akan ku bunuh! Dengan tangan ku sendiri."


"Kau pikir kau bisa membunuh kami?" Javelin memprofokasi Kaisar isshin.


Kaisar Isshin tertawa lagi. Kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari saku baju nya.


Yang di keluarkan nya adalah buah apel. Tapi apel yang di keluarkan nya berbeda dari apel biasa, apel yang di keluarkan Kaisar Isshin adalah apel berwarna emas.


"Apel itu kan!?" A.I tipe pink Momo terkejut.


"Ada apa dengan apel itu Momo?" Tanya Bruno panik.


"Apel itu dapat meningkatkan kekuatan seseorang beberapa kali lipat. Konon katanya, siapapun yang memakan apel itu akan memiliki kekuatan setara dengan Dewa."


"Terima kasih atas penjelasan nya Momo," Kaisar Isshin berkata sambil tersenyum menjijikan. "Kalian paham sekarang?..... Kalian tidak memiliki kesempatan untuk menang! Yang kalian miliki sekarang hanyalah keputus-asaan! Saat aku memakan Apel emas ini, aku akan menjadi Dewa!! Hahahahaha."


Kaisar Isshin membawa Apel itu kemulut nya. Apel itu menempel di bibir nya, Kaisar Isshin membuka mulut nya, kemudian ia bersiap-siap mengigit apel emas itu.


Gigi Kaisar Isshin menancap di tubuh apel emas. Saat itu kejadian mengejutkan terjadi.


Kepala Kaisar Isshin terpenggal.


Semua orang termasuk pasukan yang di bawa Kaisar Isshin terdiam dalam kebingungan.


Kejadian selanjut nya, adalah hujan api! Hujan api itu menghujani pasukan Kekaisaran Sakura, Rawa yang gelap, menjadi terang karena cahaya api yang membakar pohon-pohon kering di sekitar Rawa.


"Dispel Magic!"


Suara yang akrab merapalkan mantra, akar yang mengikat Catherine, Bruno, Javelin, Siegurd dan A.I tipe pink Momo pun terlepas.


Saat mereka terlepas, mereka melihat Mira dengan tatapan harap agar mereka dapat penjelasan atas apa yang terjadi barusan.


"Bagaimana cara mu melepaskan diri?" Tanya A.I tipe pink Momo.


"Akar yang mengikat kita terbuat dari sihir, aku hanya perlu merapal Dispel Magic untuk melepaskan diri dari akar itu.... Sudahlah, ayo cepat kita ke daerah baru! Sebentar lagi makan malam."


Mengabaikan kobaran api yang mengitari Rawa, kami melanjutkan perjalan ke Daerah Baru.


Kami melewati Rawa dengan perahu, setelah melewati Rawa, kami mendaki gunung, saat di puncak gunung, kami berjalan sejauh 50 KiloMeter.


Tidak seperti dunia nyata, 50 KiloMeter di Dunia Virtual dapat di tempuh hanya dengan waktu 1 Jam.


Setelah berjalan 50 KiloMeter, kami sampai di ujung gunung, kami pun menuruni nya. Saat di dasar, kami di sambut kabut tebal.


Berpegangan tangan agar tidak berpisah, kami pun berjalan perlahan memasuki kabut.


Kabut semakin tebal, tapi kami tidak gentar! Kami terus berjalan maju.


Di saat kabut sudah sangat tebal, jarak pandang hanya sejauh 1 meter, kami melihat bayangan manusia mengepung kami.


Kami mengambil posisi waspada saat itu.


Kewaspadaan kami makin meningkat saat mendengar suara teriakan wanita memanggil A.I tipe pink Momo.


"Momo!"


"Siapa itu!" A.I tipe pink Momo membalas panggilan.


Kabut berangsur-angsur menghilang, bayangan manusia akhir nya terlihat wujud nya. Mereka adalah sekelompok orang yang memakai pakaian serba hitam dan memakai kerudung yang menutup wajah mereka.


Aku mengambil Glory Rod dari (Inventori).


Saat aku hendak menyerang, seseorang berteriak.


"Tu-tunggu! Kami bukan musuh kalian!"


Orang yang berteriak itu memiliki suara yang sama seperti wanita yang memanggil A.I tipe pink Momo sebelum nya, kemudian orang yang berteriak itu maju keluar dari kerumunan orang berjubah hitam.


Saat itu, ia membuka kerudung nya.


Wajah cantik dan menawan dengan warna rambut Pink seperti A.I tipe pink Momo.


"Lama tidak bertemu Momo." Kata Wanita yang mirip A.I tipe pink Momo.


"Siapa kau?"


"Siapa aku!? Bisa di bilang aku ini orang yang melahirkan kamu."


"Orang yang melahirkan ku.... Kau ibuku!?"


Wanita itu mengangguk. "Aku bertemu dengan mu saat kau berumur 7 tahun, aku pergi dengan ayah mu untuk memperingatkan wanita yang mengurus mu untuk lari dari kekaisaran. Tapi siapa sangka ternyata, wanita itu bekerja sama dengan kaisar brengsek itu."


"Jadi orang berjubah hitam yang mengingatkan waktu itu-"


"Dia ayah mu."


Wanita yang mengaku Ibu A.I tipe pink Momo mendekati Momo, kemudian wanita itu memeluk nya.


Saat di pelukan wanita itu, A.I tipe pink Momo menangis seperti anak kecil. Mungkin ia lega bisa selamat dari Kekaisaran Sakura.


"Sayang," Suara pria terdengar dari kerumunan. "Reuni nya nanti saja, untuk saat ini ayo kita kembali."


Seorang Pria mendekati A.I tipe pink Momo bersama dengan ibu nya. Pria itu memiliki rambut yang sudah beruban, seperti nya umur nya berkisar 50 tahun.


Pria itu menatap kami. "Terima kasih karena telah mengantar anak ku Momo."


"Sama-sama."


Saat itu aku mendapat pesan. Aku membuka pesan itu.


"Selamat!!


Anda telah menyelesaikan Quest Menyelamatkan Seorang Putri. Sebagai hadiah, Kapasitas MP anda akan bertambah 2 kali lipat."


Dengan cepat aku membuka Status.


Name:Mira


Level:100 MAX


Class:Mage


HP:200.000


MP:1000.000


STR:20


AGI:25


INT:100 MAX


VIT:70


DEX:100 MAX


Upgrade Point: 02


MP ku benar-benar bertambah menjadi satu juta!


"Dengan begini Quest Menyelamatkan Seorang Putri selesai."


Aku berteriak dengan perasaan senang.


"O. Iya. Bagaimana kalau kalian berlima ikut ke desa kami." Pria yang mengaku sebagai Ayah A.I tipe pink Momo mengajak kami.