
Dua bulan setelah rencana akhir selesai, perusahaan dagang Mirror sudah memiliki banyak cabang di benua Silia. Sekarang perusahaan dagang Mirror yang menguasai pasar benua Silia. Semua nya sesuai dengan rencana Mira.
Di ruang tahta kerajaan, Charles dan Carla sedang duduk di singgassana mereka. Semua keluarga kerajaan dan bangsawan hadir di ruang tahta.
"Semua nya seminggu lagi aku akan menjemput Mira." Kata Charles.
Yuri, Carla dan Shina menjadi senang dengan perkataan Charles, mereka tidak bisa menyembunyikan senyum bahagia di wajah mereka.
"Hal yang ingin ku bicarakan hanya itu, sekarang kalian boleh pergi." Kata Charles.
Semua orang pergi keluar ruang tahta, saat di luar ruang tahta, Yuri mengajak Shina dan Carla menuju ke kamar nya.
Saat di kamar Yuri, memanggil pelayan, saat pelayan itu datang Yuri menyuruh pelayan itu membawakan teh dan roti.
Yuri, Carla, dan Shina duduk di bangku yang berada di kamar Yuri. Beberapa menit kemudian, pelayan datang membawakan teh dan roti.
"Terima kasih." Kata Yuri.
Si pelayan menjawab dengan membungkuk kan badan.
Saat Yuri ingin memakan roti, Yuri melihat sesuatu di oleskan di atas roti.
"Apa yang kau oleskan ini?" Tanya Yuri.
"Itu selai, tuan Putri."
"Selai?"
"Iya benar, selai. Saya membeli nya di toko Mirror yang baru di buka di Fantasia. Rasa nya sangat enak, jadi saya fikir Tuan Putri, Selir Shina dan Yang Mulia ratu akan menyukai rasa nya." Kata Pelayan.
"Begitu ya." Jawab Yuri.
Yuri, Shina dan Carla memakan roti yang di bawakan pelayan. Saat mereka memakan nya, mereka merasakan rasa buah yang sangat cocok di padukan dengan roti. Rasa nya sangat enak hingga mereka tidak bisa menyembunyikan senyum bahagia mereka.
"Kau benar ini sangat enak. Rasanya aku ingin membeli semua selai yang di jual di toko Mirror." Kata Carla.
"Anda benar yang mulia.... Pelayan bisa kau beritahu dimana letak toko nya?" Kata Shina.
"Letak tokonya, berada di distrik bangsawan Kota Caramel. Bangunan yang paling besar dengan tulisan Mirror di atas bangunan nya." Jawab Pelayan.
"Begitu ya, sekarang kau boleh pergi." Kata Carla.
Mendengar perintah Carla, pelayan pergi dari kamar Yuri.
"Perusahaan dagang Mirror ya... Sekarang Mirror menguasai pasar benua Silia. Aku ingin tahu siapa yang memimpin nya." Kata Yuri.
"Mungkin saja Mira yang menjadi pemimpin nya." Kata Carla.
Yuri tertawa kecil. "Tidak mungkin Mira yang menjadi pemimpin nya." Kata Yuri.
"Kan ku bilang mungkin saja."
Mereka bertiga pun melanjutkan memakan Roti dan meminum teh nya.
\*\*\*
Nina, Blanc dan Lina. Sedang berada di kamar Nina. Mereka bertiga sedang minum teh sambil makan roti. Nina ingin memakan roti nya, kemudian Nina mengurungkan niat nya untuk memakan roti, karena ia melihat sesuatu di oleskan di atas roti.
"Pelayan!!" Nina berteriak.
Pelayan masuk kedalam kamar Nina. "A-ada apa tuan Putri?" Jawab pelayan dengan terbata-bata.
"Apa yang kau oleskan di roti ini?" Tanya Nina.
"I-itu selai tuan putri. Sa-saya membeli nya di toko Mirror. Saya pikir, tuan putri akan menyukai nya."
Nina melempar cangkir teh nya ke kepala pelayan. Kepala pelayan menjadi berdarah karena terkena lemparan Nina.
"Jangan kau tambahkan barang asing di makanan ku. Kalau aku keracunan bagaimana?"
"Ma-maafkan saya."
"Sudahlah aku maafkan kau, cepat ambil roti nya... Aku tidak ingin memakan nya."
Pelayan mengambil roti yang ia hidangkan di atas meja.
"Cepat pergi dari sini!!" Kata Nina.
Pelayan itu bergegas pergi dari kamar Nina.
"Dasar rakyat jelata!!" Gumam Nina dengan wajah kesal.
"Kau seperti nya kekurangan kaca disini!" Kata Blanc.
"Kau tidak tahu? Ibu mu dulunya juga rakyat jelata. Berarti kau itu keturunan rakyat jelata." Blanc tertawa terbahak-bahak.
"Sialan kau Blanc... Berani nya kau menghina ibu ku!!"
"Sabar Nina," Kata Lina. "Ini bukan saat nya bertengkar. Saat ini kita harus memikirkan bagaimana cara menyingkirkan Mira. Untuk itulah aku memanggil Blanc ke sini, aku ingin Blanc bekerja sama menyingkirkan Mira."
"maaf saja ya. Aku tidak ingin bekerja sama dengan kalian." Kata Blanc.
"Saat ini posisi mu sebagai pewaris tahta sedang terancam karena Mira sudah di perbolehkan pulang. Kau tidak sadar akan hal ini." Kata Lina.
"Tenang saja, walaupun Mira berhasil menyingkirkan Low Light. Dia itu tetap anak-anak. Apa yang bisa di lakukan anak-anak seperti dia. Menyingkirkan Low Light itu hal yang mudah, bahkan aku bisa menyingkirkan nya. Tiga kerajaan terlalu memandang tinggi Low Light. Coba kalian pikir organisasi yang menjadi masalah tiga kerajaan, bisa di hancurkan oleh seorang anak kecil. Mungkin saja organisasi Low Light ini memang dari awal sudah lemah."
"Kau benar, mungkin saja Low Light ini organisasi lemah dari awal. Karena itu anak yang tidak berbakat seperti Mira bisa menghancurkan nya. Dan juga ku dengar Mira di bantu dengan pengawal nya, mungkin saja pengawal Mira yang sebenarnya kuat." Jawab Nina.
"Ternyata kau faham Nina. Kau benar, anak kecil yang tidak berbakat seperti dia tidak perlu di khawatir kan," Kata Blanc. "Yang pasti walaupun dia pulang tidak akan ada perubahan."
\*\*\*
Tidak terasa seminggu pun berlalu, hari penjemputan Mira pun tiba.
Pada pagi hari Charles menyiapkan 50 orang prajurit untuk pergi ke kota Tiramisu. Mereka semua pergi menggunakan Cristal sihir teleportasi. Ke 50 prajurit berbaris di halaman istana sebelum berangkat ke Tiramisu.
Charles keluar dari istana, kemudian Cahrles berdiri di depan pintu masuk istana.
"Semua nya, hari ini kalian akan menjemput anak ku. Sekarang aku akan memberikan sesuatu pada kalian." Teriak Cahrles.
Sebuah Cristal sihir besar di bawa oleh 5 orang prajurit. Kelima orang prajurit itu memberikan Cristal itu kepada prajurit yang sedang berbaris di halaman istana.
"Cristal sihir itu di sediakan sebagai alat transportasi untuk anak ku, aku ingin kalian memberikan nya nanti saat di sana," Teriak Charles. "Sekarang kalian boleh pergi!"
Kelima puluh prajurit membuat formasi lingkaran. Lima orang prajurit mengangkat Cristal sihir yang besar.
Sisa perjaurit lain nya membentuk formasi lingkaran, kelima prajurit yang membawa Cristal sihir besar pergi kedalam lingkaran yang di buat oleh perajurit lain nya.
Cristal sihir besar diletakkan di tengah-tengah. Kemudian semua prajurit pergi mendekat ke Cristal sihir besar. Kemudian semua prajurit menyentuh cristal sihir besar.
Tangan yang tidak menyentuh cristal sihir besar memegang cristal sihir yang berukuran kecil. Kemudian mereka mengangkat tangan yang memegang cristal sihir tinggi-tinggi.
"Pindahkan kami ke Tiramisu!!" Teriak semua prajurit.
Setelah berteriak seperti itu secara bersama-sama prajurit-prajurit itu membanting cristal sihir kecil ke tanah.
Kelima puluh prajurit beserta dengan cristal sihir besar menghilang dari istana.
\*\*\*
Aku sedang minum teh dan makan roti yang di olesi selai. Aku merasa sangat bahagia sekarang, aku bisa makan, makanan enak setiap hari.
"Mira!!" Kata Natasha dengan sedikit berteriak.
"Kenapa?"
"Kapan ayah mu menjemput?"
"Benar kata Kak Natasha. Kapan Ayah Kak Mira.menjemput?" Tanya Arisa.
"Kita sudah menunggu berbulan-bulan tahu." Kata Jack.
"Entahlah aku juga tidak tahu kapan ayah ku akan menjemput."
Natasha, Arisa dan Jack menghembuskan nafas panjang.
Aku mengabaikan mereka bertiga dan melanjutkan memakan roti. 5 menit kemudian, saat aku, Natasha, Arisa dan Jack sedang makan roti, di luar Vila terdengar bunyi langkah kaki.
"Penyusup?" Kata Natasha.
"Jumlah nya sangat banyak." Kata Arisa.
"Apa yang akan kita lakukan Mira?"
"Tenang saja, itu pasti mereka."
"Mereka?" Kata Natasha, Arisa, dan Jack secara bersama-sama. "Mereka itu siapa?" Sambung Jack.
"Sebentar lagi kalian akan tahu."
Dari luar Vila terdengar teriakan. "Putri Mira!! Kami datang untuk menjemput anda!!"
Aku beranjak dari tempat duduk ku. "Baiklah, seperti nya penjemputku sudah datang. Kalian tahu kan harus bersikap bagaimana?"
Natasha, Arisa, dan Jack mengangguk. Itu tanda mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.