From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 162 Cara menyadarkan Mira. Perspektif Natasha.



"Jadi bagaimana cara menyadarkan Mira?" Aku bertanya pada Thinkie.


"Cara menyadarkan nya cukup simpel."


"Lalu bagaimana!?" Aku bersikeras dan terus menanyakan hal yang sama pada Thinkie.


"Tenang dulu, dengarkan aku dulu! Pertama-tama kita perjelas situasi nya. Kau bilang Mira tidak sadarkan diri karena dia terlalu banyak menggunakan energi sihir kan?"


Aku mengangguk.


"Kalau begitu cara menyadarkan Mira adalah membuang energi sihir yang kelebihan tersebut."


"Lalu bagaima-"


"Dengarkan penjelasan ku dulu!"


Aku menutup mulut ku dan mendengarkan penjelasan Thinkie.


"Sebelum aku memberitahu bagaimana cara mengeluarkan energi sihir yang kelebihan itu. Aku memiliki pertanyaan untuk kalian. Kenapa Mira selalu muntah darah, dan mimisan setiap dia berlebihan menggunakan energi sihir nya?"


Aku, Amanda dan Lizard menggelengkan kepala.


Kami tidak tahu tentang hal itu. Sebenarnya pertanyaan itu sering muncul di kepala ku, tapi karena aku tidak tahu jawaban nya, aku pun menyerah untuk memikirkan nya lebih lanjut.


"Jawaban nya karena, energi sihir yang kelebihan tersebut di keluarkan melalui darah. Tubuh Mira secara otomatis membuang energi sihir yang membebani tubuh nya melalui darah. Karena itulah selama ia tidak sadarkan diri dia akan terus mengeluarkan darah." Jawab Thinkie.


"Jadi maksud mu jika kita mengeluarkan banyak darah dari Mira, Mira akan cepat sadar begitu?" Tanya Amanda.


"Secara teknis begitu, tapi...."


"Tapi nanti Mira mungkin mati karena kehabisan darah. Apakah aku benar?" Aku menjawab perkataan Thinkie yang belum selesai.


"Yap. Kau benar. Jika kita mengeluarkan banyak darah Mira secara sekaligus, Mira mungkin mati karena kehabisan darah. Karena itulah tubuh Mira mengeluarkan darah nya secara perlahan-lahan hingga energi sihir yang kelebihan di tubuh nya habis."


"Lalu apakah ada cara lain?" Aku bertanya.


"Masih ada. Kita harus menghisap energi sihir yang kelebihan itu secara langsung. Tanpa harus melalui darah."


"Apakah cara itu bisa di lakukan?"


"Bisa saja. Dengan bantuan ku dan para Roh tentu saja. Dengan cara, aku dan Para Roh akan memasuki tubuh Mira, lalu menghisap semua energi sihir yang kelebihan itu. Itulah cara ku sewaktu ada Elf yang mengalami kondisi sama seperti Mira, aku menyuruh Roh yang menyebabkan kelebihan energi sihir itu untuk menghisap energi sihir nya kembali, lalu aku memaksa nya keluar dari dalam tubuh si Elf itu."


"Kalau begitu lakukan sekarang!" Aku berkata pada Thinkie dengan sedikit meninggikan suara ku.


"Boleh saja. Tapi ada satu syarat."


"Apa syarat nya?"


"Kalian harus membunuh setengah dari Ras Vampir. Bagaimana?...... Ya kalian tidak mungkin mau melakukan hal sejauh itu untuk membuat anak ini sadar." Kata Thinkie dengan sedikit mengancam, setelah bertanya 'Bagaimana' ia tersenyum sombong di wajah nya. ia menduga kalau para Vampir tidak akan mau membantai Ras nya sendiri, tapi ternyata Thinkie salah.


Perkataan Thinkie lagi-lagi tidak di dengar Natasha dan yang lain nya, Natasha pergi ke teras lantai dua lalu berteriak :


"Semua nya kalau ingin membuat Mira sadar, kalian harus bunuh diri. Dengan nyawa kalian Mira akan-"


"Tunggu!!" Thinkie berteriak dengan sangat kencang.


Natasha, Amanda dan Lizard melihat ke arah Thinkie. Lalu mereka bertanya :


"Kenapa?"


"Kalian serius ingin memusnahkan setengah dari Ras kalian!?" Kata Thinkie dengan suara gemetar ketakutan.


"Jika untuk membuat Mira sadar itu harga yang murah." Jawab Natasha dan Amanda bersama-sama.


"Sebenarnya definisi murah kalian itu seperti apa sih!?" Thinkie menghela nafas panjang, wajah nya nampak sangat kelelahan. Ia menyambung perkataan nya kembali. "Kalian tidak perlu melakukan hal itu, yang tadi itu hanya bercanda. Hanya bercanda! Jika setengah dari Ras Vampir musnah karena aku, nanti aku akan di hantui rasa bersalah seumur hidup ku."


"Lalu apakah kau ingin membuat Mira sadar?" Aku bertanya lagi.


Natasha, Amanda dan Lizard yang berada di luar teras, berteriak :


"Semua nya!! Sebentar lagi Ratu Roh akan membuat Mira sadar!"


Terdengar suara sorakan gembira di lantai satu.


Thinkie yang mendengar suara sorakan, dan melihat wajah bahagia para Vampir. Tersenyum lalu ia berkata sesuatu di dalam pikiran nya. Sebenarnya apa yang membuat mereka begitu setia pada anak ini. Mereka bahkan sampai rela mengorbankan nyawa untuk anak ini. Sungguh aku sama sekali tidak mengerti.


"Merayakan nya nanti saja," Thinkie memotong momen bahagia seluruh Vampir. "Ini saat nya untuk membuat Mira sadar."


"Apakah ada yang bisa kami bantu?" Amanda bertanya.


"Kalau begitu, bawa anak ini ke halaman, untuk mengeluarkan energi sihir nya kita memerlukan tempat yang luas."


Mendengar perkataan Thinkie aku mengangguk, lalu berjalan mendekati Mira, kemudian menggendong nya dengan posisi berbaring di lengan ku.


Aku berjalan perlahan keluar kamar sambil menggendong Mira, Thinkie langsung hinggap di kepala ku. Amanda dan Lizard berjalan mengikuti ku di belakang.


Aku berjalan dari lantai dua, menuruni tangga ke lantai satu, saat di lantai satu kawan-kawan ku menatap Mira yang ku gendong dengan khawatir. Aku mengabaikan mereka dan terus berjalan menuju pintu Vila.


Saat dekat dengan pintu, Amanda pergi kedepan ku, lalu ia membuka kan pintu untuk ku. Aku terus berjalan hingga keluar Vila.


Saat di luar, Thinkie yang hinggap di kepala ku terbang ke samping kepala ku.


Saat itu aku bertanya padanya.


"Jadi apa yang akan kita lakukan di luar sini."


"Tunggu sebentar!" Thinkie terbang menjauh, lalu ia berhenti di tengah-tengah halaman.


Saat di tengah halaman, tubuh Thinkie bercahaya sangat terang. Cahaya itu berwarna emas. Di saat bersamaan, halaman depan Vila ikut bercahaya, lalu di tanah halaman sedikit demi sedikit mulai terbentuk sebuah lingkaran, setelah beberapa menit lingkaran itu selesai. Itu adalah lingkaran sihir.


Setelah lingkaran sihir selesai terbentuk, cahaya dari tubuh Thinkie perlahan-lahan meredup. Saat cahaya di tubuh Thinkie meredup dengan sempurna Thinkie melihat ke arah ku.


"Bawa Mira ke tengah lingkaran sihir ini!" Kata Thinkie.


"Bagaimana kau membuat lingkaran sihir ini?" Aku bertanya sambil berjalan mendekati Thinkie.


"Bukan aku yang membuat nya, tapi para Roh tanah yang membuat nya."


Setelah percakapan singkat tersebut, aku sampai di tengah lingkaran sihir, di samping kepala ku ada Thinkie yang terbang dengan sayap kupu-kupu nya.


"Baringkan Mira di tanah!" Kata Thinkie menyuruh ku.


"Bisa aku mengalasi nya dengan kain? Aku tidak mau pakaian Mira kotor."


Thinkie mengangguk, tapi wajah nya menunjukkan ekspresi tidak puas.


Aku memanggil Amanda yang berada di depan pintu Vila, saat Amanda datang, aku menyuruh Amanda untuk menggendong Mira, saat Amanda sudah menggendong Mira, aku mengeluarkan kain dari (Blood Box), lalu aku mengamparkan nya di tanah.


"Baringkan Mira, Amanda!"


Amanda membaringkan Mira secara lembut diatas kain yang ku ampar di tanah.


Setelah membaringkan Mira, Thinkie menyuruh kami keluar dari lingkaran sihir.


Aku dan Amanda berjalan ke depan pintu Vila, yang di sana sudah ada Kawan seras ku, Jack, Lizard dan Rabisia.


Saat kami sudah di luar lingkaran sihir, tubuh Thinkie bercahaya terang lagi. Saat itu ia berkata dengan lantang.


"Spirit Magic!"


Lingkaran sihir langsung bercahaya, setelah itu Thinkie berbicara lagi.


"Drain!"