From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 289 Hari Ketiga Invasi XXIV



Beberapa menit sebelum Mira menghilang, dan Natasha dan Jack masih bertarung sengit dengan robot Mecha. Pertempuran antara pasukan Demon dan pasukan Aliansi berada di puncak nya, banyak prajurit pasukan aliansi yang membunuh prajurit pasukan Demon, begitu juga sebalik nya, banyak Demon yang membunuh prajurit pasukan aliansi.


Di antara perajurit yang terus membunuh para Demon, ada seorang yang membunuh Demon dengan kecepatan tidak masuk akal, dia adalah Raja kerajaan Fantasia, sekaligus ayah Mira, Charlesius Rudolf Graham Fantasia. Atau biasa yang di panggil dengan Charles.


Di tengah-tengah membunuh para Demon, Charles merasakan dua orang yang memiliki energi sihir yang sangat besar di bandingkan dengan Demon biasa. Charles memiliki mata emas yang sama seperti Mira, dengan mata itu dia bisa melihat ke arah yang jauh yang mata manusia biasa tidak mungkin dapat lihat. Dengan kemampuan dari mata nya, ia melihat dua Demon yang memiliki sayap burung gagak di punggung nya. Mereka berdua adalah Demon Lord dan anak nya. Demon Lord bernama Glacies dan anak nya bernama Hielo.


Charles yang tidak mengetahui kalau Demon bersayap burung gagak itu adalah Demon Lord dan anak nya, menyerang mereka berdua dengan kecepatan setara dengan kecepatan suara.


Glacies dan Hielo terkejut dengan kemunculan Charles yang tiba-tiba berada di depan mereka. Tapi Charles tidak membiarkan keterkejutan mereka sebagai alasan untuk menghentikan serangan nya. Setelah Charles berada tepat di depan Glacies, ia mengayunkan pedang nya dari sisi kiri ke sisi kanan secara horizontal. Kecepatan ayunan nya tidak masuk akal, tidak ada manusia normal yang dapat melihat ayunan pedang Charles.


Tetapi, Glacies bukanlah Ras Demon biasa, sebutan nya sebagai Demon Lord bukanlah isapan jempol belaka. Kecepatan tebasan Charles yang tidak masuk akal dapat di tepis nya seperti serangan yang sangat cepat itu bukan apa-apa. Dengan tangan nya yang di rubah menjadi es yang sangat keras, Glacies menahan tebasan Charles. "Klang!!" Suara benturan pedang Charles dan tangan es Glacies menggema di tengah pertempuran antara pasukan Demon dan pasukan aliansi.


Mata Charles terbelalak, melihat tebasan pedang nya yang sangat cepat di hentikan dengan mudah. Tapi keterkejutan nya hanya sebentar, Charles melanjutkan serangan nya ke Glacies.


"Klang, Klang, Klang, Klang, Klang, Klang!"


Suara benturan terus bergema saat Charles dan Glacies bertukar serangan. Charles menebas, Glacies menepis, dengan tangan satu nya lagi yang terbebas Glacies membekukan tangan nya lalu menyerang Charles. Dengan cepat Charles menepis serangan Glacies, lalu ia melakukan serangan balasan, yang serangan balasan nya juga berhasil di tepis oleh Glacies.


Charles menyerang, Glacies menepis, Glacies menyerang, Charles menepis, Charles menyerang, Glacies menepis, Glacies menyerang, Charles menghindar, Glacies menyerang lagi tapi Charles berhasil menepis serangan nya, Charles melakukan serangan balasan, tapi Glacies mengepakkan sayap burung gagak nya, terbang menjauh dari Charles. Charles mengejar, lalu menyerang, Glacies menepis serangan nya, lalu membalas serangan Charles, dengan reflek Charles menghindar, sayang nya serangan Glacies berhasil menyerempet pipi kanan Charles, di saat bersamaan Charles menebas dari sisi kiri ke sisi kanan secara horizontal, Glacies melompat kebelakang, tapi terlambat serangan Charles berhasil menggores dada nya sedikit.


Darah keluar dari luka di pipi kanan Charles begitu juga Glacies, dada nya mengeluarkan darah dari luka tebasan Charles.


Setelah bertukar beberapa serangan, mereka berdua akhir nya berhenti. Dengan jarak lima meter, mereka melihat ke mata lawan dengan tatapan serius. Energi sihir mereka saling bentrok, menyebabkan udara di sekitar bergetar sedikit, hawa sekitar menjadi dingin, walaupun mereka di tengah peperangan, tidak ada yang berani mendekati mereka berdua. Itu menandakan betapa tegang nya udara di sekitar mereka.


Charles memegang erat pedang nya, Glacies menambahkan kekerasan es di kedua tangan nya, mereka siap bentrok kapan saja.


Di tengah situasi seperti itu, ada beberapa orang yang berani masuk ke tempat dengan udara yang sedang tegang itu.


"Ayah!"


"Charles!"


Dua orang suara memanggil, salah satu suara datang dari langit. Yang datang dari langit dan berteriak 'Ayah' adalah Hielo, anak Demon Lord. Dampak pertarungan Glacies dan Charles sangat hebat, padahal mereka hanya bertukar serangan hanya sebentar, mereka sudah berada beberapa meter jauh nya dari tempat mereka bertukar serangan pertama, itu membuat Hielo harus terbang untuk mengejar ayah nya dan Charles saat mereka berdua bertarung. Lalu satu orang yang meneriakkan nama Charles dari belakang nya adalah Raja kerajaan Eurasia, Joshua, dia juga Homonculus buatan Mira, itulah alasan ia bisa mendekati Charles dengan mudah, padahal udara di sekitar nya sangat mengerikan, sampai membuat para Demon dan prajurit pasukan aliansi tidak berani mendekat.


Raja dari tiga kerajaan besar di benua Silia menatap tajam ke arah Glacies dan Hielo. Dengan kedatangan orang tambahan, membuat udara di sekitar mereka semakin menegang.


Hielo yang di samping ayah nya, bicara dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh nya dan ayah nya. "Ayah, orang yang di tengah memiliki mata emas seperti anak bernama Mira itu."


"Kau benar." Jawab Glacies dengan nada suara yang sama dengan Hielo. "Itu menandakan kalau dia adalah Raja kerajaan Fantasia, itu membuat dia menjadi target kita."


"Membunuh nya adalah tugas mudah dengan kekuatan kita berdua. Yang menjadi masalah adalah..." Kata Glacies, ia melihat ke kejauhan. Dari jauh ia melihat seorang gadis kecil berambut perak memerintahkan pasukan aliansi, dengan perintah nya pasukan aliansi dapat bertempur setara dengan pasukan Demon. Kemampuan komando gadis itu sangat hebat, di tengah huru-hara peperangan, ia bisa memberikan perintah tepat dan akurat.


'Yang menjadi masalah adalah gadis itu... Mira... Dia adalah monser yang tidak boleh di bangunkan. Jika kami membunuh Raja Fantasia di sini, dan membuat nya marah... Tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi pada kami...' Pikir Glacies saat melihat gadis berambut perak dari kejauhan.


'Jika perkataan mereka benar... Seharus nya mereka akan mengirimkan kami bantuan.' Glacies berharap pada Bruno dan kawan-kawan memberikan bantuan seperti yang mereka janjikan.


Bantuan itu berhubungan dengan gadis kecil berambut perak, Mira.


Bruno mengatakan, kalau tugas Glacies dan Hielo adalah membunuh Charles, lalu ia memberitahu kalau ia akan mengurus Mira, agar dia tidak mengganggu Glacies dan Hielo dalam menjalankan tugas nya.


Bantuan yang di tunggu Glacies datang, sebuah benda baja berbentuk seperti burung elang terbang lurus melewati langit, saat tepat berada di atas Mira, benda itu menjatuhkan Crystal sihir yang langsung mengaktifkan sebuah sihir yang bernama (Gate).


Sihir itu membuat Mira menghilang di tempat nya berdiri secara tiba-tiba, dengan begitu Glacies dan Hielo dapat menjalankan tugas nya dengan mudah.


Mengetahui Mira sudah menghilang, Glacies dan Hielo berinisiatif menyerang Charles terlebih dahulu. Tapi sebelum mereka sempat menyerang, tanah yang mereka pijak bergetar sedikit, energi sihir yang sangat besar muncul secara tiba-tiba di arah timur. Itu adalah energi sihir Natasha.


Karena energi sihir Natasha sangat besar, pertempuran antara pasukan Demon dan pasukan Aliansi berhenti selama beberapa menit, sebelum akhir nya mereka saling bentrok lagi.


Tapi energi sihir Natasha yang meluap-luap itu baru permulaan........................


.................................................................................................................................................................................................................................


Energi sihir yang sangat besar terasa oleh seluruh orang di seluruh dunia, bersamaan dengan energi sihir yang besar itu, seluruh dunia mengalami bencana alam yang sangat hebat.