
"Class Change: Berseker! Skill Activated: Absolute Deffence."
"Boom!"
Catulus yang menyaksikan anak panah yang di lesatkannya jatuh tepat di posisi Mira berada merasa puas sekaligus merasa khawatir mengenai serangan nya dapat memberikan Damage kepada Mira atau tidak.
Catulus dan Javelin bersama Mira sudah cukup lama, mereka pun hafal pola serangan dan kebiasaan Mira saat menyerang. Sebagai contoh. Mira akan selalu membuka serangan dengan sihir (Fire Ball). Walaupun seperti nya Mira tidak menyadari kebiasaan nya ini, tapi mantan teman satu Guild nya menyadari kebiasaan ini. Hal ini pun menjadi keuntungan untuk Javelin dan Catulus, yang mengetahui kebiasaan Mira dalam menyerang, serangan terkuat nya, hingga delay dalam sihir nya. Catulus merasa khawatir serangan nya berdampak atau tidak karena ia tahu kalau Mira masih memiliki (Time Stop) yang Delay nya sudah selesai. Ia khawatir kalau Mira berhasil menghindari serangan nya dengan menggunakan sihir (Time Stop).
Serangan Catulus sendiri sebenarnya tidak terlalu kuat jika di gunakan untuk menyerang, serangan itu hanyalah efektif untuk melawan (Mage). Mengapa bisa seperti itu? Itu semua di karenakan efek serangan Catulus. Serangan Catulus menyebabkan ledakan radiasi yang dapat mengganggu aliran energi sihir di sekitar nya dalam jarak seratus meter. Untuk seorang (Mage) yang kesemua serangan nya menggunakan sihir, efek itu sangatlah fatal. Ledakan yang tercipta cukup besar hingga menyebabkan orang biasa terluka parah, dan seorang Mage yang aliran sihir nya terganggu dapat menyebabkan dia tidak dapat menggunakan sihir yang di mana seorang Mage tanpa sihir sama saja seperti orang biasa. Sehingga Mira seharus nya akan terluka cukup parah akibat ledakan yang terjadi karena ia tidak dapat menggunakan sihir pelindung, dan yang lebih parah lagi dia tidak bisa menggunakan sihir untuk menyembuhkan luka nya.
Walaupun kelihatan nya serangan Catulus cukup fatal ia masih khawatir Mira menggunakan (Time Stop) sebelum panah itu meledak, mengingat delay dari sihir itu sudah selesai.
Sayang nya perkiraan Catulus salah. Ia tidak tahu kalau Mira tidak bisa menggunakan sihir (Time Stop) secara terus menerus, dan yang paling penting ia tidak tahu kalau Mira...
"Hahaha...."
"Anak itu... Dia benar-benar di luar akal sehat..."
Itu benar... Catulus tidak tahu kalau Mira dapat merubah Class nya.
Javelin yang mengetahui hal itu hanya bisa tertawa masam, dan Catulus hanya bisa bergumam dengan perasaan kesal.
Mira yang telah merubah Class nya menjadi (Berseker) yang di mana Class itu sangatlah cocok dalam bertahan ataupun menyerang dengan tangan kosong. Mira yang telah merubah Class nya menjadi (Berseker) dan dengan mudah menggunakan Skill terkuat milik (Berseker) yaitu (Absolute Deffence), ia pun dapat dengan mudah menangkis serangan Catulus. (Absolute Deffence) sendiri adalah Skill yang membuat pengguna nya dapat memunculkan kubah kaca yang sangat kuat dan dapat meniadakan efek serangan fisik maupun sihir. Kubah ini dapat bertahan selama lima belas detik. Walaupun hanya lima belas detik, tapi Skill ini benar-benar dapat menangkis semua serangan kecuali satu. Itu adalah Deskripsi yang tertulis dari Skill (Absolute Deffence) di FL. Tidak ada yang tahu serangan apa yang dapat menembus (Absolute Deffence) ini, karena di FL sendiri semua serangan sudah di coba tapi tetap tidak ada yang bisa menembus pertahanan dari Skill ini, sehingga para Player pun mengira kalau itu hanyalah kesalahan dari pihak Developer.
Sementara Catulus dan Javelin yang merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, Mira yang berada di dalam kubah berdiri diam, ia merasakan sakit di sekujur tubuh nya. Rasa sakit itu seperti di tekan dengan beban berat, walaupun begitu Mira masih tetap berdiri dan memasang wajah datar, menyembunyikan rasa sakit nya.
'Sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, sakit, SAKIT!!!!!!!!!!!!" Walaupun ia tidak menunjukkan rasa sakit di wajah nya, Mira merintih kesakitan di dalam kepala nya.
'Apa yang kau lakukan bodoh!? Kau sangat nekad, kau merubah Class mu secara sembrono! Bagaimana kau bisa merubah Class mu yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh mu, bahkan merubah Class mu ke Mage saja sudah memberikan beban berat ke tubuh mu! Aaaaakh!!! Aku tidak percaya ini!!!! Karena hal ini waktu kau untuk merubah Class mu menurun drastis!sisa waktu dari perubahan Class mu hanya tersisa satu setengah menit! Kau harus cepat menyelesaikan mereka berdua!' Gloria yang menyaksikan aksi sembrono Mira mengungkapkan perasaan kesal nya di dalam kepala Mira.
'Apa!? Waktu perubahan Class ku hanya tersisa satu menit!?'
"Kalau begitu tidak ada pilihan lain..."
Aku akan mengeluarkan semua kekuatan sihir ku! Pikir Mira. Seketika energi sihir di dalam tubuh Mira meluap hingga menyebabkan gelombang kejut, ini langsung membuat Catulus dan Javelin bersiap-siap menerima serangan Mira. Menjauh dari efek radiasi, Mira tanpa menunggu waktu lama mengeluarkan sihir terkuat nya. Ia mengeluarkan (Super Magic: Meteor Rain!) setelah itu ia mengeluarkan (Super Magic: The Crimson Punishment) di ikuti dengan (Super Magic: The Golden Punishment).
(Super Magic: Meteor Rain) adalah sihir yang dapat memunculkan hujan meteor, (Super Magic: The Crimson Punishment) adalah sihir yang dapat memunculkan hujan api lalu (Super Magic: The Golden Punishment) dapat menimbulkan hujan cahaya laser.
Akibat ketiga sihir itu, meteor, api, dan cahaya laser menghujani langit benua Aziliya tidak memberikan celah kepada Catulus dan Javelin untuk lari ataupun melakukan pertahanan.
"Kuh!"
"Akh!"
Javelin dan Catulus merintih kesakitan saat mereka terkena berbagai macam serangan Mira yang datang dari langit. Mereka mencoba berlari, tapi hujan serangan Mira tidak memberikan mereka kesempatan untuk melakukan itu, mereka pun memutuskan untuk sekuat tenaga menangkis hujan serangan Mira, walaupun mereka tahu kalau jumlah serangan yang datang tidak bisa mereka halau sepenuh nya. Akibat hujan serangan itu, Catulus dan Javelin menerima luka di sekujur tubuh mereka.
Setelah hujan serangan Mira selesai, ia menggunakan (Super Magic: Four Element) sihir ini memiliki efek memanggil ke empat elemen dasar yang bisa di gunakan untuk menyerang musuh. Mira menggunakan ke empat elemen dasar ini untuk memanggil tornado besar. Tornado ini bukan tornado biasa, karena tornado ini di selimuti dengan api yang panas air yang sangat dingin dan juga bebatuan keras yang dapat menghancurkan tulang seseorang jika terkena.
Karena Catulus dan Javelin masih kelelahan mengatasi serangan sebelum nya, reaksi mereka terhambat saat melihat tornado besar mengarah ke arah mereka, alhasil mereka pun tersapu tornado itu dengan telak. Tornado itu hanya bertahan beberapa detik, tapi itu cukup memberikan Damage yang besar untuk mereka berdua. Walaupun Catulus dan Javelin sudah menerima luka yang sangat parah dari serangan beruntun Mira, ia tidak selesai menyerang sebelum Catulus dan Javelin berhenti bergerak. Mira kemudian mengeluarkan sihir nya untuk memberikan serangan penghabisan.
"Dengan ini... Selesai... Super Magic: Super Nova!"
Menggunakan sihir yang sama dengan sihir yang ia gunakan saat menghabisi Siegurd dan Bruno, Mira mengarahkan tongkat sihir nya ke arah Catulus dan Javelin yang terluka sangat parah, bahkan beberapa bagian tubuh mereka berdua sudah ada yang menghilang. Saat Mira mengarahkan tongkat sihir nya, ledakan besar terjadi menelan Catulus dan Javelin ke dalam ledakan besar itu, tempat mereka berpijak juga ikut tertelan dalam ledakan besar itu menyebabkan bukan hanya Javelin dan Catulus yang hancur lebur akibat ledakan itu tapi tanah tempat mereka berpijak juga ikut hancur akibat ledakan itu. Setelah ledakan selesai, akhir nya (Class Change) Mira habis. Sesaat setelah Class nya kembali menjadi (Princess) Mira jatuh berlutut di atas tanah, dan darah keluar dari mulut dan hidung nya.
"Hah... Hah... Hah... Aku menang...."
Sesaat Mira bergumam seperti itu, dari samping kiri nya sebuah pedang menebas tangan kiri nya, menyebabkan tangan kiri nya terpotong. Dengan heran Mira menengok ke arah kiri nya. Di sana berdiri dua orang yang seharus nya sudah mati.
"Bagaimana bisa...? Kalian masih hidup...?"
Siegurd dan Bruno berdiri di samping kiri Mira tanpa ada luka sedikit pun.