
Di Kerajaan Animalia. Di suatu tempat terdapat seseorang mengawasi persiapan pesta pernikahan antara Putri Kerajaan Animalia dan Pangeran Kerajaan Dwarvania, Dua kerajaan penguasa Benua Yuro.
"Sekarang dua kerajaan ini sudah menjadi kerajaan boneka kita. Saat nya untuk ke tahap berikut nya. Sekarang tergantung pada mu Catherine, panggung sudah kami sediakan. Kau harus membentuk aliansi dengan kedua kubu kerajaan Benua Silia."
Dia sedang mengirim (Telephaty) kepada Catulus, Putri kerajaan Animalia.
Di ruang tahta kerajaan Animalia, terdapat VIP dari kedua negara yang menguasai Benua Yuro. Ratu kerajaan Animalia, Pangeran Kerajaan Dwarvania, serta Raja dan Ratu dari Kerajaan Dwarvania.
Mereka saat ini, di ancam oleh seorang Demi Human kucing perak, Putri dari Kerajaan Animalia. nama nya adalah Catulus.
"Kalian sudah membentuk aliansi dengan aliansi kerajaan kecil di Benua Silia kan?"
Semua Vip mengangguk membalas pertanyaan dari Putri tersebut.
"Kalau begitu bentuk aliansi juga dengan tiga kerajaan besar. Katakan pada mereka, kalau raja Iblis sebentar lagi menyerang Benua Yuro dan Benua Silia... Dan juga kirim aku dan calon suami bodoh ku ke kerajaan Fantasia setelah kami menikah. Mengerti?"
Mereka semua mengangguk dengan perasaan ngeri melihat wajah Putri kerajaan Animalia.
.....Dengan begini. Persiapan pengkhianatan telah selesai. Pikir Catulus di dalam kepala nya. Wajah nya kemudian berubah menjadi sedih, air mata nya jatuh. Kemudian ia bergumam dengan suara pelan yang hanya bisa di dengar oleh nya sendiri. "....Maaf Mira. Kami terpaksa melakukan ini."
Acara pernikahan palsu akan terjadi esok hari.
\*\*\*
Aku berada di kamar ku, sedang bercermin menatap diri ku yang sedang menggunakan gaun yang di buat khusus untuk acara pernikahan yang akan kami datangi. Gaun itu sangat indah dengan campuran warna merah gelap dan warna hitam, serta renda yang indah, ini begitu elegan untuk di katakan.
Aku berputar-putar di depan cermin, mengagumi diri ku yang nampak indah, cantik, dan imut dengan gaun baru ku ini.
"Mira. Sudah waktu nya." Natasha, yang memakai baju pelayan memberitahu ku untuk segera pergi ke ruang tahta, bersiap-siap berangkat ke kerajaan Animalia. Aku mengangguk, kemudian berbalik, menatap ke arah Natasha. "Ayo pergi. Tetapi sebelum itu, aku ingin memberitahu mu untuk berhati-hati di sana. Kita tidak tahu bahaya apa yang akan menunggu. Jika terjadi sesuatu yang buruk, lupakan semua orang, prioritaskan keselamatan aku, Ibu, Kak Yuri dan Ayah."
"Mengerti." Natasha mengangguk dengan wajah serius.
Kami pun pergi keluar kamar yang di sana sudah berdiri Arisa yang berjaga-jaga agar seseorang tidak masuk. Setelah aku dan Natasha keluar kamar, kami bertiga pun pergi ke ruang tahta.
Sesampai nya di ruang tahta, di sana sudah ada ayah, Ibu, Kak Yuri, Selir Lina, Selir White, Selir Lavender dan Selir Shina. Beserta sekelompok ksatria pendamping dan beberapa pelayan pribadi kami.
Selama kami pergi, urusan kenegaraan akan di tanggung oleh perdana menteri, jadi kami bisa pergi dengan tenang.
Sekelompok ksatria menggunakan Cristal sihir besar untuk menteleportasi kami semua ke kerajaan Animalia. Kami semua membentuk lingkaran, dan segera para ksatria membanting Cristal sihir, yang membuat pandangan ku segera terdistorsi, tanda teleportasi sedang terjadi.
Pandangan ku kembali semula, aku bukan lagi melihat ruang tahta. Tetapi sebuah halaman yang indah, dengan berbagai bunga dan pohon yang tidak ada di benua Silia, di depan ku berdiri sebuah istana putih indah seperti di warnai dengan salju murni. Kami di kelilingi oleh banyak orang dengan pakaian seperti prajurit, yang jelas orang-orang ini bukanlah Human. Itu nampak jelas dari telinga binatang di atas kepala mereka, serta ekor yang menonjol dari belakang mereka. Tidak salah lagi, mereka adalah Demi Human.
Kemudian para prajurit membuka barisan mereka, membuat jalan untuk seseorang. Kemudian dari belakang mereka datang seorang wanita, bertelinga dan berekor kucing. Dia memiliki rambut pirang ke emasan, telinga dan ekor nya juga. Serta mata nya juga berwarna emas, tetapi milik nya lebih terang dari milik ku. Dia memakai pakaian indah dan jelas-jelas terlihat mahal yang tidak mungkin di miliki oleh orang biasa, bahkan untuk seorang bangsawan tidak mungkin memiliki pakaian yang dia pakai.
Saat berada tepat di depan kami, keluarga kerajaan Fantasia. Dia menyapa kami dengan sopan, tersenyum ramah.
Ayah kemudian membungkuk, menaruh tangan kanan di dada nya, menyapa Demi Human kucing emas itu dengan sopan. "Saya tidak menyangka, Ratu kerajaan Animalia menyapa kami secara langsung. Izinkan saya memperkanalkan diri, nama saya Charles, Raja kerajaan Fantasia."
Demi Human kucing emas, ratu kerajaan Animalia, tersenyum lembut mengangkat ujung rok nya sedikit kemudian membungkuk membalas salam ayah ku. Mata nya kemudian secara tidak sengaja tertuju pada Ibu, wajah nya kemudian terdistorsi sebentar, tetapi segera tergantikan lagi dengan senyum.
Apa... Maksud dari ekspresi penuh kebencian barusan. Pikir ku. Mata nya kemudian mengarah pada ku, dan seperti sebelum nya wajah nya terdistorsi tetapi segera tergantikan dengan senyum ramah.
Aku kemudian balas menatap tajam ke arah nya, segera tubuh nya tersentak, dia langsung berbalik dan berbicara dengan gugup kepada ayah.
"Sa-Saya akan mengantar anda ke aula acara. Kerajaan lain dari benua Silia sudah berada di sana." Dia kemudian berjalan menuju istana.
"?" Ayah bingung dengan perubahan sikap dari Ratu Animalia, tetapi segera mengikuti nya.
Saat kami berjalan, aku mengirim (Telephaty) ke Arisa dan Natasha.
"Apakah kalian menyadari perilaku aneh dari ratu barusan?"
"Ya." Suara mereka berdua bergema di kepala ku.
"Baguslah. Aku ingin kalian meningkatkan kewaspadaan."
"Baik!"
"Serahkan pada ku Kak Mira!"
Natasha membalas singkat, sebelum akhir nya Arisa membalas dengan penuh semangat.
Saat kami berada di dalam istana, aku terpesona dengan pemandangan nya. Jelas sekali kalau istana ini lebih indah dari pada istana kerajaan Fantasia atau Eurasia. Cat nya putih, seputih salju. Terdapat lukisan, furnitur, lampu kelap-kelip yang menghiasi langit-langit, serta terdapat hiasan lain nya yang semakin mempercantik istana ini.
"...Indah nya...."
Seperti dengan ku, Kak Yuri juga ikut terpana melihat pemandangan dalam istana, ia bergumam sambil melihat sekeliling dengan tatapan kagum.
"Terima kasih." Balas ratu Animalia tanpa melihat ke arah Kak Yuri, dan terus berjalan di depan, memimpin kami.
"Bagaimana cara nya anda membuat cat putih seindah ini?" Tanya Kak Yuri.
"Di sebelah utara kerajaan Animalia, terdapat daerah yang di tutupi oleh salju yang tidak akan pernah meleleh bahkan di tengah terik matahari... Di tempat itu terdapat monster, yang darah nya sama dengan warna salju, kami menggunakan darah monster itu sebagai cat."
Kau baru saja merusak momen!! Lihat itu! Kak Yuri langsung menatap jijik ke arah dinding. Siapa yang menyangka, warna indah ini adalah darah dari monster. Semua pasti akan jijik mengetahui kalau semua cat di sini adalah darah!!
"Haaah." Aku menghela nafas.
Dengan begitu, kami sampai di depan pintu suatu ruangan. Itu adalah ruangan aula acara.