
Jack terus berlari tanpa tujuan. Sambil berlari, ia berharap : 'Semoga Kak Mira cepat datang.'
Di pelukan Jack, terbaring Putri ke empat kerajaan Fantasia, Putri Yuri.
Dengan suasana mencekam di sekitar Jack dan Yuri, Jack terus berlari sambil menggendong Putri Yuri yang memejamkan matanya dan tubuh nya bergidik ketakutan. Selama Jack berlari, di belakang nya banyak monster raksasa, dan binatang buas yang berukuran raksasa.
Monster yang mengejar nya sangat beragam, ada sesuatu mahluk dengan tangan manusia, berkepala kambing dengan memiliki satu mata. Mahluk itu berlari dengan kedua tangan nya. Lalu ada juga mahluk yang hanya seperti tentakel, dengan bentuk tidak beraturan dengan ukuran hampir 100 meter.
Lalu ada juga binatang buas. Seperti, Singa, Harimau, Serigala, Macan kumbang, Macan tutul, Gorila, Kuda nil, Ceetah, Buaya dan lain-lain. Mereka semua berukuran lebih dari 10 meter. Mereka berlari mengejar Jack dengan kecepatan tinggi.
Tapi, Jack yang sudah di latih Ratu Vampir Natasha bisa berlari lebih cepat dari monster dan mahluk buas itu.
"Ini mimpi, ini mimpi, ini mimpi, ini mimpi......" Gumam Yuri bergetar ketakutan.
Apa yang harus ku lakukan!? Pikir Jack. Jika terus berlari seperti ini, Stamina ku yang akan lebih dulu habis. Aku juga tidak bisa melawan jumlah monster yang banyak seperti itu, jumlah nya ada sekitar 50 ekor. Jika aku sendiri saja bisa melawan semua mahluk itu, tapi aku sedang menggendong Putri Yuri sekarang. Jika Putri ku turunkan, semua mahluk itu akan mengincar Putri Yuri yang paling lemah. Jadi apa yang harus ku lakukan?............ Sialan! Aku tidak bisa menemukan cara yang tepat!
"Lagipula........ Berfikir bukan keahlian ku!" Jack berteriak kesal.
Dengan begitu, Jack terus berlari dari kejaran monster sambil menggendong Putri Yuri.
\*\*\*
Di dataran yang tidak di ketahui, hanya ada es sejauh mata memandang, suhu di dataran ini cukup untuk membuat seseorang membeku jika dia hanya berdiam diri beberapa menit tanpa pakaian tebal dan sihir pemanas.
Di tengah datatan es itu ada sebuah istana yang tertutup es penampilan nya seperti istana di negeri dongeng, siapapun yang melihat nya pasti tidak akan percaya ada istana yang indah di tempat yang dingin nya bisa membuat seseorang mati membeku. Tapi itu adalah kenyataan, karena istana itu adalah tempat tinggal bagi mahluk-mahluk yang tahan terhadap dingin.
"Uuuuu..... Tempat ini sangat dingin."
Seorang pemuda dengan pakaian tebal mengigil kedinginan. Pemuda itu memiliki bentuk badan yang ideal, tinggi badan sekitar 180 cm dengan rambut coklat dan wajah yang lumayan tampan.
"Kenapa kita datang ke tempat ini?"
Tanya pemuda berambut coklat itu.
"Untuk menaklukkan Raja Iblis... Dan juga suhu dingin ini merupakan hadiah bagimu kan?"
Yang menjawab adalah seorang anak kecil yang memiliki rambut hitam, jika di lihat dia berumur sepuluh tahun, tapi sikap nya tidak menandakan dia benar-benar berumur segitu. Sifat nya menununjukkan orang dewasa tulen. Ngomong-ngomong dia juga memakao baju tebal.
"Kau benar! Tapi raja iblis ya....."
"Mengingat raja iblis mengingatkan pada Quest pertama kita sebagai The Weirds."
Seseorang datang dari belakang pemuda dan anak kecil itu, dan yang berkata seperti itu. Mereka berdua berbalik melihat ke arah belakang. Di lihat nya, ada seorang Elf yang memakai jaket berwarna hijau, memiliki rambut pirang, dan wajah yang tampan. Kelihatan nya dia berumur 20 tahunan, tapi dia adalah seorang Elf yang terkenal dengan usia panjang, jadi umur nya tidak bisa di pastikan.
"Oh. Kau datang! Jadi bagaimana di dalam kastil?" Kata pemuda dengan rambut coklat.
"Tidak ada yang spesial, hanya ada orang lemah, bahkan 'Status' raja iblis nya sangat lemah. Lebih kuat raja iblis yang dulu kita lawan."
"Cih.... Padahal kita sudah datang kesini untuk mencari pasukan. Tapi kalau lemah, kita tidak bisa memanfaatkan nya."
"Mau bagaimana lagi, Ras Giant dan Dragon tidak mau menuruti kita, padahal kita sudah mengurangi jumlah mereka. Jika kita terus membantai mereka, kita tidak akan bisa pulang, karena membantai itu bukanlah Quest kita." Jawab Elf terhadap perkataan penuh amarah dari pemuda berambut coklat.
"Lalu bagaimana? Apakah kita membuat raja iblis menjadi Homonculus atau kendalikan pikiran nya. Jika kita bisa mengendalikan raja iblis, sama saja dengan kita mengendalikan pasukan nya kan?" Kata anak kecil itu.
"Kau benar. Sialan! Coba saja perubahan Homonculus bisa menghidupkan Dragon King, atau Giant King, pasti mereka akan berada di bawah kendali kita."
"Ini salah mu kan? Kenapa kau tidak memaksimalkan Job Necromancer dan Alchemis."
"Sayang sekali, aku tidak seperti Mira yang berani menggunakan uang untuk membabat semua Skill, Class, Status, dan Job di FL. Jadi aku tidak bisa memaksimalkan Job ku."
"Kau benar, itulah kenapa kita tidak bisa mengalahkan dia walaupun dia sudah melemah. Dengan Status, Skill dan Class nya yang sudah seperti Cheat, kita tidak akan bisa mengalahkan nya."
"Benar sekali...." Kata Elf setuju dengan perkataan anak kecil itu. "Tapi, aku merasa bersalah untuk membunuh nya. Jika dengan ini, kita sudah melawan dia dua kali."
"Aku tidak melawan dia dulu, itu kalian kan? Siegurd, Javelin."
"Kau juga kan? Kau langsung menendang nya dari Guild dan menghina nya. Kau dan Catherine juga bersalah!"
"Siegurd benar, Bruno. Kau juga bersalah."
"Iya, iya. Terserah apa katamu. Tapi yang pasti kali ini kau juga bersalah, karena berniat ingin membunuh nya."
"Aku tahu itu, ini kulakukan agar kita bisa pulang.... Tapi sebelum itu, kita harus membuat markas di Benua Chiso ini. Karena kedua orang bodoh itu, markas kita di Benua Aziliya harus kita tinggalkan."
"Kau benar, padahal aku ingin masih melakukan penelitian."
"Jika mereka kembali kita harus menghukum mereka!"
"Itu tidak mungkin. Mereka pasti akan mati, selama mereka berurusan dengan Mira, mereka akan terus berada di ujung jurang kematian. Mereka hanya memiliki pilihan untuk melompat ke jurang itu."
"Kalau begitu, kita harus cepat-cepat membunuh Raja Iblis itu kan?"
Anak kecil dan pemuda mengangguk atas perkataan Elf. Mereka pun berjalan mendekati istana yang di tutupi es.
\*\*\*
Sialan! Stamina ku sudah habis.... Aku sudah tidak kuat lari lagi!
Pikir Jack, dengan keringat membasahi tubuh nya. Walaupun ia berpikir sudah tidak kuat, ia masih berlari dengan kecepatan tinggi sambil menggendong Yuri. Tapi ia sudah kelelahan. Sementara para monster dan mahluk buas yang mengejar Jack tidak menunjukkan tanda kelelahan sama sekali.
"Sialan!" Jack berteriak kesal.
"Turunkan aku!" Yuri berkata dengan suara berat.
"Apa!? Kau ini bicara apa!?"
Biasanya Jack berbicara dengan Yuri dengan gaya bicara yang sopan, tapi kali ini gaya bicara nya tidak menunjukkan kesopanan sama sekali.
"Mana mungkin aku menurunkan mu! Binatang dan Monster itu masih mengejar!"
"Jika aku turun, dan menjadi umpan kau bisa mengalahkan mereka kan?"
"I-Itu....."
'Aku bisa mengalahkan mereka semua sekaligus!' Pikir Jack. Tapi ia tidak mungkin mengucapkan itu, jika ia mengucapkan nya. Yuri pasti akan memberontak hingga ia bisa melepaskan diri dari pelukan Jack. Mana mungkin Jack mau melakukan itu.
"Mana mungkin aku bisa menurunkan mu bodoh!"
"Tapi jika seperti ini aku akan menjadi beban! Semenjak tadi aku punya firasat kalau mereka itu mengejar aku dan bukan kita! Itu artinya kau sama sekali tidak di incar."
"Walaupun seperti itu, mana mungkin aku bisa melepaskan mu. Jika aku membiarkan mu mati di sini, Nona Mira akan sedih."
"Apakah kau menyelamatkan ku karena Mira?"
"Bukan! Aku tidak menyelamatkan mu karena alasan itu! Aku sudah bilang kan? Aku mencintai mu pada pandang pertama, bagaimana bisa aku melihat Gadis yang ku cintai terbunuh."
Tidak ada perasaan malu saat Jack menyatakan perasaan nya. Ia mengucapkan dengan lantang sekarang.
"........... Sudah cepat turunkan aku! Aku hanya bilang menjadi umpan, bukan menjadi korban. Jika kau membunuh mereka, sebelum mereka menyentuh ku, aku pasti tidak apa-apa. Dan juga, seperti nya mereka ingin menangkap ku hidup-hidup."
"Tidak!"
"Sudah cepat turunkan aku!" Yuri menatap Jack dengan tatapan tajam. Mata emas nya bercahaya sangat terang.
"Aku bilang tidak!"
Karena kesal, Yuri memukul Jack. Ia pun secara reflek melepaskan Yuri, mengandalkan momentum, Yuri mengatur posisi jatuh nya dan berhasil berdiri di tanah tanpa masalah. Kemudian ia dengan cepat berlari ke arah monster dan binatang buas yang mengejar nya.
"Creation : Shield!"
Sebuah perisai yang besar menutupi tubuh Yuri muncul di hadapan nya.
"Sialan! Itu tidak bisa menahan mereka." Jack berbalik, mengeluarkan pedang dari sarung nya, lalu ia berkata. "Sword Skill Number One : Dragon Slicer!"
Dengan tebasan Jack keluar angin, lalu angin itu berubah bentuk menjadi naga yang menerjang para monster sambil membuka mulut nya seakan-akan ingin melahap monster yang jumlah nya puluhan ekor itu.