From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 123.03 Tawaran Catherine



"Mira, aku sudah tahu sih jawaban nya. Tapi aku akan tetap bertanya. Kenapa kau ingin mengumumkan Quest penambah kapasitas MP? Bukankah akan menguntungkan jika kau menyelesaikan nya sendirian?" Catherine bertanya.


"Awal nya aku mau seperti itu, tapi pada percobaan pertama ku gagal. Jadi aku ingin mengumpulkan Party untuk membantu ku menyelesaikan nya." Mengingat yang terjadi sebelum nya membuat ku jengkel, aku tanpa sadar menunjukkan ekspresi marah.


"Hahahaha," Carherine tertawa. "Tentu saja kau akan gagal! Quest itu harus di lakukan berkelompok. Baru kali ini aku mendengar seseorang mencoba menyelesaikan Quest itu sendirian."


"Tidak ada salah nya kan mencoba."


"Kau benar, tapi yang kau lakukan itu sungguh konyol. Kau buang-buang Upgrade Point."


"Kalau masalah itu tidak masalah. Kalau begitu aku akan Logout karena sudah mau malam."


Layar muncul di depan ku, aku membuka pengaturan di sana ada tombol bertuliskan Logout, saat aku hendak memencet, Catherine menghentikan ku."


"Tunggu Mira!"


"Kenapa?"


"Bisa aku tambahkan kau kedalam Friend List ku?"


Aku mengangguk. "Tidak masalah."


"Kalau begitu." Kata Catherine sambil memunculkan layar Menu di depan nya.


Beberapa detik kemudian di depan ku muncul layar bertuliskan.


"Player bernama Catherine ingin menambahkan anda ke Friend List nya. Apakah anda ingin menerima nya?


Yes. No."


Aku memencet tombol "Yes."


"Sekarang kita sudah resmi berteman." Kata Catherine tersenyum.


"Kalau begitu aku Logout dulu, sampai bertemu lagi kapan-kapan."


Aku memunculkan layar, memilih pengaturan setelah itu aku memilih tombol Logout.


Ke esokan hari nya aku Login lagi. Tempat pertama aku muncul adalah di Aula pertemuan. Aku melihat sekeliling, Aula pertemuan sudah penuh dengan Player.


Aku berjalan keluar gedung Aula, saat di luar aku mendapatkan Pesan.


Aku memunculkan layar, di layar tertulis. "Anda mendapatkan pesan dari Catherine."


Aku memencet gambar amplop yang ada di layar, itu adalah gambar jika ada pesan masuk. Setelah ku pencet muncul tulisan.


"Kepada Mira.


Bisakah kita bertemu. Jika bisa pencet tombol ini.


"Datang Kesini."


Di sana ada Map yang akan membimbing mu. Aku tunggu ya!!"


Aku memencet tombol "Datang Kesini."


Setelah ku pencet, muncul Map, yang membimbing ku ke suatu tempat.


Aku mengikuti Map, setelah beberapa menit berjalan, aku memasuki hutan. Apa yang sebenarnya di pikirkan Catherine membawa ku ke hutan.


Aku terus berjalan, beberapa menit kemudian aku merasakan seperti memasuki sebuah medan yang tak terlihat, itu tanda jika aku telah membuka Wilayah baru di Map. Sekitar satu menit aku berjalan, aku menemukan sebuah kota, kota itu di penuhi dengan rumah adat, seperti rumah Lamin, rumah Gadang, dan berbagai rumah adat lain nya.


Ini tempat yang baru aku lihat, lagipula aku tidak tahu ada tempat seperti ini.


Aku terus berjalan sambil mengecek Map, kemudian saya melihat di depan ku ada seorang Demi Human wanita kucing hitam melambai ke arah ku. Aku menghilangkan layar Map, aku mempercepat langkah ku menuju Demi Human kucing hitam.


Saat sudah dekat, terlihat jelas Demi Human wanita kucing hitam itu. Dia adalah Catherine!


Cetherine melambai ke arah ku sambil tersenyum. Aku membalas melambai ke arah nya.


"Mira!!" Suara Catherine dari jauh.


Aku berlari mendekati Catherine.


"Jadi kenapa kau memanggil ku kesini?" Tanya ku kepada Catherine saat aku sudah sampai di depan nya.


"Masalah itu kita bahas di dalam dulu!"


Catherine mengajak ku ke sebuah rumah adat, aku menerima ajakan nya.


Saat aku berjalan mendekati rumah adat, aku memperhatikan rumah adat dengan seksama. Aku mengenali bentuk nya, itu adalah Rumah Adat dari Sumatra Selatan! Nama nya rumah Limas!


"Rumah Limas." Gumam ku dengan pelan.


"Eh," Catherine terkejut. "Mira tahu nama rumah ini!?"


"Kenapa kau begitu terkejut? Jangan-jangan kau tidak tahu nama rumah adat ini?"


Catherine tersentak dengan kata-kata ku. Ia tidak menjawab, kemudian ia berbalik melihat ku dengan senyum pahit di wajah nya.


"Te-tentu saja aku tahu. Itu pelajaran dasar kan?"


"Su-sudahlah nggak perlu bahas itu nggak penting." Kata Catherine sambil mempercepat langkah nya.


Kami memasuki rumah Limas.


Di dalam tidak ada interior apapun, hanya ada satu meja bundar dan beberapa kursi yang mengelilingi meja bundar.


Aku di suruh duduk, aku menuruti suruhan Catherine dan duduk di kursi yang kosong, setelah itu Catherine duduk di sebrang ku.


"Jadi kenapa kau memanggil ku?" Tanya ku.


"Pertama aku ingin minta maaf."


Aku memiringkan kepala ku dan menatap Catherine dengan bingung.


"Aku minta maaf karena telah mengintip Status mu lewat Friend List kemarin."


"Bukan nya kau bisa melihat Status Player melalui Friend List?"


"Itu tidak bisa di lakukan Mira. Memang nya kau tidak punya daftar Player di Friend List milik mu?"


"Catherine yang pertama."


Mendengar perkataan ku, mulut Catherine menganga, matanya melotot menatap ku. Sepertinya ia sangat terkejut.


"Ja-jadi bagaimana kau bisa mencapai Level 100?"


"Main tiap hari."


"Seharus nya kau tidak bisa mencapai Level 100 sendirian, walaupun kau main tiap hari itu mustahil."


"Buktinya aku bisa," Aku menunjukkan Status ku pada Catherine. "Nih liat!"


Catherine menghilangkan layar Status ku, kemudian ia menatap ku dengan serius. "Kesampingkan masalah itu dulu. Jadi apakah kau memaafkan ku?"


"Tidak ada rugi nya bagi ku jika Status ku di ketahui. Jadi aku tidak tahu alasan mu minta maaf, karena kau merasa bersalah akan ku maafkan kau."


"Begitu ya. Tapi untuk kedepan nya kau harus berhati-hati Mira. Kalau Status mu diketahui kau akan kesusahan di turnamen nanti."


"Turnamen?"


"Kau tidak tahu?" Tanya Catherine heran.


Aku menggelengkan kepala ku sebagai jawaban.


"Lalu untuk apa kau mengambil Quest penambah kapasitas MP jika kau tidak ikut turnamen?"


"Itu karena sebelum nya aku tidak sengaja mengambil Quest ini, karena kelihatan nya menarik, jadi aku mencoba menyelesaikan nya sendirian."


"Be-begitu ya...." Jawab Catherine dengan wajah masam.


Catherine memegangi dagu nya, kemudian ia melirik ke kanan dan ke kiri. Selama beberapa detik ia melamun.


"Catherine?" Aku memanggil.


Catherine menaruh kedua tangan nya di atas meja. "Mira. Bagaimana kalau aku dan teman-teman ku membantu mu menyelesaikan Quest?"


"Apa mau mu?" Tanya ku dengan curiga.


"Kau memiliki berapa koin emas?"


"Ada sekitar seratus lebih."


"Bagaimana kalau aku dan teman-teman ku membantu mu, lalu kau bayar kami dengan 50 koin emas?"


"Itu merugikan untuk ku."


"Di mana rugi nya? Bukan kah kita sama-sama untung? Kapasitas MP mu bertambah dan kami mendapatkan duit untuk membuat Guild."


"Jika kita menyelesaikan Quest nya bersama, bukan kah kapasitas MP kalian juga bertambah? Kalau begitu aku rugi. Walaupun kapasitas MP ku bertambah tapi aku kehilangan 50 koin emas. Sedangkan kalian sangat di untung kan, kalian mendapatkan 50 koin emas dan kapasitas MP kalian bertambah."


"Mira. Kapasitas MP kami tidak akan bertambah walaupun kami ikut menyelesaikan Quest nya bersama dengan mu."


"Kau kira aku akan percaya."


Aku berdiri, dan ingin meninggalkan Rumah. Tapi sebelum aku pergi Catherine menarik tangan ku.


"Tunggu Mira, percaya pada ku."


"Kau kira aku akan percaya pada orang yang baru aku temui!"


Aku melepaskan tangan ku dari genggaman Catherine, dan berjalan keluar rumah, dengan cepat Catherine melompat dan langsung menangkap kedua kaki ku.


Aku jatuh tersungkur, karena kaki ku di tahan Catherine.


Catherine menindihi ku, lalu ia mendekatkan wajah nya dengan wajah ku.


"Ku mohon Mira! Cuma kamu satu nya yang bisa memberi kami duit."


Catherine berkata dengan mata memohon, karena aku tidak bisa melepaskan diri dari Catherine, secara terpaksa aku menerima permintaan Catherine.