From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 224.05 Catherine



Hari XX Bulan XX Tahun 2050


Seorang remaja perempuan dengan wajah biasa-biasa saja. Dia tidak cantik dan juga tidak terlalu jelek, tetapi ada kelebihan dari remaja itu, dia memiliki tubuh yang lebih berisi dari pada remaja wanita seusia nya. Dia memakai kaca mata dan memiliki rambut yang acak-acakan hingga poni nya menutupi sebagian dari wajah nya.


Dia berjalan di jalanan tetapi tidak menuju rumah nya, tetapi sedang menuju rumah sakit.


Sesampai nya di rumah sakit, si remaja kemudian menuju salah satu kamar. Di dalam kamar itu, ada seorang wanita terbaring lemah, dengan alat infus yang membantu hidup nya. Itu benar. Wanita itu sedang koma.


Remaja perempuan itu kemudian berjalan mendekati tempat tidur wanita itu, saat berada di samping tempat tidur wanita itu, remaja itu membuka mulut nya, berbicara kepada wanita yang sedang koma itu.


"Ibu." Kata remaja perempuan itu. "Kapan Ibu akan sadar? Aku sudah tidak kuat hidup tanpa ibu." Kata nya dengan suara serak, air mata nya jatuh dari salah satu mata nya.


Remaja itu kemudian bercerita tentang kehidupan nya yang suram.


Remaja perempuan ini sering di Bully di sekolah nya, karena dia memiliki tubuh yang sangat dewasa tidak sesuai dengan usia nya. Pembullyan itu begitu menyakitkan, dia sering di hina pelacur karena bentuk tubuh nya, tubuh nya pernah sekali di lukai oleh teman sekelas nya dengan pisau carter. Dan yang lebih parah kadang siswa laki-laki melecehkan nya, dengan cara menyentuh payudara atau bokong nya.


Bahkan sebagian guru perempuan memandang nya dengan tatapan najis karena termakan kata-kata murid yang menyebut nya pelacur. Guru laki-laki nya lebih parah, mereka menatap remaja perempuan itu dengan tatapan penuh nafsu. Berkat semua itu, si remaja perempuan itu merasa tidak nyaman di sekolah.


Tetapi, si remaja itu dapat menyembuhkan diri nya dan hati nya yang suram pada saat pulang ke rumah.


Di rumah sudah ada ibu nya yang akan menunggu nya dengan senyum lembut dan kata-kata yang akan membuat si remaja menjadi bahagia. Hati nya yang suram akan di penuhi dengan kehangatan, dan itu semua karena ibu nya. Mereka akan tertawa bahagia, seperti melupakan semua masalah yang ada. Mereka hidup di penuhi dengan kekurangan, tetapi mereka masih hidup bahagia. Itu benar. Mereka sangat bahagia saat itu.


Tetapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama....


Ibu remaja itu mengalami kecelakaan hingga membuat nya koma. Dan harus di rawat di rumah sakit. Tetapi, itu memerlukan biaya yang besar.


Dia pun harus meminta tolong pada ayah nya yang sudah bercerai dengan ibu nya. Ayah nya menceraikan ibu nya, karena alasan sepele yaitu ibu nya tidak kaya, ayah nya menikah lagi dengan anak dari bos perusahaan. Ayah nya sekarang sudah resmi menjadi bos di perusahaan itu, menggantikan ayah mertua nya. Remaja itu pun berharap ayah nya mau membantu ibu nya.


Harapan nya terkabul! Ayah nya mau membantu untuk membiayai pengobatan ibu nya.


"Tetapi....."


Ayah nya kemudian berkata, dengan senyum terbejat yang pernah di lihat remaja itu. "Dengan satu syarat..."


Remaja itu menelan ludah, kemudian bertanya dengan takut-takut. "A-apa syarat nya?"


"Seperti nya kau telah tumbuh besar semenjak terakhir kali aku melihat mu.... Aku akan membantu mu, jika kau membayar nya dengan tubuh mu...."


Eh? Apa yang orang ini bicarakan..... Aku anak nya sendiri. Bicara apa orang ini.... Si remaja kemudian berkeringat dingin, dia di penuhi dengan rasa takut yang tidak pernah dia rasakan sebelum nya.


"Bagaimana?" Tanya pria yang adalah ayah nya.


"Ba-Baiklah....."


Semenjak hari itu. Kehidupan remaja perempuan itu hancur.


Ibu nya di bawa kerumah sakit, dan dia ikut dengan ayah nya dengan alasan di rawat karena ibu nya sakit. Tetapi itu hanya alasan, si remaja di siksa dengan ayah nya dan istri ayah nya, dia juga di permainkan dengan ayah nya.


Tidak ada tempat untuk nya yang bisa membuat nya bahagia di dunia ini. Di sekolah dia di bully, di rumah dia di siksa dan di permainkan oleh ayah nya, jika dia melapor polisi, dia di ancam oleh ayah nya, tidak akan ada yang membiayai ibu nya. Itulah ancaman nya.


Di rumah baru nya dia kadang tidak mendapat makan, dan kadang hanya di beri makanan sisa.


Si remaja pernah sesekali berpikiran untuk bunuh diri, tetapi ia masih memiliki ibu yang harus dia tunggu kesadaran nya.


Hingga suatu ketika, sewaktu dia di sekolah. Seperti biasa, dia di ejek pelacur oleh teman-teman sekelas nya. Dia mulai berpikir pada saat itu.


Mereka benar. Aku adalah pelacur. Aku hanyalah alat untuk memuaskan nafsu ayah ku.


Ejekan seperti biasa, siksaan seperti biasa, dan kehidupan seperti biasa, tentu saja biasa bagi remaja itu. Tetapi untuk remaja normal itu tidak biasa, itu adalah kehidupan yang sangat menyakitkan. Mungkin karena kehidupan yang menyakitkan itulah, yang membuat si remaja perempuan itu menjadi memikirkan sesuatu yang tidak pantas.


Itu benar. Aku hanyalah alat pemuas nafsu... Kenapa tidak sekalian saja....


Aku menjual diri ku.


Dia pun mulai menjadi pelacur yang sebenarnya pada saat itu. Setelah pulang sekolah, dia akan pulang kerumah, dan saat malam tiba dia akan pergi ke tempat hiburan malam dan menjual diri nya.


Kehidupan nya semakin menjadi suram pada saat itu.


Hingga suatu ketika, dia mendengar tentang VR dan FL dari pelanggan nya. Setelah mereka berhubungan si pelanggan bertanya pada nya.


"Kau terlihat sangat sedih setiap kali kita melakukan nya. Apakah kau tidak senang?"


Siapa juga yang senang melakukan hal ini kepada pria acak.... Semua wanita pasti tidak akan senang melakukan nya. Pikir si remaja dalam kepala nya.


".....Aku bukan tidak senang melakukan nya. Aku hanya tidak senang dengan kehidupan ini." Dia menjawab dengan cara memutar, memberikan maksud kalau dia tidak suka berhubungan dengan pria acak.


"....Begitu ya... Kalau begitu kenapa kau tidak mencoba VR? Ada Game bernama Fantasy Life, semua Player Game itu adalah orang-orang yang tidak senang dengan kehidupan ini sama seperti mu."


"Eeeh.... Begitu ya...." Kata si remaja dengan datar.


Awal nya dia tidak mau membeli alat VR itu, karena dia tidak mungkin memainkan Game di rumah ayah nya. Di rumah itu hanya dua nasib yang menanti nya. Di permainkan ayah nya atau di siksa. Itu saja. Hingga akhir nya dia memutuskan untuk menyewa apartemen dengan uang yang dia dapat dari jasa prostitusi nya.


Dia pun membeli alat VR hanya karena penasaran, dan membeli SoftWare Game Fantasy Life atau FL.


Dia menggunakan Avatar perempuan dan Avatar itu dia beri nama Catherine, alasan dia memilih nama itu karena keren. Sungguh alasan yang simpel.


Dan pelanggan nya saat itu berkata jujur. Dia mulai melupakan masalah nya semeniak bermain FL, dan bisa rileks selama dia menjadi Catherine hingga sifat asli nya keluar. Yaitu gadis periang dan sangat menyukai hal-hal imut seperti remaja perempuan biasa pada umum nya.


Tetapi walaupun begitu, Real Life nya masih tetaplah menyedihkan. Di Bully di sekolah, dia juga harus tetap kerumah ayah nya untuk menghibur ayah nya, melakukan prostitusi, dan menjenguk ibu nya yang sedang koma.


Tempat dia bisa menenangkan hati nya hanyalah di Game VR yang bernama FL itu.


Bertahun-tahun dia memainkan FL, hingga akhir nya dia bisa mendapatkan uang dari FL, tetapi uang itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup nya. Karena dia masih harus menyisihkan uang untuk biaya pengobatan ibu nya dan biaya untuk merawat tubuh nya sendiri. Karena jika dia tidak melakukan hal itu, dia akan terkena penyakit berbahaya, contoh nya AIDS. Dan berbagai penyakit kelamin lain nya. Itu semua adalah penyakit yang bisa di sebabkan pekerjaan prostitusi nya.


Dia di FL ikut Guild besar bernama The Chaos, dan dia memiliki teman baik di FL, ada tiga dari mereka. Javelin, Siegurd, dan Bruno. Tetapi dia dan ketiga teman nya di Guild The Chaos tidak bertahan lama, mereka di usir.


Karena itu, dia dan teman-teman nya kesusahan mencari penghasilan di FL, karena susah untuk mencari Quest yang bisa menghasilkan Rare Item.


Catherine pun memutuskan untuk pergi berkeliling untuk mencari Player yang bisa mereka ajak bekerja sama mencari Rare Item. Setelah beberapa menit Catherine berkeliling, dia sampai di sebuah bangunan yang di sebut Aula pertemuan. Di sana dia melihat Player yang menggunakan Avatar dengan wujud gadis kecil yang imut, dia langsung terpikat dengan Player itu.


Dia memiliki tinggi yang sesuai dengan anak kecil berumur sepuluh tahun, mata nya berwarna merah seperti Ruby, rambut nya berwarna perak seperti warna rembulan di malam hari dan wajah nya sangat imut. Pasti orang di balik Avatar itu sangat niat dalam mendesain Avatar nya. Dia melihat Player dengan Avatar imut itu akan melakukan hal bodoh, yaitu menyewa item tidak berguna dengan harga mahal. Catherine tanpa sadar mendekati Player itu, menghentikan nya dan membawa nya ke kamar pribadi yang tidak akan di masuki oleh orang lain.


Setelah di sana, Catherine menanyakan Player itu kenapa dia bisa melakukan hal bodoh itu. Dan dia menjawab kalau dia ingin mencoba mencari orang untuk membantu nya menyelesaikan Quest penambah MP.


Catherine tahu Quest itu. Itu adalah Quest tersembunyi yang hanya di ketahui oleh anggota Guild besar, Catherine pun mulai berpikir jangan-jangan dia adalah anggota Guild besar. Tetapi ia segera membuang pemikiran itu, mengingat Player ini berusaha untuk menyebarkan informasi yang seharus nya rahasia.


Setelah mengobrol sedikit, Catherine pun memutuskan untuk membantu Player ini dengan imbalan koin emas untuk biaya Catherine dan teman-teman nya untuk membentuk Guild baru. Dengan keputusan itu, Catherine memperkenalkan diri dan Player itu memperkenalkan diri nya. Namanya adalah Mira.


Di dalam hati Catherine berpikir. Akhir nya aku bisa berteman dengan perempuan. Tidak mungkin Mira adalah laki-laki di Real Life mengingat sifat nya yang sangat feminim.


Singkat cerita dia dan ketiga teman nya membantu Mira dan mereka menjadi akrab hingga membuat Guild bersama-sama. Tetapi Guild itu segera bubar, karena Mira di tuduh mengambil uang Bruno. Catherine mendengar kabar, Mira di Real Life hampir di penjara karena masalah ini, tetapi ia berhasil membuktikan diri nya tidak bersalah dan berhasil memasukkan Javelin dan Siegurd kedalam penjara, orang yang telah menuduh nya mengambil uang Bruno. Tetapi segera Mira membebaskan Javelin dan Siegurd karena kasihan dengan kondisi mereka di Real Life.


"Semenjak hari itu.... Aku dan Mira tidak pernah ketemu lagi... Aku merasa bersalah karena telah membenci nya." Kata Catherine menutup cerita nya, Tentu saja tidak ada respon dari ibu nya. Karena ibu nya sedang koma. Setelah bercerita dia pamit, pulang ke apartemen nya dan segera Login ke FL.


Dia pun segera menyesal karena Login di hari itu.


Dia dan ketiga teman nya tidak bisa Logout. Dan terdengar suara perempuan dan laki-laki yang tumpang tindih di langit, suara itu bernada datar seperti robot.


"Ke empat pembunuh sudah di siapkan. Siap kirim ke dunia lain. Persiapan selesai. Aktifkan sihir lintas dunia dan pemberhenti waktu...... Selesai."


Saat itu sebuah cahaya terang muncul dari tubuh mereka berempat. Tubuh mereka kemudian hancur berkeping-keping hingga tidak tersisa.


***


Di saat Mira Graham Carlania Charlesius Fantasia. Anak dari Raja Charles dan Ratu Carla lahir di kerajaan Fantasia.


Catherine terkirim ke dunia lain. Sebagai Putri dari Ratu kerajaan Animalia. Saat ini dia bukanlah Catherine si Demi Human kucing hitam tetapi dia adalah Demi Human kucing perak, dia adalah Catulus Von Animalia.


Dia di kirim bersamaan dengan pesan dari Massage. Isi pesan itu seperti ini :


"Quest khusus :


Jika kalian ingin pulang. Khianati teman kalian sekali lagi."