From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 37 daerah kumuh kerajaan Eurasia



Semua orang terkejut, kecuali Natasha yang tidak terkejut mendengar perkataan ku. Aku pun menjelaskan mereka tentang rencana ku.


"Pasar gelap yang kudirikan ini hanya untuk bantuan dana. Karena rencana ku ini memerlukan banyak uang, tenang saja jika pada saat semua rencana ku berhasil aku akan menghancurkan pasar gelap nya. O iya, kalau bisa pasar gelap nya harus sampai menyebar keseluruh dunia."


"Tapi nona kalau ketahuan kau bisa menjadi buronan di seluruh benua Silia." Kata Joshua.


""Tenang saja, aku tidak akan menunjukkan wajah ku. Aku hanya mengendalikan di balik layar. Jadi tidak perlu khawatir kalau aku akan jadi buronan."


"Kak Mira, kau serius dengan hal ini?" Kata Arisa.


"Aku sudah memutuskan nya semenjak aku mendengar harga dari serbuk surgawi. Jika aku menjual serbuk itu ke berbagai kalangan, bukan hanya ke bangsawan saja. Aku akan mendapatkan untung besar dari bisnis ini. Alex apakah ada tanah kosong di kerajaan kota ini?"


"Ada satu tanah kosong, tanah itu ada di daerah kumuh." Jawab alex.


"Daerah kumuh?"


"Daerah kumuh itu tempat nya para orang miskin dan para kriminal."


"Itu tempat yang sempurna."


"Sebaiknya anda pikir-pikir dulu kalau ingin membangun bangunan di tanah itu."


"Kenapa?"


"Karena tanah itu di tinggali oleh seorang penjahat paling berbahaya di Eurasia."


"Kenapa tidak di tangkap?"


"Dia mengedalikan seluruh daerah kumuh. Jika kami menangkap nya seluruh warga di daerah kumih akan menyerbu istana."


"Alex bisa kau antar kami ke daerah kumuh itu?"


"Sesuai keinginan anda, saya akan mengantar anda kesana."


"dan Joshua apakah ada rumah kosong yang bisa kami tinggali selama kami disini?"


"Ada satu rumah bangsawan. Bangsawan itu kemarin kami eksekusi karena ketahuan melakukan tindakan korupsi. Jadi rumah itu tidak ada yang menempati." Jawab Joshua.


"Kalau begitu tunjukkan di mana rumah bangsawan itu kepada mereka berdua." Aku menunjuk Arisa dan Jack.


"Baik. Akan saya laksanakan."


Aku dan Natasha keluar istana, di luar istana Alex sudah menyediakan kereta kuda. Kami di bawa kedaerah kumuh menggunakan kereta kuda. Saat kami jalan menggunakan kereta kuda, banyak orang yang menyapa Alex dari luar.


"Kau di senangi ya di kota ini. Tidak seperti sebelum nya sewaktu aku kesini, banyak orang yang membenci mu dan ayah mu."


"Ini semua berkat perintah dari anda."


Aku tersenyum mendengar perkataan Alex kereta kami terus berjalan di daerah kumuh waktu kami dekat di daerah kumuh, aku melihat bangunan besar, dengan halaman yang luas. Bahkan halaman bangunan itu mengalahkan halaman Vila ku di Tiramisu.


"Alex bangunan apa itu?"


"Itu adalah panti asuhan."


"Panti asuhan?" Natasha bertanya.


"Iya panti asuhan. Tempat untuk menampung anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua."


Natasha tersenyum. "Ternyata ada tempat seperti itu disini."


"Semua negara memiliki nya. Di kerajaan Fantasia dan Milefolia juga ada." Kata Alex.


"Eh, di kerajaan Fantasia juga ada!? Aku tidak mengetahui nya."


"Wajar nona Mira tidak mengetahui nya. Panti asuhan di seluruh negara terletak dekat daerah kumuh."


"Raja tidak memberitahu nona Mira, kalau di kerajaan Fantasia ada daerah kumuh?"


Aku menggelengkan kepala ku. Kemudian Alex mengatakan kalau ayah ku ingin menyembunyikan fakta itu jika aku sudah besar. Setelah asik mengobrol kami akhinya sampai di daerah kumuh, tempat ini tidak seperti tempat pada umum nya. Banyak rumah yang mau roboh di sini, bahkan banyak orang tidur di tepi jalan.


Sewaktu kami memasuki daerah kumuh makin dalam, kami melihat ada seorang wanita yang di kejar oleh segerombolan Pria. Setelah wanita itu tertangkap, wanita itu di buka pakaian nya dengan paksa.


"Wanita itu mau di perkosa." Kata Natasha.


"Apakah perlu ku hentikan?" Kata Alex.


"Tidak perlu, biarkan saja mereka. Tujuan kita kesini hanya untuk melihat tanah kosong saja."


Kami akhirnya sampai di tanah kosong, di tanah itu itu terdapat sebuah gubuk kecil yang terbuat dari kain.


"Inilah tempat nya. Lalu gubuk itu adalah tempat tinggal penjahat nya."


Setelah melihat tanah itu, kami kembali ke istana. Pada saat perjalanan ke istana aku menanyakan nama penjahat yang menempati tanah kosong tadi. Lalu Alex menjawab penjahat itu bernama Douglas.


Kami sampai di istana, Joshua menyambut kami, dan bilang kalau rumah yang ku minta sudah siap. Aku dan Natasha pun meminta Joshua untuk mengantar kami kerumah yang ku minta. Saat kami sampai disana, kami melihat rumah besar yang besar nya 2 kali lebih besar dari Vila ku yang di Tiramisu. Bahkan halaman rumah nya lebih besar dari pada halaman Panti asuhan.


Kami memasuki rumah itu, saat kami sampai di dalam, banyak kamar di dalam rumah ini, lalu rumah ini terdapat dua lantai. Aku dan Natasha pergi kelantai dua, saat kami sampai di lantai dua kami mendapati lorong yang panjang dengan lukisan yang menghias seluruh lorong.


Kata Joshua lantai dua adalah lantai yang di gunakan pemilik rumah sebelum nya untuk menaruh lukisan. Lalu kata Joshua di ujung lorong terdapat perpustakaan kecil. Kami pun pergi ke ujung lorong dan di ujung lorong ada ruangan yang terkunci. Joshua memberikan kunci ruangan nya padaku. Saat kubuka ruangan itu penuh dengan buku, aku memasuki ruangan itu, kemudian aku menyentuh salah satu buku di ruangan itu, setelah aku menyentuh nya, buku itu sangat berdebu.


"Tempat ini sangat berdebu. Padahal ruangan yang lain masih bersih."


"Mungkin karena tempat ini tidak pernah di masuki." Kata Joshua.


"Untuk apa di buat perpustakaan di rumah sendiri, kalau tidak pernah di masuki."


Kami pun keluar, lalu menuju lantai satu kembali. Kami pergi kebelakang, kata Joshua di belakang adalah dapur. Saat di belakang kami melihat Arisa dan Jack sedang makan.


"Kenapa kalian makan di sini?" Tanya Natasha.


"Kami mengecek peralatan dapur, apakah masih bisa di gunakan atau tidak. Ternyata perlatan nya baik-baik saja." Jawab Jack. Mendengar jawaban Jack, Natasha langsung membentak Jack.


"Maafkan kami. Saat kami sampai di sini, tiba-tiba kami merasa lapar. Jadi kami meminta bahan makanan di istana dan memasak nya disini." Jawab Arisa..


"Karena itulah aku bilang mengecek peralatan dapur." Sambung Jack.


Aku pun menyuruh Natasha untuk membiarkan Arisa dan Jack. Lalu kami pun melanjutkan berkeliling, setelah semua ruangan kami periksa. Joshua berpamitan, kemudian Joshua kembali ke istana.


Setelah Joshua pergi, aku mengajak Natasha pergi ke perpustakaan, setelah kami sampai di perpustakaan, kami membersihkan perpustakaan. Beberapa menit kemudian, perpustakaan sudah bersih, perut kami berbunyi menandakan kalau kami lapar.


Aku dan Natasha pergi ke dapur, saat kami sampai di dapur, Natasha sedang memasak, lalu Jack sedang duduk di meja makan sambil minum teh.


"Tunggu sebentar. Makanan nya akan segera masak" Kata Arisa.


Aku dan Natasha duduk di meja makan, saat kami duduk di meja makan Jack menyediakan kami secangkir teh. Satu menit kemudian, makanan yang di buat Arisa sudah masak. Arisa langsung menghidangkan makanan nya pada kami.


Aku dan Natasha memakan makanan yang di hidangkan Arisa. Setelah selesai makan aku menyuruh Natasha untuk menghubungi Rabisia melalui (Telephaty).


"Natasha hubungi si gadis kelinci. Bilang padanya kalau Mira ingin bertemu dengan Lizard."


Natasha menghubungi Rabisia, lalu Natasha menyampaikan pesan padaku.


"Lizard setuju. Katanya kapan kau ingin bertemu dengan nya?"


"Malam ini. Suruh dia ke sini."


Beberapa jam berlalu, malam pun akhirnya tiba. Aku menyuruh Arisa dan Jack menunggu di depan istana untuk mengantar Lizard dan Rabisia menuju rumah baruku.


Arisa dan Jack menunggu di depan istana, lalu Lizard dan Rabisia muncul di hadapan mereka. Lizard dan Rabisia menggunakan cristal sihir untuk berpindah dari Tiramisu ke Eurasia. Arisa dan Jack mengantar Lizard dan Rabisia menuju rumah baruku.