From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 123.05 Mencoba menyelesaikan Quest bersama Party



Aku Login, satu hari berlalu semenjak pertemuan ku dengan Catherine dan teman-teman nya. Aku memunculkan layar, aku melihat di sudut layar di sana di tunjukkan pukul 03:00. Ini waktu yang kami janjikan untuk bertemu di Gunung Mauna Kea untuk menyelesaikan Quest. Membuka Map menandai lokasi Gunung Mauna Kea, lalu aku mengaktifkan "Teleportation." Tunggu dulu.... Sebelum aku mengaktifkan, aku ingin membeli Skill "Peek" dulu, siapa tahu berguna di masa depan. Jadi aku membatalkan untuk mengaktifkan "Teleportation." sebagai ganti nya, aku membuka "Shop." mencari Skill "Peek." setelah ketemu, aku membeli nya, harga Skill "Peek." sebesar lima koin emas.


Setelah membeli Skill "Peek." barulah aku mengaktifkan "Teleportation." menuju Gunung Mauna Kea.


Aku berpindah ke gunung Mauna Kea, gunung tinggi yang selalu menyemburkan Lava panas di puncak nya, lalu di kelilingi oleh Demon dan Wyvern. Di bawah gunung ada empat Player yang menatap gunung. Empat Player itu Catherine, Bruno, Javelin dan Siegurd.


Aku berjalan mendekati mereka, saat mendengar langkah kaki ku, mereka berbalik melihat ke arah ku.


"Maaf aku terlambat." Kata ku saat di dekat mereka.


"Tidak apa-apa." Jawab Catherine.


Bruno, menengok lagi ke arah gunung lagi. "Jadi apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus mendaki gunung ini?" Tanya Bruno.


Aku mengangguk. "Diatas gunung ini ada istana raja Iblis. Dan di istana itu ada Putri kerajaan yang di sekap, Quest nya menyuruh ku untuk menyelamatkan Putri itu."


"Kalau begitu gampang." Jawab Siegurd.


"Tapi ada satu masalah-"


Sebelum aku menjelaskan, Siegurd sudah mengaktifkan Skill nya. Dia mengeluarkan pedang dari sarung nya, setelah itu Siegurd mengangkat pedang nya tinggi-tinggi.


"Sword Skill Number One. Dragon Slicer!"


Siegurd menebas pedang nya secara diagonal, dari tebasan pedang nya muncul angin, dalam sekejap angin itu berubah menjadi naga. Setelah itu naga melahap semua Demon yang ada di gunung.


"Kalau begitu giliran ku," Kata Javelin.


Javelin mengangkat tangan nya tinggi-tinggi. Dari tangan nya muncul cahaya yang sangat terang, perlahan-lahan cahaya yang di tangan Javelin berubah bentuk. Cahaya itu berubah bentuk menjadi Tombak!


Tombak itu berwarna emas, dengan ukuran tiga puluh meter.


Javelin mengambil ancang-ancang. Setelah itu ia mengaktifkan skill nya.


"Lance Skill Number Five. Thousand Lance!"


Javelin melempar tombak nya kelangit, saat sudah sampai langit, tombak Javelin terjatuh, saat itu juga tombak Javelin berubah menjadi ribuan tombak! Tombak-tombak itu mengarah tepat ke arah Wyvern yang terbang mengelilingi Gunung.


Dalam sekejap Wyvern mati.


"Selesai! Sekarang kita tinggal naik." Kata Siegurd.


Siegurd langsung berlari mendaki gunung, semua orang mengikuti nya kecuali aku.


Saat melihat semua orang mendaki gunung aku berfikir, mungkin dengan Party ini aku berhasil menyeselaikan Quest ini.


Kami mendaki gunung, sampai pertengahan gunung kami tidak menemukan masalah, pendakian berjalan dengan lancar.


"Quest ini sangat mudah!" Kata Siegurd.


"Kalau itu aku tidak tahu." Jawab ku.


Kami terus mendaki, sekali-kali cipratan Lava mengarah ke kami, tapi kami menghindar tanpa masalah, kami terus mendaki hingga kami hampir sampai puncak, sedikit lagi sampai pada tempat aku mati di bunuh naga sebelum nya.


Aku menunjuk ke puncak Gunung. "Di sana istana nya." Aku melihat Istana yang sudah terlihat jelas, itu tanda nya Naga akan muncul sebentar lagi.


Semua orang melihat ke arah yang ku tunjuk.


"Percepat langkah kita teman-teman!" Kata Catherine.


Kami semua menuruti perintah Catherine, kami mempercepat langkah kami. Tidak berlangsung lama, di belakang istana ada benda hitam terbang kelangit benda besar itu perlahan-lahan mendarat di depan kami.


"Berhenti!" Teriak Javelin.


Seperti sebelum nya, benda hitam besar itu adalah Naga. Ia menggeram saat melihat kami, air liur nya menetes, saat dia membuka mulut nya, asap hitam keluar, sedetik kemudian ia mengarahkan mulut nya kearah kami.


"Menghidar!" Kata ku.


Semua orang menuruti perintah ku, kami melompat kesamping kanan dan sebagian yang lainnya ke kiri. Aku melompat ke kiri bersama dengan Bruno dan Siegurd. Yang melompat kekanan Javelin dan Catherine.


Sedetik setelah kami melompat api panas menyembur keluar dari mulut naga, Demon yang baru saja Respown mati terkena semburan api dari naga.


"Mira, kau tidak bilang akan ada Naga yang muncul!" Kata Bruno Protes.


"Bukan salah ku! Kalian kan yang seenak nya langsung mendaki gunung."


Bruno terbungkam dengan kata-kata ku.


"Kau masih bertanya soal itu? Tentu saja kita kalahkan mahluk itu!" Jawab Bruno percaya diri.


"Kau bilang seakan-akan mengalahkan naga itu perkara yang mudah! Memang nya kau punya rencana untuk mengalahkan mahluk itu?" Tanya ku.


"Kita tidak perlu rencana, kita hanya harus mengeluarkan kekuatan penuh kita. Ada Lima orang Berlevel seratus di sini, seekor naga tidak akan bisa mengalahkan kita!" Jawab Bruno.


Bruno benar! Bahkan aku sendirian bisa mengalahkan naga dengan Super Magic ku. Tapi saat ini aku ingin menyimpan Super Magic ku dulu, aku ingin melihat kemampuan orang-orang ini. Javelin dan Siegurd sudah menunjukkan kemampuan mereka, tidak di ragukan lagi mereka kuat! Kemampuan Top Player memang tidak boleh di pandang sebelah mata.


"Jadi siapa yang menyerang duluan?" Karena aku malas menyerang duluan, aku akan memancing mereka untuk menyerang naga itu duluan.


"Biar aku saja!" Jawab Bruno.


Satu orang sudah memakan umpan ku!


"Sebelum menyerang. Biar ku tanya Mira dulu."


"Kau ingin bertanya apa. Bruno?"


"Quest nya hanya menyelamatkan Putri kan?"


"Iya!"


"Kalau begitu. Tidak apa-apa kan jika kami yang mengalahkan Bos nya? Kami ingin mengambil Drop Item Bos Quest ini!"


"Tidak apa-apa. Tapi Pembayaran nya aku potong lima puluh persen!"


"Kalau begitu Deal!"


Setelah mengatakan itu Bruno menatap lurus kearah Naga yang ada di depan kami, ia tersenyum, seakan-akan ia ingin bermain dengan Naga yang ada di depan nya.


"Power Release!" Teriak Bruno saat ia mengaktifkan Skill nya.


Tubuh Bruno membesar, atau lebih tepat nya otot tubuh Bruno yang membesar, itu sangat besar sampai-sampai kepala Bruno kalah dengan besar otot nya, penampilan itu sangat mengerikan mengingat penampilan Bruno yang seperti anak kecil, Otot di tubuh nya itu seperti sebuah penyakit saat dia jadi besar. Sangat tidak cocok untuk nya.


"Seperti biasa penampilan mu sangat mengerikan Bruno!" Kata Siegurd. Ia mengungkap apa yang kupikirkan.


"Diam Sialan!" Teriak Bruno. Setelah itu Bruno menghirup nafas dalam-dalam.


"Diamond Body!" Teriak Bruno setelah mengambil nafas.


Tubuh berotot Bruno berubah menjadi berlian secara perlahan, perubahan itu bermula dari kaki, ke badan, tangan, kepala, hingga akhirnya seluruh tubuh Bruno berubah menjadi Berlian semua.


Kaki Bruno masuk sedikit ketanah karena berat tubuh nya yang tidak wajar.


Aku yang bisa membaca situasi menembakkan "Fireb Ball." kearah Naga. Naga yang terkena "Fire Ball" ku langsung melihat ke arah ku, Bruno dan Siegurd. Setelah itu Naga langsung mendekati kami.


"Itu sangat membantu Mira! Dalam kondisi seperti ini aku tidak bisa bergerak cepat." Kata Bruno berterima kasih padaku setelah aku memancing Naga mendekati kami.


"Sama-sama. Kalau begitu selamat berjuang!"


Aku mengaktifkan Sihir (Fly), sedangkan Siegurd pergi menjauh dari Bruno. Aku terbang kelangit, melihat ke arah bawah di mana Bruno sedang menghadapi Naga, posisi ku saat ini setara dengan Istana yang ada di puncak Gunung. Ngomong-ngomong di belakang Naga ada Javelin dan Catherine yang duduk di tanah.


Naga terus mendekati Bruno, saat di dekat Bruno Naga itu menghembuskan Api dari mulut nya, tapi api itu tidak mempan, malahan Api itu terbelah dua saat terkena tubuh Bruno. Bruno bergerak perlahan mendekati Naga, setelah sudah sangat dekat dengan Naga, Bruno memukul Naga, ia memukul dengan pukulan Hook kearah kiri dengan tangan kanan nya. Dengan satu pukulan dari Bruno Naga itu terpental beberapa meter ke arah Kiri.


Aku turun ketanah di samping Bruno. Javelin, Catherine dan Siegurd mendekati Bruno.


Tubuh Bruno kembali seperti semula.


Aku melihat ke arah Naga. "Apakah Naga itu mati?"


Bruno menggeleng. "Nanti dia akan bangun lagi. Ayo kita cepat ke istana itu sebelum Naga itu bangun lagi dan Wyvern Respown"


Kami berlari lagi. Ke puncak gunung.


"Tapi kenapa kita tidak membunuh nya Bruno?" Tanya Javelin.


"Kita harus menghemat MP dan HP kita, Naga itu adalah Mini Bos. Bukan Bos asli, kalau kita menghabisi MP dan HP kita di sini, kita akan kesusahan saat melawan Bos nanti." Jawab Bruno.


"Aku setuju dengan Bruno!" Jawab Catherine.


"Kalau begitu kita percepat langkah kita."


Semua mengangguk mendengar saran dari ku. Kami pun mempercepat langkah kami hingga kami sampai di puncak gunung.