From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 29 putri Lia sembuh



Para Vampir memberitahu Arisa dan Jack bagaimana bergerak di udara dengan baik dan benar. Sedangkan aku dan Natasha hanya memperhatikan mereka. Setelah di lajari oleh para Vampir mereka berdua sudah mulai bisa bergerak di udara dengan baik. Walaupun kadang mereka masih tidak bisa mengendalikan kecepatan bergerak mereka. Bahkan Jack sempat menabrak salah satu rumah Vampir hingga dinding nya rusak, untung nya Vampir yang rumah nya di tabrak Jack tidak marah.


Setelah mereka bersenang-senang di udara Arisa dan Jack turun.


"Terima kasih kak Mira, ini adalah hadiah yang terbaik." Kata Arisa.


"Itu adalah hadiah pertama, aku ingin memberi kalian dua hadiah."


"Masih ada lagi?" Jack bertanya.


"Tentu saja," kemudian aku mengambil tongkat sihir dan pedang pahlawan Sieg di dalam (Inventori.) "Pertama Arisa kau ambil tongkat ini! Tongkat ini bisa meningkatkan kekuatan sihir."


"Cantik sekali. Terima kasih kak Mira."


"Aku senang kau menyukai nya, bentuk awal tongkat itu sangat menyeramkan. Jadi aku merubah bentuk nya agar kau suka."


"Memang nya seperti apa bentuknya?" Natasha bertanya.


"Seperti ini." Aku menjentikkan jari ku, kemudian tongkat itu berubah seperti tengkorak, lalu warna nya berubah seperti warna darah.


Arisa yang terkejut melihat bentuk tongkat nya berubah menjadi menyeramkan, dengan reflek melempar tongkat itu ketanah. Tapi sebelum tongkat itu jatuh ketanah Amanda menangkap tongkat itu.


"Indah sekali, ini adalah karya seni. Sudah kuduga nona Mira mempunyai jiwa seni yang tinggi." Kata Amanda sambil menatap tongkat itu.


"Tongkat menyeramkan itu kau bilang indah, pasti ada yang salah di kepalamu." Kata Arisa mengejek.


"Apa kau bilang!! Kau ini tidak mengerti yang namanya seni!?" Balas Amanda dengan berteriak. Kemudian Amanda dan Arisa pun bertengkar.


Aku pun menjentikkan jari kembali, dan tongkat itu kembali menjadi tongkat yang berbentuk seperti menara dan warna nya menjadi warna pink. Melihat tongkat yang berubah, Amanda melempar tongkat itu.


"Cih, tongkat sampah." Kata Amanda.


Arisa dengan cepat menangkap tongkat yang dilempar Amanda. Kemudian Arisa memeluk tongkat itu dengan erat sambil memasang senyum bahagia.


"Sekarang aku memberikan mu pedang ini. Jack."


Jack mengambil pedang itu dari tangan ku.


Amanda terkejut melihat pedang yang kuberikan pada Jack. "Pedang itu kan pedang Sieg." Kata Amanda.


Jack terkejut. "Apa pedang ini pedang pahlawan Sieg yang terkenal itu, bagaimana aku bisa mengangkat pedang ini?"


"karena kau telah di terima oleh pedang itu," Kata Natasha. "Pedang itu memilih siapa tuan nya. Dan sekarang kau di pilih oleh pedang itu Jack."


"Begitu ya. Jadi aku di pilih oleh pedang ini. Benar juga, bagaimana cara Kak Mira mendapatkan pedang ini?"


"Kau yakin ingin bertanya seperti itu Jack?" Kata Arisa. "Yang kita bicarakan ini Kak Mira. Mungkin saja Kak Mira mencuri nya dari reinkarnasi pahlawan Sieg."


"Kalian mengatakan kalau aku ini seorang penjahat. Asal kalian tahu aku itu mengambil nya di kasti Vampir yang ada di dekat Vila. Kalian juga pasti pernah kan melihat kastil di dekat Vila."


"Jadi begitu ya. Kami kira kak Mira mencurinya."


Aku menjentikkan jari ku, dalam sekejap pedang pahlawan Sieg berubah bentuk.


"Pedang pahlawan Sieg itu mudah di kenali, jadi aku merubah bentuk nya agar tidak di kenali."


Jack tersenyum mendengar perkataan ku, kemudian ia membungkuk. "Terima kasih, Kak Mira. Hadiah ini akan ku jaga seumur hidup."


"Aku juga." Sambung Arisa.


Setelah itu, aku menyuruh Natasha, Arisa dan Jack pulang. Sebelum pulang kami berpamitan dengan para Vampir.


"Kami akan selalu menunggu kunjungan anda selanjutnya." Kata Amanda.


Setelah kami berpamitan, aku memegang tangan Natasha, Arisa, dan Jack. Kemudian aku menggunakan (Teleportation) untuk berpindah tempat ke Vila ku.


                                   ***


Di istana kerajaan, Willy sedang berjalan di koridor istana, Willy berjalan menuju kamar tidur putri Lia. Pada saat sampai di kamar tidur putri, Willy di hentikan oleh pengawal yang berjaga di depan pintu.


"Anda tidak boleh masuk."


"Aku hanya mengunjungi putri sebentar. Aku juga sudah dapat izin dari raja."


Willy mendekati Putri Lia, kemudian ia berbisik di telinga Putri Lia. "Putri Lia saatnya anda untuk sadar." setelah mengatakan itu, Willy menyiramkan sebuah cairan di kepala Putri, kemudian Putri berteriak memanggil nama Wiliam.


"Wiliam!!" Putri Lia menangis setelah memanggil nama Wiliam. Mendengar teriakan Putri, pengawal memasuki kamar.


"Apa yang kau lakukan pada tuan Putri."


"Aku hanya mengobatinya."


Putri Lia, menatap Willy dan pengawal dengan tatapan kosong, kemudian Putri Lia membuka mulut.


"Willy, kenapa kau disini? Dan kenapa aku bisa di istana? Dimana Wiliam?" Putri Lia mendekati Willy kemudian memegang tangan Willy.


"Willy jawab aku! Dimana Wiliam?"


"Maafkan saya Putri, Wiliam sudah mati."


Mendengar hal itu Putri menangis. "Tidak mungkin. Wiliam bisa mati. Itu tidak mungkin!!" Putri Lia berteriak.


Willy melihat ke arah pengawal. "Panggil raja sekarang!"


"Baik." Pengawal itu berlari keluar kamar.


"Dengar Putri. Wiliam mati adalah kenyataan, saat ini saya sedang mencari pelakunya, cepat atau lambat pelakunya akan tertangkap."


"Kau harus menangkap nya Willy, kau harus menangkap nya dengan cepat!" Kata Lia dengan emosi.


Willy membungkuk. "Saya pasti akan menangkap nya."


Beberapa menit kemudian raja datang.


"Putri ku kau baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja ayah."


Raja mendekati Putri Lia, kemudian raja memeluk nya. "Syukurlah kau sudah sembuh anak ku." Raja melihat ke arah Willy. "Terima kasih Willy, aku berutang padamu."


Willy membungkuk, kemudian Willy berpamitan dengan raja. Setelah itu Willy pulang kerumah nya.


Setelah sampai di rumah nya Willy berfikir.


Aku tidak akan menyangka, obat itu bisa bekerja. Aku di beritahu oleh Selir dari kerajaan Fantasia, jika ada seorang penyihir yang hebat dalam membuat obat dan racun. Bahkan selir itu pernah mencoba racun yang di belinya dari penyihir kepada salah satu putri kerajaan Fantasia. Hasilnya Putri itu tidak sadarkan diri selama 10 bulan. Karena mendengar cerita itu aku mencoba membelinya, harganya memang sangat mahal, untung saja obat itu bekerja pada Putri Lia. Aku masih memiliki satu obat lagi, obat ini akan kupakai nanti jika pelaku yang membunuh Wiliam sudah tertangkap. Pikir Willy.


                                      ***


Aku, Natasha, Arisa, dan Jack. Sedang minum teh di sofa. Kami minum teh sambil memakan kue yang di beli Arisa.


Di tengah acara minum teh, aku memberitahu mereka bertiga tentang sebuah rencana besar yang ingin kulakukan.


"Kalian bertiga, aku memiliki hal yang ingin kulakukan. Untuk melakukan nya, aku memerlukan bantuan kalian."


"Kami akan melakukan apapun, yang kau ingin kan Mira." Jawab Natasha.


"Baiklah pertama-tama, aku ingin kalian tahu. Kalau aku saat ini sedang di cari kerajaan Milefolia." Arisa dan Jack terkejut.


"Bagaimana bisa Kak Mira di cari kerajaan Milefolia!?" Arisa bertanya."


"Kemarin aku di culik oleh sebuah kelompok bernama Silver Wolf, Dan Silver Wolf di pimpin oleh tunangan Putri kerajaan Milefolia. Nama Putri itu Lia. Natasha pasti tahu orang nya."


Natasha mengangguk. "Baiklah akan kulanjut, nama tunangan nya Wiliam. Saat aku di culik aku berhasil menghabisi mereka, dan menyisakan lima orang, setelah itu aku menyuruh kelima orang itu membunuh dan memotong-motong tubuh Wiliam." Wajah Arisa pucat mendengar perkataan ku. "Kau kenapa Arisa?"


"Mendengar cerita Kak Mira aku menjadi mual."


"Begitu ya, kalau kau tidak tahan kau boleh pergi." Arisa menggelengkan kepalanya. "Kalau begitu kulanjut. Mereka membawa potongan tubuh Wiliam kepadaku, dan dengan potongan tubuh itu kubuat tongkat sihir yang kau gunakan Arisa." Wajah Arisa semakin pucat. "Sudah ku bilang, kalau kau tidak tahan kau boleh pergi."


Arisa menggelengkan kepalanya lagi. "Kalau begitu aku lanjutkan, setelah tongkat sihir itu jadi. Aku membunuh kelima orang itu. Dan begitulah ceritanya."


"Lalu apa hubungan nya cerita mu, dengan hal yang ingin kau buat itu?" Natasha bertanya.


"Saat ini mereka pasti mengira yang membunuh Wiliam adalah Low Light. Tapi jika mereka tahu kalau bukan Low Light yang membunuh Wiliam, cepat atau lambat mereka akan mencurigai aku dan Natasha sebagai pelakunya. Oleh karena itu, aku ingin membuat kalau Low Light lah yang membunuh Wiliam."