
"Jadi Natasha. Kita ingin kemana?" Tanya Amanda yang terbang di belakang ku.
"Untuk saat ini, aku ingin pergi ke benua Hokahi. Siapa tahu di antara Elf itu ada yang bisa membuat Mira sadar."
Kami terbang dengan kecepatan sedang tapi bagi Mira ini mungkin lambat. Jika kami terus terbang dengan kecepatan seperti ini kami akan tiba dalam waktu beberapa jam. Karena kami berdua adalah Vampir, kami tidak bisa terbang dengan cepat di siang hari.
Dengan kecepatan terbang kami, perkiraan sampai ke benua Hokahi mungkin di waktu sore.
Kami sampai di daerah lautan, yang perlu kami lakukan saat ini adalah melintasi lautan ini dan menuju benua Hokahi.
Matahari terus menyisir ke arah barat, tengah hari sudah lewat. Suhu udara pun menurun karena hari sudah mulai sore.
Aku dan Amanda menambah kecepatan terbang sedikit, kami terus terbang menuju ke Benua Hokahi.
Sekitar satu jam, aku tidak tahu angka pasti nya.
Aku dapat melihat sebuah tanah yang memiliki warna kebanyakan hijau. Itu adalah benua Hokahi, sebagian besar benua itu adalah hutan. Jadi warna hijau akan terlihat dengan jelas dari kejauhan.
Matahari mulai terbenam di sebelah barat, aku dan Amanda mempercepat kecepatan terbang kami menuju langit-langit Benua Hokahi.
Saat mencapai langit-langit Benua Hokahi, aku dan Amanda turun perlahan-lahan.
Menembus dedaunan pohon, kami terus turun menuju tanah.
Saat kami sampai di tanah, rumah para Elf tersusun di pepohonan.
Di tengah hutan terdapat pohon yang sangat tinggi yang di sebut pohon keramat oleh para Elf.
Para Elf mulai keluar dari rumah pohon mereka masing-masing. Mereka melihat kami, aku bisa melihat ketakutan di wajah mereka.
Wajar mereka takut, Ras terkuat yang di sebut Ras paling kejam sedang berada di tanah mereka sekarang. Padahal Ras Vampir di juluki seperti itu bukan salah ku.
Memang sewaktu terjadi perang besar beberapa ratus tahun yang lalu, akulah pemimpin para Vampir, tapi yang memulai perang dan membuat seluruh dunia menjadi musuh itu bukan aku. yang membuat seperti itu adalah pemimpin Vampir sebelum aku, sebenarnya aku ini adalah Vampir yang cinta damai, asal aku bisa dapat pasokan darah setiap hari aku tidak akan mengusik kedamaian Ras lain.
Saat semua Elf sudah keluar, kami mendengar teriakan dari atas pohon keramat.
"Ke-kenapa kalian kesini?"
Suara teriakan itu terdengar bergetar, itu tanda pemilik suara itu sedang di landa ketakutan. Dan juga suara itu terdengar tidak asing. Jika ku ingat dengan benar, pemilik suara itu adalah Raja Elf Oberon.
"Kami tidak ingin melukai kalian. Kedatangan kami kesini karena ada yang ingin kami bicarakan kepada kalian." Amanda berteriak mewakilkan ku.
Tidak ada jawaban, semua Elf terdiam. Suasana menjadi hening. Suasana hening ini berlangsung selama beberapa detik, hingga akhir nya Raja Elf menjawab kami.
"Ba-baiklah. Kami akan mendengarkan kalian. Silahkan naik ke pohon keramat ini."
Kami mengangguk pada diri kami masing-masing, lalu kami menumbuhkan sayap kelelawar di punggung kami, kemudian kami melompat dan mengepakkan sayap kami.
Kami terbang perlahan ke atas pohon keramat.
Saat di atas, Raja Oberon mengajak kami ke istana nya. Yang di mana aku lihat itu hanya lah rumah pohon yang sedikit lebih besar dari yang lain nya.
Di atas pohon ini ada kolam. Ada banyak anak-anak Elf yang bermain di kolam itu, saat melihat kami anak-anak itu menyelam ke dalam kolam. Seakan-akan mereka bersembunyi dari kami.
Aku dan Amanda mengabaikan anak-anak Elf yang kelihatan nya sedang bersembunyi dari kami. Kami hanya terus mengikuti Oberon pergi ke istana nya.
Saat sampai di dalam istana, terdapat singgassana, dan ada seorang wanita Elf. Dia nampak terkejut melihat kami.
Aku mengabaikan dia. Oberon menjentikkan jari nya, kemudian timbul dari dalam tanah Kursi dan Meja yang terbuat dari tanah liat.
Meja itu berukuran panjang, lalu ada 3 buah kursi di samping nya.
"Si-silahkan duduk."
"Tidak perlu. Aku datang kesini hanya ingin bertanya." Kata ku.
"Bertanya apa?"
"Apakah kalian tahu jika seseorang bisa terluka akibat kekuatan sihir nya?"
Oberon mengangguk. "Aku tahu. Tapi tidak pernah melihat nya secara langsung, aku hanya mendengar nya dari Ratu Roh."
"Oooh. Kalau begitu, Ratu Roh mengetahui sesuatu tentang hal itu?"
Oberon mengangguk. "Mungkin."
"Kalau begitu, biarkan aku bertemu Ratu Roh."
"Kalau itu bisa saja. Hanya saja aku memerlukan waktu sebulan untuk memanggil nya."
"Apakah tidak bisa di persingkat?"
"Hmmm... Itu sangat aneh, dulu Arisa bisa pergi kehutan Roh dengan sangat cepat."
"Dalam kasus itu. Dikarenakan jalan menuju hutan Roh di persingkat menggunakan sihir ratu Roh. Kau melihat nya kan, sewaktu Ratu Roh menggoyang-goyangkan tangan nya."
Aku mengingat saat kami masuk ke hutan Roh, saat itu Thinkie menggoyang-goyangkan tangan nya, lalu muncul sebuah dimensi. Dimensi itu yang membuat kami masuk ke hutan Roh.
"Iya aku melihat nya, saat Thinkie menggoyang-goyangkan tangan nya ada dimensi yang muncul."
"Dimensi itulah yang aku maksud dengan jalan pintas menuju hutan Roh." Jawab Oberon.
Amanda mendekati ku, lalu ia berbisik. "Natasha kau ingat waktu Mira menghancurkan pohon keramat ini?" Tanya Amanda dengan Volume suara yang hanya dapat di dengar oleh kami berdua.
Aku mengingat kejadian itu dengan jelas. Jadi aku menganggukkan kepala ku, sebagai pengganti jawaban "aku mengingat nya."
"Memang nya kenapa dengan kejadian itu?" Aku bertanya pada Amanda.
"Saat Mira menghancurkan pohon ini, Ratu Roh langsung menunjukkan diri nya kan. Jadi aku berfikir, bagaimana kalau kau menghancurkan pohon ini untuk memancing Ratu Roh keluar. Dengan Cursed Blood Control pohon ini bisa kau hancurkan dengan mudah."
"Apakah tidak ada cara lain, yang tidak perlu menimbulkan kerusakan?"
"Tidak ada." Amanda langsung menjawab. "Kau ingin membuat Mira sadar kan? Menebang pohon ini adalah harga murah untuk membuat Mira sadar. Lagipula kita tidak punya waktu kan?"
Aku memikirkan perkataan Amanda sebentar.
Dia benar. Kami tidak punya waktu, kami harus cepat menyelamatkan Arisa dan Kakak Mira, Putri Yuri. Dan juga aku merasa harus cepat-cepat mengatasi Pria brengsek yang bernama Wilson itu.
Aku tidak tahu apa rencana yang akan dia lakukan kedepan nya. Tapi firasat ku mengatakan kalau pria brengsek bernama Wilson itu memiliki rencana yang sangat buruk.
Dan untuk mencegah itu semua, kehancuran pohon keramat ini adalah harga yang harus yang murah....
Aku mendorong pelan Amanda, Oberon kebingungan dengan perilaku kami
"Jadi kau tidak bisa memanggil Ratu Roh ya?"
"Bukan tidak bisa, hanya memerlukan waktu saja." Jawab Oberon.
"Tapi kau tidak bisa memanggil nya sekarang kan?"
"I-itu benar. Aku tidak bisa memanggil nya sekarang."
"O. Iya. Kalau ku ingat-ingat, sewaktu Mira menghancurkan pohon ini, Ratu Roh langsung keluar. Itu kenapa?"
"Pohon keramat ini memiliki hubungan dengan semua Roh, jika pohon ini hancur, semua Roh bisa merasakan nya."
"Kenapa bisa seperti itu?"
Aku menumbuhkan kuku di tangan kiri ku, lalu mulai menusuk telapak tangan kanan ku.
"Se-sebenar nya itu berhubungan dengan asal-usul penciptaan Ras. Kau pasti tahu kan... Legenda The Mother Of Nature. Legenda itu mengatakan, kalau Roh adalah mahluk pertama yang di ciptakan oleh alam, jadi mereka sangat terikat dengan yang namanya alam. Dan pohon keramat ini adalah entitas tiruan dari The Mother Of Nature. Karena itu mereka bisa terhubung, itu di sebabkan karena mereka merasakan entitas tiruan pencipta mereka dalam bahaya."
"Hmmm..... Ternyata pohon ini memiliki sejarah yang panjang ya...."
Darah mulai menetes keluar dari telapak tangan ku.
"Ka-kau benar. Pohon keramat ini memiliki sejarah yang panjang.... Ngomong-ngomong kenapa kau melukai tangan mu?"
Oberon bertanya dengan takut-takut.
"Aku hanya berfikir ingin menulis ulang sejarah baru tentang pohon ini. Aku ingin menulis, tentang betapa berharga nya pohon ini rela di hancurkan untuk menolong seorang gadis kecil yang tidak berdaya.
Cursed Blood Control..."
"Sebaik nya kalian lari." Kata Amanda. "Sebentar lagi gadis ini akan menghancurkan pohon ini untuk memancing Ratu Roh keluar."
Wajah Oberon dan istrinya berubah menjadi pucat, ia dengan cepat berlari keluar istana.
"Shape One. Swor-"
"Jangan!"
Terdengar suara perempuan menggema di seluruh ruangan menghentikan ku sebelum aku selesai mengucapkan Mantra.
Setelah suara itu, muncul cahaya emas terang di langit-langit ruangan. Kemudian cahaya itu berangsur-angsur berubah bentuk menjadi seorang gadis. Beberapa detik kemudian cahaya itu berubah menjadi gadis kecil seukuran telapak tangan, dengan sayap kupu-kupu di punggung nya.
"Ja-jangan hancurkan pohon ini. Kau ingin aku muncul kan? Aku sudah muncul sekarang, jadi jangan hancurkan pohon ini!"
Gadis kecil itu adalah Ratu Roh yang bernama Thinkie.