From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 352 Membuat Pasukan



"Aku bagi tim. Joshua dan Alex negosiasi dengan kerajaan Milefolia dan kerajaan lain nya untuk beraliansi dalam perang nanti, Arisa pergi ke kerajaan Elf untuk memaksa mereka ikut dalam peperangan, Amanda kumpulkan Vampir yang masih bisa bertarung untuk membantu kita nanti. Lalu Natasha ikut dengan ku."


Aku mengatakan hal itu saat rapat membahas pembentukan pasukan untuk melawan kerajaan Fantasia yang saat ini di kuasai oleh Kak Nina, atau lebih tepat nya di kuasai oleh Bruno dan kawan-kawan. Mengingat di sisi Bruno ada Putri Catulus yang merupakan sosok sentral dalam aliansi Dwarf dan Demi Human, aku bisa asumsikan kalau Dwarf dan Demi Human beraliansi dengan pihak Bruno, dan jika menurut kondisi terakhir kali, aku yakin kalau Bruno juga sudah membuat pasukan Demon menuruti kehendak nya. Sedangkan untuk pihak ku, aku memiliki Elf yang saat ini sudah menjadi budak darah Natasha, lalu ada bawahan Vampir Amanda yang masih tersisa, pasukan kerajaan Eurasia, dan jika negosiasi berhasil kerajaan Milefolia dan kerajaan yang bermusuhan dengan kerajaan Fantasia akan berpihak pada ku. Walaupun kederangan nya cukup untuk menandingi pasukan nya kelompok Bruno, aku mengingat kejadian terakhir kali saat aku berperang melawan kelompok nya. Yang di mana pada saat itu, kelompok Bruno, entah bagaimana cara nya berhasil menciptakan robot raksasa. Atas alasan itu, aku perlu pasukan lebih... Dan pencarian pasukan ini juga menguntungkan untuk ku, karena tindakan ku kali ini sejalan dengan Quest yang sudah ku ambil saat terkirim ke dunia ini


"Mira kita ingin ke mana?" Tanya Natasha.


"Ke Benua Festria. Kita akan memperbudak Ras Dragon dan Ras Giant. Tetapi sebelum itu, ada sesuatu yang harus ku lakukan di kota Tiramisu."


\*\*\*


Berteleportasi ke kota Tiramisu bersama dengan Natasha, lebih tepat nya aku berteleportasi ke mansion ku yang sekarang di tempati oleh Lizard dan Rabisia.


Berjalan ke pintu masuk Mansion, aku hendak membuka pintu dengan tangan kiri ku, tetapi sebelum aku menyentuh gagang nya, pintu itu terbuka. Aku di sambut oleh seorang pria yang mengenakan kaos oblong pendek hitam dan celana kain panjang berwarna hitam. Lengan pria itu menunjukkan otot-otot nya, di hiasi dengan sisik yang nampak seperti sisik kadal. Pria itu adalah satu-satu nya Ras Dragon yang ku kenal, sekaligus bawahan ku, Lizard.


Dengan senyum ramah, Lizard menyapa ku, dan mempersilahkan ku masuk kedalam mansion. Saat di dalam mansion, aku di sambut oleh seorang Demi Human perempuan, dengan telinga kelinci yang tertanam di atas kepala nya. Dia adalah Rabisia, asisten Lizard. Rabisia mengantarkan ku dan Natasha keruang tengah, yang berguna sebagai ruang tamu, setelah itu ia beranjak pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk kami berdua.


"Ah. Tidak perlu repot-repot." Sebelum Rabisia pergi aku menghentikan nya, mengajak ia dan Lizard untuk duduk bersama ku untuk membahas sesuatu.


Aku dan Natasha duduk bersebelahan di sofa, lalu Lizard dan Rabisia duduk di sofa yang ada di depan kami. Hanya ada meja kecil yang memisahkan sofa yang mereka duduki dan sofa yang kami duduki.


"Nona Mira. Mengapa anda repot-repot datang kemari?" Tanya Lizard pada ku.


"Aku ingin kau menjadi pemandu kami. Saat ini aku dan Natasha ingin pergi ke Benua Festria untuk menjajah Ras Dragon dan Ras Giant."


"Jika itu adalah perintah Nona Mira, saya akan senang hati ikut dengan anda."


Normal nya, jika seseorang mendengar kalau orang sebangsa nya akan di jajah oleh bangsa asing, dia akan marah dan mengutuk orang itu. Tetapi itu tidak terjadi pada Lizard. Mengapa? Itu di karenakan aku telah membunuh nya dan menghidupkan nya kembali sebagai Homonculus. Homonculus adalah tiruan sempurna dari mahluk hidup yang telah mati dan di hidupkan kembali. Sepengetahuan ku, cara menghidupkan mahluk hidup ada dua. Pertama merubah nya menjadi homonculus dan yang kedua adalah memundurkan waktu sesaat setelah orang itu mati. Untuk cara yang kedua ini hanya bisa berguna jika waktu kematian masih belum lama, dan jiwa dari mahluk yang di hidupkan masih belum rusak. Dan untuk cara yang pertama, bisa di lakukan kapan saja setelah mahluk itu mati, tetapi untuk menyebut mahluk itu hidup kembali seperti sedia kala adalah hal yang ambigu. Karena jiwa mahluk yang di hidupkan dengan cara pertama sudah terkontamitasi dengan sihir perbudakan. Jadi mahluk yang di hidupkan dengan cara pertama tidak akan berkhianat kepada orang yang menghidupkan nya. Dan itulah yang terjadi pada Lizard, dia tidak akan berkhianat kepada ku, orang yang menghidupkan nya sebagai Homonculus.


"Kapan kita akan pergi Nona Mira? Sekarang?" Tanya Lizard pada ku.


"Tidak. Masih ada yang harus kulakukan... Tetapi sebelum itu, aku ingin bertanya satu hal. Ada berapa kriminal di kota ini?"


"Jika anda memasukkan orang-orang yang bekerja untuk Low Light, sekitar ratusan, untuk lebih tepat nya 225 orang." Jawab Lizard, tanpa jeda sedikit pun.


"Masih belum cukup. Aku setidak nya membutuhkan seribu orang."


"Mira... Apakah kau ingin menjadikan mereka sebagai Homonculus?" Tanya Natasha dengan wajah khawatir.


"Ya. Apakah kau merasa kasihan pada mereka?" Aku menjawab Natasha, kemudian menanyakan hal itu pada Natasha. Aku tidak pernah melihat Natasha merasa kasihan pada orang lain selain dari pada ku dan bawahan ku yang setia. Lagipula dia adalah orang yang tidak segan membunuh leluhur nya sendiri karena orang itu berpotensi membahayakan ku. Aku tidak habis pikir dia bisa merasa kasihan kepada kriminal.


"Tidak. Bukan itu. Aku mengkhawatirkan mu Mira. Untuk merubah mahluk hidup menjadi Homonculus, kau harus mengeluarkan energi sihir yang cukup besar bukan? Apakah itu baik-baik saja?" Aaah... Ternyata dia mengkhawatirkan ku...


Tetapi... Apa yang Natasha katakan setengah benar. Sebenarnya untuk merubah mahluk hidup menjadi Homonculus tidak perlu memerlukan energi yang cukup besar. Tetapi... Jika aku melakukan hal itu secara berulang-ulang hingga ribuan kali, aku yakin energi sihir yang terakumulasikan cukup signifikan, dan itu dapat membahayakan tubuh ku. Kalau begitu, aku memerlukan cara lain untuk membuat pasukan ku sendiri.


"...Hmmm..." aku memegang dagu ku, memikirkan langkah lain yang harus ku ambil... Benar juga. Jika Bruno dan yang lain nya membuat robot untuk melawan ku, aku hanya perlu membuat sesuatu yang serupa. Tetapi... Aku tidak ingin membuat robot seperti mereka, jika bisa aku ingin membuat sesuatu yang lain... Sesuatu yang dapat mengimbangi robot buatan Bruno dan kawan-kawan nya.


....Setelah sedikit memutar otak ku, akhir nya aku mendapatkan ide. "Lizard, kalau tidak salah kau bereksperimen membuat daging organik kan?"


"Ya. Anda benar... Walaupun, kami tidak membuat perkembangan yang berarti sejauh ini." Jawab nya, dengan senyum masam.


"Berbahagialah Lizard! Eksperimen mu itu akan ku selesaikan hari ini juga!" Kata ku sambil tersenyum sinis pada nya.


\*\*\*


Aku, Natasha, Lizard dan Rabisia pergi ke markas low Light yang berada di bawah tanah kota Tiramisu. Markas Low Light memiliki beberapa lantai. Lantai paling bawah di gunakan oleh Lizard sebagai ruang laboratorium untuk membuat produk baru, atau tempat dia melakukan eksperimen terhadap produk baru buatan nya. Di lantai atas laboratorium adalah tempat produksi masal dari produk yang ia buat di laboratorium ini. Tetapi, kali ini aku meminta Lizard untuk merubah laboratorium di lantai paling bawah sebagai ruang produksi masal dari sesuatu yang akan ku buat nanti.


Sesaat kami sampai di lantai paling bawah markas low light dengan menggunakan sebuah alat yang mirip dengan elevator, Lizard mengantar ku memasuki laboratorium nya yang berukuran 20 meter persegi. Dengan lebar dan panjang masing-masing sepuluh meter, dengan tinggi dari lantai ke atap berjarak lima meter.


"Akan saya lakukan." Jawab nya dengan segera.


"Apa yang sebenarnya ingin kau buat Mira?" Tanya Natasha dengan khawatir.


"Kau akan segera tahu Natasha. Tenang saja, yang akan ku buat kali ini tidak akan membahayakan kelompok kita nanti nya. Lizard dimana daging organik yang kau buat?" Setelah menenangkan Natasha yang nampak Khawatir, aku bertanya pada Lizard mengenai daging organik yang saat ini ia kerjakan. Lizard membawa ku ke tengah ruangan laboratorium, di sana terdapat sebuah mesin yang aneh yang tidak aku ketahui kegunaan nya, tanpa menjelaskan apapun, Lizard menyalakan mesin itu, mesin itu mengeluarkan suara bising dan bergetar dengan getaran minimum selama beberapa detik, kemudian bagian atas dari mesin itu terbuka. Lizard mengintip ke dalam mesin itu sebelum akhir nya mengeram dengan suara jijik. Mengambil apapun benda yang ada di dalam mesin yang baru saja ia nyalakan, Lizard kemudian menunjukkan sesuatu benda misterius berwarna merah yang nampak seperti jeli di tangan nya.


"Ini adalah daging organik yang aku sebutkan barusan. Aku menggunakan berbagai macam bahan untuk menciptakan daging baru yang bukan dari hewan, tapi hasil nya.... Adalah ini... Aku masih tidak dapat membuat sesuatu yang menyerupai daging hewan." Kata Lizard menjelaskan pada ku dengan wajah murung disertai dengan perasaan malu dan kesal.


Aku melihat sekeliling, di laboratorium ini terdapat berbagai alat buatan Lizard yang kegunaan nya tidak ku ketahui, tetapi satu hal yang jelas, alat-alat Lizard ini mengganggu! Membuat volume ruangan menjadi berkurang cukup signifikan. Karena itu... "Natasha masukkan semua barang yang ada di sini ke dalam (Blood Box) milik mu."


Natasha mengangguk, lalu mengerjakan apa yang ku perintahkan tanpa menanyakan maksud dan tujuan dari perintah ku. Sembari Natasha melakukan tugas nya, aku menyuruh Lizard untuk menaruh benda yang ia sebut daging organik itu di lantai.


Setelah Lizard meletakkan benda asing yang ia pegang di lantai, aku menggunakan energi sihir ku untuk merubah struktur molekul di dalam benda itu. Saat aku mengeluarkan energi sihir ku, perasaan aneh berangsur-angsur menguras tenaga ku, menandakan kalau saat ini energi sihir yang ku keluarkan lebih besar dari yang ku kira. Setelah beberapa detik, aku berhasil merubah benda misterius menjadi daging yang sesungguh nya, warna daging itu seperti daging sapi segar kualitas tinggi, tetapi yang jelas saat ku sentuh daging itu, tekstur nya tidak seperti daging sapi.


"Berhasil." Kataku sembari tersenyum senang. Di depan ku ada Lizard yang sangat bersemangat melihat daging organik yang selama ini ia coba buat telah terbentuk sempurna.


Tetapi, ini barulah awal dari yang ingin aku buat.


"Mira, apakah alat yang itu juga harus di singkirkan?" Natasha yang telah menyimpan semua barang yang ada di laboratorium menanyakan mengenai alat pembuat daging organik milik Lizard. Aku menjawab Natasha dengan menggelengkan kepala ku. "Tidak perlu."


Aku berdiri, menyentuh alat pembuat daging organik. Aku kemudian menggunakan sihir (Creation) untuk memodifikasi alat itu. Alat yang semula berbentuk seperti sebuah mesin yang sangat tidak baik bentuk nya berubah menjadi sebuah tabung setinggi dua meter. Tabung itu terbuat dari kaca, berisi air berwarna biru langit di dalam nya. Di depan tabung itu, terdapat sebuah regenerator yang berguna untuk menghidupkan alat itu.


Aku melemparkan daging sintetis yang ku buat ke dalam tabung, di atas tabung itu terdapat lubang yang berguna untuk memasukkan daging itu. Saat daging itu masuk kedalam tabung, daging itu perlahan tenggelam di dalam air yang mengisi tabung itu. Aku kemudian menyalurkan energi sihir melalui regenerator, seketika regenerator menghisap energi sihir ku dalam jumlah besar.


Air yang ada di dalam tabung berubah warna menjadi warna hijau, daging yang telah tenggelam menyentuh dasar tabung kembali mengapung hinga sampai ke tengah tabung, daging itu perlahan-lahan berubah bentuk menjadi sebuah jantung. Kemudian dari jantung itu, tumbuh organ dalam manusia lain nya, seperti paru-paru, hati, usus, otak. Lalu ada sel saraf, urat nadi, daging, otot, lemak, tulang dan kulit.


Natasha dan yang lain nya terbelalak kaget dengan hal itu. Itu sudah jelas. Karena di dalam tabung itu tercipta anatomi tubuh manusia yang sempurna tanpa ada cacat.


Setelah anatomi tubuh selesai, air di dalam tabung berubah warna menjadi hitam pekat menutupi anatomi tubuh itu hingga tak terlihat.


Aku melepaskan tangan ku dari regenerator yang ada di depan tabung. Natasha yang berdiri tidak jauh dari ku, langsung membopong tubuh ku.


"Mira jangan-jangan kau..." Natasha ingin mengatakan sesuatu, tetapi tabung di depan nya tiba-tiba terbuka, menumpahkan semua air yang ada di dalam tabung itu.


Saat air berangsur-angsur surut, akhir nya terlihat lah sosok manusia. Yang jika di lihat dari wajah nya, tidak ada yang bisa menebak jenis kelamin manusia itu. Setelah air surut sepenuh nya, akhir nya terlihat lah sosok manusia itu. Dia berkulit putih bersih, dengan wajah androgini, rambut nya berwarna hitam pekat seperti bulu burung gagak, tubuh manusia itu seperti tubuh seorang pria, tetapi ia tidak memiliki 'benda' yang harus nya seorang pria miliki. Dan juga rambut nya yang panjang membuat wajah androgini nya nampak seperti seorang perempuan.


Manusia itu membuka mata nya, lalu berjalan keluar tabung, kemudian ia berlutut di depan ku.


"Android No.01. Siap menjalankan perintah." dengan nada datar dan suara elektronik seperti robot, manusia itu mengatakan hal itu kepada ku.


\*\*\*


Aku memberikan pakaian ksatria kerajaan Fantasia dengan sedikit modifikasi terhadap lambang kerajaan kepada Android No.01.


Aku kemudian memodifikasi tabung yang ku buat, menggadakan nya hingga menjadi lima unit, kemudian aku memperbarui regenerator nya untuk menyerap energi sihir yang ada di udara. Tabung itu berhasil menciptakan manusia... Bukan... Bukan manusia, tetapi sebuah Android dengan penampilan yang mirip seperti manusia, hanya dengan beberapa detik saat menyerap energi sihir ku. Tetapi sekarang tabung itu bisa menciptakan android yang sama dalam waktu satu jam, karena suplai energi sihir di udara sangat terbatas. Oleh sebab itulah penciptaan selanjut nya memerlukan waktu satu jam.


"Jadi, dalam waktu satu jam kau dapat menciptakan lima manusia buatan?" Tanya Natasha pada ku.


"Ya. Dengan begini, perkiraan jumlah Android yang akan selesai dalam waktu dua bulan sekitar 7000 unit. Itu lebih dari cukup untuk membuat beberapa batalion pasukan saat perang nanti." Jawab ku.


Sebagai pasukan Android, bisa di katakan mereka adalah pasukan yang siap mati untuk ku. Dan juga, aku telah mengatur semua Android yang akan tercipta nanti memiliki kemampuan fisik yang setara 20 orang dewasa, dan juga mereka memiliki kemampuan untuk menyerap energi sihir untuk memperbaiki diri sendiri. Aku menjelaskan hal ini pada Natasha, ia seketika melihat ku dengan tatapan kosong. Tidak tahu lagi bagaimana harus merespon perkataan ku. Aku juga menjelaskan, alat yang ku buat akan terus beroperasi tanpa harus menyerap energi sihir ku, sehingga bisa di katakan, aku tidak perlu mengeluarkan energi sihir sama sekali untuk membuat pasukan Android ini.


"Hahaha... Seperti biasa, kau membuat sesuatu di luar akal sehat..." Kali ini ia menanggapi perkaatan ku dengan tawa kering.


"Baiklah... Urusan ku di kota ini selesai. Natasha, ayo kita pergi ke Benua Festria! Dan No.01. Aku tugaskan kau untuk mengawasi fasilitas ini! Dan Lizard, perlebar ruangan ini hingga cukup untuk menampung 7000 orang, setelah itu susul aku dan Natasha di Benua Festria!"