
Jack dan Natasha berlari maju, menghadapi robot Mecha yang berdiri tegak di pintu masuk lembah. Jack menghunuskan pedang nya, bersama dengan Natasha yang juga ikut menghunuskan pedang nya yang ada di tangan kanan nya, tangan kiri nya memegang perisai dengan erat, bersiap-siap menerima serangan yang mungkin saja akan di luncurkan oleh robot Mecha.
Saat berlari di samping Natasha, mata Jack tidak tertuju ke arah robot, mata nya tertuju ke pedang dan perisai yang di pegang oleh Natasha. 'Dari mana dia mendapatkan itu?' Pikir Jack. Ia pun tanpa ragu menanyakan hal itu pada Natasha.
"Saat pandangan kalian teralihkan oleh serangan raksasa besi itu, aku mengambil kesempatan mengeluarkan pedang dan perisai dari Blood Box ku... Lupakan hal itu, Jack aku ingin kau menerbangkan raksasa itu sekitar 100 meter ke udara." Natasha menjawab Jack, kemudian ia memberikan instruksi pada Jack.
"Ba-Baiklah... Tapi apa yang kak Natasha rencanakan?"
"Kau akan segera tahu."
Percakapan mereka terhenti, jarak mereka pun sudah dekat dengan robot Mecha raksasa. Saat di depan robot mecha, Jack mengikuti perintah Natasha. Dengan segenap kekuatan, Jack menendang robot Mecha hingga robot terbang jauh ke udara.
Sesaat robot terbang ke udara, Natasha melompat hingga tinggi nya sejajar dengan robot Mecha. Saat di udara, Natasha menendang robot Mecha ke arah timur, 250 meter di sisi kiri pasukan aliansi. Dengan jarak segitu, pertarungan antara robot mecha melawan Natasha dan Jack tidak akan mengganggu pasukan aliansi dan pasukan Demon yang sedang bersiap-siap hendak memulai pertempuran.
Karena tidak ada yang memperhatikan, Natasha menumbuhkan sayap kelelawar di punggung nya, lalu terbang ke arah robot Mecha mendarat. Sesaat ia mendarat, Jack datang berdiri di samping Natasha, bersiap-siap menghadapi robot mecha yang berusaha untuk bangkit.
Sebelum robot bangkit, Natasha berlari ke arah robot terlebih dahulu, mengayunkan pedang nya ke leher robot mecha. Sebelum tebasan Natasha sampai ke leher robot, robot mecha melepaskan kepala nya dari tubuh nya.
Karena kepala nya yang tiba-tiba lepas, kepala itu melesat langsung ke arah Natasha, karena jarak Natasha dan robot sangat dekat di tambah kecepatan kepala saat melesat, membuat Natasha tidak sempat menghindar. Dia tertabrak langsung oleh kepala robot, membuat nya terpental ke tempat semula ia berdiri.
Saat Natasha mendarat di tanah tepat di samping Jack, kepala robot sudah kembali menyatu ke tubuh nya. Jack yang melihat Natasha terpental, dengan panik mendekati Natasha. "Kak Natasha tidak apa-apa?" Tanya nya dengan khawatir.
"Y-Ya... Aku tidak apa-apa... Lupakan tentang ku... Apa-apaan mahluk itu, bagaimana bisa dia melepas dan memasang kembali kepala nya seperti itu bukan apa-apa!"
Sekuat apapun mahluk hidup, jika kepala nya di penggal mereka akan mati. Ini adalah pengetahuan umum di semua dunia yang ada. Walaupun begitu ada pengecualian untuk suatu Ras. Ras ini masih dapat hidup jika kepala nya di penggal, hanya saja untuk menyambungkan kembali kepala ke tubuh memerlukan waktu satu menit. Jika ingin betul-betul membunuh Ras ini, seseorang harus memenggal kepala nya setelah itu sebelum kepala nya menyatu kembali kepala itu harus di hancurkan atau menusuk jantung nya secara langsung. Ras ini adalah Ras Vampir. Atas alasan ini jugalah Ras Vampir hampir tidak terkalahkan, membuat mereka di juluki Ras terkuat.
Natasha mengetahui fakta ini, membuat nya terkejut. Lawan nya adalah mahluk asing, hanya saja jika di lihat dari tubuh nya mahluk ini mungkin saja adalah Ras Giant. Tetapi Ras Giant tidak bisa melepas dan menyambungkan kembali kepala nya dengan mudah, terlebih lagi Ras Giant tidak bisa menembakkan laser dari mata nya. Natasha tidak tahu kalau yang di lawan nya itu bukanlah mahluk hidup, ia tidak tahu fakta kalau yang di lawan nya itu hanyalah boneka mekanik yang di kendalikan oleh mesin yang bernama Robot.
Saat Natasha memutar otak nya menebak mahluk apa yang di lawan nya, tiba-tiba ia teringat kata-kata Mira saat pertama kali melihat mahluk itu. 'Kenapa bisa ada robot Mecha Gu*dam ada di sini?' Natasha tidak tahu maksud dari kata-kata Mira itu, tetapi yang pasti ia mengingat kalau Mira tidak pernah mengatakan 'mahluk itu' saat melihat robot yang di lawan Natasha, ia mengatakan 'Benda itu'. Dengan ingatan itu sebagai dasar, Natasha menarik kesimpulan kalau yang di lawan nya bukanlah mahluk hidup, melainkan benda yang di ciptakan oleh seseorang.
'Siapapun yang menciptakan benda ini, dia pasti orang yang sangat berbahaya.' melihat robot Mecha akhir nya Natasha mendapatkan penjelasan atas perkataan Mira kalau ada seseorang yang sangat kuat mengincar nyawa nya.
Dengan tekad kuat untuk melindungi Mira, Natasha bangkit, melawan robot Mecha...
Walaupun begitu, sekuat apapun tekad Natasha, pada akhir nya ia gagal melindungi Mira... Selama beberapa menit ia terlalu fokus bertarung melawan robot Mecha sehingga ia tidak sadar kalau masih ada robot mecha lain nya yang mengincar Mira. Di tengah pertarungan nya melawan robot Mecha, Natasha dan Jack terkejut saat mereka tiba-tiba merasakan energi sihir Mira menghilang secara tiba-tiba.
\*\*\*
Dengan sihir pengeras suara, aku memerintahkan para prajurit pasukan aliansi menghadapi pasukan Demon.
Memdengar perintah ku, para prajurit mengangkat pedang mereka, berlari maju ke arah pasukan Demon. Para Demon juga ikut merespon, mereka berlari maju ke pasukan aliansi.
Perang pun akhir nya pecah!
Dengan mata emas ku yang memiliki kemampuan (Clairvoyance) aku dapat memhetahui setiap sisi di situasi kacau saat peperangan ini pecah.
Pasukan penyihir yang memiliki daya serang paling kuat di antara pasukan, berhasil memukul mundur pasukan Demon yang terus berlari ke arah mereka. Pasukan tombak juga berhasil melawan para Demon yang tubuh mereka lebih besar dari pada Human. Pasukan ksatria yang di pimpin oleh ayah, berhasil maju menerobos pasukan Demon, saat ini ayah, Raja Albert dan Joshua sedang menghadapi Glacies dan Hielo.
Di tengah huru hara perang, aku hanya berdiam diri di tempat. Entah kenapa, saat aku menemui Demon, mereka menghindari ku, mencari lawan lain. Atas alasan itulah aku tidak perlu capek-capek melawan para Demon. Tugas ku hanya memberi perintah pasukan aliansi. Bukan nya aku sombong, karena perintah ku pasukan aliansi saat ini mampu setara melawan para Demon yang tubuh nya lebih besar dan lebih kuat dari Human.
Jika prediksi ku benar. Jika kita mampu membunuh Hielo dan Glacies, para Demon akan mundur atas kemauan mereka sendiri. Karena itulah aku memutuskan untuk membantu para raja kerajaan besar melawan Glacies dan Hielo... Di saat aku mengaktifkan sihir ku, aku tiba-tiba merasakan sesuatu mendekat dari atas langit, aku merasakan bahaya!
Aku mengarahkan pandangan ku langit, dan aku melihat suatu benda yang terbuat dari baja mendekati ku, di saat itu jugalah aku merasakan energi sihir asing mengelilingi diri ku, kemudian aku merasa seperti tenggelam ke dalam lautan. Aku melihat ke bawah, ke arah kaki ku. Di bawah kakiku ada lingkaran sihir, di tengah lingkaran sihir ada ruang hitam yang tidak ada ujung nya. Di atas ruang hitam itulah aku berdiri, ruang hitam ini seperti menarik ku kedalam nya, karena itulah aku merasakan seperti tenggelam ke dalam lautan dalam.
Aku terus tertarik ke dalam ruang hitam, di saat tubuh ku tertarik sepenuh nya kedalam ruang hitam, aku merasa seperti melayang, kemudian aku merasa seperti jatuh dari ketinggian.
"Aw!"
Aku akhir nya jatuh terduduk di tanah, aku melihat sekeliling, saat ini aku bukan berada di tengah-tengah peperangan, tapi di tanah asing, hanya ada pasir dan batu kapur sejauh mata memandang. Aku bangkit, berdiri dengan kedua kaki ku, kemudian menganalisis situasi yang saat ini sedang terjadi pada ku.