
Markas pusat pasukan Demon yang berupa sebuah Mansion mewah, terdapat ruangan khusus untuk para 'Player' yang mengendalikan pasukan Demon di balik layar. Pada malam hari setelah hari kedua Invasi, para 'Player' itu sedang menunggu seseorang, sambil minum teh dan makan manisan.
Selama beberapa jam mereka habiskan untuk melakukan itu, akhir nya orang yang mereka tunggu pun muncul bersamaan dengan sebuah pilar cahaya, pilar cahaya itu merupakan efek dari sihir (Teleportation).
Orang yang di tunggu para 'Player' itu adalah seorang Demi Human kucing perak berjenis kelamin perempuan, identitas dari Demi Human itu adalah Putri kerajaan Animalia, Catulus.
"Aku akan langsung ke inti masalah," Kata Catulus sesaat ia muncul di ruangan. Ia berjalan cepat ke kursi kosong yang sudah di sediakan oleh para 'Player' dan duduk di sana. "Mira sudah tahu kalau aku yang mengendalikan bola aneh, sembilan puluh sembilan persen aku yakin akan hal ini." Sambung Catulus sesaat ia duduk di kursi.
Mendengar perkataan Catulus kalau Mira sudah mengetahui Catuluslah yang mengendalikan bola aneh, membuat para 'Player' yang terdiri atas tiga orang yaitu Javelin, Siegurd dan Bruno memucat. Tidak, lebih tepat nya dua di antara mereka memucat, sedangkan yang satu nya hanya memasang wajah datar.
Javelin dan Siegurd memucat, sedangkan Bruno hanya memasang wajah datar, seakan-akan dia mengharapkan hal ini terjadi.
"Bagaimana bisa ketahuan!? Bagaimana dengan item penyembunyi energi sihir yang kami berikan pada mu!?" Tidak percaya akan perkataan Catulus, Siegurd berdiri dari tempat duduk nya, tangan nya memukul meja lalu ia meneriaki Catulus.
"Item itu tidak bekerja, energi sihir ku berhasil terdeteksi oleh salah satu bawahan Mira, dan (Doppleganger) ku juga ketahuan oleh bawahan Mira lain nya." Jawab Catulus sambil menundukkan kepala nya.
"Aaaakh.... Dasar tidak berguna!" Teriak Siegurd.
"Seharus nya aku yang berkata seperti itu, jika item buatan kalian berhasil menyembunyikan energi sihir ku, aku pasti tidak akan ketahuan." mendengar perkataan Siegurd membuat Catulus kesal, ia pun mengomentari hasil pekerjaan Siegurd yang membuat item penyembunyi sihir untuk nya yang sama sekali tidak berguna saat di pakai.
"Apa kau bilang!? Kau pikir mudah menyiptakan Rare Item seperti itu!? Dan juga jika energi sihir mu bisa terdeteksi, bukankah itu salah mu yang tidak bisa mengendalikan energi sihir mu yang terlalu besar. Dan juga, coba saja (Doppleganger) mu tidak ketahuan pasti kecurigaan Mira tidak akan di tujukan pada mu." Jawab Siegurd dengan cemberut.
"Kali ini kau menyalahkan ku!? Sudah jelas ini salah kalian yang tidak becus membuat item itu kan!?" Catulus membalas Siegurd dengan nada tinggi.
"Tidak. Ini murni kesalahan mu! Coba saja kau memaksimalkan Skill (Doppleganger) pasti tiruan mu tidak akan ketahuan!"
Perdebatan Siegurd dan Catulus terus berlanjut hingga tahap mereka bersiap-siap ingin bentrok. Ruangan langsung di penuhi dengan udara tegang, energi sihir yang sangat besar keluar dari tubuh mereka berdua... Hingga akhir nya-
"Hentikan kalian berdua! Kita semua salah di sini!" Javelin angkat bicara, menghentikan perbedatan kedua teman nya.
"Cih!" Siegurd dan Catulus mendecakkan lidah mereka, menyandarkan diri di sandaran kursi, untuk menenangkan diri.
"Haaah...." Javelin mengehela nafas melihat kedua teman nya yang sudah tenang.
"Clang!" Di tengah ketegangan itu, ada seorang yang masih santai nya minum teh, orang itu meneguk tetes terakhir dari teh nya, sebelum akhir ia menaruh teh nya di piring kecil yang ada di atas meja sehingga menyebabkan bunyi denting kecil.
Saat mendengar bunyi itu, mata semua orang tertuju pada satu orang lagi yang ada di ruangan itu, dia adalah Bruno. Orang yang menyusun strategi pasukan Demon hingga menyebabkan pasukan aliansi kalah pada hari invasi kedua ini.
Setelah meneriaki Bruno dengan seluruh kemampuan mereka. Catulus, Siegurd dan Javelin terengah-engah. Melihat ketiga kawan nya yang seperti itu, Bruno menyuruh mereka duduk kembali dan menjelaskan alasan kenapa dia sama sekali tidak panik akan situasi yang mereka hadapi.
"Baiklah... Sebenarnya ada rencana yang tidak aku ungkapkan kepada kalian semua, aku menunggu saat seperti ini untuk mengungkapkan rencana ku pada kalian bertiga." Kata Bruno dengan percaya diri. Dengan senyum penuh kemenangan Bruno menjelaskan rencana nya yang sudah ia susun sejak lama.
"...Aku tidak tahu kau bisa memikirkan sampai sejauh itu Bruno..." Kata Catulus, tercengang setelah ia mendengar detail rencana Bruno.
"Kau pikir sudah berapa lama aku menyusun rencana ini? Tentu saja aku menyiapkan tindakan pencegahan jika rencana yang sudah ku rencanakan tidak berhasil." Balas Bruno atas komentar Catulus, ia menyandarkan diri di sandaran kursi nya dengan gaya yang sangat sombong.
"Jika kau sudah memikirkan sampai sejauh itu, seharus nya kau beritahu kami." Siegurd dengan sedikit kesal memberitahu Bruno isi hati nya.
"Jika aku memberitahu kalian, semua rencana ini akan gagal. Lagipula ada pepatah: Jika kalian ingin menipu lawan, kalian harus bisa menipu kawan kalian sendiri."
"Yah... Terserah apa kata mu Bruno," Jawab Siegurd setelah mendengar kata-kata Bruno. "Jadi kapan Catherine harus melakukan hal itu?" Siegurd bertanya kepada Bruno, melihat kepada Catulus. Ia memanggil Catulus dengan nama nya yang lain, yaitu Catherine.
"Besok... Catherine akan melakukan hal itu pada esok hari. Dan untuk Seigurd dan Javelin, kalian harus menyiapkan apa yang di perlukan untuk rencana kita besok."
"Baik!" Jawab Siegurd dan Javelin dengan penuh semangat.
Mendengar jawaban penuh semangat dari kedua teman nya, Bruno tersenyum lebar. "Besok pertempuran yang mengguncang dunia akan terjadi.... Fufufufufufufufufufu...... Ahahahahahahahahahahahahahahahahahaha..... Ohok, ohok, ohok, ohok, ohok..." Karena terlalu senang Bruno tertawa terbahak-bahak hingga menyebabkan tenggorokan nya sakit, alhasil ia pun terbatuk-batuk menyebabkan tawa jahat nya terhenti.
\*\*\*
Ke esokan hari nya.
Saat pertempuran antara pasukan aliansi dengan pasukan Demon Lord sampai ke tahap puncak, tiba-tiba dunia berguncang hebat, menyebabkan pertempuran terhenti.
---------------------------------------------------------
Author's Note.
Jika ada kesalahan kata atau kesalahan ketik, silahkan lapor di kolom komentar.
Dan juga, tanggal 24 Mei 2021 nanti, saya akan mengadakan ujian untuk masuk kuliah, doakan saya lulus teman-teman. Terima kasih telah mendukung saya selama hampir dua tahun cerita ini berjalan. Tanpa kalian saya tidak bisa apa-apa, sekali lagi Terima kasih semua nya.