From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 26 melatih Arisa dan Jack Part II



7 hari berlalu di dimensi yang di ciptakan Mira. Saat ini Natasha memberikan pelatihan terakhir nya kepada Jack.


Latihan tersebut adalah menyuruh Jack menahan serangan Natasha saat menggunakan (Cursed Blood Control).


Pada saat Natasha menyerang Jack dengan menggunakan pedang darahnya, Jack berhasil menangkis 2 serangan dari Natasha. Akhirnya Natasha pun mengakhiri latihan Jack, mereka berdua pun keluar dari dimensi tersebut.


                                      ***


Sudah 7 hari Arisa membaca buku yang diberikan Mira. Walaupun Arisa membaca buku nya secara berulang-ulang selama 7 hari, Arisa tetap juga tidak bisa menghafal keseluruhan buku, Mira menyuruh Arisa menghafal buku tebal itu dalam seminggu, tapi Arisa hanya bisa menghafal setengah.


Pada saat hendak membuka pintu kamarnya, Arisa ketakutan. Dia berfikir Mira akan memarahinya jika dia tidak bisa menghafal seluruh buku dalam seminggu. Dengan perasaan takut Arisa pun membuka pintu kamarnya.


                                      ***


2 jam telah berlalu semenjak aku membunuh 5 orang yang tersisa. Setelah aku membunuh mereka, aku mengembalikan keadaan Vila seperti semula, sambil menunggu Natasha dan yang lain nya kembali aku minum teh di sofa. Baru saja aku minum teh, Arisa keluar dari kamarnya, lalu Natasha dan Jack masuk kedalam Vila.


Aku menyuruh mereka untuk istirahat sebentar. aku, Natasha, Arisa, dan Jack minum teh bersama.


"7 hari melatih Jack ternyata repot juga." kata Natasha sambil meregangkan tubuhnya.


"Maaf kak Mira, aku hanya bisa menghafal setengah dari bukunya." Arisa mengambil bukunya yang ia simpan di bawah meja.


"Eh, kau disuruh menghafal buku setebal itu Arisa?" Kata Jack.


Arisa mengangguk. "Kata kak Mira, aku harus bisa menghafal semua buku dalam waktu seminggu. Tapi aku hanya bisa menghafal setengah saja."


"Begitu ya, ternyata kau juga dapat latihan yang berat."


"Baiklah semuanya, sudah 7 jam kita tidak bertemu."


"7 Jam?" Arisa dan Jack bertanya sambil memiringkan kepalanya.


"Benar juga aku tidak menjelaskan ini pada kalian. Sebenarnya kalian berlatih di dimensi khusus yang kuciptakan, 7 hari di sana sama dengan 7 jam disini. Dan aku sudah menunggu kalian selama 7 jam disini."


Arisa dan Jack terkejut mendengar perkataan ku. "Bagaimana bisa, kak Mira-" Arisa ingin bertanya, tapi ia tidak bisa menyelsaikan pertanyaan nya.


"Kak Natasha tau tentang hal ini?" Jack bertanya. Natasha pun mengangguk.


"Sudahlah hal itu nanti saja di bahas, sekarang kita mulai latihan yang sebenarnya!"


"Eh, masih ada lagi!?" Arisa dan Jack berteriak.


"Tentu saja masih ada, yang kalian lakukan selama ini hanya tahap awal. Sekarang kita akan melakukan tahap penyelesaian."


Aku, Natasha, Arisa, dan Jack. Pergi ke halaman depan Vila. Setelah itu aku menciptakan dimensi baru lagi.


"Baiklah dimensi ini akan ku bagi 2, Arisa kemarilah."


Arisa mendekat padaku, lalu aku memegang tangan Arisa, kemudian aku membelah 2 dimensi, dalam sekejap, Natasha dan Jack menghilang.


"Me-menghilang!? Mereka kemana!?"


"Tenang saja, mereka berada di sini, hanya aku menghalangi mereka dengan dinding."


"Dinding?"


"Itu benar, pertama aku membelah dimensi ini, setelah itu aku membuat dinding pembatas. Baiklah kalau begitu kita mulai latihan nya!"


Arisa mengangguk. "Kalau begitu Arisa, mantra paling awal yang tertulis di buku apa?"


"Fire ball."


"Kalau begitu, coba kau keluarkan sihir nya. Di bagian sampul bukunya aku ada memberitahu bagaimana mengaktifkan semua mantra yang ada disitu."


Arisa mengarahkan kedua tangan nya kedepan. Bagian yang tertulis di sampul buku, cara untuk mengaktifkan semua mantra ini kau harus bisa memahami arti dari mantranya setelah itu kau harus bisa membayangkan bagaimana bentuk dari mantra tersebut.


Fire ball, kalau tidak salah artinya bola api, dan aku harus membayangkan bagaimana bentuk bola api itu. Aku tidak bisa membayangkan nya, kalau begitu aku harus membayangkan bagaimana api terbentuk, sewaktu aku dan Jack di benua Aziliya, Jack pernah mengajari ku cara membuat api, kalau ku pakai cara itu mungkin bisa berhasil. Pikir Arisa.


"Kau masih memerlukan waktu untuk bisa mengaktifkan sihirnya."


"Ma-maafkan aku." Arisa menunduk.


"Tidak perlu minta maaf, itu hal yang wajar saat pertama kali belajar sihir. Bahkan aku waktu pertama belajar memerlukan waktu yang lebih lama dari mu. Jika kulihat dari waktu yang kau habiskan, pasti kau membayangkan proses bagaimana api bisa terbentuk."


Arisa mengangguk.


"lebih baik kau


lupakan bagaimana proses terbentuk nya. Itu akan mempersingkat waktu."


"tapi bagaimana caranya?"


"Pikir sendiri bagaimana caranya."


Mendengar perkataan ku Arisa langsung cemberut.


                                    ***


"Me-mereka menghilang!?" Jack terkejut.


"Tenang saja, mereka tidak menghilang. Mira hanya memisahkan dimensi, karena itu mereka menghilang. Sekarang saat nya kau latihan."


Di depan Natasha dan Jack, muncul sebuah boneka yang tinggi nya sama dengan mereka.


Natasha lalu melemparkan pedang ke boneka yang ada di depan nya, Natasha juga memberikan pedang kepada Jack.


Saat Jack memegang pedang, secara tiba-tiba boneka itu langsung menyerang Jack. Dengan reflek Jack menangkis pedang boneka itu.


"Klang, Klang, klang." Pedang mereka berdua berbenturan, Boneka itu menyerang Jack dengan bertubi-tubi, tapi Jack bisa menangkis semua pedang boneka itu. Serangan boneka itu makin cepat, tapi Jack masih bisa menahan nya, tapi Jack mulai kewalahan menerima serangan boneka itu.


"Sudah cukup!" Natasha berteriak. Dalam sekejap boneka itu langsung berhenti menyerang Jack.


Nafas Jack, tersengal-sengal. Lalu Natasha memberikan nya obat pemulihan.


"Ternyata latihan yang selama ini kuberikan tidak sia-sia."


"Tapi aku merasa kesal, melawan boneka saja aku sudah merasa kelelahan."


"Bagus sekali, kau sadar akan kekurangan mu. Dengar Jack, tahap pertama latihan bertujuan untuk melatih. Pertahanan, Reflek, Stamina, dan Kekuatan.  Karena itu kau bisa menangkis serangan dadakan boneka itu, lalu kau juga berhasil menangkis semua serangan nya tanpa tergores sedikit pun. Itu semua berkat kau melewati latihan tahap pertama."


"kalau begitu Jack," Natasha melanjutkan. "Sekarang kita mulai latihan tahap kedua. Latihan ini gampang, kau hanya harus bisa mendaratkan satu goresan pada boneka itu." Natasha menunjuk boneka yang menyerang Jack.


Jack mengangguk. Lalu Natasha berteriak. "Mode pertahanan." Boneka itu langsung memasang kuda-kuda bertahan."


Latihan ini lebih mudah dari latihan pertama, aku hanya harus bisa mendaratkan satu goresan. Dalam waktu sedetik aku pasti bisa melakukan nya. Pikir Jack.


Dengan secepat suara Jack menerjang boneka itu, Jack mengayunkan pedang nya secara horizontal, tapi boneka itu berhasil menangkis serangan Jack. Pedang Jack pun terpantul, lalu boneka itu membalas dengan menusuk ke arah wajah Jack, Jack berhasil menghidar, tapi pipi kanan Jack tergores pedang boneka itu. Merasakan pipinya yang tergores, Jack melompat sejauh 5 meter ke arah belakang.


"Cih, boneka sialan." Jack menatap tajam boneka itu.


"Cukup! Jack istirahat sebentar!" Natasha berteriak.


"Kenapa kak Natasha, aku masih bisa-"


"Aku bilang cukup!"


Jack cemberut, karena Natasha menghentikan nya.


"Jack kemari!" Jack mendekat Natasha dengan wajah cemberut. "Kau tahu kenapa aku menghentikan mu?"


Jack tidak menjawab, ia hanya menundukan kepalanya. "Dengar baik-baik Jack. Yang membuat mu bisa terkena serangan boneka itu, karena kau terlalu sombong. Jangan pernah remehkan musuh mu, walaupun kelihatan nya mereka lebih lemah dari mu. Kau paham?"


"Baik." Jack menjawab dengan suara pelan.