
"Cerita nya selesai..... Jadi begitulah..... Dari inti cerita nya, kalian berdua itu memanglah saudara, kau anak kecil, keturunan dari Victoria dan Fantasia, sedangkan Ratu Vampir adalah keturunan yang tidak di inginkan dari Victoria dan Ravi...... Sungguh cerita yang sangat bagus, aku sampai mengigil saat pertama mendengar nya, dan sekarang bagaimana perasaan kalian saat mendengar cerita ini?"
Saat melihat ekspresi kaget kedua orang yang berhubungan dengan cerita yang baru saja ia sampaikan, Gaztor tertawa nyengir.
"Hahahahaha. Begitulah seharus nya wajah kalian..... Ya..... Aku sangat senang kalian mau mendengarkan, dengan begini persiapan ku selesai."
Gaztor tertawa nyengir lagi.
"Persiapan?"
"Itu benar! Aku bercerita untuk membuat kalian semua lengah, sementara aku mengaktifkan sihir ku."
"Kau kira aku tidak tahu...... (Teleportation)."
Mira mengktifkan (Teleportation) untuk langsung pergi ke hadapan Gaztor. Tapi itu semua percuma, sihir nya tidak aktif.
"Ap!? Kenapa!?"
Gaztor tertawa terbahak-bahak.
"Kau kira aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, aku sudah menghalangi ruang waktu agar kau tidak bisa mengaktifkan (Teleportation) dan (Time Control) selama kau di ruangan ini, kau tidak bisa apa-apa. Hahahahaha......... Saat nya kita mulai sihir ciptaan ku..... (Gate!)"
Sekejap ruangan itu penuh dengan lingkaran sihir berukuran kecil seukuran pintu, lingkaran sihir itu tertempel di sekeliling dinding ruangan, di tengah lingkaran sihir itu terdapat sebuah portal. Kemudian dari dalam portal itu keluar seluruh penduduk kota Banitza, mereka mengepung Mira dan para Vampir.
"Kalau begitu, sampai jumpa." Kata Gaztor.
Di belakang Gaztor muncul lingkaran sihir serupa, ia memasuki portal yang ada di tengah lingkaran sihir itu.
Setelah Gaztor masuk, semua lingkaran sihir perlahan menghilang dan portal perlahan menutup.
"Gaztor memang hebat, jadi bagaimana? Putri Mira. Apakah kau akan membunuh semua penduduk kota, untuk mengejar Gaztor.... Itu tidak mungkin kan. Hahahaha." Kata Wilson.
Mira saat itu mengayunkan tangan nya ke arah seorang anak kecil yang seumuran dengan nya, anak kecil itu ingin menangkap Mira.
Dengan ayunan tangan Mira, anak kecil yang mendekat langsung terpenggal kepala nya.
"Ide bagus Wilson, aku akan membantai semua penduduk yang ada di sini dan mengejar Gaztor. Terima kasih saran nya." Kata Mira sambil tersenyum, wajah nya berlumuran darah anak kecil yang di bunuh nya, itu membuat senyuman manis Mira menjadi sangat menyeramkan.
"Ap-" Wilson terkejut saat melihat Mira dengan berani memenggal seorang anak kecil yang berada di bawah kendali nya.
"Kau!? Apakah kau tidak memiliki hati nurani!?" Wilson berteriak.
"Mereka hanya alat mu kan? Untuk apa aku merasa kasihan pada alat."
Mira menebas kepala para penduduk satu persatu sambil berlari kearah portal sihir yang di pakai oleh Gaztor.
Melihat hal itu Wilson mulai panik, ia pun memanggil bawahan Mira yang sudah berada dalam kendali nya.
Bawahan Mira itu adalah seorang Elf perempuan dengan rambut pirang yang bernama Arisa.
Arisa langsung menghalangi jalan Mira yang sudah dekat dengan portal tempat Gaztor masuk.
Mengabaikan perkataan Wilson, Mira melompat hingga lutut nya sampai ke kepala Arisa, dengan lutut nya, Mira menendang Arisa hingga jatuh ke lantai, hidung Arisa pasti hancur karena tendangan lutut Mira yang keras, tidak sampai di situ, Mira mencengkram kepala Arisa yang terbaring lemah di lantai.
"Fire!" Kata Mira.
Api muncul dari telapak tangan Mira yang mencengkram kepala Arisa, hasil nya api itu membakar wajah Arisa.
"Siapapun yang menghalangi akan ku bunuh!" Kata Mira.
"Arisa!!" Jack berteriak saat melihat Arisa terbakar.
"Tidak perlu urus itu Jack, cepat kau masuk kedalam portal itu!" Kata Natasha menyuruh Jack.
Jack yang mendengar perkataan Natasha langsung menuju ke portal, untung nya pada saat itu perhatian Wilson teralihkan ke arah Mira, itu membuat para penduduk yang lain juga memperhatikan Mira. Karena itulah Jack dapat masuk ke dalam portal yang digunakan Gaztor tanpa ada hambatan.
Saat melihat Jack masuk, Wilson berteriak "Sialan!" hingga suara nya menggema ke seluruh ruangan. Portal ciptaan Gaztor pun semua nya menutup, saat itu dari kelompok Mira, hanya Jack saja yang berhasil masuk.
Para Vampir langsung merantai seluruh penduduk dengan (Cursed Blood Control) mereka, Natasha langsung mendekati Mira yang duduk menindihi bawahan Elf nya yang bernama Arisa.
"Kau berlebihan Mira, jadi kau berhasil menghilangkan parasit di otak Arisa?" Tanya Natasha.
Mira berdiri lalu di arahkan pandangan nya ke arah Arisa. Seharus nya wajah Arisa hangus terbakar karena sihir Mira, tapi wajah Arisa baik-baik saja bahkan tidak ada luka sama sekali, hanya saja saat ini Arisa tidak sadarkan diri.
"Untung saja api nya berhasil membakar parasit dengan cepat, terlambat sedetik saja, aku tidak akan bisa menggunakan sihir penyembuh pada Arisa."
"Sihir penyembuh?" Kata Wilson heran, keringat dingin membasahi tubuh nya, ia tahu saat ini ia sangat terdesak karena semua orang yang di kendalikan nya sudah di rantai oleh para Vampir.
"Aaa itu...."
Mira pun memberi penjelasan pada Wilson, dari awal Mira tidak pernah membunuh para penduduk kota Banitza, ia hanya menciptakan ilusi kepala para penduduk terpenggal, yang sebenarnya pada saat itu Mira hanya membuat para penduduk tidak sadarkan diri, itu terbukti saat Mira membatalkan ilusi nya, para penduduk yang harus nya kepala mereka lepas dari tubuh mereka, masih menyatu dengan sempurna, bahkan di tubuh mereka tidak ada luka sama sekali.
Mira membuat Wilson mengira kalau Mira adalah orang yang tidak segan membunuh, karena ingin membuat Wilson terdesak.
Jika Wilson terdesak, Wilson pasti akan mengeluarkan kartu truf nya yaitu Arisa, dan prediksi Mira benar, Wilson mengeluarkan Arisa, Mira langsung membuat Arisa tidak sadarkan diri dengan cara menendang nya sekuat tenaga, lalu Mira mengambil resiko, yaitu dengan menggunakan sihir api untuk membakar parasit yang berada di otak Arisa, saat semua parasit berhasil terbakar, Mira membisikkan mantra sihir penyembuh untuk menyembuhkan otak Arisa yang mungkin ada terbakar sedikit, jika otak Arisa terbakar seluruh nya Mira pasti tidak bisa menyelamatkan Arisa, karena itulah Jack berteriak saat Mira mulai menggunakan sihir api, untung saja pada saat itu parasit langsung terbakar seluruh nya.
"Ya..... Itu adalah sebuah pertaruhan.... Ah, dan juga dari awal aku tidak ingin menyelamatkan kakak ku, yang harus menyelamatkan adalah seorang pangeran yang betul-betul mencintai nya... Benarkan Natasha?"
Natasha menghela nafas panjang. "Aku tidak tahu kau akan benar-benar melakukan nya, lain kali buat rencana yang lebih aman."
"Mau begaimana lagi, aku membuat rencana ini dadakan, lagian ngapain coba aku harus mendengarkan cerita panjang lebar mengenai leluhur ku..... Ya walaupun cerita nya seru juga sih."
"Ja-jangan kau membuat rencana ini!?"
"Itu benar, saat Gaztor bercerita panjang lebar barusan."
Rencana sebagus itu dalam waktu singkat!?
"Baiklah.... Sekarang bagaimana aku harus menyiksa mu Wilson?" Senyum jahat menghiasi wajah Mira.