
Sehari berlalu setelah Sarion kabur, Charles mengerahkan pasukan pencari, untuk mencari Sarion di seluruh benua Silia. Cristal sihir teleportasi memiliki batas untuk memindahkan orang. Setahu semua orang, Cristal sihir teleportasi hanya mampu mencakup benua Silia saja. Itu adalah informasi yang di ketahui semua orang, tapi menurut sepengetahuan Mira, Cristal teleportasi mampu mencakup jarak dua kali lipat benua Silia, atau mungkin lebih, itu semua tergantung seberapa besar sihir yang di masukkan kedalam Cristal sihir.
Natasha berada di kamar nya, kamar nya bersebelahan dengan kamar Mira. Natasha memilih kamar yang dekat dengan kamar Mira karena suatu alasan. Alasan itu adalah agar Natasha dapat diam-diam menghisap darah Mira di setiap malam, walaupun Mira lebih kuat dari pada diri nya, tapi tetap saja Mira tidak bisa melakukan perlawan ketika dia sedang tidur. Jadi Natasha bisa menghisap darah Mira sepuas nya. Walaupun ada satu lagi alasan mengapa Natasha memilih kamar di dekat kamar Mira. Alasan yang kedua ini sangat simpel, alasan itu adalah agar Natasha dapat membangunkan Mira di pagi hari.
Natasha bangun dari tempat tidur nya, ia berjalan menuju lemari pakaian, ia mengambil pakaian pelayan yang di berikan Leonardo kepada nya.
Natasha memakai pakaian itu, setelah ia berpakaian, Natasha pergi ke kamar Mira. Ia melihat kamar Mira sangat gelap.
Natasha berjalan ke ambang jendela, di buka nya tirai dengan lebar, cahaya matahari masuk melalui kaca jendela yang transparan. Cahaya itu menyinari wajah Mira, walaupun matanya telah terkena cahaya matahari, tapi tetap saja Mira tidak mau bangun.
Natasha berjalan ke kasur Mira, saat sudah dekat kasur, Mira tiba-tiba berteriak lalu Mira mengambil posisi duduk dengan tangan kanan nya yang seperti sedang mengambil sesuatu.
"Dasar Penghianat kalian!!" Teriak Mira dengan suara keras.
Natasha terkejut, ia melihat ke wajah Mira. Air matanya berlinang. Dan tatapan Mira di penuhi dengan amarah dan kebencian.
"Mi-Mira?" Kata Natasha dengan wajah heran. "Si-siapa yang penghianat?" Sambung Natasha.
Mira menatap Natasha dengan wajah bingung, kemudian Mira memegangi pipinya yang basah dengan air mata.
"Loh," Kata Mira terkejut. "Kenapa aku menangis?"
"Seharus nya aku bertanya seperti itu." Natasha menghela nafas. "Kenapa kau ini baru bangun langsung berteriak. Dasar Kalian Penghianat!! .... Asal kau tahu ya .... Aku, Arisa, Jack, Amanda, dan Para Vampir, tidak akan menghianati mu. Jadi kau tenang saja, lupakan mimpi yang barusan." Kata Natasha sambil mendekap Mira dengan lembut.
Sewaktu di dekap Natasha, Natasha dapat merasakan tubuh Mira bergetar. Kemudian Mira mendekap Natasha dengan erat.
"Kalian janji?" Kata Mira dengan suara pelan.
"Kami berjanji tidak akan berhianat. Dan kami berjanji akan selalu setia kepadamu sampai kami mati." Jawab Natasha dengan suara lembut.
"Kalian Janji?"
"Sudah ku bilang kan-" Kata-kata Natasha terpotong dengan perkataan Mira.
"Kalian harus memegang kata-kata kalian... Aku tidak mau lagi merasakan rasa sakit yang pernah kurasakan dulu." Kata Mira. Suara nya gemetar, Natasha bisa merasakan kalau Mira sedang menangis di dadanya.
Apa yang dulu pernah menimpa mu. Mira? Pikir Natasha.
Mira perlahan melepaskan dekapan nya, Natasha pun melepaskan dekapan nya. Tubuh Mira menjadi lemas, mata nya terpejam dengan sisa air mata di pipi nya. Mira sudah sepenuh nya tertidur lagi.
Natasha tersenyum, kemudian ia membaringkan Mira di kasur nya lagi. Natasha berdiri, kemudian ia berjalan menuju luar kamar Mira.
Sewaktu di luar, Natasha di sapa dengan Arisa dan Jack.
"Kak Natasha!" Panggil Jack.
Natasha menengok ke arah Jack.
"Kak Mira belum bangun?" Tanya Jack.
"Belum." Jawab Natasha.
"Nggak di bangunin?" Tanya Arisa.
Natasha tersenyum. "Biarkan dia tidur sebentar lagi .... Kita sarapan duluan saja."
***
Charles berada di ruang tahta, ia duduk di singgassana nya. Ia merenung.... Charles masih kebingungan dengan kejadian tiga hari yang lalu. Kejadian itu sangat mengejutkan banyak orang, Sarion yang merupakan dalang di balik kejadian yang menimpa kota Cocoa menghilang tanpa jejak. Padahal Charles yakin kalau Sarion belum mengambil Cristal teleportasi yang di lemparkan oleh Jack. Tapi kenapa Sarion bisa menghilang di ruang sidang tanpa jejak? Charles sudah menyuruh prajurit untuk mencari Sarion di seluruh benua Silia, tapi selama sehari pencarian, hasil nya nihil.
Charles bangkit dari singgassana nya, kemudian ia berjalan ke belakang Singgassana nya. Ia berlutut, kemudian Charles meraba-raba bagian bawah singgassana nya. Ia terus meraba, hingga akhir nya ia menemukan lubang seukuran jari telunjuk nya.
"Ketemu!!" Gumam Charles setelah menemukan lubang itu.
Charles memasukkan jari telunjuk nya, kemudian ia merasakan jari telunjuk seperti sedang tersedot kedalam lubang itu. Setelah itu di bagian belakang Singgassana nya muncul tulisan.
"Akses memasuki ruang rahasia kerajaan diterima!!" begitulah tulisan yang tertulis di belakang singgassana nya. Charles pun mengeluarkan tangan nya dari lubang yang ada di bawah singgassana nya.
Lantai Singgassana nya dan lantai singgassana istrinya terpotong dengan lantai yang lain. Kemudian lantai singgassana nya turun kebawah, seperti sebuah elevator.
Charles pergi keruang arsip kerajaan, ruangan itu berada di bawah tanah, bahkan lebih bawah lagi dari perpustakaan, yang letak nya juga di bawah ruang tahta. Ruang Arsip kerajaan hanya di ketahui oleh raja kerajaan Fantasia secara turun temurun. Jadi keberadaan ruang arsip ini hanya di ketahui oleh Charles.
Charles sampai di ruang arsip, lantai tengah ruang arsip memiliki bolong yang sesuai dengan potongan lantai singgassana nya. Lantai singgassana menutupi lantai ruang arsip seakan-akan lantai singgassana adalah bagian dari lantai ruang arsip. Ruang arsip sama seperti perpustakaan, isi ruang arsip adalah rak yang di penuhi dengan buku. Yang membedakan ruang arsip dengan perpustakaan adalah isi dari buku nya. Buku di perpustakaan hanya buku tentang pelajaran. Sedangkan di ruang arsip berisi buku tentang sihir, informasi yang di sembunyikan, rahasia, bahkan ada buku yang menyegel beberapa item sihir.
Charles berjalan, mengelilingi ruang arsip, hingga akhir nya ia menemukan sebuah patung pahlawan sieg yang sedang memegang buku, tinggi patung itu adalah 5 meter.
Patung itu bergerak melihat ke arah Charles. "Kata Sandi nya?" Patung itu berbicara, yang suara nya sampai bergema di ruang arsip.
"Pahlawan kecil adalah anggota dari lima orang aneh!" Teriak Charles.
Patung itu bergerak menjulurkan tangan nya yang memegang buku kepada Charles. Charles mengambil buku yang ada di tangan patung pahlawan Sieg.
Charles berjalan kembali menuju singgassana nya, ia pun duduk di singgassana nya. Saat ia duduk, Charles membuka buku yang baru saja ia dapatkan dari patung pahlawan Sieg.
Sebelum membaca buku, Charles berpikir tentang kata sandi untuk mengambil buku yang di pegang nya.
Apa maksud nya pahalawan kecil adalah anggota dari lima orang aneh? Bahkan ayah dan kakek ku juga tidak tahu artinya. Pikir Charles kebingungan. Siapa sebenarnya lima orang yang di maksud ini?
Charles lelah berfikir ia pun membuang jauh-jauh pemikiran itu. Charles membaca buku yang di ambil nya.
"Buku penyegel Item Sihir!" itulah yang tertulis di halaman pertama buku.
Charles membuka halaman tengah buku, di sana terdapat sebuah gambar sebuah kalung dengan hiasan arloji di tengah-tengah nya. Lalu di bawah gambar kalung itu terdapat tulisan.
"Item penghenti waktu!! Pernah di gunakan oleh Pahlawan Sieg sekali. Setelah di gunakan oleh pahlawan Sieg, pahlawan Sieg memberikan nya kepada raja Roh dan ratu Roh."
Kalau tidak salah Elf bisa mengendalikan Roh.... Dengan informasi ini, bisa di pastikan kalau Elf bernama Sarion itu bisa mengendalikan raja Roh. Pikir Charles dengan yakin. Ini juga menjelaskan bagaimana Elf bernama Sarion itu bisa menghilang, ia menghentikan waktu kemudian ia mengambil Cristal sihir yang di lempar oleh bawahan Mira yang bernama Jack.
Gambar Kalung Arloji di buku tiba-tiba bergerak, seakan-akan ingin keluar dari buku. Beberapa detik kemudian Gambar Kalung Arloji itu sudah betul-betul keluar dari buku. Charles tanpa basa-basi mengambil kalung itu.
Setelah mengambil nya, Charles melihat ke buku. Tulisan di buku, berubah dengan sendirinya.
"Benda itu merupakan Imitasi yang di buat oleh Raja Kelima kerajaan Fantasia! Bahkan benda itu bisa menghentikan waktu selama lima detik."
Charles menutup buku yang ada di tangan kanan nya, kemudian ia memasukkan tangan kiri nya yang memegang Kalung Arloji, kedalam saku celana nya. Charles menaruh Kalung Arloji itu di saku nya.
Charles berjalan lagi menuju patung yang memberikan nya buku, saat ia sampai, patung itu masih dengan posisi menjulurkan tangan nya. Charles menaruh buku yang di pegang nya ke tangan patung yang menjulur. Patung itu kemudian bergerak, kembali ke posisi nya semula.
Charles berjalan kembali ke singgassana nya, setelah sampai, ia berduduk di singgassana nya.
"Bawa aku kembali!" Kata Charles.
Lantai singgassana terlepas dari lantai ruang arsip, lalu Lantai singgassana naik ke atas. Beberapa detik kemudian lantai Singgassana kembali lagi keruang tahta seperti semula.
Charles bangkit dari tempat duduk nya, ia berjalan keruang tahta. Setelah di luar, ia berjalan lagi menuju kamar nya.
Seperti nya aku harus memberitahu Mira. Kalau Elf yang bernama Sarion itu bisa mengendalikan Raja Roh, yang memiliki kemampuan menghentikan waktu. Aku harus menyuruh nya berhati-hati. Elf bernama Sarion itu sangat berbahaya, bisa saja dia mengincar Mira dan bawahan nya untuk balas dendam. Pikir charles sambil berjalan cepat ke kamar nya.