From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 185 Kematian Jack dan hal penting



Jack mendongak saat ia terbaring telentang di tanah. Di lihat nya Yuri dan Gaztor keluar dari sebuah lingkaran sihir yang di tengah nya ada portal. Saat melihat Yuri, pemikiran Jack yang selama ini buyar berhasil kembali. Pemikiran yang selama ini hanya meminta tolong untuk keselamatan nya sekarang berubah. Pemikiran itu berubah menjadi : 'Kenapa dia kesini!?' dengan kesal Jack berpikir seperti itu.


Jack tengkurap sambil mendongak menatap Yuri.


"La.... Ri!" Dengan suara serak Jack berseru.


Yuri melihat wajah Jack yang hancur menjadi ketakutan, kaki nya langsung gemetaran pada saat itu. Ia tidak menyangka pria yang di saksikan nya sangat kuat dalam keadaan menyedihkan sekarang. Dengan cepat Yuri menggelengkan kepala nya, membulatkan tekad nya dan sekali lagi menuntut ke pada Pierot untuk menghentikan penyiksaan Jack, dan meminta diri nya dan Jack di pulangkan ke kota Banitza. Setelah menuntut itu, Yuri menelan ludah nya. "Semoga berhasil." Harap Yuri dalam hati nya.


"Apa maksud nya ini, Gaztor?" Tanya Pierot dengan suara dingin.


"Maafkaan-"


"Tidak ada kata maaf, kau akan ku hukum nanti. Tapi....."


Dengan ada nya 'alat' itu di sini, adalah suatu keuntungan bukan? Pikir Pierot. Tapi seingatku Gaztor hanya bisa menggunakan (Gate) tinggal sekali, kalau begitu dia ada di sini juga tidak ada untung nya..... Jadi... Apa yang harus ku lakukan sekarang?


"La.... Ri...." Jack berkata lagi.


"Cih!" Pierot mendecakkan lidah nya, kemudian ia membalikkan tubuh Jack, lalu mencekik Jack dan mengangkat nya tinggi-tinggi. "Bisa kau diam sebentar? Sekarang aku tidak niat untuk menyiksa mu."


"Lepaskan sekarang juga!" Yuri berteriak sambil menarik anak panah dengan busur dan menempelkan ujung anak panah nya ke kepala Gaztor. "Kalau kau tidak lepaskan Jack, akan ku tembak dia!"


"Silahkan!" Kata Pierot memperovokasi. "Dia tidak ada gunanya bagi ku, jika dia hanya bisa menjadi sandra."


Saat itu, wajah Yuri menjadi pucat karena ketakutan. Sesuatu yang dingin memenuhi tulang belakang nya hingga ia mengigil. Keputusasaan juga jelas tergambar di wajah Yuri. Itu karena ia tidak menduga musuh akan membuang anak buah nya begitu saja. Dan juga Yuri tidak bisa membunuh Gaztor karena dia adalah jalan pulang satu-satu nya.


"Kenapa?" Pierot yang menyadari Yuri tidak bisa menembak Gaztor bertanya dengan senyum menghina di wajah nya. "Tidak bisa menembak?"


Mendengar hal itu, Yuri menggelengkan kepala nya lalu menembak kaki Gaztor tanpa ragu. Gaztor langsung berlutut karena itu.


"Jika kau tidak melepaskan Jack, selanjutnya aku akan menembak kepala nya!" Kata Yuri mengancam dengan wajah serius.


'Ini belum saat nya menyerah!' Pikir Yuri.


"Begitukah?" Kata Pierot dengan dingin.


Setelah berkata seperti itu, Pierot melakukan sesuatu pada leher Jack, dalam sekejap kepala Jack terbang kelangit lalu dari leher Jack keluar sesuatu berwarna hitam legang seperti tentakel.


"Dia sudah mati." Kata Pierot sambil melepaskan tubuh Jack.


Tubuh Jack langsung jatuh seperti boneka yang kehilangan benang nya dan darah keluar dari leher yang kehilangan kepala nya itu, sedangkan kepala Jack masih terbang kelangit.


Melihat hal itu membuat Yuri langsung jatuh terduduk, perut nya mual, wajah nya berubah menjadi hijau, ia menutup mulut nya tapi itu tidak menahan isi perut nya yang keluar secara berutal dari mulut nya. Yuri muntah saat melihat kepala Jack terbang.


Pierot tersenyum melihat itu. "Seperti nya bayangan ku menunjukkan sesuatu yang menjijikan ya." tubuh Pierot kembali seperti semula, yaitu orang tua dengan wajah yang di penuhi keriput dan memiliki rambut hitam pekat seperti bulu burung gagak. Saat Pierot kembali menjadi orang tua, senyum jahat terpampang jelas di wajah nya.


"Gaztor buat dia pingsan, dan segera kumpulkan energi sihir, kita berangkat ke tempat beliau!"


"Baik!"


Gaztor pergi kebelakang Yuri melakukan Chop ke bagian tenguk Yuri. Yuri pingsan. Sebelum wajah nya menyentuh tanah yang di penuhi dengan cairan bekas muntahan, Gaztor menangkap Yuri sebelum terjatuh. Setelah itu ia mengangat di pundak nya seperti sebuah barang.


Sementara Pierot menunggu Gaztor mengumpulkan energi sihir, kepala Jack yang terbang masih memiliki kesadaran, kepala itu melihat Yuri di ambil. Tapi ia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi sekarang. Saat itulah kenangan masa lalu Jack terputar kembali di otak nya. Kenangan yang paling menonjol adalah kenangan saat Jack dan Arisa selesai menyelesaikan latihan mereka di kota Tiramisu. Saat itu tuan nya, Mira berkata.....


"Manusia itu mahluk yang lemah."


Mira duduk di sofa sambil minum teh dan makan manisan saat mengatakan itu.


Natasha, Arisa dan Jack tercengang saat Mira mengatakan hal itu.


"Apa kau salah paham Natasha?"


"Maksud mu begini kan. Manusia itu mahluk yang lemah, dan aku Vampir yang di kalahkan oleh manusia, lebih lemah dari serangga. Begitu kan maksud mu!?" Natasha berkata dengan kesal.


"Natasha. Kau sungguh salah paham. Aku serius di sini, manusia itu mahluk yang lemah, seberapa kuat mereka berlatih mereka tidak akan bisa mengalahkan Ras lain. Seperti Elf, Dragon, Vampir dan lain nya. Manusia itu Ras yang paling lemah di antara Ras yang lain nya."


Saat Mira mengatakan hal itu, Natasha langsung menatap ke arah Jack. "Jadi begitu ya..." Katanya sambil menatap Jack.


"Ke-kenapa?' Tanya Jack kebingungan.


"Maksud Mira itu, walaupun kau sudah menjadi kuat, selama kau menjadi manusia kau pasti akan menemui musuh yang tidak dapat kau kalahkan."


"Ta-tapi Kak Mira juga manusia kan? Berarti...." Kata Arisa menyangkal.


"Kau samakan Mira dengan manusia? Dia itu bukan manusia biasa. Setidak nya itu menurut ku." Natasha membalas perkataan Arisa.


"Betul kata Natasha. Aku bukan manusia biasa, jadi di luar sana tidak ada musuh yang bisa mengalahkan ku. Tapi tidak dengan Jack, dia itu jelas manusia biasa, dan di luar sana banyak musuh yang mengancam nyawa nya selama dia manusia. Jadi untuk mengatasi itu aku punya ide." Mira bangkit dari tempat duduk nya, kemudian berjalan mendekati Jack. "Apakah kau ingin merubah Ras mu Jack? Kita punya cara untuk merubah Ras mu."


Jack menunduk dengan wajah serius tidak menjawab pertanyaan Mira. Tanpa menunggu jawaban Jack, Mira menyuruh Arisa untuk memegangi Jack kemudian Mira menyuruh Natasha melukai tangan nya.


Darah Natasha menetes dari luka yang ia buat, Mira mengambil gelas untuk menadah darah Natasha.


"Sekarang Jack, minum darah Natasha dan berubahlah menjadi Vampir."


"Haaaaah!?" Natasha, Jack dan Arisa terkejut. "Tunggu Mira, dari mana kau tahu!? Aku tidak pernah cerita kalau dengan meminum darah ku, seseorang dapat berubah menjadi Vampir." Tanya Natasha.


"Lupakan hal itu, sekarang kau hanya perlu meminumkan darah mu ke Jack. Lagi pula ini menguntungkan Jack kan? Pangkat nya jadi naik dari budak darah menjadi peliharaan mu. Benarkan Natasha?"


"Kau bahkan tahu hal itu!? Dari mana kau tahu!?"


"Sudahlah minumkan saja darah nya!" Mira mendesak Natasha.


Sementara Natasha dan Mira berdebat, Jack berusaha melepaskan diri dari Arisa, tapi dia tidak bisa. Arisa menggunakan sihir penguat tubuh untuk menahan pergerakan Jack.


"Sudah ku bilang, selama kau menjadi manusia banyak musuh di luar sana yang tidak bisa kau kalahkan. Sekarang saja kau tidak bisa melepaskan diri dari Arisa."


"Tidak mau!?" Teriak Jack. "Kalau ingin merubah Ras ku, sebaiknya rubah saja aku meniadi Elf!"


"Kalau aku ada cara aku akan melakukan nya, tapi saat ini aku hanya tahu untuk merubah mu menjadi Vampir, jadi sekarang kau harus menerima nya."


"Tidak mau!!"


"Begini saja, aku akan menunda perubahan mu. Tapi jika kau mati terbunuh, kau akan menjadi peliharaan Natasha. Bagaimana?"


"Baiklah. Aku akan terima itu, aku pasti tidak akan terbunuh! Dan tidak akan menjadi Vampir."


"Aku pegang kata-kata mu. Natasha!"


"Baik." Natasha menyerahkan gelas yang berisi darah ke Jack, tanpa ragu Jack meminum nya.


Sesaat setelah Jack meminum darah Natasha, tubuh nya berasa panas, asap mulai keluar dari tubuh Jack, Jack pun mulai mengerang kesakitan.


"Mira perubahan nya sudah mulai." Kata Natasha.


Mira mendekati Jack lalu menyentuh kening Jack dengan jari telunjuk nya. Jari telunjuk Mira bercahaya biru pucat saat menyentuh nya. Setelah itu, tanda-tanda perubahan Vampir Jack pun terhenti.


"Jangan terbunuh Jack. Kalau kau tidak ingin menjadi Vampir."