From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 139.5 Turnamen.



Kami kembali ke markas yang ada di The Dream Land.


Saat ini kami berada di ruang rapat, Bruno menyambungkan layar milik nya dengan layar milik kami. Kemudian ia membuka pengumuman Turnamen.


Aku membaca pengaturan turnamen yang ada di layar ku.


Turnamen Battle Royal Guild.


Kali ini kami akan memakai Map The Forest, setiap tim akan di pisah sejauh 500 meter. Waktu berlangsung selama 1 Minggu, dunia Virtual.


Peserta sebanyak 1320 Guild, setiap Guild berisi maksimal 30 anggota. Pemenang di tentukan dari banyak nya Guild menghabisi Guild yang lain. Hadiah bagi pemenang berupa 100 juta uang tunai.


Jika ada salah satu anggota Guild mati, maka anggota itu akan hidup lagi dalam waktu 5 menit. Jika suatu Guild anggota nya mati semua, maka mereka tereliminasi dari turnamen dan anggota nya tidak akan di hidupkan selama turnamen berlangsung.


Selama Turnamen berlangsung, tidak ada yang boleh membuka Map, kecuali ketua Guild.


Setiap 5 jam peserta Turnamen akan di beritahukan posisi nya di Map.


Setiap 1 Jam akan ada HP potion dan MP potion yang di sebar di seluruh Map, jadi berusahalah untuk mencari nya.


Setiap 24 Jam cuaca Map akan di rubah.


Jika peserta membunuh ketua Guild musuh, maka yang membunuh nya akan mendapatkan hadiah khusus selama turnamen berlangsung.


"Hmmm, peraturan nya tidak ada yang berubah. Map nya yang berubah, dan anggota yang di perbolehkan ikut dalam satu Guild bertambah. Tapi jumlah Guild yang ikut lebih sedikit dari pada turnamen sebelum nya." Kata Bruno.


"Hadiah nya juga bertambah menjadi 100 Juta." Sambung Siegurd.


"Kau benar." Jawab Bruno.


"Bruno kau bilang Map nya berubah kan? Memangnya di turnamen sebelum nya menggunakan Map apa?"


"Turnamen sebelum nya menggunakan Map The Holy Mountain."


"Di Map itu sangat susah kau tahu," Sambung Javelin. "Player harus berusaha agar tidak jatuh ke dasar gunung selama turnamen berlangsung. Alhasil mereka juga ikut kesusahan untuk membunuh anggota Guild musuh."


"Tapi untung nya sekarang turnamen menggunakan Map The Forest. Kurasa kita beruntung." Kata Catherine sambil melemaskan pundak nya di kursi, tanda ia lega.


"Bruno berapa Guild yang berpatisipasi di turnamen sebelum nya? Dan berapa jumlah anggota yang di perbolehkan ikut dalam satu Guild?"


"Te-tenang Mira! Satu-persatu, akan ku jawab semua pertanyaan mu. Jadi tanya nya satu-persatu. Ok?"


"Jangan banyak bicara! Jawab semua pertanyaan ku!"


"Ba-baiklah... Pertama jumlah Guild yang berpatisipasi di turnamen sebelum nya, jumlah nya kalau tidak salah ada 1500 Guild. Lalu anggota yang di perbolehkan ikut dalam satu Guild hanya 15 orang."


"Walaupun kita beruntung karena Map yang di gunakan adalah The Forest, tapi kita juga tidak beruntung karena Jumlah anggota dalam satu Guild bertambah menjadi 30 orang. Apakah kita bisa bertahan selama turnamen berlangsung?" Kata Siegurd pesimis.


"Kita tidak akan bertahan,"


Mendengar perkataan ku, semua orang menundukkan kepala dalam-dalam.


" Tapi kita akan memenangkan turnamen ini."


Setelah aku mengatakan itu, anggota Guild mengangkat kepala mereka, menatap ku, lalu mengucapkan kata "Eh." dalam nada tinggi hingga suara mereka melengking.


"Mi-Mi-Mira a-a-apa ya-ya-yang k-k-kau ka-katakan!?" Saking terkejut nya Bruno menjadi susah berbicara hingga ia menjawab dengan terbata-bata.


"Sudah ku bilang kita akan memenangkan turnamen."


"Apa kau serius Mira!?" Siegurd berkata sambil berdiri dari tempat duduk nya.


"Sangat serius."


"Kau tidak mendengar penjelasan ku sebelum nya. Anggota Guild yang ikut bertambah menjadi 30 orang. Untuk Player biasa sangat tidak mungkin untuk menghabisi 30 orang. Bahkan kau sekali pun tidak mungkin untuk melakukan itu!"


Siegurd benar. Untuk Player biasa tidak mungkin menghabisi 30 orang sendirian. Tapi aku bukan Player biasa! Aku memiliki Super Magic orginial ku sendiri. Contoh nya adalah Time Control dan The Doomsday.


Kedua sihir ku ini sangat kuat dan tidak masuk akal, bahkan dengan Time Control ku, aku bisa menghabisi Guild The Chaos sendirian, dan bahkan sekarang kapasitas MP ku bertambah. Dengan kapasitas MP ku sekarang aku bisa menghabisi 100 Player berlevel 100 sendirian.


Dengan perasaan percaya diri, aku menjawab Bruno.


"Aku sangat Serius. Kita pasti bisa memenangkan turnamen ini. Serahkan pada ku!" Aku menepuk dadaku dan memasang senyum sombong.


"Ka-kalau kau seyakin itu..... Kurasa kita bisa memenangkan turnamen ini." Siegurd duduk lagi di kursi nya.


Semua anggota menatap ku dengan ragu.


"Ah, aku lupa memberitahu kalian, setelah memenangkan turnamen, aku tidak akan Login selama beberapa minggu. Jadi jangan merindukan ku ya..."


"Haaaa," Catherine menghela nafas panjang. "Kau bahkan sudah yakin akan menang ya..."


"O. Iya. Turnamen nya di adakan kapan?"


"Di pengumuman ini, di beritahukan kalau turnamen nya akan di adakan pada tanggal-"


\*\*\*


"Player Fantasy Life sekalian. Apakah kalian sudah memerhatikan layar siaran yang tersebar di seluruh Map?" Suara seorang wanita tersebar di seluruh Map FL. Itu adalah suara Narator dari turnamen Guild. "Jangan mengalihkan pandangan dari layar ya... Karena apa?..... Itu benar! Karena hari ini adalah hari turnamen!


Baiklah kita lihat siapa kah yang akan memenangkan turnamen?


Apakah The Chaos? The Tyrant? Atau mungkin The Calamity? Atau mungkin Guild yang lain? Sangat membingungkan bukan? Dari pada bingung, lebih baik kalian lihat hasil nya di layar ya..."


Kami menunggu di markas, jika waktu nya tiba kami akan di teleportasi ke Map turnamen.


"Mira... Bahkan Narator saja yakin yang menang adalah The Chaos." Siegurd berteriak kesal di markas saat mendengar perkataan Narator.


"Kalian siap? Baiklah..... Sekarang ikuti aku untuk menghitung mundur!" Suara Narator terdengar bersemangat.


"3"


Semua Player yang Login pada saat itu menghitung mundur bersama Narator.


"2"


"1. Turnamen di Mulai!"


Semua Player yang Login berteriak kegirangan sambil menatap layar yang ada di semua bangunan yang ada di semua Map FL.


Kesadaran Ku menghilang, saat aku tersadar aku sudah di tengah hutan.


"Seperti nya kita sudah berada di Map turnamen." Kata Catherine dengan suara pelan.


"Jadi Mira. Bagaimana kita memenangkan turnamen ini? Apakah kau punya rencana?" Tanya Javelin.


"Kita tidak perlu rencana. Kalian tunggu di sini, dan perhatikan aku."


Aku mengaktifkan sihir (Fly) lalu aku terbang kelangit menembus pepohonan. Saat di langit, angin segar mengelus wajah ku dan pemandangan indah pepohonan memanjakan mata ku.


Tapi sayang. Pemandangan ini akan segera menghilang. Itu karena aku akan menggunakan sihir The Doomsday.


Dengan sihir ini aku bisa menghancurkan 1 Map, dan semua Player yang ada di Map yang menjadi target ku akan mati. Tapi Player yang ku anggap teman tidak akan mati, mereka akan berteleportasi otomatis ke daerah yang aman.


Sihir yang sangat mengerikan!


Tapi ini adalah sihir yang sangat tidak adil. Karena itu, sehabis aku menggunakan sihir ini, akun ku akan di Banned selama 2 setengah minggu.


Aku mengelurkan The Glory Rod di (Inventori), tongkat sihir emas kebanggaan ku.


Mengarahkan ke depan, lalu aku berteriak.


"Super Magic Activated!" muncul layar daftar sihir di depan ku.


"Black Hole.


Time Control.


Super Fire Ball.


Earth Quake.


Tsunami.


Super Tornado.


Thunder Rain.


The Golden Punishment.


The Crimson Punishment.


Meteor Rain.


Meteor Strike.


SuperNova


Super Barrier


Life Control.


Four Elements.


The sunny Day.


The Doomsday.


Summon Magic.


Trap Magic.


The Death Ash."


Aku memilih The Doomsday.


Saat aku memilih, cahaya putih muncul di ujung Glory Rod. Cahaya itu sangat menyilaukan hingga menutupi pandangan ku.


Di saat penglihatan ku tertutupi cahaya, muncul sebuah layar pesan.


"Akun anda di Banned selama 1 Bulan."


Apa!? 1 bulan!? Bukan nya hanya 2 minggu?


Kemudian muncul pesan lagi.


"Selamat anda memenangkan turnamen."


Biarlah akun ku di banned selama 1 bulan. Yang penting Guild ku memenangkan turnamen, 1 bulan ini akan terasa 1 tahun bagi ku.


Cahaya menghilang, kemudian pandangan ku tergantikan dengan langit-langit kamar ku yang ada di dunia nyata.


Turnamen yang harus nya berlangsung 1 minggu selesai dalam waktu kurang dari 1 menit.