
Seminggu sebelum peperangan dengan pasukan Demon Lord di mulai.
Di dataran yang di penuhi dengan es, ada sebuah istana megah berdiri di sana, itu terbuat dari es murni yang sangat pas dengan kondisi dataran itu yang di penuhi dengan es. Dataran ini adalah sebuah Benua. Benua Chiso tepat nya, dan istana es itu adalah istana Demon Lord.
Di halaman istana, yang tidak memiliki apapun kecuali es, terdapat pasukan Demon. Mereka memakai baju besi lengkap dengan senjata. Sudah jelas, mereka bersiap-siap untuk melakukan peperangan. Dan itu memang benar. Mereka bersiap untuk berperang, mereka akan menjadi pihak yang menyerang. Biasa nya pasukan yang menyerang akan memiliki wajah yang tajam dan percaya diri. Tetapi, wajah pasukan Demon itu di penuhi dengan ketakutan. Wajah mereka seperti mengatakan, 'Aku tidak ingin melakukan ini!'
Pada saat itu, pintu istana terbuka. Tiga orang keluar dari sana. Mereka adalah Bruno, Siegurd dan Javelin. Para pasukan kemudian mengambil posisi siap, keringat dingin mulai memenuhi tubuh mereka, dan wajah mereka makin menunjukkan ketakutan yang sangat dalam.
"Aku hanya ingin memberitahu kalian satu hal," Kata Bruno, dengan seringai jahat di wajah nya. "Siap-siap untuk mati!"
Dengan begitu, seluruh pasukan Demon bergerak menuju perbatasan Benua.
\*\*\*
Di saat bersamaan, di Benua Silia, kerajaan Fantasia.
Charles berada di ruang kerja nya, dia baru saja mendapat surat dari kerajaan Animalia. Di dalam ruangan itu tidak hanya ada dia sendiri. Di sana ada orang lain, tidak. Kata orang lain, tidak cocok untuk orang yang ada di sana. Karena orang yang ada di sana adalah istri dan anak nya sendiri. Shina dan Mira tepat nya.
Charles duduk di sofa yang ada di tengah ruangan, di depan nya ada meja dengan secangkir teh hangat di atas nya. Di sebrang sofa nya, sudah ada Mira dan Shina yang duduk bersampingan. Shina memiliki wajah gugup, ada teh di depan nya, tetapi dia tidak meminum nya sedikit pun, saking gugup nya. Keterbalikan dengan kegugupan Shina, Mira sangat tenang, dia menyesap teh dan memakan manisan yang sudah di bawa nya saat mengetahui pembicaraan dengan ayah nya akan menjadi sangat lama. Itu adalah sifat alami Mira, makan manisan jika pembicaraan yang sangat lama terjadi.
"Alasan aku memanggil kalian kesini, tidak lain dan tidak bukan, untuk memastikan tentang perang yang akan terjadi nanti. Surat dari kerajaan Animalia sudah datang, mereka memberitahu kalau pasukan Demon membuat pergerakan menuju perbatasan Benua Yuro dan Benua Chiso."
"I-Ini gawat!? Kita harus... Ki-Kita harus... Ha-Harus... A-Aaaaa..."
Shina berdiri dari tempat duduk nya mengatakan sesuatu, tetapi saking panik nya, semua yang di katakan nya tidak jelas. Dia terbata-bata, tubuh nya mulai berkeringat secara tidak teratur, matanya mulai melirik kemana-mana, dan nafas nya mulai tidak beraturan.
Sedangkan Mira, hanya menyesap teh nya, setelah minum seteguk, dia mengambil manisan dan berbicara setelah dia menelan manisan nya. "Eeeh... Jadi ramalan itu benar ya." Kata nya dengan santai, sambil mengambil manisan lagi.
Shina dan Charles yang melihat ketenangan Mira, tercengang. Shina akhir nya menjadi tenang, dia duduk kembali di kursi nya, lalu berkata dalam hati nya. 'Aku seperti orang bodoh.'
"Mi-Mira... Kau tahu kondisi kita sekarang?" Charles berkata dengan wajah bermasalah sambil memegangi dahi nya, seolah-olah sakit kepala melihat kelakuan anak nya.
Mira menelan manisan yang baru di makan nya, dia mengambil manisan lagi sebelum akhir nya menjawab Charles. "Ya. Kita akan berperang kan? Aku sangat tahu kondisi kita sekarang, ini sangat gawat bukan?"
"La-Lalu kenapa kau begitu tenang!?"
Shina tidak tahan dengan sikap tenang Mira, dia berteriak dengan kencang. Charles juga berteriak, mendengar jawaban Mira, alhasil suara mereka berdua pun tumpang tindih.
Mira dengan reflek menutup telinga nya, kemudian ia menenangkan Shina dan Charles. Setelah mereka berdua tenang, Mira pun berbicara dengan senyum percaya diri.
"Kenapa aku bisa tenang? Itu karena aku bisa melihat akhir dari peperangan ini. Yah, itu pun kalau semua nya sesuai perhitungan ku, dan tidak ada kondisi tidak terduga yang terjadi dalam peperangan... Dan di sini akan ku katakan. Kita pasti menang!"
\*\*\*
Satu jam setelah pertemuan antara aku, Selir Shina dan ayah. Aku memberitahu rencana agar kita bisa menang saat peperangan nanti. Rencana itu langsung di tentang oleh Selir Shina, itu karena rencana ku bertentangan dengan kemauan nya. Tetapi, aku mendesak ayah untuk menggunakan rencana ku. Akhir nya, ayah mau. Walaupun masih ada rasa penolakan yang di tunjukkan raut wajah nya untuk menggunakan rencana ku, ayah tetap setuju, mengingat keuntungan dalam rencana ku.
Selir Shina mau tidak mau, harus setuju dengan perkataan ayah. Karena ayah adalah Raja, Selir Shina harus di paksa menerima menggunakan rencana ku, dalam gelombang pertama perang nanti.
Sekarang yang jadi masalah di sini, adalah. Pengumuman untuk seluruh negeri, tidak. Seluruh Benua, mengenai perang yang akan datang. Aku menyuruh Arisa, untuk berteleportasi ke kerajaan Eurasia dan menemui Joshua secara rahasia. Pertemuan itu untuk menanyakan informasi tentang gerakan kerajaan Eurasia saat mengetahui tentang perang yang akan terjadi. Aku juga mengirim Natasha ke kerajaan Milefolia untuk memata-matai para petinggi negara untuk mendapatkan informasi tentang gerakan kerajaan Milefolia mengenai kondisi ini. Juga aku mengirim Amanda beserta para Vampir yang masih loyal pada ku untuk memata-matai kerajaan-kerajaan kecil di Benua Fantasia.
Jujur, itu sangat mencurigakan bagi ku. Kenapa pertahanan mereka sangat ketat? Pikir ku. Tetapi, aku segera membuang pemikiran rumit lain nya, dan mendapat jawaban simple dan paling masuk akal mengenai penjagaan ketat kedua negara itu.
Jawaban nya adalah.
Itu karena, pasukan Demon Lord akan menyerang Benua Yuro terlebih dahulu. Jadi wajar, mereka memperketat pertahanan negara mereka.
Saat aku merenungkan semua hal itu, aku sudah berada di balkon tertinggi di istana. Semua anggota kerajaan Fantasia hadir di sana. Kak Yuri memiliki wajah bahagia, dia kemudian mendekati ku dan berkata dengan nada riang.
"Apakah ayah akan mengumumkan pernikahan ku dengan Jack yang akan terjadi seminggu lagi!?"
Ibu nya, Selir Shina. Meringis saat mendengar perkataan putri nya itu.
"....Kakak akan segera tahu."
Aku diam sejenak, lalu berkata sambil memalingkan wajah ku dari wajah nya.
"Kenapa wajah mu begitu tampak bermasalah?" Tanya Kak Yuri.
"Tidak. Tidak apa-apa."
"Aku tidak sabar menunggu pengumuman nya..." Kata Ibu dengan senyum bahagia, saat melihat Kak Yuri yang juga bahagia.
Saat itu, aku mendapatkan (Telephaty) dari semua orang yang ku kirim ke semua kerajaan yang ada di Benua Fantasia.
Semua isi (Telephaty) itu sama. Inti nya, semua kerajaan akan mengumumkan masalah perang ini.
Aku hanya bisa tersenyum pasrah saat mengetahui hal ini. Di dalam hati, aku berkata. 'Pasti akan terjadi keributan setelah ini.'
Akhirnya, ayah buka mulut, mulai berbicara, mengumumkan situasi saat ini.
Untuk catatan, aku sudah memasang Crystal sihir perekam di semua kota yang ada di kerajaan Fantasia, jadi perkataan ayah akan langsung di sampaikan ke seluruh kota yang ada di kerajaan Fantasia.
"Semua warga Kerajaan Fantasia... Berdiri nya kami di sini, untuk menyampaikan sesuatu yang sangat meresahkan untuk kita semua..."
"Meresahkan....?"
Lihat... Baru kata pembuka, semua keluarga ku sudah heboh sendiri... Sememtara itu, ayah terus melanjutkan pengumuman nya.
"Kita akan beperang melawan Demon Lord. Mereka akan menyerang kita seminggu kemudian!"
"Apa!? Perang!?"
....Kali ini bukan hanya keluarga ku yang berteriak. Tetapi penduduk kota, para prajurit, ksatria, dan juga bangsawan, ikut berteriak.
Seperti yang ku bilang. Pasti akan terjadi keributan, jika hal ini di umumkan.