
Aku, Natasha, Arisa dan Jack. Sedang membeli pakaian, aku menyuruh Arisa dan Jack memilih pakaian yang mereka suka. Mereka pun memilih pakaian yang mereka suka, tapi mereka memilih pakaian untuk orang dewasa. Padahal mereka masih anak-anak. Karena heran aku pun bertanya pada mereka. Tapi mereka tidak menjawab.
Natasha pun memaksa mereka untuk membeli pakaian anak-anak, tapi mereka tetap memilih pakaian orang dewasa. Karena aku tidak ingin memikirkan nya terlalu dalam, aku pun membiarkan mereka membeli pakaian orang dewasa.
Setelah membeli pakaian, Natasha mengajak ku untuk makan di sebuah restoran. Awalnya aku tidak mau, tapi karena paksaan Natasha, aku pun memutuskan ikut ke restoran.
Pada saat aku masuk restoran, aku menyuruh Natasha untuk duduk di dekat pintu masuk. Kami pun memesan makanan, lalu pada saat makan. Datang seseorang yang tidak asing masuk kedalam restoran, orang itu adalah Rio.
Setelah melihat ku Rio langsung mendatangi ku. "Nona Mira, sepertinya anda bahagia tinggal di Vila yang saya jual."
"Kau benar, terima kasih atas jasa mu."
"Hohoho, Terima kasih, ngomong-ngomong ada beberapa orang yang tidak saya kenal disini."
"Ah, mereka. Perkenalkan yang berambut pirang namanya Natasha. Gadis kecil Elf ini namanya Arisa, dan bocah ini namanya Jack."
"Natasha, Arisa, dan Jack. Begitu ya."
"Rio, ada yang ingin ku bicarakan padamu."
"Hmmm, bagaimana ya? Aku ini orang nya sibuk."
"Ku traktir makan sepuasnya."
"Baiklah akan ku dengar semua perkataan mu."
Rio duduk di kursi sebrang meja, setelah itu ia memanggil pelayan dan memesan banyak sekali makanan.
"Sudah selesai?" Tanya ku.
"Sudah. Sekarang kau ingin bertanya apa?"
"apa kau tahu tentang Low Light?"
Rio terkejut, mendengar perkataan ku. Ia mengepalkan tangan nya. Kemudian menatap tajam ke arah ku.
"Dari mana kau tahu itu?"
"Sebenarnya kedua anak ini aku beli di Low Light."
"Jadi begitu mereka budak ya? Sudah ku duga ternyata mereka juga menjual budak."
"Kalau tidak salah jual beli budak itu di larang, semua ras sudah setuju tentang hal itu."
"Iya kau benar, penjualan budak di larang."
"Lupakan tentang kedua anak ini, bagaimana pertanyaan ku yang sebelum nya?"
"Hmmm, kalau tentang Low Light. Aku tidak tahu."
Aku meminta sesuatu ke Natasha, kemudian Natasha mengambil nya dari kantung nya. Sebenarnya Natasha menyimpan di (Blood Box) gerakan dia mengambil sesuatu di kantung itu hanya ekting.
Kemudian Natasha memberikan ku kain yang tebal. Aku menaruh kain itu di meja, dan menyodorkan kain itu ke arah Rio.
"Apa ini?"
"5000 koin emas. Itu hanya uang muka, jika kau memberikan informasi lengkap Low Light akan kutambah dua kali lipat dari pada itu."
"Maaf nona aku tidak ingin nyawa ku terancam."
"ku tambah 5 kali lipat."
Rio melihat ke setiap sudut restoran, kemudian ia menyuruh ku untuk mendekatkan telinga ku kemulut nya.
"Baiklah akan ku beritahu, tapi jangan di sini. Akan ku beritahu di rumah ku nanti."
Setelah kami makan, kami pun bergegas pergi ke rumah Rio. Pada saat di perjalanan ke rumah Rio, Natasha memberikan ku pertanyaan.
"Mira siapa dia?"
"Nanti akan ku beritahu siapa dia."
Setelah menerima uang dari ku, Rio duduk di sofa, dan memberikan ku informasi tentang Low Light.
Rio bercerita, Low Light adalah organisasi pembuat barang-barang langka. Salah satu contoh nya adalah serbuk surgawi. Pada saat Rio menyebutkan serbuk surgawi, Natasha menunjukkan ekspresi terkejut.
Aku menyadari tingkah aneh Natasha, tapi aku akan mengabaikan nya sampai Rio selesai bercerita.
Rio melanjutkan cerita nya, Low Light adalah organisasi kecil, tapi 10 bulan yang lalu ada seorang bangsawan yang mendukung Low Light hingga bisa menjadi organisasi besar, hingga mempengaruhi seluruh kota Tiramisu.
Hanya sedikit orang di kota Tiramisu yang mengetahui keberadaan Low Light, biasanya Low Light mengincar bangsawan dan orang kaya untuk di ajak mengikuti pelelangan setiap Minggu. Barang yang di lelang adalah barang yang di ciptakan oleh Low Light sendiri. Dan jika Low Light ingin menjual budak, biasanya mereka akan melakukan penculikan terhadap beberapa Ras, di dalam Low Light banyak orang-orang kuat hingga mereka bisa melakukan penculikan terhadap beberapa Ras.
Rata-rata Ras yang mereka culik untuk di jadikan budak, berasal dari Ras Demon, Demi Human dan Elf.
Rio sendiri pernah di ajak mengikuti pelelangan Low Light, bahkan Rio pernah bertemu pemimpin mereka.
"Lalu siapa nama pemimpin mereka?" Aku bertanya.
"Nama pemimpin mereka, adalah Lizard."
"Lizard? Nama yang aneh."
"Hanya itu yang ku tahu."
"Begitu ya, terima kasih untuk informasi nya Rio."
Setelah itu aku dan yang lain nya pulang ke Vila. Sewaktu sampai di Vila, aku menyuruh Arisa dan Jack untuk mandi, lalu aku mengajak Natasha untuk menemani ku minum teh. Sambil minum teh aku memberikan beberapa pertanyaan kepada Natasha.
"Natasha kau tahu kan apa itu Serbuk Surgawi?"
"Iya aku hanya tahu sedikit, barang itu sempat di jual di pelelangan kemarin. Serbuk surgawi itu di masuk kan di dalam bambu, kata orang yang ada di sana serbuk itu bisa memberikan ketenangan, bahkan bisa memberikan efek seperti terbang. Aku tidak tertarik dengan barang itu, karena aku bisa terbang jika aku ingin terbang."
Berdasarkan cerita Natasha, aku bisa dengan cepat mengetahui benda yang bernama serbuk surgawi itu.
"Untung kau tidak membeli nya Natasha, berdasarkan cerita mu, serbuk surgawi itu sangat berbahaya."
Natasha heran dengan perkataan ku, tapi Natasha tidak menanyakan lebih lanjut lagi mengenai bahaya nya serbuk surgawi itu. Setelah itu Natasha bertanya siapa sebenarnya nya Rio itu. Aku menjawab kalau dia itu hanya orang tua yang mata duitan. Natasha pun tidak menanyakan lebih lanjut lagi tentang Rio.
Setelah kami selesai mengobrol, Natasha mendatangi Jack dan Arisa di kamar mandi, tapi pada saat Natasha sampai di kamar mandi, Natasha berteriak sangat kencang.
Setelah itu Natasha dengan panik mendatangi ku.
"Mira itu, itu, itu." Natasha tidak bisa berbicara dengan benar.
"Tenang dulu, memang nya ada apa?"
"Itu, Arisa dan Jack."
"Ada apa dengan mereka?"
"Mereka berubah menjadi dewasa!"
Mendengar perkataan Natasha, aku dengan cepat mendatangi mereka berdua yang sedang berada di kamar mandi. Pada saat aku sampai di kamar mandi, aku melihat wanita Elf dewasa dan pria dewasa yang tidak memakai sehelai kain pun. Tubuh Elf itu seperti seorang model sangat seksi, bagian dada nya sangat besar, pinggang nya begitu langsing. Dan tubuh si laki-laki itu berotot, perut nya kotak-kotak dan bagian lengan nya berotot. Itu membuat laki-laki itu terlihat sangat kuat.
Wajah mereka berdua, masih menunjukkan wajah polos yang tidak tahu apa-apa, seperti nya walaupun tubuh mereka menjadi dewasa, pemikiran mereka masih seperti anak-anak. Akhirnya Natasha pun datang, Natasha datang sambil menutup mata dengan tangannya. Dia bergumam sendiri.
"Aku tidak melihat apapun, aku tidak melihat apapun"
Melihat tingkah aneh Natasha, aku menyuruh mereka berdua untuk menyudahi mandi dan memakai baju. Beberapa menit kemudian, aku menyuruh Natasha untuk membawa mereka berdua keruang tengah yang biasa kugunakan untuk tempat minum teh.
Aku duduk di Sofa bersama Natasha, lalu mereka berdua ku suruh duduk di kursi sebrang.
"Apakah kalian ini benar-benar Arisa dan Jack?" Natasha bertanya.
Mereka berdua mengangguk, lalu Arisa menjawab. "Ka....... Mi Mem..
..... Ang A.... Ri.... Sa da..... N Ja...... Ck." dari perkataan Arisa barusan menandakan kalau dia masih belum terlalu bisa berbicara.
"Natasha tidak ada gunanya bertanya sekarang, seperti nya mereka masih belum terlalu bisa bicara. Lebih baik kau ajari mereka cara berbicara, membaca, menulis, membuat teh dan memasak. Jika mereka bisa memasak dan membuat teh beban mu akan sedikit berkurang kan."