From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 189 Persidangan Wilson



Setelah pengawal istana memberitahu ku untuk segera pergi ke ruang persidangan, aku membetulkan pakaian ku yang agak kusut setelah aku berbaring barusan. Lalu aku bercermin sebentar memperbaiki rambut ku, lalu memerhatikan wajah ku.


Tidak ada masalah, masih imut seperti biasa!


Untuk seorang gadis seperti ku, penampilan sangat penting. Di tambah aku adalah seorang putri kerajaan, aku tidak boleh berpenampilan tidak rapi. Tapi entah kenapa, aku rasa ini tidak seperti aku biasa nya. Di dalam diri ku, seperti ada penolakan untuk berperilaku seperti seorang perempuan. Perasaan apa ini?.... Biarlah! Yang penting, aku sudah rapi sekarang.


Setelah itu aku pergi keluar kamar, berjalan di lorong di ikuti Natasha, Arisa dan Jack.


Ruang sidang ada di lantai pertama istana, jadi aku harus berjalan beberapa menit menuju ruang sidang. Untuk berjalan dari satu ruangan ke ruangan yang lain saja membutuhkan waktu beberapa menit, itu menandakan besar nya istana yang ku tempati sekarang. Dan yang membuat sampai ke sana dalam beberapa menit juga ada dari cara aku berjalan, aku harus berjalan seanggun mungkin agar terlihat berwibawa. Ini sungguh melelahkan! Tapi mau bagaimana lagi, aku adalah Putri dari kerajaan terbesar di Benua Silia. Aku tidak boleh membuat keluarga ku menanggung malu karena perilaku ku.


Sebenarnya aku sudah melakukan nya, sewaktu pertunangan dengan pangeran bodoh yang sekarang sudah menjadi Homonculus. Namanya Alex. Aku tidak ingin mengingat kejadian itu kalau bisa.


Aku sampai di Aula tengah lantai pertama, tempat ini sangat besar. Dan juga ini adalah tempat sebelum sampai ke ruang sidang.


Saat sampai di depan pintu, aku melihat Selir Shina Ibu dari Kak Yuri. Dan juga ada Kak Yuri di samping Selir Shina. Tapi itu kelompok yang biasa, karena mereka berdua ibu dan anak tidak aneh jika mereka bersama. Tapi kali ini kelompok itu di isi oleh beberapa orang yang tidak biasa.


Di antara mereka adalah :


Putri pertama Nina.


Putri kedua Blanc.


Dan ayah ku, Raja kerajaan Fantasia. Charles.


Mereka berlima saat ini berdiri di depan ruang sidang.


"Ada apa?" aku bertanya saat sudah di dekat mereka.


"Lihat mata Yuri." Kata ayah ku.


Aku sudah tahu mata Kak Yuri berubah menjadi emas. Itu semua karena Gaztor. Tapi di sini aku akan pura-pura terkejut, karena jika aku tidak terkejut itu akan sangat aneh. "Kenapa kau tidak terkejut?" itulah yang mungkin mereka tanyakan, dan menjelaskan nya sangat merepotkan. Karena itulah berpura-pura itu sangat penting.


"Waaah, kak Yuri jadi tambah cantik karena perubahan mata nya!" Kata ku dengan melebih-lebihkan.


"Te-terima kasih...." Kak Yuri memerah karena malu setelah habis ku puji, atau begitulah yang aku pikirkan. Tentu saja aku tahu alasan lain kenapa Kak Yuri sampai memerah.


"Dengan begini, kandidat kuat untuk pewaris tahta bertambah satu!" Kata ku sambil tersenyum.


Saat aku mengatakan itu, raut wajah kedua kakak perempuan ku, Nina dan Blanc langsung berubah. Mereka cemberut, tapi segera memperbaiki nya dengan tersenyum palsu yang terlihat sangat jelas.


"Jangan pernah melakukan hal-hal gila seperti Mira. Yuri." Kata ayah ku sambil memijat-mijat kepala nya.


"Aku tidak pernah melakukan hal gila!"


"Saat kau di beritahu Lavender kalau mata emas bisa menambah kekuatan sihir kau mencoba nya di ruang latihan yang membuat nya setengah hancur. Apakah itu bukan hal gila?"


Uuugh! Ayah masih ingat kejadian itu!?


"Ba-baiklah. Aku akan berhati-hati." Kak Yuri berkata dengan senyum canggung di wajah nya.


"Jadi kenapa kalian berkumpul di sini?"


"Ah, benar juga. Sebaiknya kita langsung masuk.... Buka pintu nya!"


"Jadi memang benar, kamu yang menangkap Wilson Mira. Dan yang lebih parah, kau menggunakan nama ku. Aku betul-betul bingung, tahu."


"Aku menyelidiki sesuatu dan itu terhubung ke kota Banitza. Jadi aku mengirim mata-mata kesana, dan aku mengetahui Wilson terlibat sesuatu yang sedang ku selidiki sekarang. Dan juga, karena kejadian terjadi di kota Kak yuri, aku memakai nama Kak Yuri, untuk menaikkan repurtasi Kakak, agar bisa menjauhkan ku dari kursi tahta. Dan itu berhasil, malahan mata Kak Yuri berubah juga menjadi emas, yang membuat ku mungkin semakin jauh dari kursi tahta."


"Apa hanya aku, yang merasakan kau sedang memanfaat ku sekarang?"


Aku tersenyum, tidak menjawab pertanyaan Kak Yuri dan memasuki ruangan persidangan. Setelah aku masuk, Kak Yuri juga masuk mengikuti di belakang ku, setelah itu Natasha, Arisa dan Jack masuk ke ruang persidangan.


Kami pergi ke bangku di sebelah kanan yang memang di sediakan khusus untuk anggota kerajaan, sedangkan Natasha, Arisa dan Jack ke bangku kiri yang di siapkan sebagai bangku tahanan, mereka di sana untuk menjaga tahanan agar tidak memberontak.


Ayah yang merupakan Raja dan Ibu yang seorang Ratu duduk di tengah-tengah ruangan sebagai hakim.


Saat aku dan Kak Yuri sampai ke tempat duduk kami. Kami di kejutkan dengan penampilan Putri ke tiga kerajaan Fantasia yang bernama Rosa.


"Uwaaah, Kak Rosa!?" Kata Kak Yuri terkejut.


"Aaaah, Yuri. Mira. Selamat pagi."


"Bukan selamat pagi, Kak Rosa kenapa!?"


"Bukan apa-apa, hanya kelelahan saja."


Saat ini penampilan Kak Rosa sangat buruk, rambut nya acak-acakan, kantung mata hitam tepat di bawah mata nya, itu membuat nya seperti Panda. Kemudian mata nya berwarna merah, dan juga suaranya serak seperti orang sekarat. Sebagai tambahan, badan Kak Rosa juga kurus. Ia seperti mayat berjalan sekarang.


"kelelahan? Apa yang terjadi?" Tanya ku.


"Banyak masalah di kota ku, jadi aku sudah tidak tidur selama beberapa hari untuk menyelesaikan nya. Dan saat aku hendak istirahat, prajurit memanggil ku untuk datang ke istana. Hahahaha."


Mendengar hal itu, Kak Yuri dan aku tersenyum pahit. Kami tidak menanggapi lebih jauh, dan segera duduk di kursi kami.


Seperti nya aku harus membantu masalah di kota Kak Rosa, jika terus seperti ini dia akan mati karena kelalahan. Yah, tidak sekarang tentu saja. Aku akan memuaskan diri ku dengan tidur selama beberapa hari, lalu segera memikirkan masalah Kak Rosa.


Ayah mengetuk palu, untuk menyita perhatian seluruh orang yang ada di ruangan. Setelah itu ayah membacakan tuduhan untuk Wilson dan meminta Kak Yuri untuk membacakan laporan beserta menyiapkan bukti-bukti untuk memberatkan kesalahan Wilson. Kak Yuri dengan lancar memberi tahu semua hal yang terjadi di kota Banitza, dan menyiapkan bukti-bukti yang sudah di kumpulkan oleh para ksatria yang ku kirim ke kota Banitza.


Kam Yuri bisa lancar melakukan hal itu, karena kertas yang sudah ku berikan kepadanya sebelum masuk.


Setelah tidak ada pembelaan untuk Wilson, dan bukti jelas di tampilkan. Ayah mengumumkan hukuman untuk Wilson.


"Dengan ini, Wilson di jatuhi hukuman penjara seumur hidup."


Ayah mengetuk palu ke meja beberapa kali sebagai tanda keputusan hukuman Wilson sudah bulat.


Setelah sidang, aku cepat-cepat berjalan keluar ruangan. Sebelum keluar, aku sempat melihat Kak Yuri di panggil oleh ayah, tapi itu bukan urusan ku. Sekarang satu-satu nya pikiran ku adalah pergi tidur di kasur ku yang empuk. Aku sungguh kelalahan.


Berjalan melewati lorong istana, pergi ke lantai dua, melewati lorong lagi, setelah itu pintu yang akrab terlihat. Aku tanpa basa-basi membuka pintu itu, setelah itu aku masuk kedalam ruangan, yang merupakan kamar ku.


Dengan cepat aku melompat ke kasur, menarik selimut, memejamkan mata ku dan segera masuk ke alam mimpi.


Saat ini hari masih siang, dan aku tidur hingga besok sampai siang juga.