
Lizard kembali, sebelum ia menyentuh tanah ia mentransformasi tubuh nya kembali menjadi manusia. Lizard mendarat dengan mulus dengan kedua kaki manusia nya tepat di samping meja yang aku dan Natasha gunakan, ia kemudian berlutut, menundukkan kepala nya setelah itu barulah ia melaporkan hasil pemeriksaan nya.
Menurut hasil pemeriksaan Lizard Benua Festria tidak sepenuh nya pecah menjadi lima bagian, jika menghitung bagian Benua yang pecah menjadi pulau kecil. Tetapi karena bagian Benua yang pecah menjadi pulau bisa tenggelam kapan saja jika air laut pasang, bagian itu tidak akan di hitung. Bagian tempat kami berpijak sekarang ini juga termasuk. Tempat ini bisa tenggelam jika air laut pasang... Lalu Lizard juga mengatakan kalau Ras Giant dan Ras Dragon juga telah selesai berperang seperti dugaan ku, ia melihat banyak mayat yang mengapung di lautan atau hanya tergeletak begitu saja di tanah.
Lizard juga memberitahukan informasi terakhir, kalau saat ini kedua belah pihak sedang mengadakan pertemuan di pecahan Benua yang paling besar di antara pecahan Benua yang lain nya. Ia tidak berani untuk memeriksa lebih lanjut karena takut keberadaan nya bisa di ketahui oleh pihak lain. Melihat singkatnya waktu penyeledikan nya, aku bisa memaklumi sedikit nya informasi yang ia dapatkan. Dan juga aku tidak peduli dengan keadaan Benua Festria saat ini, tujuan utama ku datang ke sini untuk memaksa Ras Dragon dan Ras Giant menjadi bawahan ku, dan ikut dengan ku di perang nanti.
"Lalu, dimana mereka melakukan pertemuan?"
"Bagian pecahan paling besar dari Benua ini, berada enam puluh kilometer di arah barat." Jawab Lizard atas pertanyaan ku.
"Setelah aku menyelesaikan minuman ku, kita langsung pergi ke sana... Tidak. Kita pergi ke sana setelah ku habiskan semua manisan yang ada di sini."
Aku meminum es jeruk sebelum akhir nya menjawab perkataan Lizard. Aku berencana langsung pergi setelah menghabiskan minuman ku, tetapi sesaat aku mengalihkan pandangan ku ke atas meja, manisan yang tersisa masih banyak. Aku pun sedikit memperlambat waktu berangkat sampai aku menghabiskan semua manisan yang ada di atas meja ini terlebih dahulu... Atau begitulah rencana ku...
"Tidak. Kita berangkat sekarang!"
Sampai akhir nya Natasha menolak usulan ku.
"Eeeeh!"
"Apa maksud mu dengan 'Eeeeh!?' Kita harus cepat bergerak sebelum mereka menyelesaikan pertemuan mereka!" Natasha memarahi ku saat aku menyuarakan ketidakpuasan ku.
"Hah... Benar juga. Baiklah, kita berangkat sekarang... Setelah aku menghabiskan minuman ini."
Kali ini Natasha tidak menentang ku. Kami pun akhir nya berangkat. Tentu saja setelah kami menghabiskan minuman kami.
\*\*\*
Aku di gendong Natasha, ia terbang di atas langit, suara kepakan sayap nya terdengar di telinga ku. Tidak jauh di belakang kami ada Lizard dengan wujud naga nya. Terbang ke arah barat, kami melewati lautan sampai akhir nya kami melihat sebuah dataran yang begitu luas di depan kami. Karena kecepatan terbang Natasha, jarak enam puluh kilometer dapat di tempuh hanya dalam waktu lima menit.
Sesaat Natasha sudah sampai di atas dataran itu, ia tidak berhenti terbang ke arah tempat pertemuan Ras Dragon dan Ras Giant. Hanya saja, ia memperlambat kecepatan terbang nya. Sambil melihat ke arah daratan, ia terus terbang ke arah yang Lizard informasikan. Sekitar satu setengah menit kami terbang di atas daratan, aku melihat kelompok manusia berukuran tidak normal, rata-rata tinggi mereka sekitar sepuluh meter, tidak salah lagi mereka adalah Ras Giant. Setelah ku perhatikan lebih seksama aku juga dapat melihat kelompok kadal bersayap yang besar nya tidak kalah dengan Ras Giant, yap. Itu benar. Mereka Ras Dragon.
"Mira..."
Nampak nya Natasha juga menyadari keberadaan mereka. Aku menatap Natasha saat ia memanggil nama ku. Aku menganggukkan kepala ku, tidak perlu menyelesaikan perkataan nya, aku sudah bisa menebak apa yang hendak ia katakan. Natasha menyuruh aku bersiap-siap.
Sebenarnya aku ingin mengawasi situasi terlebih dahulu. Mengumpulkan informasi sedikit lagi. Tetapi, aku tahu kalau tidak ada yang perlu di takuti dari kedua Ras itu. Dari segi kekuatan, aku sangat yakin Natasha adalah mahluk terkuat setelah aku dan ke empat Player yang terkirim ke dunia ini. Oleh sebab itu, aku tidak perlu berhati-hati lagi. Dan juga, aku bisa menebak seberapa besar kekuatan mereka berdasarkan cerita Natasha saat Amanda menyulut peperang di Benua ini.
Natasha mempercepat kecepatan terbang nya hingga hampir mencapai kecepatan suara. Dengan jarak, kecepatan terbang, hingga cara mendarat nya, Natasha dengan mudah menciptakan gelombang kejut sesaat kaki nya menyentuh tanah, dan juga tanah tempat nya berpijak hancur akibat tekanan yang tercipta sesaat Natasha mendarat. Tidak bisa di pungkiri, cara nya mendarat sangat mencolok. Tentu saja, Ras Giant dan Ras Dragon yang hadir terkejut dengan situasi saat ini, mereka kebingungan sekaligus panik akibat perubahan situasi yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh mereka.
Setelah awan debu menghilang, Lizard mentransformasi diri nya menjadi bentuk manusia nya. Ia pun mendarat di tanah dengan mulus.
"Untuk permulaan, aku akan meminta dengan baik-baik. Kalau mereka menolak... Tidak ada jalan lain, dan juga waktu kita tipis." Gumam Natasha, sembari mengeluarkan energi sihir nya, tangan kiri Natasha sudah terluka, meneteskan darah sedikit demi sedikit, menandakan ia siap untuk menggunakan kekerasan kapan saja.
Tetapi sebelum Natasha bergerak, Ras Giant dan Ras Dragon bersujud di depan Natasha.
"Mohon ampuni kami!
"Eh?" Natasha dan aku menatap ke arah mereka dengan ekspresi bingung dan tatapan kosong.
Mengabaikan kebingungan kami, salah seorang Ras Giant berbicara mewakili semua orang yang ada. "Beberap bulan yang lalu kami merasakan energi sihir yang sangat besar. Hal itu menyebabkan kami berhenti berperang. Saat ini kami membahas bagaimana cara nya kami mengatasi entitas yang memiliki energi sihir itu."
"Akhir nya kami sampai pada satu kesimpulan," kali ini seorang dari Ras Dragon yang berbicara. "Kami tidak bisa mengatasi entitas tersebut. Kami pun sepakat untuk menjadi bawahan entitas tersebut, asalkan nyawa Ras kami yang tersisa dapat di biarkan hidup."
"Mohon ampuni kami! Jika kau ingin membantai kami semua, setidak nya jangan bantai anak kecil dan perempuan kami! Mereka tidak bisa melakukan apapun untuk melawan mu! Kami mohon!"
Kepala mereka makin tertunduk, meminta ampun kepada Natasha, entitas yang mereka duga sebagai pemilik energi sihir super besar yang mereka sebutkan.
"Baiklah. Aku akan mengampuni kalian," Wajah dari Ras Dragon dan Ras Giant nampak berseri-seri saat Natasha mengatakan itu, tetapi wajah mereka kembali murung setelah mendengar perkataan Natasha selanjut nya. "Tetapi dengan satu syarat. Jika kalian setuju dengan syarat ku, aku akan mengampuni nyawa kalian semua."
Natasha memberitahu syarat pengampunan mereka, yaitu mereka semua harus menjadi budak darah Natasha, lalu para pejuang dari kedua Ras harus ikut berperang bersama kami yang akan dilaksanakan dua bulan mendatang. Mereka menyetujui syarat Natasha, yang segera di respon oleh Natasha dengan menjadikan mereka budak darah nya.
Hasil akhir dari penjajahan kami, berakhir dengan anti *******. Yah. Itu hal yang patut di syukuri. Lagipula aku tidak ingin mengurangi populasi mereka lebih jauh. Untunglah mereka dapat berpikir rasional dan memutuskan untuk tidak melawan kami.
Tetapi... Entah kenapa, aku merasakan perasaan tidak nyaman karena semua nya berjalan begitu mulus tanpa hambatan sedikit pun. Akhir-akhir ini rencana ku selalu terhambat dengan kejadian tidak terduga, tetapi kali ini semua nya berjalan sangat lancar sampai-sampai aku merasa tidak nyaman...
"Progresif penyelesaian Quest Khusus: 89%." Mengabaikan rasa tidak nyaman di dalam diri ku, aku di kejutkan dengan layar transparan yang tiba-tiba muncul di depan ku. Sudah lama aku tidak melihat layar ini. Sampai-sampai rasa tidak nyaman ku menghilang, di gantikan dengan rasa nostalgia saat melihat nya.
"Ada apa Mira?"
".... Tidak ada apa-apa... Natasha, setelah ini ada yang ingin ku bicarakan. Bisa kau percepat proses nya?"
"Baiklah.
Natasha menyadari perubahan sikap ku sesaat layar transparan muncul di depan wajah ku. Aku mengabaikan kekhawatiran nya yang berlebihan, dan memberitahu nya untuk mempercepat proses ritual budak darah yang saat ini ia lakukan.
.... Aku tidak ingin Natasha tambah khawatir. Tetapi... Aku harus memberitahu hal yang baru saja ku sadari kepada nya... Karena hal yang ku sadari saat ini, dapat menjadi senjata untuk melawan Player yang tidak bisa mati itu.