
Saat pedang milik nya mengeluarkan cahaya berwarna emas saat di tangan Javelin, mata Jack terbelalak kaget. Ia bertanya-tanya di dalam kepala nya, apa yang tengah Javelin lakukan pada pedang nya. Setelah beberapa saat, cahaya emas pun meredup pedang Jack di tangan Javelin tidak menunjukkan perubahan apapun. Setelah selesai melakukan sesuatu dengan pedang milik Jack, Javelin pun menaruh pedang itu di samping Jack yang masih terbaring lumpuh di atas tanah.
"Aku sudah memodifikasi pedang mu. Aku menambahkan kekuatan Roh di dalam nya, sehingga kekuatan pedang mu bertambah tiga kali lipat dari sebelum nya, dan juga aku sudah mengatur pedang ini hanya bisa di angkat oleh mu dan para keturunan mu kelak." Kata Javelin setelah menaruh pedang Jack di tanah.
Mendengar perkataan Javelin, Jack hanya bisa memasang wajah bingung, tidak mengerti perkataan Javelin. Di tengah kebingungan nya, ia tiba-tiba mendengar suara seorang perempuan dari belakang Javelin.
"Terima kasih Javelin, sudah menerima permintaan ku."
"Bukan apa-apa. Lagipula aku juga merasa bersalah pada nya." Jawab Javelin atas pernyataan terima kasih dari perempuan yang ada di belakang nya.
Perempuan di belakang Javelin kemudian berjalan ke samping nya, lalu menunjukkan wajah nya ke pada Jack. Saat Jack melihat wajah perempuan itu sekali lagi mata nya terbelalak kaget sekaligus tidak percaya, ia pun berkata di dalam kepala nya. 'Bukankah dia sudah di bunuh Kak Natasha sebelum nya...'
Perempuan yang di lihat Jack adalah Demi Human kucing putih, dan seorang putri dari kerajaan Animalia, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Catulus, yang seharus nya sudah mati di bunuh oleh Natasha di awal kedatangan nya ke Benua Aziliya.
'Bagaimana bisa...'
"Jadi Catherine, apa yang harus kita lakukan? Membantu Bruno?"
"Aku ingin menghindari pertarungan berkepanjangan, lebih baik kita membawa Bruno pergi dari sini. Aku sudah menyuruh Siegurd membawa lari Bruno."
"Baguslah kalau begitu... Aku juga tidak ingin melakukan pertarungan yang sia-sia."
Di tengah kebingungan Jack yang masih tidak mengerti bagaimana Catulus bisa hidup kembali. Javelin dan Catulus mengabaikan nya, berbicara satu sama lain, membahas rencana yang akan mereka lakukan selanjutnya. Mereka berdua memutuskan untuk kabur dari bawahan Mira dan bersembunyi terlebih dahulu. Saat mereka berdua akhir nya memutuskan untuk pergi, tiba-tiba sesuatu terjadi.
"!"
"!"
"!"
Tubuh Jack, Javelin, dan Catulus tersentak kaget. Mereka merasakan energi sihir super besar berasal dari pulau tempat Bruno dan Natasha bertarung. Tidak selesai sampai di situ, tiba-tiba langit menjadi gelap seperti di tutupi oleh sesuatu. Matahari tidak lagi menunjukkan sinar nya, seketika hari nampak seperti sudah malam, padahal jelas kalau waktu saat ini menunjukkan hari masih lewat tengah hari. Kejadian mengejutkan masih belum selesai. Mereka bertiga tiba-tiba merasa lemas, mereka merasa darah dari dalam diri mereka seperti tersedot keluar dari dalam tubuh mereka. Seketika Catulus dan Javelin pun jatuh berlutut di tanah dengan nafas terengah-engah.
"A-apa yang terjadi!?" Kata Javelin dengan panik.
"Jangan tanya aku! Hei kau, seperti nya kau mengetahui sesuatu. Apa yang terjadi!?" Catulus menjawab pertanyaan Javelin, ia kemudian melihat ke arah Jack yang ekspresi wajah nya menunjukkan kalau ia mengetahui sesuatu tentang keanehan yang terjadi saat ini, ia pun kemudian bertanya pada Jack.
".... Kak Natasha.... Sedang marah..." Jawab Jack dengan suara pelan, di sertai dengan ekspresi ketakutan yang mendalam.
'Kak Natasha...? Kalau tidak salah Ratu Vampir bawahan Mira bernama seperti itu... Oh tidak! SIEGURD!! APA YANG KAU LAKUKAN!? BAB* SIALAN!!' setelah mendengar jawaban Jack, Catulus menebak kalau semua ini pasti ulah dari Siegurd yang entah bagaimana memancing amarah dari Ratu Vampir Natasha.
***
"Sebaik nya kita akhiri pertarungan ini. Kau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kan?" Kata Bruno sambil melirik ke arah kubah darah tempat Mira berada.
Natasha terdiam sejenak, sebelum akhir nya ia mengikuti pandangan Bruno. Walaupun tidak terlihat dengan mata telanjang, Natasha tahu kalau ada sedikit retakan di kubah yang ia buat. Natasha pun berpikir, kalau mereka berdua terus bertukar serangan suatu saat kubah itu akan benar-benar hancur dan membuat Mira dalam bahaya.
"... Kau benar... Sebaik nya kita menyudahi pertarungan in-"
Belum selesai Natasha mengucapkan kalimat nya, kepala Natasha jatuh ke tanah. Tubuh Natasha pun otomatis terjatuh layak nya sebuah boneka yang benang pengendali nya terputus.
"Hah! Rasakan itu!" Teriak seseorang dari belakang Natasha, dia adalah Siegurd yang telah hidup kembali dari kematian, dia memegang pedang nya yang sudah berlumuran darah.
"Apa yang kau lakukan!?" Melihat Natasha yang tiba-tiba kepala nya terpenggal, Bruno terdiam dengan mata terbelalak kaget, tapi setelah ia melihat Siegurd yang memegang pedang berlumuran darah, ia segera berteriak dengan marah.
"Apa yang ku lakukan...? Sudah jelas menolong mu. Aku di suruh Catherine untuk membawa mu lari dari sini." Jawab Siegurd dengan ekspresi kebingungan, tidak mengerti mengapa Bruno tiba-tiba marah kepada nya.
Mendengar jawaban Siegurd, Bruno hanya bisa memegangi kepala nya dengan ekspresi kelelahan, tidak percaya dengan apa yang di lakukan kawan nya barusan.
"Yang lebih penting lagi, ayo cepat kita pergi dari sini. Sebelum kepala nya tersambung kembali." Kata Siegurd mengajak Bruno.
".... Hah... Kau benar. Lebih baik kita... Tunggu, apa yang kau lakukan?" Bruno masih memegangi kepala nya, sehingga ia tidak langsung menjawab ajakan Siegurd. Setelah menghela nafas panjang, ia akhir nya menjawab ajakan Siegurd. Saat Bruno mengalihkan pandangan nya ke Siegurd dia sudah tidak ada lagi di hadapan nya, Siegurd sudah berdiri di depan kubah darah tempat Mira berada, membuat Bruno bertanya-tanya apa yang di lakukan nya.
"Eh!? Kita tidak membawa Mira pergi? Bukankah kita ingin mengembalikan ingatan nya?"
"Tidak perlu, ingatan nya akan kembali seiring berjalan nya waktu. Bukankah kau bilang sendiri, kita harus cepat pergi dari sini!?"
"Ok, baiklah. Ayo kita pergi... Dari... Sini...."
"!"
Saat akhir nya mereka memutuskan untuk pergi, Siegurd tiba-tiba melemah, ia pun jatuh telungkup di atas tanah. Sementara itu, Bruno tersentak kaget saat merasakan hawa membunuh yang begitu kuat, tubuh nya juga langsung melemah dan jatuh ketanah seperti Siegurd. Mereka merasa seperti darah mereka di tarik keluar dari tubuh mereka, menyebabkan tubuh mereka melemah karena kekurangan darah. Saat itulah tiba-tiba daerah sekitar mereka menjadi gelap, seakan-akan hari sudah malam.
Di saat Bruno bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, ia mendengarkan teriakan kencang dari atas langit.
"KAU MENIPU KU!!!"
Bruno mengenali suara itu, itu adalah suara seorang gadis yang baru saja di lawan nya. Setelah mendengar suara itu, Bruno berteriak di dalam kepala nya.
'AAAAAAAKH!!!! SIEGURD S*ALAN!!!'
Mimpi buruk mereka berdua pun di mulai.