From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 118 Kerajaan Elf



Pohon-pohon besar menjulang tinggi, itu adalah hutan yang di penuhi dengan pohon besar. Di setiap pohon, ada sebuah bangunan kayu kecil yang terletak di ranting-ranting pohon. Lalu ada juga jembatan kecil yang menyambungkan setiap pohon. Semua itu adalah benda-benda yang di buat para Elf.


Para Elf tidak beraktifitas di tanah, mereka beraktifitas di pohon.


Di sebuah rumah di atas pohon, seorang Elf sedang tertidur nyenyak. Lalu di dengar nya suara seseorang mengetuk pintu rumah nya.


Elf itu duduk di kasur nya, ia menguap tanda ia masih mengantuk. Pintu terus di ketuk, dengan suara pelan Elf yang duduk di kasur menjawab.


"Siapa?"


"Saya Teria... Istri dari Oberon... Tuan Sarion... Yang Mulia memanggil anda... Mohon untuk datang cepat!"


"Baiklah aku akan kesana. Beritahu Oberon untuk menunggu."


"Ba-baik!"


Elf itu ternyata Sarion, ia berhasil kabur dari Benua Silia dengan bantuan Ghoul. Sekarang Ghoul masih di tubuh Sarion, tapi kekuatan nya sekarang melemah, Sarion ingin membawa Ghoul pergi ke tempat tinggal nya. Tapi untuk pergi ke tempat tinggal Ghoul, Sarion harus meminta izin khusus dari Ratu Roh, dan yang bisa menghubungi Ratu Roh, hanya Oberon. Oberon memerlukan waktu satu bulan untuk menghubungi Ratu Roh, dan sekarang Oberon memanggil Sarion. Itu tanda nya, Oberon berhasil menghubungi Ratu Roh.


Sarion bangkit dari kasur nya, ia berpakaian. Setelah itu Sarion keluar dari rumah nya.


Sarion berjalan melewati jembatan gantung yang menghubungkan satu pohon ke pohon yang lain nya. Sarion menuju pohon yang paling besar, pohon itu berada di tengah-tengah hutan.


Tempat tinggal Elf, beegantung dari status sosial mereka. Jika Elf itu adalah Elf miskin, maka Elf akan di tempatkan di pohon kecil, dan jika Elf itu kaya, maka Elf akan di tempatkan di pohon berukuran sedang, dan jika Elf itu adalah Elf bangsawan maka ia akan di tempatkan di pohon besar.


Sarion adalah bangsawan Elf, jadi ia tinggal di pohon besar, tapi pohon bangsawan lain nya tidak sebesar tempat tinggal Oberon. Pohon Oberon adalah pohon paling besar, dan posisi nya berada di tengah-tengah hutan, pohon itu adalah pohon keramat bagi para Elf. Karena pohon itu adalah jalan penghubung untuk menuju hutan Roh, dan yang bisa memasuki hutan Roh cuma bangsawan saja.


Sarion sampai di pohon paling besar, ia berada di tengah-tengah pohon, dan tempat tinggal Oberon berada di puncak pohon. Sarion berdiri bersandar di pohon, lalu dari atas pohon turun sebuah balon beriamater 5 meter.


Sarion menyentuh balon itu, lalu balon itu berubah bentuk menjadi mulut, Sarion di lahap. Setelah itu balon itu berubah bentuk lagi menjadi bulat, balon pun naik lagi ke atas.


"Seperti biasa. Kendaraan ini membuat ku takut." Gumam Sarion.


Sarion makin ke atas, beberapa detik kemudian ia dapat melihat puncak pohon. Saat melihat itu Sarion berpikir. Tunggu Ghoul!! Aku akan menyembuhkan mu.


Sarion sampai di puncak. Di puncak pohon terdapat sebuah kolam, di kolam itu banyak Elf anak-anak yang sedang berendam. Lalu beberapa meter dari kolam ada sebuah bangunan kecil. Itu adalah istana Oberon, walaupun tempat nya kecil bangunan yang berada di puncak pohon keramat, sudah di sebut sebagai istana.


Balon yang di naiki Sarion mendarat, saat mendarat balon itu langsung pecah.


Sarion berjalan melewati pinggir kolam, saat ia berjalan, salah satu anak yang sedang berendam berteriak.


"Paman Sarion datang!!"


Semua anak menengok, lalu mereka berlari menuju Sarion. "Paman Sarion!!"


Sarion berhenti kemudian ia melihat ke arah anak-anak yang berlari menuju arah nya.


Anak-anak yang berlari menuju Sarion, langsung menerjang ke arah Sarion hingga Sarion jatuh tersungkur. Saat terjatuh Sarion tertawa terbahak-bahak.


"Lama tidak bertemu... Kalian baik-baik saja?"


"Kami baik-baik saja!"


"Paman Sarion jahat... Sudah kami bilang sering-sering datangi kami! Tapi paman Sarion hanya mendatanagi kami sekali, dan itu pun sebulan yang lalu."


"Itu benar paman Sarion jahat!" Teriak anak-anak yang menindihi Sarion.


"Maaf, maaf. Tapi kalian tahu kan? Tidak sembarang orang yang bisa menaiki pohon ini."


"Itu benar tapi.." kata salah satu anak sambil memasang wajah cemberut.


Sarion menepuk anak yang berwajah cemberut. "Tenang saja... Setelah urusan paman dengan ayah kalian selesai, paman akan bermain dengan kalian."


"Benarkah?" Kata anak-anak bersamaan.


"Tentu saja benar.... Maka dari itu, tolong lepaskan paman sebentar!"


"Baik!!" Anak-anak menjauh dari Sarion.


Sarion berdiri, kemudian ia berjalan menuju istana Oberon, selama berjalan menuju istana, Sarion terus melambaikan tangan nya, hingga ia sampai di depan pintu istana.


Sarion memasuki istana, saat ia masuk, Sarion di sambut dengan cahaya terang memanjang hingga sampai di singgassana Oberon.


"Sarion!!" Kata Oberon sambil berdiri di singgassana nya. Ia berjalan menuju Sarion sambil melebarkan tangan nya, seperti seseorang ingin mendapatkan pelukan.


Sarion berjalan mendekati Oberon, kemudian ia memeluk Oberon. Oberon membalas pelukan Sarion.


"Oberon. Lama tidak bertemu."


Mereka melepaskan pelukan mereka. "Kau benar. Kita bertemu sebulan yang lalu!" Jawab Oberon tersenyum.


Oberon melihat ke arah istri nya yang duduk di singgassana nya. "Istri ku.. Bisa kau tinggalkan kami berdua?"


"Baik yang mulia."


"Kalau kau mau kau boleh bermain dengan anak-anak!" Teriak Oberon yang melihat istri nya pergi keluar istana.


"Kalau itu tidak bisa..." Oberon mendekatkan mulut nya ke telinga Sarion. "Istri ku selalu mengajak ku untuk olahraga malam. Jadi aku tidak bisa menghentikan nya."


"Aku tidak meminta mu untuk menghentikan. Aku meminta mu untuk mengurangi... Kau tahu anak mu itu sudah banyak, kalau tidak salah tadi sudah ada dua puluh."


"Kau salah Sarion... Lebih tepatnya dua puluh sembilan.... Dan sebentar lagi akan menjadi tiga puluh." Oberon tertawa terbahak-bahak.


Sarion menghela nafas panjang.


"Sudahlah Sarion... Bawa santai saja!" Oberon menjentikkan jari nya. Beberapa cahaya yang berada di ruangan, mendekati Oberon dan Sarion.


Lalu di belakang Sarion dan Oberon muncul dua buah kursi yang terbuat dari kayu, mereka duduk di kursi itu. Lalu di depan mereka muncul meja yang terbuat dari kayu juga.


Oberon menjentikkan jari nya lagi, di atas meja muncul dua gelas yang terbuat dari tanah liat. Oberon menjentikkan jari nya lagi, gelas yang berada di depan nya terisi penuh dengan air.


Selama Oberon menjentikkan jari nya, Oberon dapat memerintahkan Roh di istana sesuka hati nya. Jadi yang Oberon lakukan adalah memerintah Roh untuk membuat kursi, meja, gelas, dan menciptakan air.


"Baiklah kita masuk ke topik utama!" Kata Oberon.


"Apakah kau berhasil?"


Oberon tersenyum. "Aku berhasil."


Sarion juga ikut tersenyum.


"Tapi.." Sambung Oberon. Senyum di wajah Sarion menghilang.


"Kenapa? Apakah ada masalah?"


Oberon mengagguk. "Ratu Peri tidak mau menerima Ghoul."


"Ke-kenapa?" Sarion memukul meja dengan keras.


"Tenang Sarion... Dengarkan penjelasan ku dulu."


"Ghoul.. Memiliki perasaan dendam. Selama dendam itu belum menghilang, Ratu Roh tidak akan menerima Ghoul untuk kembali."


Dendam ya... Pikir Sarion. Wajah nya berubah menjadi kesal, Sarion meminum air yang di sediakan untuk nya.


"Ratu Roh bilang, kita harus membantu Ghoul menghilangkan dendam nya."


"Apakah Ratu Roh mau membantu?"


Oberon mengangguk lalu ia tersenyum ke Sarion. "Ratu Roh bilang dengan senang hati!"


Sarion tertawa kecil. Oberon yang melihat Sarion tertawa, menjadi tersenyum.


"Kau dengar itu Ghoul!! Kita bisa membalaskan dendam kita!!" Kata Sarion sambil tersenyum licik.


Pasti Sarion sangat bahagia bisa membalaskan dendam nya ke mahluk yang sangat jahat yang ia ceritakan. Pikir Oberon dengan senyum di wajah nya.


Jujur Sarion aku terkejut melihat mu pulang dalam keadaan babak belur. Kau dengan putus asa ingin menyembuhkan Ghoul. Karena rasa kasihan aku dan Ratu Roh ingin membantu kalian... Ghoul, Sarion.


"Sekarang beritahu pada ku Sarion... Siapa yang mengalahkan mu?" Tanya Oberon dengan senyum jahat di wajah nya.


"Yang mengalahkan ku adalah kerajaan Fantasia! Mereka melawan ku dengan puluhan ribu pasukan. Aku dan Ghoul tidak bisa melawan mereka, karena mereka sangat kuat!"


"Kerajaan Fantasia ya."


Tiba-tiba terdengar suara wanita di seluruh penjuru ruangan. "Kerajaan Fantasia... Pantas saja kau bisa kalah!"


"Ra-Ratu Roh!" Kata Sarion dan Oberon terkejut.


Mereka berdua melihat ke atas di langit-langit istana terlihat cahaya emas yang sangat terang. Mereka beruda berlutut.


"Apakah anda tahu mengenai kerajaan Fantasia ini?" Tanya Oberon.


"Sedikit.. Raja nya adalah manusia terkuat setelah pahlawan Sieg!"


"A-apa!!" Kata Oberon terkejut. "A-apakah kita bisa mengalahkan mereka?"


"Tenang saja Oberon... Para Roh tanah akan mengalahkan mereka... Dengan satu perintah mu, para Roh akan memusnahkan mereka!"


Oberon berdiri. "Kalau begitu... Genome... Hancurkan kerajaan Fantasia!"


"Tunggu Oberon jangan gegabah!" Kata Sarion.


"Kau tidak dengar perkataan Ratu Roh. Musuh kita adalah Manusia terkuat setelah Pahlawan Sieg! Lebih baik kita kirimkan mereka perintah menyerah dulu. Jika mereka melawan barulah kita habisi mereka."


"Sarion benar." Jawab Ratu Roh.


"Kalau begitu... Genome beri perintah untuk menyerah ke kerajaan Fantasia... Suruh mereka untuk menjadi budak Elf." kata Oberon dengan senyum jahat di wajah nya.