
Setelah di sembuhkan Charlotte, Scorpio langsung berdiri. Lalu dia berkumpul kembali ke empat teman nya.
"Jadi apa rencana nya Juliet?" Tanya Scorpio.
"Kita alihkan perhatian nya, lalu aku dan Charlotte akan menyerang nya dengan serangan gabungan." Jawab Juliet.
"Kalau begitu kami bertiga yang akan mengalihkan perhatian nya." Sambung Peter.
Peter, Virgo dan Scorpio maju selangkah.
Lalu Virgo mengarahkan tombak nya kedepan, Di ikuti dengan Peter yang mengleuarkan pedang dari sarung nya.
"Iron Body!" Teriak Scorpio. Tubuh Scorpio pun langsung berubah menjadi besi.
Mereka bertiga memasang kuda-kuda. Dan siap menyerang. Mereka bertiga menghirup nafas dalam-dalam.
Suasana di sekitar kami berubah menjadi tegang.
Mereka pun langsung melesat cepat ke arah ku secara bersamaan. Pertama Scorpio mengarahkan tinju nya, aku melompat kesamping untuk menghidari tinju nya. Kemudian dari arah langit ada tombak yang mengarah padaku dengan sangat cepat, dengan cepat aku salto ke belakang untuk menghindari tombak itu.
Saat aku salto beberapa meter ke arah belakang, Peter menebas secara Horizontal ke padaku. Aku menunduk untuk menghidari nya.
Kemudian aku menendang perut Peter, peter pun terpental beberapa meter. Saat aku menendang peter, dari belakang ku ada Scorpio dan Virgo yang menahan tubuh ku.
"Sekarang lakukan Juliet.. Charlotte!!" Teriak Virgo.
Juliet menembakkan panah nya.
"Bowl." Teriak Charlotte.
Panah itu bergerak makin cepat.
"Fire." Teriak Charlotte.
Tiba-tiba panah yang di tembakkan Juliet terbakar. Lalu panah itu berubah menjadi bentuk burung elang.
Burung itu melesat sangat cepat ke arah ku, sementara aku tidak dapat bergerak karena seluruh tubuh ku di tahan oleh Scorpio dan Virgo.
"Seharus nya Virgo saja yang menahan ku. Jika Scorpio juga ikut menahan ku nama nya pelecahan Sexual."
"Be-berisik. Jika kami tidak melakukan ini. Kau pasti masih bisa bergerak." Jawab Scorpio dengan terbata-bata.
"Walaupun kalian berdua menahan ku aku masih bisa lepas kok."
Virgo dan Scorpio heran dengan perkataan ku.
Kemudian aku, menggunakan sihir penguat tubuh. Setelah sihir nya bekerja, aku melemparkan Scorpio dan Virgo jauh beberapa meter, sampai mereka keluar dari halaman Panti Asuhan.
Setelah diri ku terlepas aku mengarahkan tangan kanan ku kearah Burung elang yang mendekati ku.
"Fire Bird!"
Setelah berteriak seperti itu muncul burung elang dari tangan ku. Burung elang itu mengarah ke arah burung elang yang di tembakkan oleh Juliet.
"Ti-tidak mungkin dia juga bisa melakukan nya. Dan dia hanya melakukan nya seorang diri." Teriak Charlotte.
Kedua burung elang itu saling bertabrakan. Lalu tabrakan dua burung itu menyebabkan ledakan besar.
"Gawat. Cepat Charlotte buat sihir pelindung!!Kau harus menahan ledakan itu agar tidak terkena panti asuhan." Teriak Juliet.
"Large Wall." Teriak Charlotte.
Dinding batu berukuran sepuluh meter timbul menutupi panti asuhan.
Ledakan besar terjadi, sampai membuat kelima anak itu terlempar. Sebelum ledakan terjadi aku menciptakan barier pelindung. Sehingga aku tidak ikut terlempar.
Setelah ledakan itu, halaman panti asuhan hancur, yang awalnya penuh dengan rumput dan tanaman. Kini semua rumput dan tanaman itu menghilang. Dan setelah terjadi ledakan kelima anak itu terluka parah.
Lalu dinding yang menutupi panti asuhan itu menghilang, semua anak berlarian keluar mendatangi kelima anak itu.
Mereka semua membantu kelima anak itu berdiri. Mereka berlima tidak bisa berdiri karena mendapat luka yang parah.
"Aku yang memenangkan pertarungan ini."
"Ba-bagaimana.... Kau tidak terluka?" Kata Juliet. Dengan suara pelan.
"Sebelum ledakan terjadi aku menciptakan pelindung, untuk melindungi diriku. Sesuai perjanjian aku akan menggusur panti asuhan ini."
Scorpio berusaha untuk berdiri. Lalu dia memasang kuda-kuda bertarung. Menandakan dia sudah siap melawanku.
"Kau berdiri saja sudah susah. Bagaimana bisa kau melawan ku?"
"Masih belum!!" Scorpio berteriak. "Selama aku masih.... Berdiri.... Aku akan.... Menghentikan mu." kata Scorpio sambil terngah-engah.
Aku mendekati Scorpio, lalu aku mendorong Scorpio. Kemudian Scorpio jatuh tersugkur. Scorpio mencoba untuk berdiri, tapi dia jatuh lagi. Scorpio terus mencoba tapi dia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri.
Aku pun mendekati panti asuhan, lalu semua anak menangis saat aku mendekati panti asuhan. Seorang wanita datang ke hadapan ku kemudian dia bersujud.
"Saya mohon jangan gusur panti asuhan ini. Saya mohon... Saya mohon... Saya mohon..." Kata Wanita itu sambil menangis dalam sujud nya.
Aku mengabaikan tangisan wanita itu kemudian aku mengarahkan tangan ku ke depan.
"Super Magic Act-"
Sebelum aku selesai berbicara Arisa datang menepuk bahu ku.
"Biar aku saja Kak Mira." Kata Arisa.
Aku mundur beberapa langkah, setelah melihat aku mundur Arisa mengeluarkan tongkat sihir dari saku nya. Kemudian Arisa mengarahkan tongkat sihir itu kearah depan.
"Super Magic Activated." Kata Arisa.
"Eh... Sejak kapan Arisa bisa menggunakan sihir super!?"
"Super Magic: Earthquake"
Tanah mulai berguncang menghancurkan panti asuhan. Walaupun Arisa bisa menggunakan sihir super, sihir super milik Arisa lebih lemah dari punya ku.
Setelah panti asuhan hancur, semua anak menangis dengan keras. Bahkan kelima anak yang melawan ku juga menangis dengan keras.
"Kau kejam!!" Teriak wanita pengurus panti asuhan. "Bagaimana bisa kau menghancurkan rumah untuk anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua. Apakah melihat kami tersiksa itu sangat menyenangkan? Kalian para bangsawan hanya mementingkan kesenangan diri sendiri. Semoga dewa Pierot memberikan hukuman untuk kalian."
Dewa Pierot? Apakah itu nama tuhan di dunia ini?
"Seharus nya kalian bersyukur kepadaku. Karena aku akan membangun kembali panti asuhan ini menjadi lebih bagus dari yang sebelum nya."
Semua orang menghapus air mata nya, kemudian menatapku dengan penuh kebingungan.
"Apa maksud mu?" Tanya Virgo.
"Makanya. Selesaikan dulu aku ngomong. Aku ingin menggusur panti asuhan. Lalu aku ingin membangun ulang panti asuhan ini menjadi lebih besar dan lebih bagus dari yang sebelum nya."
"Jadi dari awal, kau hanya ingin merenovasi ulang panti asuhan ini?" Tanya Wanita itu.
Aku mengangguk. "Itu benar. Selama Panti asuhan di renovasi kalian semua bisa tinggal di rumah ku. Jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkan tempat tinggal."
Semua anak yang awal nya menangis bersorak. Senyum bahagia menghiasi wajah mereka. Lalu wanita itu bersujud kepadaku.
"Maafkan saya telah berkata kasar pada Nona Mira. Semoga Dewa Pierot selalu memberikan keberkahan pada anda."
"Aku tidak perlu berkah dari mahluk yang bernama Pierot itu. Yang ku perlukan hanyalah bantuan kalian saja."
"Baik kami pasti akan membantu anda." Kata Wanita itu.
"Ngomong-ngomong siapa nama mu?"
"Nama saya Sandra. Pengurus panti asuhan ini."
Aku membantu Sandra berdiri, lalu aku memanggil Scorpio, Virgo, Juliet, Charlotte dan Peter. Mereka berlima terluka parah. Aku pun menyuruh Arisa menyembuhkan mereka.
Setelah menyembuhkan mereka, Arisa langsung pingsan. Saat Arisa pingsan Natasha datang untuk menggendong Arisa.
"Kenapa pelayan Nona Mira pingsan?" Tanya Sandra.
"Dia hanya kelelahan..... Aku akan menyuruh pengawal untuk mengambil kereta kuda untuk membawa kalian semua."
"Ti-tidak perlu. Kami akan pergi ke rumah Nona Mira dengan berjalan kaki saja. Nona Mira sudah terlalu baik kepada kami."
"Ya sudah terserah kalian saja."
Aku pun kembali menaiki kereta kuda, lalu aku menyuruh pengemudi kereta kuda untuk berjalan pelan. Karena anak-anak panti asuhan mengikuti dari belakang.