From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 303 Bukankah empat lawan satu itu tidak adil



Setelah Mira menerima serangan telak dari sisi kiri dan kanan nya, ia mendapatkan luka bakar yang sangat parah pada tangan kiri dan kanan nya yang ia gunakan untuk menutupi wajah nya. Dengan sihir (Heal) Mira menyembuhkan luka itu.


Setelah itu menyembuhkan luka nya, Mira mengaktifkan sihir (Barrier) kemudian mencari keberadaan musuh yang barusan menyerang nya.


'Aku tidak menduga kalau mereka benar-benar selamat dari serangan mu Mira.' Suara Gloria menggema di kepala nya saat ia terus memperhatikan daerah sekitar nya.


'Dimana mereka?'Mira mengabaikan perkataan Gloria, ia terus melirik ke segala arah, dengan mata emas nya, yang memiliki kemampuan untuk melihat segala nya. Dengan mata emas nya, ia bisa melihat energi sihir, panas tubuh, dan berbagai faktor yang membuat nya dapat melihat musuh yang tidak terlihat dengan mata biasa. Tetapi, kali ini walaupun ia menggunakan mata emas nya, Mira masih tidak dapat mendeteksi keberadaan musuh, bahkan ia sama sekali tidak merasakan energi sihir dari serangan barusan.


'Serangan lain nya, dari atas!' Gloria memperingati Mira, yang segera ia ikuti dengan melihat ke atas. Dan benar saja ada seorang pria yang jatuh dari atas langit sambil bersiap untuk menebas Mira dengan pedang yang ia pegang dengan kedua tangan nya.


"Klang!" Suara hantaman besi terdengar saat pedang pria itu berhasil mengenai (Barrier) milik Mira.


"Percuma!" Pria itu berteriak. "Sword Skill: Sonic Cutter!" gelombang suara berfrekuensi tinggi menggema saat pedang itu terus beradu dengan (Barrier) Mira. Akibat dari gelombang suara tinggi itu, perisai Mira hancur berkeping-keping seperti kaca.


Karena momentum, pedang pria itu pun mengarah ke atas kepala Mira, yang segera, karena reflek Mira menangkis serangan itu dengan Glory Rod yang ada di tangan nya.


'Aduh!' Suara Gloria menjerit kesakitan menggema saat Mira berhasil menangkis pedang pria itu.


Tidak selesai sampai di situ, dari sisi kiri Mira muncul seorang anak kecil. Ia muncul tepat di samping Mira, tubuh anak kecil itu berkilauan seperti sebuah berlian, dan tangan anak itu mengepal bersiap-siap memukul Mira. Mira melirik ke arah anak kecil itu, ia tidak bisa melakukan apapun karena kedua tangan nya sibuk memegang Glory Rod yang hingga detik ini ia gunakan untuk menangkis pedang.


Akhir nya Mira pun menerima bogem mentah dari anak kecil itu. Bogem mentah itu tepat mengenai pipi kiri Mira.


"Kyaa..." Mira menjerit kesakitan saat menerima pukulan dari anak kecil yang tiba-tiba muncul di sisi kiri nya. Bukan hanya itu, efek dari pukulan itu membuat Mira terpental ke sisi kanan dari tempat nya berdiri sejauh lima meter. Tidak terkejut karena menerima serangan mentah, Mira menggunakan sihir (Fly) untuk menyeimbangkan tubuh nya, dengan begitu ia berhasil berdiri tegak.


Pipi kiri Mira hancur karena pukulan itu, tangan anak itu sekeras berlian. Bila orang biasa terkena pukulan itu sudah pasti dia akan mati, tapi Mira berlevel seratus, dan itu bukan hanya sekedar sampul saja. Tubuh Mira sudah jelas memiliki ketahanan tubuh di atas semua mahluk hidup yang ada di dunia ini, karena itu pukulan yang sekeras berlian itu hanya menimbulkan luka di pipi Mira, yang segera bisa ia sembuhkan dengan sihir (Heal).


Serangan belum selesai, kali ini dari belakang Mira ada sebuah panah api yang melesat dengan kecepatan tinggi. Panah itu muncul secara tiba-tiba, sehingga Mira tidak sempat bereaksi, yang membuat panah itu mengenai punggung Mira. Sesaat panah itu mengenai punggung Mira, panah itu segera meledak.


"Aaakh!" Mira menjerit kesakitan saat terkena ledakan itu secara langsung. Punggung Mira pun menderits luka bakar yang sangat parah, yang juga segera ia sembuhkan dengan sihir (Heal).


Akhir nya para penyerang pun muncul, di depan Mira ada tiga orang pria dan di belakang nya ada seorang wanita. Di depan nya ada seorang Elf laki-laki yang memegang tombak, seorang anak kecil yang sekujur tubuh nya tertutupi berlian, dan seorang pria dengan pedang yang sangat indah yang ia pegang dengan tangan kanan nya. Di belakang Mira ada seorang Demi Human kucing perak yang membawa sebuah busur panah dengan corak yang sama indah nya dengan pedang yang di pegang pria yang ada di depan Mira. Identitas ke empat penyerang itu tidak lain dan tidak bukan adalah. Bruno, Siegurd, Javelin, dan Catulus.


Mira menopang tubuh nya dengan satu lutut nya, dan Glory Rod yang ia tancap kan ketanah.


"Bukankah empat lawan satu itu tidak adil..." Kata Mira dengan terbata-bata, wajah nya menunjukkan ekspresi kesakitan, walaupun luka-luka nya sudah ia sembuhkan dengan sihir, ia masih bisa merasakan sedikit rasa sakit akibat luka yang ia terima. Itu menandakan kalau serangan yang ia terima sangatlah kuat.


"... Keberadaan mu sendiri saja sudah tidak adik." Jawab Siegurd dengan senyum menghina.


Mira perlahan-lahan berdiri, setelah itu ia bersiap untuk melancarkan serangan balasan.


'Mira, gawat... Batas pergantian Class tinggal sebentar lagi. Bahkan setelah kau merubah Class mu, kau masih kewalahan melawan mereka, lebih baik kita mundur dan meminta bantuan Natasha dan yang lain nya.'


'Memang itu yang aku rencanakan...' Mira dan Gloria bertukar percakapan melalui pikiran.


"Mayat kalian masih di situ, bagaimana bisa kalian selamat dari serangan ku?" Mira bertanya sembari menyiapkan tongkat sihir nya.


"Kau pikir kami akan mengungkapkan kartu as kami?" Jawab Bruno. Ia sama sekali tidak mengungkapkan bagaimana mereka bisa lepas dari serangan Mira, dan juga mayat mereka berempat masih tergeletak di tanah, lalu mereka bisa menyerang Mira tanpa terdeteksi sama sekali, itu saja sudah menimbulkan banyak pertanyaan di kepala Mira.


'Untuk mayat mereka berempat, aku menduga mereka menyiapkan tubuh pengganti. Yang jadj pertanyaan di sini adalah, bagaimana mereka bisa kabur dari serangan ku? Apakah mereka kabur ke sisi lain benua? Kalau begitu bagaimana bisa mereka bisa sampai ke sini dengan begitu cepat? Sama seperti mereka yang menyegel sihir (Teleportation) milik ku, aku juga menyegel sihir (Teleportation) milik mereka. Kalau begitu, apakah mereka tidak pergi ke sisi lain benua? Lalu bagaimana.... Jangan-jangan mereka bersembunyi di dalam tanah saat aku menggunakan sihir ku? Kalau begitu cara mereka menghindari serangan ku dapat terjawab. Pertanyaan lain nya, bagaimana mereka bisa menyembunyikan hawa keberadaan mereka sepenuh nya?' Semakin Mira memikirkan, semakin ia tidak menemukan jawaban mengenai kemampuan ke empat orang yang ia lawan.


Saat Mira memikirkan hal itu, Catulus yang berada di belakang Mira berbicara kepada nya. "Jika kau memberitahu kami bagaimana kau bisa selamat setelah aku menusuk jantung mu, aku bisa memberitahu mu bagaimana kami bisa selamat dari serangan mu."


"Catherine!" Ketiga teman laki-laki Catulus berteriak saat Catulus mengatakan hal itu.


"Tidak apa-apa kan...? Tidak ada ruginya juga jika kita memberitahu nya."


"Walaupun begitu... Itu adalah kartu as kita, kita tidak boleh menunjukkan kartu as kita pada musuh."


"Daripada di bilang kartu as, rasanya seperti Joker... Kita mengungkapkan atau tidak rasanya tidak akan ada yang berubah." Kata Catulus dengan seyum masam. "Dan juga Bruno, kalau kau tidak mengungkapkan rahasia kepada orang yang kau cintai, kau akan di benci oleh nya kau tahu..." Sambung Catulus.


"Gununu.... Lakukan sesuka mu!" Kata Bruno dengan sedikit kesal.


"Bruno!" Kali ini Javelin dan Siegurd yang berteriak memanggil Bruno, dengan ekspresi wajah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh teman nya itu.


'Hah? Apa yang dari tadi mereka katakan? Mereka sepenuh nya mengabaikan ku.' Mira yang menyaksikan pertukaran ke empat Player berpikir dengan kebingungan.


"Kalau begitu, sudah di putuskan... Bagaimana Mira? Apakah kau ingin mengungkapkan bagaimana kau bisa selamat dari tusukan yang aku lakukan sebelum nya? Sebagai balasan nya aku akan memberitahu mu bagaimana kami selamat dari serangan mu."


Mengungkapkan cara nya... Aku saja bahkan tidak tahu bagaimana aku bisa selamat... Jika aku mengatakan hal ini, tidak mungkin juga mereka akan percaya. Pikir Mira. Sebenarnya Mira selamat karena sebuah item yang ada di (Inventori) nya, Gloria yang merasakan energi kehidupan Mira melemah berinisiatif menggunakan item itu untuk menyelamatkan Mira. Gloria memilih diam dan tidak memberitahu Mira hal itu, karena itu juga bisa di jadikan Mira kartu as. Dari percakapan ke empat Player, Gloria bisa memperkirakan bagaimana ke empat Player bisa selamat dari serangan Mira, dan walaupun mereka mengungkapkan bagaimana mereka selamat, tidak ada yang bisa di lakukan oleh Mira. Keadaan ini berbanding terbalik dengan ke empat Player, jika ke empat Player mengetahui Mira bisa hidup kembali karena item, mereka akan menggunakan cara untuk menyegel fungsi item ini.


'Gloria, apakah kau ada campur tangan saat menghidupkan aku kembali?' Tanya Mira.


'..... Ya.' Gloria sempat ragu, apakah ia menjawab jujur atau tidak, tapi pada akhir nya ia menjawab jujur.


'Begitu ya... Kalau begitu, aku akan bertanya, apakah tidak apa-apa untuk mengungkapkan cara nya kepada mereka?'


'..... Aku tidak tahu....' Jawab Gloria setelah diam beberapa saat.


'.....Begitu ya....'


"Maaf aku tidak akan memberitahu kalian." Kata Mira dengan senyum di wajah nya, lalu dengan lantang Mira menyatakan. "Dan juga, aku akan mengungkapkan rahasia bagaimana kalian bisa hidup lagi setelah menerima serangan ku."


Mira kemudian merapalkan mantra sihir nya.