From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 64 rencana akhir di mulai



Lizard membuka pintu masuk Vila dengan keras sambil berteriak. "Mira!! Akhirnya dia datang!!"


"Cih.... Kenapa sekarang, roti yang kumakan masih belum habis."


"Karena dia sudah datang, kau harus makan rotinya nanti saja." Kata Natasha, sambil mengambil piring yang berisi roti yang ada di atas meja.


Aku berusaha meraih piring yang di ambil Natasha, tapi Natasha dengan sigap memasukkan piring itu ke (Blood Box) milik nya. "Kau baru boleh makan, setelah rencana akhir selesai!!" Kata Natasha, dengan sedikit berteriak.


Lizard berlari ke arah ku sambil berteriak. "Saat nya kita mulai rencana akhir!!" Teriak Lizard dengan wajah senang.


Aku menghela nafas panjang, aku memikirkan tentang orang yang di maksud Lizard. Orang yang di maksud Lizard adalah mata-mata yang di kirim ayah ku. Jika dugaan ku benar, tugas dari mata-mata itu adalah untuk menyelamatkan ku.


"Jadi di mana dia sekarang?"


"Dia ada di markas,saat ini dia menyamar jadi pembeli." Jawab Lizard sambil tersenyum.


"Bagaimana bangunan yang sedang di renovasi? Apakah sudah selesai semua? Dengan sihir Arisa seharus nya saat ini semua bangunan sudah selesai di renovasi."


"Masih ada satu bangunan yang belum selesai, seperti nya akan selesai dalam beberapa menit." Jawab Lizard.


Setelah mendengar jawaban Lizard. Aku beranjak dari tempat duduk ku, kemudian aku pergi ke tengah-tengah ruangan.


"Super Magic Activated." Lingkaran sihir memenuhi Vila.


"Super Magic:Doppelgänger"


Muncul cahaya yang sangat terang, lalu cahaya itu mulai membuat bentuk seperti manusia. Beberapa detik kemudian cahaya itu akhirnya berubah menjadi manusia sepenuh nya.


Cahaya itu berubah menjadi diriku, saat ini diri ku ada dua, seperti diriku memiliki kembaran yang sangat mirip.


Sihir (Doppelgänger) dapat membuat tiruan dari si pengguna.


"Baiklah Mira No.2 aku perintahkan pada mu, gunakan sihir Growth. Lalu kau menyamar menjadi Misha."


Tiruan dari diriku menganggukkan kepalanya, kemudian tiruan ku mulai berbicara. "Perintah di terima, menggunakan sihir Growth."


Tiruan ku, berubah menjadi wanita dewasa berambut perak. Dengan wajah yang sangat cantik, dan tubuh seperti model.


Aku mengetahui kalau yang kulihat di depan mata ku sekarang adalah wujud ku saat dewasa nanti. Tapi tetap saja melihat seseorang yang cantik berdiri di depan ku, membuat ku sedikit malu.


Aku menundukkan wajah ku, walaupun aku tidak bisa melihat wajah ku, aku tahu kalau sekarang wajah ku menjadi sangat merah karena malu. "Ubah rambut mu menjadi hitam!! Jika kau tiruan dari diriku, kau seharus nya tahu bagaimana penampilan ku saat menjadi Misha."


Tiruan ku menganggukkan kepala nya, penampilan tiruan ku akhir nya berubah menjadi Misha.


Aku menghembuskan nafas panjang. "Super Magic Deactivated."


Lingkaran sihir pun menghilang dari lantai Vila.


Aku melihat ke arah Lizard. "Yang menjadi Misha sekarang sudah ada, sekarang kita hanya tinggal menunggu laporan dari Arisa dan Jack."


"Mira!!" Lizard berteriak. "Aku mendapatkan Telepathy dari Rabisia. Dia bilang kalau semua bangunan telah selesai di renovasi."


"Kalau begitu apakah pelelangan nya sudah selesai?"


"Masih belum, pelelangan nya akan selesai dalam waktu 10 menit lagi." Jawab Lizard.


"Kalau begitu kita tunggu pelelangan nya selesai, kemudian setelah pelelangan nya selesai.... Kita nyalakan Cristal nya."


\*\*\*


Beberapa jam berlalu semenjak mata-mata kerajaan Fantasia menyamar menjadi pembeli di pelelangan yang di adakan Low Light.


Selama berjam-jam si mata-mata, masih belum melihat perempuan bernama Misha. Yang ada cuma gadis setengah kelinci yang bernama Rabisia.


Si mata-mata, tidak membeli satu barang pun, ia hanya mengamati bagaimana pelelangan berjalan.


"Baiklah, pelelangan kita selesai hari ini.. Sampai ketemu lagi." Kata gadis kelinci bernama Rabisia yang berdiri di atas panggung.


Semua orang mulai behamburan pergi ke pintu keluar, si mata-mata mengikuti kerumunan yang pergi keluar.


Saat di luar si mata-mata terkejut, melihat kondisi kota. Sebelum dia masuk, banyak bangunan yang masih dalam keadaan setengah jadi. Tapi pada saat dia keluar bangunan yang seingat nya masih dalam keadaan setengah jadi itu sudah jadi dengan sempurna.


Di setiap bangunan yang selesai di renovasi terdapat sebuah Cristal sihir besar, Cristal sihir yang terdapat di bagunan berbentuk datar seperti sebuah cermin, besar Cristal sihir yang di bangunan berukuran 10 meter.


"Untuk apa Cristal sihir sebanyak ini?" Guman si mata-mata.


Beberapa detik kemudian, crisal sihir yang terdapat di bangunan menunjukkan seseorang. Si mata-mata mengenal orang yang di tunjukkan di Cristal.


"Orang itu Misha!!" Gumam si mata-mata.


Orang yang di tunjukkan di Cristal sihir itu mulai bergerak, lalu orang itu mulai berbicara. Suara orang yang timbul di Cristal sihir menggema ke seluruh kota Tiramisu.


"Aaa. Aaa. Aaa. Tes, tes, tes. Apakah ini sudah menyala?" Kata Misha yang di tunjukkan di cristal.


"Sebenar nya ini merupakan penemuan dari anggota baru kami yang bernama Putri yang terbuang. Yaaah, anak itu benar-benar jenius mampu menciptakan hal seperti ini. Kerajaan yang membuang anak itu benar-benar bodoh, tidak memakai kecerdasan anak itu.. Hahahahahaha."


Si mata-mata yang melihat Cristal sihir mengepalkan tangan nya kuat-kuat. "Aku tidak menyangka, Putri Mira bisa membuat hal seperti ini." Gumam si mata-mata.


Misha yang berada di Cristal, mulai meneriakkan nama seseorang. "Woyy, putri yang terbuang kemari!!"


Seorang gadis kecil berambut perak dan wanita berambut pirang yang menggunakan topeng datang ke samping Misha.


\*\*\*


Beberapa menit sebelum pelelangan selesai, aku pergi ke kamar ku bersama dengan tiruanku yang sudah berubah menjadi Misha. Tentu saja Natasha juga ikut bersama kami.


Saat kami sampai di kamar ku terdapat sebuah Cristal sihir yang berbentuk lingkaran. Dengan ukuran 50cm


Cristal lingkaran ini berfungsi sebagai kamera. Lalu di setiap bangunan yang sudah selesai si renovasi terdapat Cristal yang sangat besar. Cristal besar itu berfungsi sebagai layar. Jadi kami seperti sedang suting film.


Pintu kamar di buka oleh seseorang. "Mira, aku mendapat laporan dari Rabisia. Katanya pelelangan nya sudah selesai." Kata Lizard.


Aku mengangguk. "Kalau begitu keluar dari sini! Ruangan ini khusus untuk perempuan saja."


Dengan cepat, Lizard menutup pintu kamar ku.


"Baiklah... Sekarang kau bertingkah seperti Misha."


Tiruan diriku mengangguk.


Aku menjauh dari tiruan ku, Natasha juga ikut menjauh. Setelah kami menjauh aku berteriak. "Camera Roll Action!!"


Cristal sihir yang berbentuk lingkaran mengeluarkan cahaya yang menyorot ke wajah tiruan ku.


Tiruan diri ku pun beakting seperti Misha,


Selama tiruan ku berakting sebagai Misha, aku menyuruh Natasha mendatangi Lizard.


"Natasha, kau cepat datangi Lizard ke bawah." Kata ku sambil berbisik ke telinga Natasha.


Natasha mendekatkan mulut nya ke telinga ku. "Kenapa aku harus mendatangi Lizard." Kata Natasha.


"Suruh dia untuk pergi ke markas Low Light. Rencana akhirnya akan kita mulai sekarang."


Natasha mengangguk, kemudian Natasha pergi keluar kamar ku.


Beberapa detik kemudian Natasha kembali, saat Natasha kembali aku menganggukkan kepala ku. Natasha membalas anggukan ku.


Setelah Natasha membalas anggukan ku, aku memakai topeng. Natasha juga ikut memakai topeng.


"Woyy, Putri yang terbuang kemari!!" Tiruanku memanggil.


Aku berjalan mendekati tiruan ku, dan Natasha mengikuti ku dari belakang.


Saat aku berada di samping tiruan ku, tiruan ku langsung menarik rambut ku. "Perkenalkan anggota baru Low Light." Kata Tiruan ku.


\*\*\*


Si mata-mata melihat Cristal sihir yang menunjukkan wajah Misha dan gadis kecil berambut perak.


Saat gadis kecil berambut perak itu datang Misha langsung menarik rambut gadis kecil berambut perak itu.


"Perkenalkan anggota baru Low Light." Kata Misha.


Si mata-mata yang melihat perlakuan Misha terhadap gadis kecil itu, menjadi emosi.


"Gadis kecil itu, tidak salah lagi. Dia adalah Putri Mira... Sialan Misha, berani sekali dia memperlakukan Putri seperti itu." Kata Mata-mata sambil mengepalkan tangan nya.


Saat gadis kecil itu datang, terdapat wanita berambut pirang yang mengikuti gadis kecil itu dari belakang.


Wanita berambut pirang itu terlihat sangat marah melihat perlakuan Misha.


"Kenapa kau diam saja, kalau kau marah cepat bunuh wanita bernama Misha itu." Kata si mata-mata, saat melihat perlakuan wanita berambut pirang.


Seperti mendengar perkataan si mata-mata, wanita berambut pirang mengeluarkan pisau dari saku bajunya, kemudian wanita berambut pirang itu menusuk leher Misha.


"Si-sial-" Kata Misha.


Misha terjatuh ke tanah dengan pisau yang menancap di leher nya. Saat Misha jatuh tersungkur, gadis berambut perak dan wanita berambut pirang, membuka topeng mereka.


"Perkenalkan semua nya nama ku Mira. Saat ini aku sedang menghancurkan organisasi Low Light, aku sudah merencanakan untuk menghancurkan organisasi ini. Saat ini para bawahan ku berada di markas Low Light, mereka sedang menghancurkan Low Light secara langsung."


Gadis berambut perak itu tersenyum sinis, kemudian terjadi ledakan besar yang berasal dari bawah tanah. Semua orang menjadi panik karena ledakan itu.


"Kalian mendengar ledakan besar itu, itu tanda nya rencana kami sudah di mulai."