
"Jadi begitu ya...."
Kataku memberi komentar setelah mendengar penjelasan kenapa bisa energi sihir ku begitu besar padahal aku tidak memiliki Class Mage, dan juga penjelasan kenapa bisa tubuh ku sangat lemah. Itu semua karena aku adalah....
"Player...."
Itu benar.
Aku adalah Player.
Kata-kata yang sangat asing di telinga ku, tetapi entah mengapa begitu akrab. Ada perasaan Nostalgia saat aku mendengar kata-kata itu. Dan juga, aku merasa seperti melupakan sesuatu yang sangat penting... Sesuatu yang benar-benar penting... Hanya saja aku tidak bisa mengingat sesuatu itu.
"Uuugh!"
Saat aku berusaha mengingat sesuatu itu, kepala ku di serang dengan rasa sakit yang begitu hebat. Seakan-akan aku tidak di izinkan untuk mengingat sesuatu itu... Tapi mengapa?
Mengapa aku bisa sampai melupakan sesuatu yang begitu penting itu?
Mengapa aku tidak boleh mengingat sesuatu yang begitu penting itu?
Apakah sesuatu yang buruk akan terjadi jika aku mengingat sesuatu yang begitu penting itu?
Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan, membuat kepala ku menjadi tambah sakit hingga aku berhenti berpikir.
"Jangan di paksa Mira," Kata Gloria memperingatkan ku. "Jika waktu nya tiba, kau akan mengingat semua nya. Dan jika kau sudah mengingat semua nya, kau harus menyelesaikan Quest yang sudah di berikan padamu."
"Hah? Quest? Apa maksud mu?"
"...."
"Kak Mira kita membawa daun tujuh warna dan air mata Behemot!"
Gloria tidak menjawab pertanyaan ku, dia hanya diam menutup rapat mulut nya. Kemudian selang beberapa detik kemudian, Jack dan Arisa muncul. Mereka pasti menggunakan sihir (Teleportation), karena itu mereka bisa muncul secara tiba-tiba.
"(Creation)"
Saat sosok Arisa dan Jack muncul, Gloria mengucapkan mantra sihir penciptaan. Sesaat dia mengucap mantra, sebuah gentong besar muncul dari udara kosong, gentong itu cukup besar untuk di masuki anak kecil. Dengan menggunakan sihir (Telekinesis) dia mengangkat gentong itu ke atas lingkaran sihir, setelah itu ia berbalik, menghadap ke arah Arisa dan Jack.
"Taruh bahan yang kalian dapatkan ke dalam sini." Kata Gloria menyuruh Jack dan Arisa.
Arisa dan Jack mengangguk, berjalan mendekati gentong besar dan memasukkan bahan yang mereka dapatkan, seperti yang Gloria perintahkan kepada mereka.
"Sekarang hanya tinggal Natasha dan Amanda."
Sesaat setelah Gloria mengatakan hal itu, dua sosok bayangan melesat dari bawah gunung. Tidak perlu di pertanyakan lagi. Dua bayangan itu adalah Amanda dan Natasha.
Mereka terbang dari bawah gunung untuk mencapai ke puncak. Dengan sedikit mengepakkan sayap, mereka mendarat dengan mulus.
"Kami sudah mendapatkan Sisik Dragon King dan sepuluh helai rambut Ras Giant." Lapor Natasha sesaat setelah ia mendarat.
"Taruh di dalam sini!" Suruh Gloria sambil menunjuk ke dalam Gentong. Seperti yang di lakukan Arisa dan Jack, Natasha dan Amanda mengikuti perintah Gloria, menaruh bahan yang mereka dapatkan ke dalam Gentong. Dan tidak lupa memasukkan bahan terakhir, yaitu kuku Ras Vampir. Natasha dengan santai menggunakan gigi taring nya untuk menarik kuku jari nya hingga terlepas, setelah terlepas dia pun memasukkan kuku nya ke dalam gentong. Dengan kemampuan alami Ras Vampir yaitu regenerasi, kuku Natasha yang terlepas dalam sekejap muncul kembali.
"Persiapan untuk Ritual selesai. Sekarang kita mulai Ritual nya... Mira sekarang lepaskan pakaian mu!"
........... "Hah?"
\*\*\*
"Mira sekarang lepaskan pakaian mu!"
"....... Hah?"
Di saat Gloria menyuruh Mira untuk melepaskan pakaian nya, semua orang diam. Seakan-akan waktu telah berhenti.
Hingga akhir nya, Mira menjawab dengan wajah bodoh, dia tidak mengerti apa yang di katakan Gloria, membuat nya tidak tahu bagaimana harus merespon.
"Water Ball!"
Gloria mengabaikan kebingungan semua orang, dia membuat bola air besar dan memasukkan bola air itu ke dalam gentong, membuat gentong menjadi penuh dengan air.
"Kau akan berendam di dalam sini karena itu aku menyuruh mu melepaskan pakaian mu!" Kata Gloria memberitahu Mira. "Heat!" Tanpa menunggu Mira menjawab, Gloria menyentuh gentong yang berisi air dan bahan-bahan untuk ritual, kemudian ia mengucapkan mantra lain.
"Kau ingin merebus ku!?" Mira berteriak saat melihat Gloria mengucapkan mantra. Seperti nama nya, (Heat) adalah mantra untuk memanaskan, mantra ini bisa memanaskan apa saja yang di sentuh oleh perapal. Mantra yang sangat berguna untuk memanaskan air yang ada di dalam gentong.
"Tentu saja tidak. Aku hanya memanaskan hingga suhu yang relatif aman, jika kau berendam di air dingin dan di tengah malam seperti ini, di tambah di atas gunung yang tinggi ini, apa yang akan terjadi pada mu nanti nya?"
Mira mengangguk dengan alasan logis yang di berikan Gloria dengan santai Mira melepaskan kancing baju nya. Di saat Mira melakukan hal itu, Natasha berteriak menghentikan Mira.
"Stooop!"
Mira melihat ke arah Natasha, wajah Mira terlihat kebingungan, tanpa harus membuka mulut nya, dari ekspresi wajah nya sudah ketahuan kalau Mira bertanya pada Natasha "Mengapa kau berteriak?" itulah pertanyaan yang tergambar dari ekspresi wajah Mira.
Natasha hanya diam, dia mengalihkan pandangan nya ke Jack. Arisa, tidak bukan hanya Arisa, Mira, Amanda dan Gloria juga ikut mengalihkan pandangan nya ke Jack.
Jack yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian, akhir nya menyadari kenapa Natasha menghentikan Mira.
"Baiklah. Aku tidak akan melihat." Kata Jack sambil berbalik, membelakangi Mira. "Lagipula aku tidak akan nafsuan melihat tubuh anak kecil!" Gumam Jack dengan suara yang hanya bisa dia dengar. Dia takut untuk mengatakan itu dengan keras, karena itu ia hanya bisa mengatakan dengan suara pelan.
"Cursed Blood Control!"
Natasha tanpa alasan yang jelas melukai telapak tangan kanan nya dengan kuku jari telunjuk tangan kiri nya, darah langsung keluar dari telapak tangan nya, saat darah menetes, dia mengucapkan mantra (Cursed Blood Control). Arisa, Amanda dan Jack kebingungan dengan Natasha yang tiba-tiba mengeluarkan (Cursed Blood Control) nya, mereka pun mengeluarkan "Eh?" secara bersamaan sebagai respon kebingungan mereka.
Natasha mengabaikan mereka, dengan (Cursed Blood Control) nya dia menciptakan dua pasang pisau.
Melihat Natasha memegang dua pisau di masing-masing tangan nya membuat Jack mengeluarkan keringat dingin, dia memiliki firasat buruk. Firasat buruk Jack benar ada nya.
Natasha dengan kecepatan tinggi, bergerak ke depan Jack, dengan santai ia kemudian menusuk kedua mata Jack dengan pisau.
"AAAAAAAAAAAAKH!!!!!! MATA KU!!!!!!! AAAAAAAAAKH!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAKH!!!!!"
Darah keluar sangat banyak dari kedua mata nya. Jack berteriak sangat keras, malam sepi di isi dengan teriakan kesakitan. Tetapi, Jack lupa. Dia lupa kalau sekarang dia berada di puncak gunung tertinggi, yang di mana udara sangat tipis di sini, yang mengharuskan semua orang meminimalisir pernafasan. Dengan berteriak sangat keras, membuat udara yang di hirup keluar sangat banyak itu sangat berbahaya di tempat di mana udara sangat tipis seperti di atas gunung ini.
Karena kekurangan udara, akibat berteriak sangat keras, Jack pun akhir pingsan.
"Kalau dia bangun, dia tidak akan bisa melihat. Sekarang aman Mira. Kau bisa melepaskan pakaian mu." Kata Gloria dengan acuh tak acuh saat melihat Jack pingsan.
Yang merasa kasihan pada Jack hanya dua orang. Yaitu, saudara Jack, Arisa dan Amanda yang melihat Jack dengan tatapan sedih.
"Kejam....." Gumam Amanda.
Semua orang yang hadir kemudian melihat Mira yang saat ini melepaskan pakaian nya. Bulan yang selama beberapa saat yang lalu di tutupi awan, mulai menampakkan diri nya. Cahaya nya datang tepat saat Mira sudah melepaskan semua pakaian nya, membuat seluruh tubuh nya yang tidak tertutupi sehelai kain pun menjadi nampak jelas. Angin sepoi-sepoi kemudian berhembus membuat rambut Mira berkibar mengikuti arah angin, membuat tubuh telanjang nya makin nampak jelas.
Amanda, Arisa dan Natasha yang memiiliki jenis kelamin yang sama dengan Mira tergoda dengan kecantikan Mira yang saat ini sedang berdiri tanpa sehelai kain sambil di terangi cahaya bulan.
"Untunglah Jack pingsan!" Kata Amanda, Arisa dan Natasha di dalam kepala mereka secara bersamaan. Mereka sangat bersyukur Jack pingsan sekarang, jika dia melihat pemandangan ini, entah apa yang akan dia lakukan.
Rambut perak nya berkibar tertiup angin, walaupun memiliki tubuh seusia anak berumur sepuluh tahun, dia memiliki kurva di beberapa bagian yang tumbuh lebih cepat dari anak-anak berumur sepuluh tahun lain nya. Di tambah kulit nya yang putih porselen. Mira betul-betul gadis yang sangat cantik, hingga bisa membuat gadis sesama jenis nya tergoda melihat kecantikan nya.
"Mira nikahi akuuuuu!"
Ternyata bukan hanya gadis sesama jenis nya saja yang tergoda. Tongkat sihir yang sekarang dalam bentuk Humanoid juga tergoda akan kecantikan nya. Gloria yang terus melihat Mira tiba-tiba memeluk nya dan mengatakan hal yang sangat gila.
Mira kemudian mendorong nya menjauh dengan wajah kesal. "Menjauh!" Kata nya dengan kesal. "Cepat mulai ritual nya!!!" Perintah Mira.
Atas perintah dari Mira, Gloria pun melepaskan pelukan nya, dan memulai ritual perubahan Class.
\*\*\*
Mira berendam di dalam gentong yang berisi air dan bahan untuk ritual di dalam nya. Seperti yang di katakan Gloria, air di dalam gentong tidak panas hingga membahayakan tubuh. Malahan tingkat kepanasan nya membuat tubuh Mira merasa nyaman. Rasanya seperti berendam di kolam air panas. Itulah yang dirasakan Mira saat ini.
Sementara Mira berendam, Gloria berdiri di tepi lingkaran sihir. Dia memejamkan mata, mulut nya bergerak -gerak membacakan mantra dengan suara pelan. Di saat bersamaan dengan Gloria membaca mantra, lingkaran sihir ritual bercahaya terang.
Selama satu menit, Gloria terus membaca mantra, dan cahaya lingkaran sihir semakin terang.
Beberapa detik kemudian.....
"Wooosh!!!"
Lingkaran sihir berubah menjadi pilar cahaya, cahaya itu menembus gelap nya langit malam, membuat malam yang gelap gulita menjadi terang benderang seperti di siang hari. Kemudian.....
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAKH!!!!!!"
Suara teriakan Mira terdengar dari dalam pilar cahaya. Teriakan itu sangat nyaring, dan bukan hanya teriakan biasa. Itu teriakan kesakitan! Kedengaran nya Mira sangat tersiksa! Itu semua tergambar jelas dari suara teriakan nya. Natasha dan Arisa yang mendengar teriakan itu, menjadi pucat. Mereka dengan panik mendekati pilar cahaya sambil memanggil nama Mira.
Gloria, yang melihat Natasha dan Arisa yang berlari mendekati pilar cahaya, langsung bergegas menghentikan mereka.
"Berhenti!! Jika kalian masuk ke dalam pilar cahaya itu, semua usaha kita sampai sekarang akan sia-sia! Ritual nya akan gagal!" Kata Gloria dengan nada tinggi.
"Kau tidak mendengar teriakan itu!?" Balas Arisa dengan nada tinggi, di penuhi dengan amarah.
"Mira dalam bahaya!" Sambung Natasha, wajah nya pucat, dan ekspresi nya penuh dengan kekhawatiran.
"Walaupun begitu... Aku tidak akan membiarkan kalian membatalkan ritual nya!"
"Amanda! Cepat selamatkan Mira!" Natasha menengok kebelakang, di mana tempat Amanda berdiri, dengan suara yang lantang Natasha menyuruh Amanda.
"Eh!? Uuuh...." Karena dia di suruh dengan tiba-tiba, Amanda kebingungan. Dia bingung, harus menyelamatkan Mira atau harus tetap melanjutkan ritual nya. Apa yang harus ku lakukan...? Pikir nya dengan bingung.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKH!!!"
Suara teriakan Mira makin nyaring, kedengaran nya dia makin kesakitan. Dengan begitu, Amanda yakin apa yang harus dia lakukan. Dia harus menyelamatkan Mira! Dia tidak tahan mendengar teriakan kesakitan Mira!
Amanda pun mengambil ancang-ancang untuk berlari mendekati pilar cahaya. Gloria juga ikut bersiap-siap untuk menghentikan Amanda.
Tapi sebelum Amanda berlari, Pilar cahaya menghilang.
Gentong berisi air dan bahan untuk ritual ada di sana, tepat di tengah lingkaran sihir. Tetapi... Mira tidak ada di sana! Mira yang seharus nya berendam di dalam genting tidak ada! Dia menghilang!
Natasha, Arisa, Amanda terdiam. Mereka melihat ke arah gentong dengan wajah mereka pucat pasi, dan di penuhi dengan ketakutan. Mereka seperti melihat sesuatu yang sangat amat menyeramkan.
"Ti-Tidak mungkin...." Gumam Natasha dengan suara gemetar.
"Ka-Kak... Mira..." Arisa tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Dia tidak percaya kalau Mira menghilang, karena itu dia memanggil nama nya, walaupun suara yang di keluarkan sangat pelan seperti sedang berbisik.
Semua orang kemudian menatap ke arah Gloria dengan ekspresi di penuhi dengan amarah.
"Apa yang kau lakukan kepada Mira!?" Natasha bertanya dengan di penuhi dengan amarah, dia mendekati Gloria, menarik kerah baju nya, lalu menatap nya dengan tatapan dengan penuh kebencian dan haus darah.
"....."
Tetapi... Gloria sepenuh nya mengabaikan Natasha. Dia tidak menjawab pertanyaan nya. Dia hanya terdiam menatap ke tempat Mira berada sebelum nya.
"Akan ku bunuh kau!" Ancam Natasha, sambil bersiap-siap mengeluarkan (Cursed Blood Control) nya.
"Booom!"
Sebelum Natasha mengeluarkan (Cursed Blood Control) nya, suara ledakan terdengar, itu tepat berada di tempat Mira menghilang. Karena ledakan itu, semua orang menengok sekali lagi ke tempar Mira menghilang. Sebuah pilar cahaya muncul sekali lagi, tetapi ukuran nya lebih kecil dari sebelum nya.
Pilar cahaya itu, hanya berlangsung selama beberapa detik. Saat pilar cahaya itu menghilang, sesosok gadis muncul, dia melayang beberapa centimeter dari atas tanah. Dia memiliki rambut perak, dan memiliki wujud seperti anak kecil berumur sepuluh tahun. Tidak usah di pertanyakan lagi, gadis itu adalah Mira!
Tubuh Mira yang melayang tidak bisa melawan gaya gravitasi, segera ia pun jatuh. Tetapi sebelum menyentuh tanah, Natasha dengan sigap menangkap tubuh nya.
"....Apakah ritual nya berhasil?" Tanya Arisa.
"Kalau itu tunggu sampai dia bangun." Jawab Gloria.
Dengan begitu ritual selesai. Tetapi...
Mira tidak sadarkan diri setelah itu.
Dia sadar dua hari kemudian, yang berarti hari yang sama saat pasukan Demon Lord memulai invasi mereka.
Author's Note:
Maaf lama nggak update. Belum dapat mood buat nulis. Jadi maaf kalo ada salah ketik atau salah kata. Jika kalian menemukan kesalahan ketik atau salah kata, silahkan lapor di kolom komentar. Segera akan saya perbaiki!
Terima Kasih!