
Pasukan Demon yang berubah menjadi Zombie, berlari ke arah pasukan aliansi melalui sungai yang sudah membeku. Mereka berlari dengan kecepatan yang tidak biasa, itu sangat cepat.
Seharus nya monster Undead tipe Zombie, bergerak sangat lamban. Di karenakan tubuh mahluk hidup akan menjadi kaku setelah kematian, tapi untuk suatu alasan, pergerakan pasukan Demon yang mejadi Zombie bergerak sangat cepat. Mereka seperti hewan buas yang sedang mengejar mangsa nya.
Setelah sampai di sebrang sungai, pasukan Zombie Demon, menggenggam prajurit yang berada di garis depan. Joshua, Albert, Charles dan Jack berhasil menghindar, sebingga mereka tidak tertangkap oleh pasukan Zombie Demon. Setelah menggenggam prajurit dengan tangan besar nya, Zombie Demon memakan kepala prajurit, setelah itu ia menjatuhkan nya ke tanah, prajurit yang di makan berubah menjadi Undead tetapi bukan Zombie melainkan Ghost, sejenis Unded bertipe arwah, yang kemampuan nya dapat melemparkan kutukan berupa kegilaan.
Prajurit yang telah menjadi Ghost tanpa jeda langsung melemparkan kutukan nya ke arah prajurit yang masih normal. Prajurit yang terkena kutukan, tiba-tiba berteriak dengan keras, lalu tanpa alasan jelas mereka mulai menyerang orang yang berada di dekat mereka.
"Cih." Charles menjetikkan lidah nya, dengan perasaan kesal, kemudian ia dengan kecepatan tinggi, berlari ke arah Zombie Demon. Jack yang berada di samping Charles, mengikuti nya, berlari ke arah Zombie Demon.
Sementara Joshua dan Albert mengambil inisiatif menghabisi prajurit yang telah menjadi Zombie bersama prajurit yang masih normal.
Dalam waktu singkat setelah mereka sampai di tepi sungai, suasana di pasukan aliansi berubah menjadi mencekam. Prajurit yang di bawah kutukan kegilaan menyerang membabi buta, menyebabkan banyak korban jiwa berjatuhan, prajurit yang menjad Zombie menambah jumlah mereka dengan menggigit prajurit yang masih normal. Lalu ada pasukan Demon Zombie yang merubah pasukan aliansi menjadi Ghost yang menyebabkan kutukan kegilaan. Peristiwa beruntun ini mengurangi lebih dari setengah pasukan aliansi.
Charles dan Jack menyerahkan pasukan aliansi ke Joshua dan Albert, Charles dan Jack percaya kalau Joshua dan Albert bisa mengatasi masalah yang menimpa pasukan aliansi. Charles dan Jack memilih maju semakin kedepan, untuk mengatasi pasukan Zombie Demon.
"Splash!"
Karena kecepatan gerak mereka berdua pasukan Zombie Demon tidak menyadari mereka telah datang mendekat, alhasil dua orang Zombie Demon terpenggal kepala nya, karena serangan dadakan Charles dan Jack. Mereka tidak berhenti, mereka terus bergerak memenggal kepala pasukan Zombie Demon dengan kecepatan tinggi, satu demi satu.
Dalam waktu kurang dari lima menit, mereka berdua pun berhasil memenggal sepuluh kepala Zombie Demon.
Segera pasukan Zombie Demon menyadari keberadaan mereka. Pasukan Zombie Demon pun berhenti memakan pasukan aliansi, untuk menghadapi Jack dan Charles.
Jack dan Charles kemudian berhenti bergerak, mereka berdiri dengan kuda-kuda bertahan, saling membelakangi, sambil memegang pedang dengan kedua tangan mereka.
"Seperti nya pasukan Zombie yang ini memiliki kecerdasan." Kata Jack kepada Charles.
"Ya. Kau benar." Jawab Charles dengan singkat, tanpa membuang banyak kata.
Charles dan Jack yang mengetahui sifat Zombie yang asli merasa aneh dengan perilaku pasukan Zombie Demon. Zombie biasa tidak memiliki akal, untuk lebih kasar nya mereka bodoh. Itu karena kemampuan berpikir mahluk hidup akan menghilang setelah mereka mati, jadi jika mereka berubah menjadi Undead mereka akan menjadi bodoh. Jack dan Charles mengira mereka dapat membantai pasukan Zombie Demon dengan mudah, jika pasukan Zombie Demon terus memakan pasukan aliansi. Mereka seharus nya hanya bisa melakukan satu hal saja, jika mereka memakan pasukan aliansi mereka akan terus memakan pasukan aliansi, walaupun ada pihak ketiga yang mengganggu langkah mereka, mereka akan terus memakan, mengabaikan pihak ketiga. Itu karena Zombie bodoh, tidak tahu yang mana ancaman dan yang mana bukan ancaman. Tapi untuk suatu alasan, pasukan Zombie Demon tidak bodoh, mereka langsung berhenti memakan pasukan aliansi dan memilih untuk menghadapi ancaman terlebih dahulu, yang di mana ancaman itu adalah Charles dan Jack.
Jack yang membelakangi Charles mulai menganalasis situasi, ia melihat ke kiri, ke kanan lalu ke depan nya. Jumlah mereka sangat banyak. Pikir Jack dengan khawatir. Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus menambahkan sedikit kekuatan ku...?
Sebagai catatan, Jack dapat dengan mudah menghabisi semua pasukan Demon walaupun jumlah mereka ada ratusan ribu. Kekuatan Jack saat ini sudah setara dengan Amanda dan para Vampir lain nya, ia cukup kuat untuk membalikkan situasi dalam peperangan ini. Tapi, Jack di larang oleh Natasha untuk menggunakan kekuatan nya, ia harus terus menyembunyikan kekuatan nya, sebagaimana Mira, Arisa dan Natasha menyembunyikan kekuatan mereka. Saat ini Jack di anggap sebagai genius dalam ilmu pedang, yang kekuatan Jack saat ini sudah sangat terkenal di Benua Silia, karena itu ia dapat izin untuk menikahi Putri Yuri dengan mudah, walaupun status yang di berikan kepada nya tidak sebanding dengan Royalti.
Walaupun aku di larang menggunakan kekuatan penuh... Tapi setelah melihat situasi saat ini, akan sangat jika aku tidak menggunakan kekuatan penuh. Jack terus mempertimbangkan pilihan nya, hingga pada akhir nya ia pun memutuskan pilihan nya... Sebaik nya aku tidak menggunakan kekuatan penuh di sini, jika aku melanggar aturan yang di berikan sekali lagi aku hanya akan terus menjadi sampah... Itu benar. Ia memutuskan untuk menuruti perintah Natasha, yaitu menyembunyikan kekuatan nya.
"Jack! Mereka mulai menyerang!" Charles berteriak, memperingati Jack untuk bersiap. Kemudian ia mulai bergerak maju, menyerang pasukan Zombie Demon. "Baik. Yang Mulia." Jack menjawab, ikut menyerang ke arah pasukan Zombie Demon.
"Sword Skill. Wind Slasher!" Charles menggunakan Sword Skill nya, pedang di tangan nya mulai mengeluarkan cahaya hijau terang, kemudian dengan sekuat tenaga ia menebas pedang nya secara horizontal. Angin kencang keluar dari ayunan pedang nya. Tidak. Bukan hanya angin kencang, itu adalah angin kencang dan tajam yang dapat membelah apa saja yang di lewati nya.
"Splash!" Angin itu langsung memenggal lima orang Zombie Demon secara bersamaan. "Sword Skill. holy Slash!" Charles tidak berhenti, ia mengeluarkan Sword Skill lain nya, pedang nya mengeluarkan cahaya lagi. Tapi kali ini bukan berwarna hijau terang, tapi berwarna emas terang. Ia kemudian mengayunkan pedang nya secara diagonal, lalu cahaya terang seperti bulan sabit keluar dari tebasan nya, memotong apa saja yang di lewati nya.
Jumlah mereka sudah berkurang secara signifikan, pikir Jack sambil terus mengayunkan pedang nya, memenggal kepala Zombie Demon. Jika terus seperti ini, kita dapat menghabisi mereka dengan cepat. Tetapi, Sword Skill Yang Mulia benar-benar hebat, berkat nya kita dapat menghabisi pasukan Zombie dengan mudah. "Apakah aku harus mengeluarkan Sword Skill juga?" Gumam Jack... Sebaiknya jangan. Sekali aku mengeluarkan Sword Skill semua pasukan Zombie ini akan mati, Yang Mulia bisa terkena serangan ku juga. Dengan senyum masam Jack menolak ide nya sendiri, ia pun memilih untuk terus membantai pasukan Zombie Demon hanya dengan ayunan pedang nya saja.
Beberapa menit kemudian, pasukan Zombie Demon pun berhasil di habisi, itu semua berkat Charles yang secara terus menerus mengeluarkan Sword Skill nya. Tapi karena mengeluarkan Sword Skill secara terus menerus, stamina Charles sudah habis energi sihir nya pun tinggal sedikit, akibat nya rasa lelah yang sangat hebat menyerang tubuh Charles. Ia pun terjatuh ke tanah, ia menahan untuk tidak berbaring di tanah dengan lutut nya.
Charles berlutut di tanah, nafas nya berat, ia terngah-engah.
"Yang Mulia!" Jack berteriak, dengan wajah khawatir ia berlari mendekati Charles. "Anda tidak apa-apa?"
"Ya... Hah. Hah. Hah. Aku... Tidak... Apa-apa..." Dengan terngah-engah, Charles menjawab Jack. "Lupakan. Tentang ku. Kita harus. Menghabisi para. Ghost itu. Hah. Hah. Hah."
Jack melihat ke arah Ghost yang melayang beberapa meter di atas kepala pasukan aliansi, mereka terus melemparkan kutukan membuat prajurit aliansi menjadi gila, menyerang kawan mereka sendiri.
"Pasukan Zombie. Biarkan... Hah. Hah. Hah... Albert dan Joshua. Yang... Hah.. Hah.. Hah.." Charles tidak kuat lagi untuk berbicara, nafas nya sudah sangat berat, dadanya sesak, matanya mulai berkunang-kunang dan kesadaran nya mulai memudar.
"Istirahatlah Yang Mulia, biar saya yang mengurus para Ghost itu."
Jack berdiri, lalu ia mengaktifkan Sword Skill nya, pedang di tangan Jack mengeluarkan cahaya emas terang. Cahaya itu lebih terang dari milik Charles, kemudian Jack menebaskan pedang nya secara Horizontal mengarahkan nya ke para Ghost yang melayang beberapa meter di atas pasukan aliansi.
Hanya dengan satu tebasan, Ghost yang terus memberikan kutukan ke pasukan aliansi musnah.
Melihat kekuatan Jack, Charles menjadi tenang, ia tersenyum puas. Karena rasa tenang yang memenuhi hati nya, semua adrenaline yang membuat Charles tetap sadar menghilang, pandangan nya pun menjadi gelap, lutut yang menopang tubuh nya kehilangan tenaga, Charles pun pingsan karena kelelahan.
\*\*\*
Karena Ghost yang sudah menghilang, pasukan yang menjadi gila sadar kembali. Karena Charles tidak sadarkan diri, Jack mengambil alih kepemimpinan, memerintahkan pasukan yang masih kebingungan karena baru sadar untuk bergerak, menghabisi para prajurit yang telah menjadi Zombie.
Penghabisan pasukan Zombie berlangsung selama dua setengah jam, jumlah mereka sudah sangat banyak sehingga para prajurit harus mengeluarkan tenaga lebih untuk menghabisi para Zombie. Akibat nya, pasukan aliansi pun berkurang lebih dari setengah.
Bukan hanya itu saja, mereka semua kelelahan, tidak kuat untuk bertempur lagi, peralatan mereka ada beberapa yang rusak. Membuat mereka makin tidak kuat untuk pertempuran selanjut nya.
Seperti mengetahui situasi pasukan aliansi yang sudah kacau balau, pasukan Demon yang sebelum nya telah mundur kembali lagi. Mereka berjumlah lebih banyak dari pasukan aliansi, dan dalam kondisi siap bertempur. Jack yang mengambil alih kepemimpinan pasukan, mengetahui kalau pasukan nya tidak bisa bertempur lagi, dia pun memutuskan untuk memundurkan pasukan ke markas pusat.
Pada hari kedua Invasi, pasukan aliansi menang melawan pasukan Zombie tetapi kalah melawan pasukan Demon. Karena pasukan aliansi memundurkan semua prajurit nya, area perbatasan tidak ada yang menjaga membuat pasukan Demon dapat dengan mudah melewati perbatasan hingga sampai ke kota terdekat, yang membuat warga kota yang berada di dekat perbatasan di habisi tanpa sisa.
Kesimpulan. Pasukan aliansi kalah telak pada hari itu.
Author's Note.
Jika ada kesalahan kata, silahkan lapor di kolom komentar.