
Saat aku sampai di kamar Mira, aku melihat melalui Jendela. Isi kamar Mira pun terlihat, tetapi tidak ada Mira di sana. Apakah dia keluar? Pikir ku saat melihat Mira tidak ada di kamar nya.
Aku masuk lewat ventilasi udara yang letak nya ada di bagian atas jendela kamar. Setelah sampai di dalam kamar, aku berubah wujud, ke manusia. Sangat aneh sekali, aku berkata wujud manusia, padahal aku adalah seorang Vampir.
"Apa ini......"
Aku merasakan jejak energi sihir yang sangat besar, dan ini bukan milik Mira.
Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Saat itu, aku merasakan kehadiran seseorang dari luar kamar, dengan cepat aku berubah menjadi kelelawar lalu hinggap di ujung langit-langit kamar.
Ada beberapa orang. Juga aku merasakan seseorang memiliki energi sihir yang sedikit lebih besar dari yang lain nya, apakah ada penyihir di antara mereka? Jika ku total, ada 6 orang yang sedang mendekati kamar Mira.
Saat itu pintu terbuka, seseorang dengan seragam penyidik kerajaan Fantasia masuk kedalam, baju para penyidik adalah jas berwarna biru tua, dan celana kain panjang berwarna biru juga.
Setelah itu, para penyidik lain masuk, total nya ada 4 orang. Dan ada satu orang pria tua dengan jubah putih dan membawa tongkat kayu yang di mana di atas tongkat itu ada Cristal sihir besar, yang dari pengetahuan ku Cristal itu memiliki efek penguat sihir. Kalau aku tidak salah ingat dia adalah penyihir Kerajaan, yang namanya.....
Sudah ku lupakan. Karena aku menganggap nya tidak penting.
Tetapi perhatian ku tidak pada para penyidik dan penyihir itu. Tetapi ada satu orang yang sangat ku kenal.
Dia adalah pria yang terlihat berumur 40 tahun atau lebih muda karena aku tidak bisa mengidentifikasi umur nya. Dia memakai baju bagus dan mewah, serta memiliki tatapan tajam yang dapat mengintimidasi orang. Dan warna mata nya yang berwarna emas membuat tatapan orang itu semakin mengintimidasi.
Dia adalah Raja kerajaan Fantasia, sekaligus ayah dari Mira.
Nama orang itu adalah. Charlesius Rudolf Graham Fantasia.
Setelah beberapa kali ku hafali, aku pun berhasil mengingat nama nya. Perlu perjuangan untuk mengingat nama Raja negeri ini. Yang di mana, nama Mira juga sama panjang nya dengan nama orang itu. Tidak.... Nama Mira sedikit lebih panjang.
Baiklah pertanyaan ku hanya satu saat melihat mereka masuk ke kamar ini.
Mengapa mereka kesini?
Kalau hanya raja yang masuk ke kamar ini, aku tidak akan menanyakan hal itu, karena alasan nya sudah jelas. Pasti dia ingin mengunjungi anak nya.
Tetapi jika raja masuk ke kamar ini dengan membawa penyidik dan penyihir kerajaan. Alasan nya pasti bukan untuk mengunjungi anak nya, pasti ada sesuatu yang terjadi di kamar ini. Sesuatu yang sangat genting hingga membuat raut wajah Raja menjadi cemberut dan marah seperti itu.
Para penyidik itu mulai menyebarkan serbuk putih kemudian, penyihir mulai menyebarkan serbuk putih itu menggunakan sihir angin.
"Bagaimana?" Kata Raja dengan sedikit kesal. Kenapa dia harus sekesal itu? Pikir ku.
"Ternyata benar yang mulia, "Kata penyihir. "Ada bekas energi sihir di kamar ini. Dan ini energi sihir cukup besar."
"Dan juga ada banyak jejak kaki asing di kamar ini yang mulia. Penculik nya pasti tidak hanya satu orang." Kata Penyidik sambil memeriksa lantai.
"Sial....." Kata Raja setelah mendecakkan lidah nya. "Siapa yang berani melakukan ini!? Siapa yang berani menculik istri dan anak ku!?"
Istri dan anak? Pikir ku.
Apakah jangan-jangan.......
"Tetapi," Kata Penyihir. "Para penculik itu sangat percaya diri setelah menculik ratu dan Putri Mira. Mereka mengirim surat ke kamar Yang Mulia secara langsung."
Ternyata dugaan ku benar.
Sial! Saat aku tidak ada Mira di culik. Apakah penculikan itu saat (Telephaty) nya terputus dengan ku? Saat itu dia terdengar sedikit panik.
"Kau benar." Jawab Raja atas pernyataan penyihir sebelum nya. "Aku terkejut saat aku kembali ke kamar dan menemukan surat yang memberitahu ku kalau Carla dan Mira di culik. Aku pikir itu hanya lelucon pada awal nya, tetapi firasat ku berkata lain."
"Tetapi yang jadi pertanyaan di sini," Sambung Raja. "Bagaimana mereka masuk ke istana? Jika mereka masuk menggunakan sihir (Teleportation) seharus nya tidak bisa. Karena istana ini memiliki penangkal sihir itu, sehingga seseorang yang tidak memiliki izin tidak bisa masuk ke dalam istana dengan sihir itu."
Aaah. Jadi karena itu, Joshua dulu hanya berteleportasi ke depan gerbang istana. Jadi di istana ini memiliki penangkal sihir (Teleportation). Saat aku bertanya pada nya, kenapa tidak berpindah ke dalam istana? Dia hanya menjawab tidak bisa. Aku fikir itu hanyalah masalah sopan santun, seperti tidak sopan masuk rumah orang tanpa izin, tetapi ada penangkal sihir di istana ini ya.... Tunggu dulu, lalu bagaimana Mira bisa masuk ke istana ini menggunakan sihir (Teleportation) saat di Tiramisu dulu? Seingat ku dia pernah pulang untuk mengambil sesuatu, seharus nya dia tidak di izinkan masuk ke istana saat itu.
Yah... Bodoh sekali aku memiliki pertanyaan seperti itu pada Mira. Yang kekuatan nya di luar akal. Dan Mira yang kekuatan nya di luar akal itu sekarang sedang di culik, ini adalah situasi yang sangat genting.
Sihir yang efek nya mirip dengan (Teleporation)..... Jangan-jangan sihir milik Gaztor yang bernama (Gate)!! Apakah kelompok agama Pierot itu yang menculik Mira dan Ratu?
"Apakah ada sihir seperti itu?" Raja Bertanya atas penjelasan penyihir sebelum nya.
"Mereka bisa menyusup ke kamar Yang Mulia dan menyusup ke kamar ini saja sudah menjadi bukti yang mulia."
"Kau benar..... Lalu apakah ada yang lain?" Tanya Raja kepada Penyidik yang sedang memeriksa lantai.
Penyidik berdiri dan memberikan laporan. "Ada bercak darah di lantai yang mulia."
"Apa!?" Raja terkejut.
Aku tahu alasan kenapa dia terkejut, bisa saja darah itu milik Ratu atau milik Mira. Itu tanda mereka pasti terluka. Bahkan aku yang mendengar ada bercak darah saja menjadi kesal, apa lagi Raja yang anak dan istri nya saat ini sedang di culik.
"Sialan..... Lihat saja. Jika aku menangkap para penculik ini.... Mereka akan ku siksa yang akan lebih menyakitkan dari pada kematian.... Aku bersumpah dengan nama ku Raja Kerajaan Fantasia!" Kata Raja dengan kesal lalu berbalik dan keluar dari kamar.
Para penyidik dan penyihir juga mengikuti Raja keluar dari kamar.
Setelah mereka keluar, aku juga keluar dari kamar melalui Ventilasi udara tempat aku masuk sebelum nya. Aku terbang tinggi di langit, kemudian berubah menjadi wujud manusia dan segera menghubungi Amanda melalui (Telephaty).
"Amanda!"
Tidak ada jawaban.....
Ada apa?
Aku kemudian menghubungi Jack.
"Jack!"
(Telephaty) kemudian tersambung, kemudian segera terputus.
"Jack! Jack! Jack! Jawab aku! Sialan!"
Aku kemudian menghubungi Joshua. Untung saja langsung tersambung.
"Joshua!"
"Ah. Natasha, syukurlah.... Ku mohon kau segera kesini, Jack sedang-"
"Bicara nya nanti saja. Sekarang beritahu Jack jangan menyerang kelompok agama Pierot. Mereka menculik Mira."
"Apa!?"
"Itu benar. Jika Mira saja berhasil mereka culik, pasti kelompok agama itu memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menantang kita. Dan juga bisa kau beritahu di mana markas besar kelompok agama itu?"
"Baiklah akan ku periksa. Sebentar..... Ngomong-ngomong bagaimana dengan Arisa?"
"Mungkin dia ikut di culik. Karena sebelum nya Mira saat ku hubungi dengan (Telephaty) dia dengan panik meneriakkan nama Arisa. Mungkin saja kelompok agama itu menyerang Mira, dan Arisa berusaha melindungi nya tetapi mereka berdua berhasil di kalahkan."
"Begitu ya.... Mungkin kita tidak boleh meremehkan kelompok agama ini."
"Kau benar..... Lalu bagaimana? Apakah kau menemukan di mana markas besar mereka."
"Aku tidak menemukan nya. Tetapi aku menemukan di mana agama itu pertama kali menyebar."
"Di mana itu?"
"Di kota Salad."
Kota Salad? Kalau tidak salah itu adalah kota yang di pimpin Kakak Mira yang bernama Rosa. Kalau tidak salah arah kota nya ke..... Sana."Terima kasih Joshua." Setelah mengucapkan terima kasih aku pun segera terbang ke kota Salad.