From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 108 persidangan



Semua keluarga kerajaan di istana menunggu kedatangan Mira. Mereka menunggu di aula tengah lantai pertama, semua orang menunggu di situ karena tempat itu, tempat yang paling dekat dengan ruang sidang.


Pintu aula tengah di buka, masuk seorang prajurit. "Putri Mira sudah datang!" Kata Prajurit yang baru saja masuk.


Charles menganggukkan kepala nya. Kemudian Charles melihat ke seluruh anggota keluarga nya. "Aku yang akan menjemput Mira, kalian pergi duluan ke ruang sidang."


"Tunggu Charles." Kata Carla yang mendekati Charles. "Aku ikut dengan mu!"


Charles menganggukkan kepala nya tanda dia setuju.


Semua anggota keluarga kerajaan pergi ke ruang sidang yang arah nya tidak jauh dari aula tengah. Selama di perjalanan, Rosa dan Yuri melakukan sedikit pembicaraan.


"Aku tidak menyangka Mira menangkap semua bangsawan di kota Cocoa." Kata Rosa.


"Mau bagaimana lagi. Mereka terbukti bersalah." Jawab Yuri.


"Tapi... Aku tidak menyangka dia akan melakukan nya dalam waktu sehari saja. Mungkin saja nanti dia yang akan terpilih mewarisi tahta." Kata Rosa.


"Tentu saja dia yang akan terpilih." Kata Yuri dengan nada sombong.


"Kenapa kau yang malah menyombongkan diri?" Kata Rosa heran.


Di saat yang bersamaan, Charles dan Carla di antar oleh prajurit menuju tempat Mira berada.


"Ada di mana Mira sekarang?" Tanya Charles.


"Putri Mira menunggu di depan pintu masuk." Jawab Prajurit.


Mereka bertiga terus berjalan menuju pintu masuk istana. Saat mereka sampai. Mira dan para bawahan nya sedang di kawal oleh puluhan prajurit. Lalu tepat di samping Mira dan para bawahan nya, ada beberapa orang yang terikat dengan rantai besi.


Charles dan Carla mempercepat langkah mereka mendekati Mira. Mereka akhir nya sampai di depan Mira.


"Yang Mulia tolong jelaskan kepada anak bodoh ini. Kalau kami tidak bersalah." Kata salah satu bangsawan yang terikat.


Carla dan Charles yang mendengar perkataan bangsawan itu menjadi emosi. Mereka berdua menendang kepala bangsawan itu.


"Prajurit!! Bawa orang itu kepenjara. Kurung dia sampai membusuk di dalam penjara!" Kata Charles.


Bangsawan yang berbicara itu langsung di bawa oleh beberapa prajurit. Bangsawan itu berteriak. "Yang Mulia!! Maafkan perkataan saya barusan!! Saya mohon jangan hukum saya! Yang mulia!"


Aku terkejut dengan perintah ayah barusan. Aku berbalik badan, lalu aku menunjuk bangsawan yang baru di bawa oleh prajurit.


"Bukan nya bangsawan itu masih harus di sidang?"


Ibu mendekati ku, kemudian ibu memeluk ku. "Mira!! Dia sudah terbukti bersalah." Kata ibu dengan suara lembut.


Setelah memeluk ku, ibu langsung menggendong ku. "Ayo kita ke ruang sidang sekarang!"


Carla berjalan sambil menggendong Mira, Natasha pun mengikuti mereka dari belakang.


"Bawa mereka!" Kata Charles menyuruh prajurit nya.


Para prajurit nya membawa para bangsawan ke ruang sidang. Arisa dan Jack mengikuti para prajurit sambil menggendong Sarion.


Charles melihat Arisa dan Jack menggendong seorang Elf. Melihat hal itu, Charles menjadi kebingungan. Seorang Elf? Pikir Charles. Charles pun memutuskan untuk mendekati Arisa dan Jack.


"Siapa Elf itu?" Tanya Charles.


"Dia dalang di balik semua kejadian yang menimpa kota Cocoa!" Jawab Arisa.


"Dia dalang nya!?" Kata Charles terkejut.


Arisa dan Jack mengangguk. "Nanti semua kejadian akan di jelaskan Nona Mira di persidangan." Jawab Jack.


"Begitu ya."


Charles menarik nafas panjang, kemudian ia menghembuskan nya kembali. "Terima kasih karena sudah membantu anak ku!" Kata Charles sambil tersenyum.


"Seharusnya kami yang berterima kasih ke Nona Mira!" Jawab Jack.


Mereka akhir nya sampai di depan ruang sidang. Pintu di buka oleh dua prajurit yang berjaga di depan ruang sidang.


Aku meminta di turunkan dari gendongan ibu. Ibu pun menuruti permintaan ku. Saat pintu ruang sidang di buka, para anggota keluarga kerajaan duduk di sebelah kanan. Bangku memiliki dua tingkatan, tingkatan atas menjadi tempat duduk para Selir. Dan tingkatan bawah menjadi tempat duduk para Putri. Lalu ada beberapa bangku di sebelah kiri, bangku itu di jadikan tempat duduk para tersangka. Lalu tepat di tengah-tengah ruangan terdapat meja yang di atas nya terdapat palu kecil.


Charles berjalan ke meja, saat ia tepat di depan meja itu, seorang prajurit datang membawa bangku. Charles duduk di bangku yang dibawa oleh prajurit. Carla berjalan ke samping Charles, kemudian Carla berdiri di samping Charles duduk. Para tahanan di bawa ke bangku sebelah kiri, Natasha, Arisa dan Jack berdiri di belakang bangku para tahanan.


Mira kemudian berjalan ke bangku yang ada di sebelah kanan. Mira pun duduk, di samping Yuri.


"Mira!!" Kata Yuri dengan nada gembira.


"Sssst!!" Kata semua orang mendiamkan Yuri.


Aku duduk di samping kak Yuri. Melihat kelakukan Kak Yuri sebelum nya membuatku tertawa kecil. Kak Yuri menunduk dengan wajah nya yang memerah karena malu. Aku melihat ke arah Jack, Jack menatap Kak Yuri dengan tatapan penuh nafsu. Aku menatap tajam ke arah Jack, Jack langsung memalingkan wajah nya. Melihat hal itu, aku pun tersenyum. Kemudian aku mendengar suara orang berbisik, pendengaran ku cukup tajam, jadi aku dapat mendengar suara yang kecil.


"Pelayan Mira itu pasti sedang melihat ku!"


Aku mengenali suara yang baru saja ku dengar. Itu adalah suara Kak Nina.


Mendengar hal itu aku tertawa kecil. Kemudian ayah menyuruh ku untuk berdiri. Aku pun berdiri.


"Mira!! Bisa kau beri kami alasan kenapa kau bisa menyalahkan para bangsawan di kota Cocoa?"


"Baik sebenarnya-" Aku menceritakan semua kejadian di kota Cocoa, tapi aku mengganti bagian mengenai kekalahan Sarion, aku mengganti kalau yang mengalahkan Sarion itu adalah Arisa dan Jack. Aku juga menjelaskan alasan ku, alasan ku sama seperti yang ku tulis di surat yang ku berikan ke ayah. Aku juga menunjukkan bukti-bukti yang memberatkan kalau para bangsawan bersalah.


Wajah para bangsawan pucat mendengarkan perkataan ku. Wajah mereka seperti mengatakan: Bagaimana anak kecil itu tahu semua nya! Begitulah yang tergambar di wajah mereka. Aku bisa tahu hal itu, karena sihir (Reading Mind) milik ku. Selama persidangan ini berjalan, aku selalu mengaktifkan nya.


Para prajurit masuk kedalam ruangan sidang untuk membawa para bangsawan. Lalu seorang prajurit bertubuh besar berjalan mendekati Sarion. Arisa dan Jack memberikan Sarion ke prajurit bertubuh besar itu.


Saat prajurit besar ingin mengangkat Sarion, ia melakukan sesuatu pada sihir Mira. "Sihir ini menggannggu!" Kata prajurit bertubuh besar. Ia menarik tali sihir, tali sihir pun terputus.


Aku menyadari ada sesuatu yang aneh pada sihir ku. Aku melihat ke arah Sarion, aku melihat seorang prajurit berbadan besar merusak sihir ku yang mengikat tubuh Sarion.


"Bodoh!! Kenapa kau merusak sihir nya."


Prajurit berbadan besar, melihat ku dengan tatapan heran. Setelah ia berbalik melihat ku, perut nya di tembus dengan tangan hitam.


Tangan itu adalah tangan Sarion, tangan nya menjadi warna hitam legang. Sarion mencabut tangan nya dari perut prajurit berbadan besar. Prajurit itu langsung jatuh tersungkur.


Semua orang di ruang sidang menjadi panik. Arisa dan Jack bersiap-siap menyerang Sarion. Seluruh prajurit langsung melindungi Charles dan Carla.


Sarion melesat ke arah ku. Kemudian aku di dorong oleh Kak Yuri yang berada di samping ku.


"Awas Mira!" Teriak Yuri panik.


Sarion berada tepat di depan Yuri, Sarion langsung mencekik leher Yuri.


"Yuri!!" Teriak Shina.


"Jangan bergerak!" Teriak Sarion. "Jika kalian bergerak perempuan ini akan mati!"


Kak Yuri merintih kesakitan, aku berdiri. "Sarion!" Sarion melihat kearah ku. "Kau menginginkan ku kan? Lepaskan Kak Yuri!! Setelah itu kau bebas ingin melakukan apapun pada ku."


"Ja....ngan... Mira.." Kata Yuri merintih kesakitan.


"Lepaskan dia sekarang Sarion!!" Teriak Jack.


"Jack benar Sarion, jika kau ingin membunuh ku... Silahkan bunuh aku. Tapi setelah itu kau harus melepaskan Kak Yuri."


Aku memberikan kode ke Natasha, Arisa dan Jack dengan tangan ku. Kode di tangan ku saat ini menyuruh Arisa untuk mengaktifkan sihir penghenti waktu.


Arisa diam-diam mengeluarkan tongkat sihir nya. Kemudian ia berbisik. "Super Magic Activated." Arisa menahan energi sihir nya agar tidak keluar. Efek dari sihir super adalah keluar nya energi sihir yang sangat besar dari dalam tubuh. Arisa berusaha untuk menahan energi itu agar tidak keluar.


"Berikan aku Cristal sihir teleportasi!! Setelah itu, baru aku bebaskan perempuan ini." Teriak Sarion.


"Baiklah kami akan memberikan nya. Tapi kau harus melepaskan Kak Yuri dulu."


Aku melihat wajah Kak Yuri, wajah Kak Yuri saat ini menunjukkan kalau Kak Yuri kesakitan. Sebenarnya saat ini aku bisa saja untuk langsung memotong tangan Sarion, tapi aku harus menyembunyikan kekuatan ku di sini.


Aku menggerakkan tangan ku lagi, itu adalah kode kalau aku menyuruh Arisa menggunakan sihir penghenti waktu nya.


"Super Magic," Kata Arisa berbisik. "Time-" sebelum Arisa menyelesaikan mantra nya, Jack menghentikan Arisa.


"Arisa! Jangan sekarang!" Kata Jack berbisik.


"Apa!?" Kata Arisa kebingungan.


"Aku memiliki rencana yang lebih bagus." Kata Jack dengan percaya diri. "Berikan aku Cristal teleportasi." Kata Jack meminta.


Arisa masih belum mengaktifkan sihir nya. Aku berhenti menggunakan kode tangan. Aku langsung menggunakan (Telephaty) ke Arisa.


"Cepat aktifkan sihir nya bodoh!!" Kata ku membentak Arisa dalam pikiran.


Arisa langsung memutus (Telephaty) ku. Setelah itu Jack berteriak.


"Sarion!! Ini Cristal sihir mu!! Cepat lepaskan Putri Yuri."


Apa yang Jack lakukan!?


Jack melemparkan Cristal nya, kemudian Sarion melemparkan Kak Yuri ke dinding. Jack melesat menangkap Kak Yuri sebelum tubuh Kak Yuri terhempas ke dinding, Sarion melesat ke arah Cristal sihir.


"Super Magic: Time Control! Time Stop!" Kata Arisa berbisik.


Waktu terhenti, aku dan Arisa bisa bergerak di dimensi waktu yang terhenti. Aku pergi mendatangi Natasha, kemudian aku menyentuh tangan Natasha. Natasha pun bisa bergerak.


Aku melihat Sarion, tangan nya hampir menyentuh Cristal. Kemudian aku melihat Jack, Jack sudah menangkap Kak Yuri.


"Kenapa kau mengaktifkan sihir nya begitu lama Arisa?" Tanya Natasha.


"Aku di suruh Jack!! Dia bilang ingin menyelamatkan saudari Kak Mira yang akan di lempar Sarion." Jawab Arisa.


"Sudahlah Natasha!! Yang penting sihir nya berhasil."


Aku melihat ke tubuh Sarion, tangan hitam Sarion tiba-tiba memanjang. Kemudian tangan hitam nya yang memanjang mendapatkan Cristal teleportasi.


"Di-dia bisa bergerak!?" Kata Natasha bingung.


"Itu adalah Ghoul!!" Kata Arisa.


"Lalu kenapa dia bisa bergerak?" Tanya Natasha.


"Katanya dia bisa bergerak di dimensi ini karena dia adalah sosok yang tidak terpengaruh dengan waktu!"


Tangan hitam Sarion menggenggam Cristal hingga hancur, tubuh Sarion pun menghilang di hadapan kami.


"Dia berhasil kabur!" Kata Arisa terkejut.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang Mira?" Tanya Natasha.


"Tidak ada gunanya kita mengejar nya... Walaupun dia berhasil kabur, tidak ada yang bisa dia lakukan."