From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 317 Kemarahan Natasha



"Kami ingin menghentikan pertarungan yang terjadi di bawah." Kata Arisa kepada Catulus sambil melirik ke arah pulau tempat Natasha bertarung melawan Siegurd dan Bruno. "Kalian mau membantu kami?" Tanya nya sambil menatap ke arah Catulus.


Catulus balas menatap ke arah Arisa, suasana menjadi hening seketika. Setelah beberapa saat, akhir nya Catulus menjawab Arisa. "... Baiklah... Kami akan membantu mu. Pihak kami juga tidak ingin pertarungan ini berlangsung lebih lama. Melihat situasi saat ini, aku yakin pertarungan ini akan menimbulkan dampak buruk ke kalian juga... Terutama untuk Ras Vampir."


Catulus mengetahui dari Siegurd kalau semua Ras mengira pahlawan Sieg yang sebenarnya adalah Siegurd, membunuh semua Vampir. Yang sebenarnya Siegurd hanya menyegel mereka. Hal itu menyebabkan semua Ras mengira kalau Ras Vampir sudah punah. Tidak ada yang tahu kalau Ras Vampir masih eksis sampai sekarang. Hanya kelompok Mira, Catulus dan Siegurd sajalah yang tahu kalau Ras Vampir masih eksis di jaman ini.


Catulus tahu dampak besar dari pertarungan Natasha melawan Bruno dan Siegurd. Seluruh Ras akan tahu kalau Ras terkuat dan Ras yang di anggap kejam masihlah eksis hingga sekarang. Seluruh dunia akan di landa teror mengenai kenyataan ini. Dan itu akan membuat dunia menjadi kacau.


Amanda yang tahu bagaimana Ras nya di perlakukan di dunia ini, mengetahui akan kenyataan ini. Karena itu saat Catulus mengatakan hal tersebut, ia hanya bisa terdiam membisu dengan wajah di penuhi kekhawatiran.


"Kalau kau tahu akan kenyataan itu, kita harus secepat nya menghentikan pertarungan mereka." Kata Arisa kepada Catulus.


"Ok... Ayo kita lakukan itu sekarang!" Kata Catulus sambil menjulurkan tangan kanan nya ke Arisa, kemudian dari telapak tangan nya keluar cahaya berwarna putih pucat, cahaya itu kemudian melesat ke arah Arisa dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.


"Aaakh!" Arisa mengerang saat terkena cahaya itu. Amanda dan Jack yang melihat itu berteriak memanggil nama nya dengan wajah khawatir. Mereka kemudian mengarahkan tatapan tajam ke arah Catulus. "Sialan..." Teriak Jack sembari bersiap bergerak menyerang ke arah Catulus.


"Tunggu!" Saat Jack hendak menyerang, Arisa berteriak menghentikan nya. "Tenang Jack, dia tidak menyerang ku... Kak Amanda bisa kau lepaskan kepompong ini?"


"Eh? O-ok..." Amanda hendak bertanya mengapa Arisa meminta hal itu, tapi setelah ia melihat wajah serius Arisa, ia pun tidak bisa bertanya dan memilih mengikuti permintaan nya.


Saat kepompong darah Amanda berubah menjadi darah cair, lalu kembali masuk ke dalam tubuh nya. Arisa pun terlepas. Saat itu energi sihir nya meluap, mengindikasikan tubuh nya telah pulih. Walaupun energi sihir nya tidaklah terasa kuat seperti biasa, tidak bisa di pungkiri kalau saat ini energi sihir nya telah terisi kembali, walaupun tidak sepenuh nya terisi.


"Terima kasih..." Kata Arisa kepada Catulus dengan canggung.


"Tidak masalah, aku tidak ingin ada satu orang pun jadi beban di sini." Jawab Catulus dengan senyum masam.


"Ba-Bagaimana bisa...?" Tanya Jack dengan kebingungan.


"Cahaya barusan bukanlah serangan, itu adalah energi sihir. Dia memberikan energi sihir nya agar aku bisa memulihkan diri." Kata Arisa menjelaskan. "Lupakan hal itu, lebih baik kita harus segera bergerak."


Di pimpin oleh Arisa dan Catulus kedua kelompok yang awal nya bermusuhan itu bergerak turun ke pulau yang di penuhi dengan energi sihir murni yang begitu pekat.


\*\*\*


Beberapa menit sebelum kelompok Arisa dan Catulus melakukan diskusi...


"KAU MENIPU KU!!!"


Natasha berteriak dengan kencang kepada dua orang yang masih terbaring lemah di tanah. Suara yang ia hasilkan menciptakan gelombang ultrasonik yang memekakkan telinga, membuat gendang telinga orang yang mendengar itu akan pecah membuat mereka tuli. Hanya saja hal itu tidak terjadi pada Siegurd dan Bruno. Tubuh mereka lebih kuat dari mahluk hidup manapun yang ada di dunia ini.


Pada titik ini, Natasha menyadari kalau musuh yang ia hadapi tidak bisa mati. Ia pun memilih untuk menyerang mental mereka daripada menyerang fisik mereka. Pada titik ini juga Natasha mengaktifkan Skill terkuat Vampir, yaitu (Blood Field). Skill ini memiliki efek untuk menciptakan kubah darah super besar yang akan menambahkan kekuatan Ras Vampir menjadi berkali-kali lipat, skill ini juga berguna untuk menutupi sinar matahari yang selama ini melemahkan kekuatan Natasha. Dengan kedua faktor inilah kekuatan Natasha meningkat pesat hingga mencapai seratus kali lipat. Walaupun kederangan nya begitu kuat, Skill ini memiliki efek samping. Yaitu mengurangi MAX HP Natasha sebanyak tujuh puluh persen, ini pun membuat HP Natasha yang tersisa kurang dari dua puluh persen. Skill ini juga berguna menghisap sihir murni di wilayah yang tertutupi kubah darah Natasha, merubah energi sihir murni itu menjadi darah. Ini membuat Natasha dapat menciptakan ratusan juta senjata dari darah yang ia kumpulkan.


Siegurd yang sempat tidak sadarkan diri saat energi sihir nya terhisap keluar, akhir nya membuka mata nya. Saat menyadari ia berada di jangkauan (Blood Field) milik Natasha, otak nya memutar kejadian masa lalu.


Siegurd mengingat sewaktu ia menjadi pahlawan Sieg, saat ia melawan Ras Vampir. Saat itu Level Natasha dan Siegurd terpaku sangat jauh, hanya saja saat itu Natasha dapat bertarung melawan Siegurd saat ia mengaktifkan Skill ini. Saat itu Siegurd berhasil menang dengan mengeluarkan seluruh kemampuan nya, saat itulah Siegurd sadar seberapa mengerikan nya Ratu Vampir Natasha. Dia yang level nya terpaku jauh dengan Siegurd dapat mengimbangi nya, bahkan menyusahkan nya. Siegurd saat itu berpikir, ia tidak mungkin mengalahkan Natasha jika ia berlevel sama dengan nya... Dan saat ini Natasha berlevel sama dengan nya, ia bahkan mampu membunuh nya saat kekuatan Natasha tidak maksimal di kala siang hari.


"... Bruno... Ini gawat... Dia tidak bisa di hentikan jika sudah seperti ini..." Kata Siegurd kepada Bruno dengan wajah pucat.


"Ya. Dan salah siapa ini!?" Bruno yang mendengar perkataan Siegurd hanya bisa membentak nya.


Setelah melakukan percakapan singkat, mereka berdua hendak bersiap-siap untuk melawan Natasha. Walaupun mereka saat ini tidak bisa mengalahkan nya, setidak nya mereka bisa memberikan perlawanan kepada nya. Sayang nya, sebelum mereka bisa bergerak, tangan dan kaki mereka terikat oleh rantai berwarna merah darah. Membuat pergerakan mereka terhenti.


Kemudian tepat di hadapan mereka, darah cair yang sangat banyak mulai membentuk sesuatu. Tidak sampai setengah detik, darah itu sudah terbentuk menjadi tiang salib lalu memadat membentuk benda solid. Rantai darah yang mengikat tangan dan kaki mereka kemudian tersambung dengan tiang salib itu mengikat tubuh mereka di sana.


Siegurd dan Bruno pun tergantung di tiang salib darah, menunggu nasib mereka.