From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 233 Ibu kota kerajaan Animalia



"Haaah... Aku lelah..."


Aku menjatuhkan diri di kasur, kemudian menghela nafas sebelum menggumamkan keluhan ku.


Aku saat ini berada di kamar tamu, kerajaan Animalia. Tidak ada siapapun di sini, hanya aku sendiri. Pesta berjalan dengan lancar, tanpa masalah. Karena semua pemimpin dari setiap kerajaan Benua Silia memiliki masalah mendadak yang harus di diskusikan dengan Ratu Animalia dan Raja Dwarvania, kami akan pulang esok hari.


"Serangan yang akan datang... Jadwal berubah secara tiba-tiba... Dan masalah mendadak yang harus di diskusikan..." Gumam ku.


...Ada sesuatu yang tidak beres terjadi di sini. Pertama serangan mendadak yang di sebutkan Putri Catulus. Jadwal kepulangan kami yang tiba-tiba berubah. Dan tiba-tiba semua pemimpin negara melakukan pertemuan mendadak. Itu semua terjadi satu persatu, seperti semua sudah di rencakan. Aku tahu itu, karena aku sering merencakan rencana licik dan rumit.


Aku kemudian memutar otak ku sedikit dan mulai mengerti sesuatu.


Pertama-tama. Mungkin Benua Yuro saat ini ingin di serang oleh seseorang atau sesuatu, yang membuat mereka harus meminta bantuan kepada Kerajaan-kerajaan Benua Silia.


Selanjutnya mereka mengadakan pernikahan ini untuk membuat kontak dengan kami. Dan rencana itu berhasil, sekarang kami sudah hadir di sini, dan pertemuan antar pemimpin negara di lakukan... Tetapi. Mengapa harus mengadakan acara pernikahan? Jika ingin membuat kontak dengan salah satu pemimpin negara, kedua kerajaan Benua Yuro hanya harus mengirim surat ajakan resmi. Itu lebih efektif dari pada mengadakan acara pernikahan... Kecuali. Jika mereka sebenarnya bukan ingin membuat kontak dengan pemimpin negara, tetapi dengan orang lain yang menjadi Royalty suatu kerajaan. Maka mengadakan acara pernikahan ini adalah langkah yang tepat... Tapi kepada siapa mereka ingin membuat kontak?


... Satu jawaban yang muncul di otak ku saat ini adalah...


"Mereka ingin membuat kontak dengan ku...?"


"...."


Aku terdiam sejenak, sebelum akhir nya tersenyum masam... Seperti nya aku terlalu berpikir berlebihan. Tidak mungkin mereka mengadakan acara pernikahan ini hanya untuk membuat kontak dengan ku... "Mm! Itu tidak mungkin! Aku terlalu berpikir berlebihan."


Aku mengangguk meyakinkan diri ku sendiri, dan segera tidur untuk menyambut hari esok.


Walaupun begitu, hati ku masih di landa rasa gelisah. Yang membuat ku susah untuk tidur. Alhasil aku tidur larut malam pada hari itu.


\*\*\*


Ke esokan hari nya, aku di bangunkan Natasha. Dia kemudian membantu ku bersiap-siap, setelah selesai barulah aku keluar pergi sarapan di ruang khusus tamu yang sudah di siapkan kerajaan Animalia.


Di ruang tamu itu, sudah ada keluarga kerajaan dari seluruh Benua Silia dan Benua Yuro. Kami semua duduk di meja makan terpisah, memakan, makanan khas kerajaan Animalia.


Tidak ada percakapan yang terjadi selama sarapan ini. Dan setelah semua selesai, para pemimpin negara kemudian pergi ke ruang pertemuan.


Aku pergi berkumpul dengan keluarga ku, membahas rencana selanjut nya. Kami bisa saja pergi ke kamar dan menunggu pertemuan selesai. Tetapi itu jelas akan membosankan, dan tidak ada larangan untuk pergi keluar dari istana. Karena itulah kami memutuskan untuk pergi berkeliling kota.


Ibu kota kerajaan Animalia, Tortellini. Adalah kota yang di penuhi gedung-gedung dengan warna putih bersih. Sehingga kata 'Putih' sangat pas untuk menggambarkan kota ini.


Tetapi ada satu bagian menonjol di kota ini, tidak. Bukan hanya kota ini. Tetapi seluruh kota di kerajaan Benua Yuro. Ada satu bagian menonjol, yang membedakan dengan kota-kota yang pernah aku lihat di Benua Silia. Itu adalah kemajuan teknologi nya.


Di kota Tortellini, banyak kendaraan beroda empat, yang mirip dengan kereta kuda. Hanya saja itu tidak di tarik dengan kuda. Itu bergerak dengan mesin di dalam nya, yang di tenagai dengan energi sihir.


Bangunan-bangunan di kota ini, pada malam hari akan bersinar terang karena ada item bernama lampu neon yang akan hidup secara otomatis jika matahari terbenam, dan akan mati otomatis jika matahari terbit. Pintu-pintu di setiap toko, tidak di buka kan oleh pelayan, melainkan terbuka sendiri jika seseorang sudah berada tepat di depan pintu.


Aku, Kak Yuri, Ibu, Arisa, Natasha, dan pelayan pribadi Ibu dan Kak Yuri terpesona saat melihat pemandangan kota yang memiliki teknologi begitu maju. Itu adalah kelompok dari keluarga ku yang berniat mengelilingi kota, sedangkan yang lain nya memutuskan untuk menetap di dalam kamar tamu istana.


"Wo-Woow... Ini sangat hebat bukan..." Gumam Kak Yuri dengan mata terbelalak.


"Kau benar, Yuri. Aku tidak menyangka ada teknologi seperti ini di kerajaan Animalia... Demi Human dan Dwarf, sungguh hebat." Ibu membalas Kak Yuri dengan mata berbinar mengagumi pemandangan kota.


"Heeeh... Mereka memiliki mobil di sini..." Gumam ku saat melihat kendaraan roda empat yang mirip dengan kereta kuda.


"Eh!? Bukankah kendaraan itu nama nya mobil?"


"Bukan Mira. Itu adalah kereta sihir."


"Hmm... Kalau begitu, aku salah...?"


Apa ini...? Lagi-lagi aku mengatakan sesuatu yang tidak pernah aku dengar. Ini seakan-akan kata-kata itu sudah ada di dalam kepala ku, tetapi aku sudah melupakan nya... Pemikiran ku tiba-tiba terganggu dengan seseorang yang datang.


"Putri Yuri... Dan Ratu Carla... Putri Mira."


Kami semua melihat ke arah sumber suara itu. Di sana ada seorang pengkhianat sampah, Jack nama nya. Bahkan aku jijik untuk menyebut nama nya! Baiklah... Mulai sekarang dia adalah pengkhianat sampah... Atau mungkin pengkhianat sialan...?


Terserah. Yang penting aku tidak harus memanggil nya dengan nama.


"Jack!" Kak Yuri memanggil pengkhianat sialan dengan bahagia. Uugh... Rasanya aku ingin memukul wajah nya sekarang, tetapi itu akan menyebabkan insiden internasional, karena dia sekarang adalah bangsawan Kerajaan Eurasia. Karena itu aku memutuskan untuk pergi dari sini, dan berkeliling kota sendiri.


"Ibu, Kak Yuri. Aku akan berkelling sendiri... Natasha, Arisa. Ayo pergi!"


Mereka berdua membungkuk, kemudian aku bergegas pergi meninggalkan yang lain nya di belakang ku, Natasha dan Arisa mengikuti ku dari belakang.


Saat aku berjalan meninggalkan Ibu, dia berteriak menghentikan ku. Tetapi aku mengabaikan nya, dan terus berjalan menjauh. Saat itu, aku membuka mulut bertanya kepada Arisa dan Natasha yang mengikuti ku dari belakang.


"Dari cara dia berbicara dengan ku. Terlihat seperti dia sudah melupakan ku akibat sihir (Mind Control)."


"Bukan 'Terlihat seperti'. Dia memang melupakan Kak Mira, aku dan Natasha." Jawab Arisa.


"Kau pikir bisa membodohi ku Arisa?" Aku bertanya pada nya, sedikit mengangkat suara ku, menunjukkan aku kesal dengan dia.


"Eee... Uuh... Umm...." Arisa kemudian tidak bisa berkata-kata menanggapi jawaban ku.


"Tadi malam sewaktu pesta, mata nya terkadang melihat ke arah ku. Dan aku tahu dari sorot mata nya, itu adalah sorot mata orang yang di penuhi dengan penyesalan. Itu tanda dia belum melupakan ku."


"Kalau Kak Mira tahu dia sudah menyesal. Kenapa Kak Mira masih membenci nya?"


Aku berhenti berjalan, berbalik, menatap ke arah Arisa. Kemudian aku berbicara pada nya dengan suara di penuhi dengan rasa amarah.


"Kau serius menanyakan hal itu?"


".....Tidak. Maaf, Kak Mira." Arisa tersentak saat ku tatap, ia kemudian menundukkan kepala nya, lalu meminta maaf dengan suara pelan.


"Karena kau, suasana hati ku buruk sekarang! Kita pergi ke cafe atau tempat penjual manisan."


Aku berjalan lagi, di ikuti kedua pelayan ku. Setelah beberapa detik aku berjalan, aku melihat sebuah cafe. Aku memutuskan untuk pergi ke sana.


Saat di dalam, aku bertemu dengan seorang yang sangat terkenal di Benua Yuro ini.


"Oh? Kita bertemu lagi. Putri kerajaan Fantasia..."


Di kursi dekat dengan pintu terdapat Demi Human kucing perak duduk sambil memegang cangkir. Dia adalah putri kerajaan ini, dia berada di sini sendiri, tanpa pengawal maupun pelayan. Dia menatap ku sambil tersenyum.


"Mau bergabung dengan ku?" Tanya Putri kerajaan Animalia, Catulus.