
"Barusan kau bilang apa?" Charles yang mendengar Alex berkata tentang penculikan Mira, bertanya kepada nya dengan tatapan tajam. Mata emas Charles bercahaya saat melakukan itu, tanda ia tidak bisa menahan emosi yang kuat di dalam hati nya.
Alex yang sadar akan kata-kata nya tidak bisa menjawab pertanyaan Charles. Ia hanya bisa tersenyum masam, dengan keringat dingin membahasi tubuh nya.
"Pangeran Alex," Raja Albert yang mengamati pertukaran kedua nya angkat bicara memanggil Alex. "Apa yang kerajaan mu sembunyikan?" Tanya nya dengan tatapan curiga kepada Alex.
"Barusan kau bilang Mira di culik, padahal aku belum menyebutkan nama anak ku yang di culik. Dan kau mengetahui kalau Mira di culik oleh kelompok agama itu..... Awal nya aku berpikir penculikan anak ku tidak berhubungan dengan kelompok agama itu, tetapi seperti nya dugaan ku salah.... Apa kau mengetahui sesuatu tentang ini?" Tanya Charles dengan suara di penuhi dengan emosi.
Alex masih tidak menjawab, ia hanya tersenyum kecut, sambil menghindari tatapan dari Charles.
"Seperti nya firasat ku benar." Kali ini Albert yang berbicara. "Kasus yang raja Joshua dan raja Charles selidiki sangat berhubungan. Katakan yang sebenarnya, apa kasus yang di selidiki Raja Joshua? Anak Raja Charles di culik, dan Raja Joshua tidak menghadiri pertemuan penting ini. Pasti kasus yang di selidiki oleh Raja Joshua sangat berhubungan dengan kematian masal, dan penculikan anak Raja Charles."
"Hmmm....." Alex mulai berbicara, melirik kesana kemari, seakan-akan mencari jawaban yang pas untuk situasi yang di hadapi nya saat ini. "Ummm.... Se-Sebenarnya...... Sebenarnya......."
Saat Alex hendak menjawab, terdengar suara ketukan pintu yang sangat keras, seperti menandakan kalau ada kondisi yang sangat genting.
"Ada apa!?" Charles berteriak dengan kesal, karena pembicaraan penting mereka di ganggu.
"Ma-Maafkan hamba!" Kata prajurit dari balik pintu, dia tahu saat ini dia sedang mengganggu pembicaraan penting, karena itu prajurit itu tidak berani masuk dan menjawab dari luar ruangan. "Sa-Saya hanya ingin memberitahu kalau Putri Yuri sudah sadar." Jawab perjarit itu dengan gugup.
Pada saat perhatian Charles dan Albert terganggu oleh prajurit yang tiba-tiba datang, Alex mendapatkan sambungan (Telephaty) dari ayah nya. Dia menjelaskan situasi genting nya secara singkat kepada ayah nya, kemudian ayah nya memberitahu Alex kalau dia boleh menceritakan cerita sebenarnya kepada Charles dan Albert, tetapi ia harus menyembunyikan fakta tentang kekuatan Mira dan Para Vampir. Alex menghela nafas lega, karena dia sudah tahu keluar dari situasi genting nya saat ini. Segera setelah itu (Telephaty) terputus.
"Maaf untuk gangguan barusan," Kata Charles kepada Albert dan Alex. "Sekarang cepat beritahu aku apa yang kau sembunyikan!"
"......" Alex menghela nafas, seakan-akan dia sudah menyerah menyembunyikan sesuatu dari Albert dan Charles. Kemudian dia mulai menceritakan kejadian kepada mereka berdua. "Baiklah akan ku jawab..." Alex pun mulai menceritakan tentang Mira yang mengirim Natasha dan Jack ke kerajaan Eurasia untuk mengecek cabang perusahaan dagang nya, kemudian saat di tengah pekerjaan nya, Natasha dan Jack mendapatkan surat singkat dari Mira yang bertuliskan 'Tolong!'
Awal nya mereka kebingungan tentang maksud isi surat itu, mereka pun bertanya kepada Arisa yang berada di istana tentang kondisi Mira, dan Arisa memberitahu kalau Mira tidak ada di istana. Di situ mereka mengetahui kalau Mira mungkin di culik.
"Begitu... Kau mendengar tentang penculikan Mira dari bawahan nya langsung ya..." Kata Charles.
"Begitulah." Jawab Alex.
Semua cerita yang di ceritakan sepenuh nya benar. Yang kebohongan hanyalah alasan kenapa Natasha dan Jack datang ke kerajaan Eurasia, dan bagaimana cara Mira menghubungi Natasha.
Alasan sebenarnya Natasha dan Jack datang ke kerajaan Eurasia adalah untuk memanen darah dari para anak yatim di panti asuhan. Tetapi Alex memberitahu Charles kalau Natasha dan Jack ke kerajaan Eurasia untuk mengecek perusahaan dagang milik Mira. Dan untuk cara menghubungi, di ganti Alex menggunakan surat bukan melalui (Telephaty). Sihir (Telephaty) adalah sihir yang tidak ada di dunia ini, karena itu ia menyembunyikan fakta itu.
"Lalu bagaimana bawahan Mira tahu kalau Mira di culik oleh kelompok agama Pierot?" Tanya Charles.
"Kalau itu aku tidak tahu... Mereka langsung berasumsi kalau yang menculik Mira adalah kelompok agama itu."
"Hmmmm......" Charles memandang Alex dengan tatapan ragu, kurang yakin dengan jawaban Alex.
"Lalu di mana ayah mu?" Tanya Albert.
"Ikut dengan bawahan Mira, untuk mencari nya. Ayah bilang dia tahu markas utama kelompok agama itu, dan dia bilang kalau dia merasa bertanggung jawab telah memberitahu Mira markas utama kelompok agama itu. Dia bilang mungkin saja Mira di culik karena informasi yang dia berikan."
"Kalau begitu di mana markas utama kelompok agama itu?" Tanya Albert.
"......" Alex terdiam sejenak, sebelum menjawab markas kelompok agama Pierot.
\*\*\*
Di ruang bawah tanah kota Salad, sebelum Alex memberitahu cerita sebenarnya kepada Charles dan Albert.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Arisa sambil menggendong Carla.
"Untuk saat ini, kita harus keluar dari sini." Kata Natasha kepada Arisa sebelum ia bertanya kepada Mira yang di gendong nya. "Kau baik-baik saja Mira?"
".....Apakah aku terlihat baik-baik saja bagi mu?"
Saat ini tubuh Mira terasa berat, untuk berdiri saja sudah sangat sulit untuk nya. Kulit nya pucat, dan badan nya sangat panas. Melihat kondisi tubuh Mira yang seperti itu, Natasha terdiam. Kemudian ia berbicara dengan suara lembut kepada Mira. "Kalau begitu akan ku gendong sampai kau merasa baikan."
Mira mengangguk. Natasha pun mulai menyuruh Arisa yang menggendong Carla dan Joshua yang menggendong Jack untuk mengikuti nya pergi ke luar dari ruang bawah tanah. Setelah menyuruh mereka berdua, Natasha berbicara ke Amanda.
"Amanda. Apakah kau bisa menghancurkan ruangan bawah tanah ini?"
"Maaf kekuatan ku belum pulih. Aku masih belum bisa mengeluarkan (Cursed Blood Control)." Jawab Amanda.
"Kalau begitu, biar aku yang melakukan nya!" Kata Arisa, dengan tangan kiri yang masih bebas ia mengeluarkan tongkat sihir dari (Inventori) nya.
"....Kalau begitu lakukan."
"Eh!? Sekarang!?" Arisa menatap Natasha dengan mata lebar, karena terkejut.
"Tentu saja tidak! Lakukan itu setelah kita keluar..... Ayo, kita keluar sekarang!"
Mereka pun berjalan menuju lubang dinding yang di buat oleh Jack sebelum nya. Karena mereka melihat Jack masuk dari situ, mereka pun berasumsi bahwa lubang yang di buat Jack itu pasti mengarah ke jalan keluar.
Setelah mereka melewati lubang yang di buat Jack, mereka menemukan lorong panjang yang memiliki pencahayaan minim dari lampu sihir yang tertempel di dinding, tanpa ragu mereka menyusuri lorong itu. Lorong itu tidak bercabang, hanya mengarah lurus saja, jadi mereka dengan cepat dapat menemukan jalan keluar.
Sebelum sampai ke jalan keluar, Mira membuka mulut nya, bertanya ke pada Joshua dan Amanda.
"Sebelum kalian datang, apakah ada sesuatu yang terjadi?"
Amanda dan Joshua saling bertukar pandang sebentar, sebelum akhir nya Joshua yang mulai berbicara, menjawab pertanyaan Mira.
"Situasi lumayan kacau sekarang," Kata nya. "Untuk meringkas...."
Joshua pun mulai berbicara tentang kematian masal yang menurut dugaan nya di sebabkan oleh alat berupa kalung yang di gunakan oleh kelompok agama Pierot. Dia juga membahas tentang laporan Alex yang saat ini sedang mengadakan pertemuan raja tiga negara besar.
"....Sebuah kalung yang menyebabkan kematian....?" Apakah itu.... Mira mulai mengingat tentang Barir yang di ciptakan oleh kelompok agama Pierot, dia ingat Barir itu dapat membatalkan segala sihir. Dia mengingat, kalau mereka membatalkan sihir dengan menggunakan nyawa mereka sebagai bayaran. Apakah kalung itu perantara barir nya?
"Menurut penyelidikan ku, tidak salah lagi kalau kalung itu penyebab kematian nya. Tetapi ada satu kejanggalan.... Kenapa kelompok agama itu mengaktifkan alat sihir itu? Itu yang membuat ku bingung. Dan kenapa sekarang?"
"Mereka mengaktifkan sihir itu bukan karena sengaja."
"Maksud mu?" Tanya Joshua kepada Mira.
Mira menarik nafas dan mulai menjelaskan kalau kelompok agama Pierot memiliki kekuatan untuk menciptakan barir pembatal sihir dengan menggunakan nyawa anggota mereka.
"Begitu... Jadi maksud mu mungkin saja kalung itu adalah perantara untuk menciptakan barir itu... Apakah begitu?"
"Begitulah."
"Bukankah sudah jelas kalung itu perantara barir nya." Kata Natasha, ikut ke dalam diskusi. "Mereka semua mati saat energi sihir Mira mengamuk. Mungkin saja kalung itu secara otomatis mengaktifkan barir pembatal sihir, tetapi karena energi sihir Mira terlalu besar, barir itu pecah dan mereka semua pun mati sebelum bisa membatalkan sihir Mira."
"........" Semua orang terdiam mendengar hipotesa Natasha. Itu sangat masuk akal hingga mereka tidak bisa membantah.
Setelah pembicaraan selesai, mereka melihat tangga yang mengarah keluar dari ruang bawah tanah. Mereka pun menaiki tangga itu dan berhasil keluar dari ruang bawah tanah.
Saat di luar, pemandangan langit berwarna merah darah terpampang di depan mata mereka. Para warga kota yang tergeletak di tanah tidak bernyawa, dan bangunan kota yang rusak akibat gempa yang di sebabkan sihir Mira juga ikut menghiasi mata mereka.
"......Apa yang terjadi di sini......?" Tanya Arisa dengan suara bergetar.
"Dan untuk apa barir itu?" Tanya Natasha melihat ke arah langit yang berwarna merah darah. Itu benar, langit yang di lihat mereka saat ini adalah barir pengacau waktu milik Amanda.
"Aaaaah.... Benar.... Aku belum menjelaskan situasi yang ada di kota ini." Kata Joshua dengan lelah.
"Tidak perlu," Mira berkata kepada Joshua. "Aku sudah tahu apa yang terjadi di sini setelah melihat nya saja. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah menyelesaikan masalah yang ada di sini....... Arisa. Kau lakukan apa yang di suruh Natasha sebelum nya, hancurkan ruang bawah tanah itu....... Dan Natasha, turunkan aku!" Mira kemudian berkata kepada Arisa dan Natasha.
"Baik!"
"Kau yakin!?"
Arisa dan Natasha menjawab secara bersamaan, sehingga suara mereka tumpang tindih menyebabkan apa yang mereka katakan tidak jelas. Tetapi Mira mengetahui apa yang harus di katakan untuk menjawab pertanyaan tidak jelas mereka.
"Sudah lakukan apa yang ku perintahkan!" Kata nya pada Arisa dan Natasha.
Arisa langsung membaringkan Carla di tanah kemudian berbalik, menghadap jalan masuk ruang bawah tanah. Ia pun mulai merapalkan mantra sihir nya.
Natasha di saat bersamaan menurunkan Mira dengan perlahan.
Saat kaki Mira menyentuh tanah, selama sesaat Mira kehilangan keseimbangan dan ingin jatuh. Ia segera memperbaiki postur tubuh nya untuk berdiri tegap kembali.
Kaki ku masih tidak kuat untuk berdiri... Pikir nya saat melihat kaki nya yang sedikit bergetar saat ia berdiri.
Mira kemudian menghirup udara melalui hidung nya, memejamkan mata, dan menenangkan diri sebentar. Setelah itu barulah ia mulai melihat sekitar, untuk memeriksa keadaan dan sekaligus untuk mempelajari apa yang terjadi di kota.
Walaupun aku bilang aku tahu apa yang terjadi di sini, itu semua bohong. Hanya untuk membantu Joshua dan Amanda yang kelelahan. Sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi di sini. Pikir Mira dengan senyum pahit. Baiklah.... Pertama-tama.....
Mira memfokuskan pandangan nya, mata emas nya yang indah pun mulai mengeluarkan cahaya, Mira kemudian dapat melihat energi sihir di sekitar.
.......Baiklah.....Aku mengetahui apa yang terjadi di sini secara kasar.... Yang harus ku lakukan sekarang adalah memikirkan cara memperbaiki ini semua.
"Haaaaaaah," Mira menghela nafas. Kepala ku masih sedikit pusing. Agak susah untuk berpikir saat kepala sakit begini. Untuk saat ini aku akan memeriksa mayat para penduduk. Dengan pemikiran itu, Mira mulai berjalan ke arah kumpulan tubuh manusia yang ada di depan nya. Saat dia mengambil beberapa langkah, Mira langsung kehabisan nafas dan berhenti berjalan.
"......Apakah berjalan itu se-melelahkan ini?" gumam nya dengan suara pelan.
"Jangan memaksakan diri," Natasha yang mengikuti Mira dari belakang berkata. "Tubuh mu saat ini sudah sangat lemah. Harus nya saat ini kau sudah beristirahat."
Belum satu menit dia berjalan, Mira sudah kelelahan. Pikir Joshua dan Amanda yang juga mengikuti Mira dari belakang bersama dengan Natasha.
Saat itu, Arisa datang sambil menggendong Carla. Dia kemudian memberi laporan.
"Aku sudah selesai menghancurkan ruang bawah tanah itu."
"......Kerja bagus.... Natasha gendong aku!" Perintah Mira.
Natasha pun langsung menggendong Mira, gaya pengantin. "Jadi, kau ingin kemana?" Tanya nya kepada Mira.
"Pergi ke arah tumpukan mayat itu!" Mira menunjuk ke arah tumpukan mayat.
Natasha mengangguk, kemudian menjawab "Oke!" lalu ia berjalan ke arah tumpukan mayat yang di tunjuk Mira sebelum nya. Saat sudah sampai, Mira minta di turunkan, Natasha pun nurut dan menurunkan Mira. Setelah turun dari gendongan Natasha, Mira melihat ke sekeliling tumpukan mayat. Bau darah mulai memasuki hidung semua orang yang ada di dekat nya, Arisa tanpa di perintah menggunakan sihir angin untuk mengusir bau darah yang menyengat.
Saat Mira melihat sekeliling, dia menemukan tiga mayat yang terasa aneh. Dia melihat sesuatu yang berbeda dari ketiga mayat itu melalui mata emas nya yang memiliki kemampuan melihat segala nya. Tanpa basa-basi Mira berlari ke arah ketiga mayat itu.
"Hah. Hah. Hah." Mira ngos-ngosan saat sampai di samping ke tiga mayat yang di lihat nya. Mira memperhatikan tubuh mayat itu dengan seksama, dan ia melihat dua energi sihir berbeda di tubuh mayat itu, energi sihir itu sangat kecil, sehingga susah di lihat. Tetapi dengan mata emas nya dia bisa melihat energi sihir yang sangat kecil itu.
"Ada apa Mira? Tiba-tiba berlari." Tanya Natasha.
"Robek pakaian ketiga mayat itu!" Perintah Mira.
".....Baiklah." Natasha terkejut, bingung dengan perintah aneh Mira yang datang tiba-tiba, tetapi pada akhir nya, ia mengangguk dan melakukan apa yang di perintahkan Mira.
Saat pakaian ketiga mayat itu di robek Natasha, terlihat jelas tubuh mayat itu. Seperti kelompok agama Pierot lain nya, mereka menggunakan kalung dengan liontin seperti lingkaran sihir yang tertempel di tengah dada mereka. Perhatian Mira sekejap di arah kan ke kalung dengan liontin dengan lingkaran sihir itu, kemudian perhatian nya di arah kan ke dada bagian kiri mayat itu. Di situ terdapat tato badut yang berwarna merah darah.
".....Joshua. Apakah kau sudah menyelidiki semua mayat yang ada di sini?" Tanya Mira ke pada Joshua.
"Aku sudah menyelidiki nya, tetapi tidak semua mayat." Jawab nya.
"Lalu, apakah mayat yang kau selidiki itu memiliki tato badut di tubuh mereka?"
Joshua menggelengkan kepala nya, kemudian menjawab. "Tidak ada yang seperti itu. Apakah ada masalah dengan tato badut?"
"Badut adalah simbol dari Sekte Pierot," Kali ini Natasha yang berbicara menjelaskan kepada Joshua.
"Eh? Bukankah kalung itu simbol nya?"
"Bukan." Natasha menjawab dengan singkat.
Mira terus memperhatikan tato badut dan kalung yang ada di tubuh ketiga mayat yang terbaring di kaki nya. Mata nya bercahaya terang, dan wajah nya di sertai dengan senyum puas. Tetapi sekejap, ekspresi nya terdistorsi, menjadi cemberut. "Kalau masalah nya begini semua rencana ku bisa gagal." Gumam nya. "Katakan Joshua," Mira kemudian berbalik melihat ke arah Joshua. "Apa yang akan terjadi pada kerajaan Fantasia jika salah satu bangsawan nya menjadi pemimpin balik layar agama yang sudah menewaskan banyak orang di benua Silia?"
Natasha, Amanda, dan Joshua yang mengerti tentang politik kerajaan menjadi pucat mendengar perkataan Mira. Sedangakan Arisa yang tidak mengerti apa-apa hanya memiringkan kepala nya menatap Mira dengan bingung.
"Itu situasi yang sangat mengerikan," Jawab Joshua. "Kerajaan Fantasia pasti akan menerima kecaman dari seluruh negara yang ada di Benua Silia, hal itu bisa menyebabkan kerajaan Fantasia di benci, setelah itu mungkin ada..." Joshua berhenti berbicara dan ekspresi menjadi gelap seketika. "Mungkin ada negara yang menyatakan perang ke kerajaan Fantasia."
"Bukankah itu sangat gawat!?" Arisa yang akhir nya mengerti situasi nya berteriak dengan panik.
"Sudah ku duga. Dan itu pasti akan terjadi di masa depan..... Saat ini Alex sedang mengadakan pertemuan tiga negara besar kan? Apakah dia baik-baik saja? Dia tidak akan keceplosan aku di culik oleh kelompok agama Pierot kan?"
Joshua memasang senyum lebar, "Itu tidak mungkin terjadi." Berbeda dengan perkataan dan ekspresi nya yang di penuhi kegembiraan, hati Joshua di penuhi dengan kegelisahan. ".....Sebaik nya aku periksa kondisi nya sekarang...." Kata nya dengan ekspresi bermasalah di wajah nya.
Amanda kemudian mengangguk, dan mulai melakukan apa yang di perintahkan Joshua. Langit yang awal nya berwarna merah darah sekarang menjadi hitam seperti langit malam pada biasanya.
Karena ada perbedaan waktu antara di dalam barir dan di luar barir, itu bisa mengganggu (Telephaty). Sebagai contoh gangguan (Telephaty) yang bisa terjadi adalah : Joshua mengirim (Telephaty) sekarang, mungkin saja Alex menerima nya saat pagi tiba.
Saat (Telephaty) Joshua tersambung, dia bisa mendengar suara panik dari Alex di dalam kepala nya.
"Ayah gawat! Aku keceplosan menyebut Mira di culik kelompok agama Pierot! Saat ini aku sedang di interogasi oleh Raja Charles dan Raja Albert. Tolong aku ayah!"
Sekejap Joshua membeku, kemudian melihat ke arah Mira dengan ekspresi bermasalah.
Mira yang bisa membaca ekspresi bermasalah Joshua memegangi kepala nya dengan tangan kanan nya dan bergumam. "Homonculus tidak berguna!" Kemudian ia menghela nafas dan memberitahu solusi atas masalah yang di hadapi Alex.
"Suruh dia untuk menceritakan yang sebenarnya. Tetapi sebisa mungkin sembunyikan fakta tentang Natasha dan lain nya, serta fakta merepotkan lain nya. Kau faham maksud ku?"
"Baiklah." Joshua mengangguk kemudian memberitahu Alex kalau dia boleh menceritakan cerita sebenarnya, tetapi sembunyikan tentang para Vampir, kekuatan Mira, alasan kenapa Natasha dan lain nya pergi ke kerajaan Eurasia dan menyembunyikan tentang sihir (Telephaty). Setelah memberitahu itu, Joshua menutup (Telephaty), kemudian menyuruh Amanda untuk memperkuat barir kembali.
Amanda mengangguk, melakukan apa yang di suruh Joshua. Langit pun menjadi berwarna merah darah kembali, tanda barir pengacau waktu aktif.
"Menurut perkiraan ku, pasukan gabungan akan datang dalam waktu 30 menit," Kata Joshua. "Tetapi dengan barir ini mungkin akan tiba dalam beberapa jam."
"Itu cukup," Kata Mira. "Untuk saat ini aku akan memberitahu kalian apa yang ku pikirkan. Pertama-tama dan yang paling terpenting kita harus menyediakan kambing hitam di tiga negara besar agar kerajaan Fantasia tidak kena imbas dari masalah ini. Masalah itu aku serahkan kepada kalian. Amanda, Joshua."
"....Ide bagus," Kata Joshua. "Tapi apa yang harus kita lakukan?"
Mira kemudian mengambil kertas dan pena dari (Inventori) nya, kemudian ia mulai menggambar gambar badut yang mirip dengan tato yang ada di tubuh ketiga mayat yang ada di bawah kaki nya.
"buat tato badut menggunakan darah sesuai dengan gambar ini ke bangsawan dari ketiga negara besar secara acak, kemudian masukkan energi sihir ke dalam gambar badut ini dan rapalkan mantra (Mind Control) kedalam nya. Tato badut yang ada di dada mayat itu memiliki sihir (Mind Control) di dalam nya mungkin dengan sihir itu mereka bisa mengendalikan pikiran orang dan menyebarkan agama sesat ini dengan begitu cepat."
Amanda mengambil gambar dari Mira kemudian mulai memperhatikan gambar itu dengan seksama. "....Aku tidak bisa menggambar." Kata Amanda.
"Tidak apa-apa, kau hanya perlu menumpahkan darah ke dada target lalu tempelkan kertas itu. Pasti gambar badut nya akan menempel dengan sempurna ke dada target yang kau maksud."
"Baiklah." Amanda mengangguk.
"Selanjut nya kita perlu memperbaiki semua bangunan yang rusak. Dan menghidupkan orang-orang ini. Setelah itu pulang."
"......" Semua orang terdiam mendengar perkataan Mira, ia mengatakan seolah-olah pekerjaan yang baru saja dia katakan dapat dengan mudah selesai. Tetapi mereka tidak dapat mengeluh, karena itu akan membuat suasana hati nya yang sudah membaik menjadi buruk.
"Haaaah," Mira menghela nafas lagi. "Amanda kau sudah boleh menghilangkan Barir ini. Biar Natasha buat yang baru. Kau sekarang pergi dengan Joshua untuk menyiapkan kambing hitam, dan Arisa antar mereka dengan sihir (Teleportation)."
"Anu...." Arisa kemudian berbicara, menatap Mira dengan takut-takut. "Bagaimana dengan para Vampir yang pingsan di sana dan Jack juga. Apa yang harus kita lakukan pada mereka?"
".......Kumpulkan jadi satu, dan bakar mereka." Jawab Mira dengan dingin.
Natasha menghela nafas. Amanda, Joshua dan Arisa saling menatap dengan tatapan bermasalah. Mereka tidak yakin untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh Mira.
Joshua dan Amanda membuka mulut mereka, mengusulkan penyelesaian masalah itu dengan cara yang lebih baik.
"Untuk para Vampir biar ku bawa dulu ke danau Denizi." Kata Amanda.
"Dan Jack akan ku bawa ke negara ku." Kata Joshua.
"A-Aku akan membantu mereka!" Arisa mengusulkan dengan takut-takut kepada Mira.
"......Lakukan sesuka hati kalian." Mira menatap Amanda, Joshua dan Arisa dengan tatapan bermasalah sebelum ia menjawab dengan suara pelan. "Dan Arisa cepat kembali ke sini, aku perlu kekuatan sihir mu untuk memperbaiki kota."
Arisa mengangguk dan mulai mengerjakan tugas nya sebagai pengantar Amanda dan Joshua.
Amanda menghilangkan Barir yang di buat nya, kemudian Arisa mulai mengantar Amanda dan Joshua menggunakan sihir (Teleportation), setelah Arisa pergi barulah Natasha membuat barir pengacau waktu yang baru.
30 menit waktu di dalam barir pun berlalu, Arisa kemudian muncul di belakang Natasha, tanda semua tugas nya sudah selesai.
"Sudah selesai?" Tanya Natasha.
Arisa mengangguk. "Sempurna!" Kata nya dengan senyum bahagia.
"Kita mulai Arisa," Kata Mira, berjalan mendekat ke Arisa. "Aku akan menggunakan (Time Control) untuk memundurkan waktu kota ini, kau hanya perlu memasok energi sihir mu pada ku."
"Apa!?" Natasha dan Arisa kehilangan kata-kata. Mendengar ide gila dari Mira.
Mira masih dalam keadaan lemah sekarang, wajah nya masih pucat, dan dia masih mau menggunakan sihir nya untuk memulihkan kota ini!? Melakukan hal seperti itu, hanya akan menambah beban pada tubuh nya.
"Apa kau gila!?" Natasha berteriak. "Kau sadar dengan kondisi tubuh mu sendiri!? Jika kau terus mengeluarkan energi sihir, kau akan mati! Aku serius di sini!"
"Tenang saja. Aku sudah mengatasi masalah itu. Dan ini pasti akan berhasil. Aku yakin, aku tidak akan mati setelah menggunakan (Super Magic) nanti."
".......Kau...... Aaaaakh! Lakukan sesuka mu!" Natasha berkata dengan kesal. "Jika kau mati, mayat mu akan jadi milik ku nanti! Dan akan ku mainkan mayat mu sesuka hati ku, jadi jangan mati..." Natasha mulai mengeluarkan air mata, kemudian ia memegangi kedua tangan Mira. "Ku mohon jangan mati Mira!"
"Kau berkata seakan-akan aku akan mati. Sudahlah tenang saja, aku tidak akan mati."
"....... Baiklah aku percaya pada mu." Natasha menghapus air mata nya sebelum ia menjawab Mira.
"Aku titip Ibu pada mu." Kata Mira melihat Ibu nya yang tergeletak tidak sadarkan diri di tanah.
Setelah mengatakan itu, Mira menarik tangan Arisa kemudian ia terbang ke langit bersama dengan nya. Natasha yang melihat itu, memasang wajah khawatir, kemudian menggendong ibu Mira, menumbuhkan sayap di punggung nya lalu mulai terbang ke langit menyusul Mira.
Saat di langit, Arisa menyalurkan energi sihir nya ke Mira. Mira memejamkan mata nya. Setelah beberapa detik, Mira membuka mata nya. Mata nya bersinar terang, energi sihir yang besar pun keluar dari tubuh Mira. Itu menciptakan angin kencang, tetapi kali ini tekanan dari energi sihir Mira tidak sekuat sebelum nya.
Mira kemudian menarik nafas, lalu menghembuskan nya kembali, dia mulai membaca mantra.
"Dengan nama ku Mira Graham Carlania Charlesius Fantasia. Aku memerintahkan energi sihir yang di sekitar ku dan energi sihir di dalam tubuh ku. Beri aku kekuatan!" energi sihir Arisa, energi sihir di sekitar dan energi sihir milik Mira mulai bercampur menciptakan energi sihir yang sangat besar. Bahkan ini lebih besar dari energi sihir yang di keluarkan Mira sebelum nya, tetapi aneh nya energi sihir itu tidak memberikan tekanan yang mengerikan seperti energi sihir Mira sebelum nya.
"Super Magic Activated!"
"!?"
Saat Mira mengaktifkan (Super Magic) nya, udara di sekitar mulai berubah, itu menyebabkan Arisa dan Natasha terkejut. Natasha memiliki firasat buruk mengenai perubahan udara yang tiba-tiba, ia pun berteriak untuk menghentikan Mira, tetapi ia sudah terlambat. Mira sudah mengaktifkan sihir nya.
"Mira hentika-"
"Super Magic: Time Control. Reverse Time!"
Lingkaran sihir besar berwarna putih pucat muncul di sekitar kota dan mulai menutupi kota. Itu adalah lingkaran sihir pemundur waktu.
Waktu kota di mundurkan, bangunan yang hancur mulai menjadi baik kembali, para warga yang mati menjadi hidup kembali. Setelah semua nya kembali mundur, lingkaran sihir menghilang.
Sedetik kemudian....
"Ohok! Ohok! Ohok!" Mira mulai batuk-batuk. Batuk itu mengeluarkan darah, hidung nya mulai mimisan dan telinga nya mulai mengeluarkan darah. Wajah nya semakin pucat dan tubuh nya basah dengan keringat.
"......Seperti nya berha......sil......"
Mira pun kehilangan kesadaran, tubuh nya langsung di peluk Arisa agar tidak terjatuh.
"Kak Mira!"
"Mira!"
Arisa dan Natasha berteriak secara bersama-sama.
"Zzzzzzz" Mira bernafas dengan tenang, seakan-akan tidak ada yang terjadi, ia tertidur dengan wajah imut nya.
"Huuuft!" Natasha dan Arisa bernafas lega mengetahui kalau Mira masih hidup. Kemudian Natasha pun menghilangkan barir pengacau waktu, dan mereka pun pulang ke ibu kota kerajaan Fantasia menggunakan sihir (Teleportation) milik Arisa.
\*\*\*
Saat di ibu kota, Natasha dan Arisa langsung berlari ke istana sambil membawa Carla dan Mira yang tidak sadarkan diri.
Saat di istana, mereka mendapatkan pujian yang berlebihan dari Charles.
Mereka juga tidak lupa memberitahu tentang semua kejadian yang menimpa Mira dan Carla, para pasukan pun mulai menyerbu kota Salad untuk menangkap pemimpin balik layar dari agama Pierot.
Berkat penangkapan itu, di ketahui kalau para pemimpin balik layar agama itu memiliki tato badut. Semua negara di benua Silia kemudian mulai memeriksa bangsawan yang memiliki tato tersebut.
Akhir nya seperti yang di rencanakan Mira, banyak bangsawan dari tiga kerajaan besar yang tertangkap, para bangsawan itu membantah keterlibatan mereka, tetapi ada bukti berupa tato di tubuh mereka. Perlawanan mereka pun tidak berguna.
Waktu berlalu, ke esokan hari nya Carla sadar tetapi sayang nya Mira masih belum sadar.
Kematian masal tersebar di benua Silia, di negara besar maupun negara kecil. Dan fakta kalau bangsawan dari tiga negara besar terlibat sebagai pemimpin dan penyebar agama itu, membuat negara-negara kecil di sekitar tiga negara besar menjadi murka dan meminta pertanggung jawaban dari tiga negara besar.
Tiga hari kemudian, di Danau Denizi. Amanda memberikan hukuman kepada para Vampir yang berkhianat. Mereka di hukum dengan siksaan berat dari Amanda sendiri.
Seminggu kemudian, para bangsawan yang di jadikan kambing hitam atas masalah agama Pierot di hukum gantung di depan publik.
Selama seminggu itu, Mira masih belum sadar juga. Banyak penyihir dan dokter yang memeriksa Mira, tetapi tidak ada yang berhasil membuat nya sadar.
Waktu pun terus berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa 4 bulan berlalu. Mira masih juga belum sadar tetapi saat ini waktu yang paling penting di kerajaan Fantasia.
Saat ini adalah pengumuman hasil tes yang di berikan oleh raja.
Di ruang tahta, Charles dan Carla duduk bersampingan di kursi singgasana yang sangat indah, di depan mereka ke empat putri berlutut dengan penuh hormat kepada mereka.
"Angkat kepala kalian!" Kata Charles dengan penuh wibawa.
"Baik!" Ke empat putri menjawab secara bersamaan, mengangkat kepala, menatap lurus ke arah Charles.
"Sekarang aku akan memberitahu hasil tes kepada kalian..... Sebenarnya ini di luar dari perkiraan ku dan sangat mengejutkan bagi kita semua. Baiklah semua lihat ke arah belakang kalian!"
Semua orang melihat ke arah yang di beritahu oleh Charles, di sana ada pintu masuk ruang tahta yang sangat besar yang harus di dorong oleh lima orang agar terbuka. Semua orang bingung kenapa harus melihat ke arah pintu itu?
Charles mengabaikan kebingungan semua orang, dan menjetikkan jari. Kemudian dari atas pintu ruang tahta jatuh sebuah kain, beberapa detik kemudian kain itu berhasil di hamparkan di pintu tahta secara vertikal menunjukkan tulisan di atas kain itu.
".....Tidak mungkin!" Yang pertama merespon adalah Nina. Dia berkata dengan mata terbelalak dan suara bergetar penuh amarah.
".....Aku peringkat pertama?" Setelah itu Yuri berkata, menatap kain dengan linglung.
Tulisan di atas kain itu adalah hasil tes, sekaligus menunjukkan tingkat kesuksesan ke lima putri dalam memimpin suatu kota. Hasil nya seperti ini :
Peringkat pertama : Yuri.
Peringkat kedua : Rosa.
Peringkat ketiga : Mira.
Peringkat keempat : Blanc.
Dan peringkat kelima : Nina.
"Aku tidak menyangka Putri Nina peringkat terakhir. Padahal aku percaya dia akan peringkat pertama."
"Putri Yuri mendapatkan peringkat pertama? Apakah aku bermimpi?"
"Ini benar-benar di luar dugaan."
"Kita seharus nya ikut faksi Putri Yuri saja!"
Begitulah para bangsawan yang ikut hadir di ruang tahta, mulai berbicara se enak nya.
"Diam!" Charles berteriak. "Memang sulit di percaya, tetapi begitulah hasil nya. Dan sesuai dengan janji ku, suksesi pertama dalam pewarisan tahta adalah Putri Yuri!"
Dan begitulah hasil nya. Berkat hal itu, Yuri menjadi orang yang paling berpotensi besar dalam mewarisi tahta kerajaan. Dia hanya tinggal menunggu sampai Charles pensiun dan mewarisi tahta kerajaan. Itu semua sesuai dengan rencana Mira yang sudah dia siapkan dari awal, semenjak dia kembali ke istana.
Waktu pun berlalu lagi, hingga akhir nya tujuh tahun pun berlalu. Dan Mira masih belum sadar juga.
------------------------------------------------------------------------
ARC SALAD CITY END