From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 134.4 Over Power tanpa di sadari



"I-itu!!" A.I tipe pink Momo terkejut. "Su-suara itu!! Kenapa mahluk itu!?"


"Apa,apa?" Siegurd panik. "Mahluk apa yang kau maksud?"


"I-itu-"


"Rubah ekor sembilan!" Aku memotong perkataan A.I tipe pink Momo.


"Rubah ekor sembilan!?" Catherine dan teman-teman nya berteriak teekejut.


"Mi-Mira maksud mu-"


"Seperti yang kau pikirkan Seigurd. Rubah ekor sembilan yang sering muncul di Anime. Sekarang mahluk itu ada di sini untuk menghalangi kita membawa A.I tipe pink Momo ke daerah baru."


"Eeeeh, bagaimana ini!? Kekuatan kita masih belum pulih sehabis melawan Raja iblis!" Kata Catherine panik.


"Dan juga kekuatan kami berkurang sewaktu melawan Momo tadi." Kata Bruno. Seigurd mengangguk setuju dengan perkataan Bruno.


"Itu salah kalian sendiri kan.. Siapa suruh ngelawan Momo." Kata Catherine kesal.


"Sekarang bukan waktu nya berdebat!" Javelin berteriak. "Masalah nya sekarang bagaimana kita melawan Rubah ekor sembilan itu!"


"Kalau itu serahkan pada ku." Aku berkata dengan gaya paling keren. "Kalian urus saja pasukan yang mengepung kita. Biar aku yang melawan Rubah itu."


"Mi-Mira tidak mungkin kamu bisa mengalahkan mahluk itu." Kata A.I tipe pink Momo khawatir.


"Aku tidak mungkin mati disini. Jadi kau tidak perlu khawatir."


Aku berkata yang sebenarnya, selama di dunia Virtual ini aku tidak mungkin bisa mati. Jadi aku tidak berbohong, lagipula bila aku mati aku akan ter respown di Gereja tempat orang di bangkitkan. Jadi A.I tipe pink Momo tidak perlu mengkhawatirkan ku.


Aku menepuk kepala A.I tipe pink Momo, setelah itu aku mengaktifkan sihir (Fly) untuk pergi mendatangi Rubah ekor sembilan melalui udara.


A.I tipe pink Momo memegang kepala nya yang habis di tepuk Mira, kemudian wajah nya berubah menjadi cemberut. "Seharus nya aku yang jadi Kakak di sini!" Gumam A.I tipe pink Momo kesal. Ia melihat ke arah udara, di lihat nya Mira terbang menjauh. Saat melihat itu ia bergumam lagi. "Kumohon menanglah Mira!"


"Baiklah... Ayo kita bantai pasukan ini."Kata Siegurd bersemangat.


Pasukan yang mengepung Catherine, Bruno, Javelin, Siegurd dan A.I tipe pink Momo. Adalah pasukan yang mengenakan baju besi dan membawa pedang tipis di pinggang mereka.


Itu adalah pasukan samurai! Pasukan khusus yang berasal dari Kekaisaran Sakura. Dan pedang tipis yang di pinggang mereka di sebut dengan Katana! Pedang khusus dari kekaisaran Sakura. Pedang itu memiliki ketajaman 2 kali lipat dari pedang biasa, hanya saja pedang itu mudah patah bila berbenturan dengan keras, itu di karenakan ketipisan pedang nya. Dengan ketipisan itu, membuat pedang menjadi lebih tajam, tapi itu juga membuat pedang meniadi lebih mudah patah.


Pasukan samurai mengeluarkan Katana dari sarung mereka, menanggapi hal itu, Siegurd yang pertama mengeluarkan pedang dari sarung nya, di ikuti Catherine yang mengeluarkan busur dari (Inventori), dan Javelin yang mengambil tombak di punggung nya.


Bruno merespon dengan merubah tubuh nya menjadi besi, dan A.I tipe pink Momo merespon dengan memasang kuda-kuda bertarung.


"Lance Skill Number Five. Thousand Lance!"


Javelin berteriak sambil melemparkan tombak nya kelangit, beberapa detik kemudian tombak Javelin berlipat ganda menjadi ribuan, setelah itu tombak Javelin turun ke tanah menghujani pasukan Samurai.


"Archer Skill Number Five. Thousand Arrow!"


Catherine tidak mau kalah, ia menembakkan anak panah nya ke langit, kemudian anak panah itu menjadi ribuan, lalu turun ke tanah menghujani pasukan Samurai.


Jumlah pasukan Samurai tidak di ketahui berapa jumlah nya, yang pasti dengan Skill Javelin dan Catherine pasukan Samurai berkurang dengan jumlah yang signifikan.


"Kita tidak dapat peran." Kata Siegurd.


"Maaf ya... Kami menghabisi mereka semua." Kata Catherine tersenyum gembira.


"Kalian menghabisi pasukan ku!?" Suara besar menggema di sekitar mereka. "Jangan Mimpi mahluk rendahan!"


"Su-suara ini!? Rubah ekor sembilan!" Kata A.I tipe pink Momo panik.


Pasukan Samurai yang baru saja di bunuh Catherine dan Javelin, bangkit kembali. Mereka seperti Zombie yang ada di film-film, hanya saja mereka tidak memiliki penampilan yang menyeramkan.


Melihat hal itu membuat Siegurd tertawa terbahak-bahak. "Ini bagus! Dengan begini aku bisa membunuh mereka secara terus menerus!" Kata Siegurd menyampaikan kegembiraan nya.


Siegurd mengangkat pedang nya tinggi-tinggi, kemudian ia berteriak. "Sword Skill Number Three Big Sword!"


Pedang Siegurd membesar, sebesar gedung pencakar langit. Pedang itu perlahan-lahan jatuh ke arah depan Siegurd, di depan Siegurd ada beberapa pasukan yang bersiap menyerang.


Saat mereka berada tepat di depan Siegurd, pedang Siegurd jatuh menghantam tanah dan menindis pasukan yang hendak menyerang Siegurd. Saat itu pemandangan sangat mengerikan, darah para Samurai terciprat ke mana-mana.


A.I tipe pink Momo yang melihat hal itu menutup mulut nya, ia menahan diri untuk tidak muntah.


Beberapa detik kemudian darah pasukan itu menyatu lagi, tulang-belulang mereka menyatu, kemudian tumbuh daging, otot, kulit, hingga akhir nya mereka kembali lagi seperti semula.


Catherine dan kawan-kawan nya terkejut melihat kejadian itu..


"Kita melawan musuh yang merepotkan." Sambung Bruno.


"Aku dapat Messege dari Mira." Kata Catherine sambil memunculkan layar menu di depan nya.


Catherine membuka pesan, kemudian ia membaca Messege yang di tulis oleh Mira.


"Aaah, jadi begitu ya..." Catherine bergumam.


"Ada apa Catherine? Apa yang di tulis Mira?" Tanya Siegurd.


"Mira bilang, Rubah ekor sembilan punya Skill Necromancer, jadi dia bisa menghidupkan orang sesuka hati nya."


"Jadi maksud nya-"


"Kalau Rubah ekor sembilan tidak di kalahkan, pasukan ini juga tidak akan kalah." Kata Catherine memotong perkataan Siegurd.


Pertarungan Catherine, Siegurd, Bruno, Javelin, dan A.I tipe pink Momo, melawan pasukan samurai pun berlanjut. Dengan keadaan yang tidak menguntungkan untuk Catherine dan kawan-kawan nya.


Di saat Catherine dan kawan-kawan nya bertarung dengan pasukan Samurai, Mira terbang di langit-langit untuk mengawasi Rubah ekor sembilan.


Rubah ekor sembilan tepat di depan ku, besar rubah itu kira-kira 50 meter. Aku tidak tahu angka pasti nya, jadi aku hanya mengira-ngira.


Saat aku mendekati rubah itu, aku berpikir bisa langsung mengalahkan nya, tapi saat aku melihat Status nya dengan Skill (Peek) yang aku beli di Shop, aku jadi kurang yakin bisa mengalahkan mahluk itu.


Status nya setara dengan Player berlevel 100. Hal itu lah yang membuat ku tidak yakin.


Sudah beberapa menit aku berdiam di atas langit untuk mengawasi Rubah ekor sembilan, berkat aku mengawasi nya, aku bisa mengetahui salah satu Skill mahluk itu.


Saat mengetahui itu, aku langsung memberikan informasi ke Catherine.


"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?" Aku bertanya pada diri ku sendiri.


Untuk saat ini, coba untuk menyerang mahluk itu secara medadak.


Aku mengambil Glory Rod di Inventori, tongkat sihir berwarna emas yang ku banggakan. Dengan tongkat ini kekuatan sihir ku meningkat beberapa kali lipat.


Aku mengarahkan tongkat ke Rubah ekor sembilan.


"Super Magic Activated!"


Layar Menu muncul di depan ku.


"Black Hole.


Time Control.


Super Fire Ball.


Earth Quake.


Tsunami.


Super Tornado.


Thunder Rain.


The Golden Punishment.


The Crimson Punishment.


Meteor Rain.


Meteor Strike.


SuperNova


Super Barrier


Life Control.


Four Elements.


The sunny Day.


The Doomsday.


Summon Magic.


Trap Magic.


The Death Ash."


"Baiklah... Sekarang Sihir apa yang bisa membuat mahluk itu mati dengan satu serangan."


The Doomsday? Sihir yang bagus, tapi.....


Itu bisa membuat satu daerah ini hancur, lagi pula nanti akun ku bisa di Banned seminggu kalau menggunakan Sihir ini.


Kalau begitu coba yang lain.


Life Control? Sihir ini belum ku coba.


Aku memiliki banyak Super Magic, tapi hanya beberapa saja yang sudah ku coba.


Di saat seperti ini, apakah aku harus mencoba Sihir Life Control ini?


Aku memencet sihir Life Control.


Setelah itu muncul layar menu baru.


"Sihir ini membuat HP anda terkuras juga.


Apakah anda yakin ingin menggunakan nya?


Yes/No?"


Aku memencet Yes.


Kemudian HP bar muncul di ujung penglihatan ku, Skill itu menguras 90% HP ku.


Sekarang HP ku tinggal 10.


Di saat HP ku terkuras, Rubah Ekor sembilan berteriak, kemudian ia jatuh tersungkur di tanah.


Eh, apa yang terjadi?


Kemudian muncul layar menu baru lagi.


"Target yang anda maksud telah mati! Ini adalah imbalan karena anda sudah memberikan 90% HP anda."


Serius!?


Dengan 90% HP ku, aku bisa membunuh musuh ku!?


Ini serius!?


"Seperti nya....


Aku sudah menjadi Player yang Over Power di dalam Game ini." Aku bergumam dengan suara pelan.