From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 324 Penyerahan Tahta



Di ruang tahta kerajaan Fantasia, seluruh bangsawan di kerajaan hadir pada acara penyerahan tahta kepada Yuri. Singgassana yang seharus nya menjadi tempat duduk Charles saat ini di duduki oleh Carla, ia akan menyerahkan mahkota kepada Yuri sebagai pengganti Charles.


Saat ini Yuri belum masuk ke ruang singgassana, ia masih bersiap-siap di kamar nya. Dengan di bantu oleh para pelayan istana, dia menggunakan gaun yang mewah yang tidak pernah ia gunakan sebelum nya. Gaun yang di gunakan nya saat ini, memang nampak sulit untuk di gunakan, terbukti dengan lima pelayan yang membantu nya menggunakan gaun itu. Setelah selesai menggunakan gaun, wajah Yuri di rias secantik mungkin, dan juga sebisa mungkin menutupi mata nya yang masih terlihat sedikit bengkak.


Sementara itu suasana kota saat ini sedang ramai dari biasa nya, banyak orang yang dari luar kota yang datang saat pemakaman Charles dan Shina tidak pulang ke kota asal mereka dan menetap di kota. Kali ini tujuan mereka bukan untuk menghadiri acara pemakaman, tetapi untuk menghadiri festival yang saat ini sedang di laksanakan. Waktu persiapan untuk festival, berlangsung selama satu hari penuh. Pada kemarin pukul lima pagi persiapan sudah di laksanakan dan selesai pada waktu pukul empat dini hari. Carla mengerahkan prajurit dan kstaria kerajaan untuk mempersiapkan festival ini, dengan di bantu oleh warga kota, waktu persiapan hanya berlangsung satu hari. Waktu itu terbilang cepat, mengingat seberapa besar festival kali ini di laksanakan. Jika pada waktu normal, persiapan akan memakan waktu tiga sampai empat hari, tapi karena Carla memerintahkan untuk mempercepat persiapan, persiapan pun dapat di pangkas hanya dalam waktu satu hari saja.


Di tengah suasana festival yang menggembirakan ini, tentu saja angka kriminal juga meningkat. Seperti pencopetan dan penculikan yang akan di manfaatkan oleh beberapa sampah masyarakat yang ada di kota ini. Walaupun begitu, Carla meminta bantuan kepada para bangsawan di ibu kota untuk meminjamkan beberapa pasukan pribadi mereka untuk mengatasi masalah itu. Sehingga keamanan festival kali ini terjamin.


Carla benar-benar berperan aktif dalam beberapa hari belakangan ini. Mulai dari menenangkan situasi pasca perang dan kematian pemimpin sebelum nya hingga membangun suasana yang tepat untuk memulai acara penyerahan tahta ini. Alhasil dari kerja keras itu, berbuah manis, dengan tidak ada masalah berarti selama festival ini berjalan. Walaupun tentu saja, Carla nampak kelelahan secara mental maupun fisik, tentu saja ia tidak menampakkan itu di wajah nya pada saat penting seperti ini.


Kembali ke ruang tahta, semua bangsawan yang hadir, bersiap-siap menyambut kedatangan Yuri yang telah selesai bersiap-siap. Saat seorang penyampai pesan berteriak. 'Putri Yuri, memasuki ruang tahta!' beberapa bangsawan yang masih bertukar kata-kata menjadi senyap, mengarahkan pandangan ke arah pintu masuk ruang tahta yang perlahan-lahan terbuka di iringi dengan suara terompet.


Saat pintu tahta terbuka sepenuh nya, seorang gadis di usia prima nya masuk ke dalam ruang tahta dengan gaun super mewah, wajah yang di rias sehingga kecantikan nya mencapai titik maksimal, menyita hati para bangsawan yang belum memiliki pasangan. Ia berjalan dengan anggun di atas karpet merah menuju depan singgassana. Saat gadis itu berjalan, beberapa bangsawan mengeluarkan pujian dengan suara kecil, walaupun pujian itu tidak dapat di dengar oleh gadis itu di karenakan suara kecil mereka dan tertutupi suara terompet yang terus berbunyi mengiringi langkah gadis itu, tetapi dari pergerakan bibir mereka, ada beberapa orang tahu apa yang para bangsawan itu katakan.


'Betapa cantik nya...'


'Beliau nampak seperti bidadari yang turun dari surga...'


'Pilihan Yang Mulia Charles tidak salah...'


Itulah beberapa pujian yang keluar dari para bangsawan yang memuji gadis itu. Sebagian besar pujian yang keluar tentu saja mengenai kecantikan gadis itu.


Gadis yang saat ini berjalan dengan anggun hingga menarik sebagian besar bangsawan tidak lain dan tidak bukan adalah Yuri. Putri ke empat dari Charles.


Yuri berhenti berjalan pada saat jarak nya dan singgassana raja berada di jarak satu meter, ia kemudian berlutut sembari menundukkan kepala nya dalam-dalam. Gerakan yang di lakukan Yuri saat melakukan itu tidak kalah anggun nya saat ia berjalan.


Saat Yuri sudah berlutut, iringan terompet berhenti. Lalu seseorang bangsawan tertinggi, seorang Duke, datang membawakan mahkota raja, mahkota itu berwarna emas dengan batu mulia menjadi hiasan nya, seperti Ruby, Emerlard, berlian, bahkan ada beberapa bagian Adamantite dan Mithril. Mahkota itu tidak di bawa dengan tangan kosong, mahkota itu di taruh di atas bantal berwarna merah dengan hiasan benang berwarna emas.


Duke terus berjalan, kemudian berhenti tepat di depan singgassana raja yang saat ini tengah di duduki Carla. Duke kemudian berlutut, lalu menyodorkan mahkota yang di taruh di atas bantal itu kepada Carla. Carla mengambil mahkota raja dengan kedua tangan nya, setelah Carla mengambil mahkota, duke kemudian pergi dari hadapan Carla.


Carla berdiri, berjalan ke arah Yuri yang masih berlutut, ia kemudian perlahan-lahan meletakkan mahkota itu di atas kepala Yuri sembari berbicara kepada Yuri dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh Yuri. "Aku serahkan kerajaan ini pada mu..."


Setelah mahkota di letakkan di atas kepala Yuri. Ia membalas perkataan Carla dengan suara yang sama pelan nya dengan suara Carla. "Saya tidak akan mengecewakan ibunda dan ayahanda yang telah mempercayai ku untuk mengambil peran ini..."


Musik kembali bergema di ruang tahta, menyambut pemimpin baru kerajaan. Kali ini musik bukan hanya terompet saja, tapi seluruh alat musik di mainkan, atau bisa di katakan musik orkestra. Musik yang di mainkan oleh orkestra adalah musik kebangsaan kerajaan Fantasia. Saat musik kebangsaan di mainkan, semua orang menundukkan kepala nya, menghayati musik yang sedang di mainkan.


\*\*\*


Yuri yang di sambut sorak-sorai warga kota melambaikan tangan nya sambil tersenyum.


"Ratu Yuri... Banzai!"


"Hidup Ratu Yuri!"


"Jaya untuk Ratu Yuri! Jaya untuk kerajaan Fantasia!"


Itu adalah beberapa sorakan yang terdengar dari mulut para warga saat menyambut pemimpin baru mereka.


\*\*\*


Di antara kerumunan itu, ada seorang anak kecil bertudung yang menyaksikan Yuri melambaikan tangan nya. Pandangan nya terfokus kepada Yuri selama beberapa detik, kemudian ia mengalihkan fokus nya ke wanita berambut perak yang berdiri diagonal di belakang Yuri. Saat melihat wanita itu anak kecil itu bergumam dengan suara kecil.


"Jadi itu ibu Mira... Aku tahu ini adalah permintaan klien guna memperlancar rencana, tapi tetap saja..."


Tapi tetap saja... Aku merasa bersalah untuk membunuh nya...


Anak kecil itu berkata di dalam kepala nya dengan wajah masam, saat melihat wanita berambut perak yang berdiri diagonal di belakang Yuri... Anak kecil itu terus memfoksukan pandangan nya pada wanita itu... Pada Carla selama beberapa saat, setelah melakukan itu, anak kecil itu berbalik lalu pergi dari kerumunan yang masih bersorak-sorai. Setelah agak jauh dari kerumunan anak kecil itu membuka tudung kepala nya, mengungkapkan identitas nya, yang ternyata adalah Bruno.


------------------------------------------------------------------------


Author : Jangan salah paham! Bukan berarti aku upload Chapter baru ini untuk kalian! Hmph!


Mira : "...."


Mira : Ngomong-ngomong... Kapan aku muncul?


Author : ..... Kamu siapa ya....?


Mira : Eh?