From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 330 Kabar Baik dari Thinkie



"... Apa!? Bo-Bolehkah aku melihat nya!?" Wajah bahagia Carla menghilang, tergantikan dengan ekspresi horor. Ia langsung mendesak Natasha untuk mengantarkan ke tempat anak nya berada.


Natasha tidak bisa menolak seorang ibu yang sudah khawatir setengah mati karena anak nya telah menghilang selama berbulan-bulan. Bahkan saat ia berpindah ke tempat asing, ia sama sekali tidak mengkhawatirkan kondisi nya, tapi langsung menanyakan keadaan anak nya. Dengan begitu, Natasha pun langsung menganggukkan kepala nya, mengantar Carla menuju tempat Mira berada.


Saat Natasha dan Carla berjalan melewati kerumunan, Carla menyadari seseorang yang ia kenali. "Hah? Mengapa Jack ada di sini?"


Fakta bahwa Jack juga bawahan Mira tidak di ketahui oleh orang selain Arisa, Natasha dan para Vampir. Orang lain hanya mengetahui Jack sebagai bangsawan berpengaruh di kerajaan Eurasia. Ini semua bisa terjadi akibat sihir (Mind Control) milik Arisa yang merubah ingatan orang-orang mengenai Jack. Atas alasan itu, Carla tidak bisa menemukan alasan mengapa Jack bisa berada di danau Denizi bersama dengan bawahan Mira lain nya.


"Setelah pertarungan melawan pasukan Demon, Jack terluka parah. Oleh karena itu kami membawa nya kesini untuk menyembuhkan nya. Fakta nya, ia baru saja pulih dari luka-luka nya." Kata Natasha memberikan penjelasan yang di campur nya dengan kebohongan kepada Carla.


"Begitu ya... Aku yakin Yuri pasti akan senang mendengar mu baik-baik saja Jack." Carla menerima penjelasan Natasha dengan mudah.


Setelah pertukaran singkat itu, Natasha kembali mengantarkan Carla menuju tempat Mira, di ikuti oleh Arisa, Jack dan juga Thinkie yang saat ini tengah duduk di pundak Arisa, mengamati situasi saat ini.


Mereka sampai di kamar tempat Mira berada, Carla yang sudah sangat merindukan anak nya, langsung berlari ke samping kasur, Mira saat ini sedang terbaring lemah di atas kasur nya.


"Mira..." Kata nya dengan suara bergetar, mata nya berkaca-kaca, sebisa mungkin ia menahan tangis nya yang bisa jatuh kapan saja. Di saat tengah keputusasaan mengenai kondisi anak nya selama beberapa bulan terakhir ini, akhir nya Carla dapat mengkonfirmasi kalau anak nya masih hidup, walaupun saat menemui anak nya dalam keadaan tidak sadarkan diri, Carla masih bahagia. Walaupun kebahagiaan nya saat ini tertutupi oleh rasa khawatir mengenai keadaan anak nya saat ini.


"Apa yang terjadi pada nya?" Tanya Carla sembari menggenggam tangan Mira dengan sekuat tenaga.


"... Nona Mira, terkena penyakit kelebihan energi sihir..." Kata Natasha memberitahu Carla dengan suara lirih.


"Apa!?" Pengetahuan Carla sebagai seorang ratu kerajaan sangatlah luas. Walaupun penyakit itu langka dan sangat sedikit informasi mengenai penyakit itu, tanpa di jelaskan lebih lanjut, Carla dapat mengetahui penyakit seperti apa penyakit kelebihan energi sihir itu. Karena sudah mengetahui penyakit seperti apa penyakit kelebihan energi sihir itu, wajah Carla seketika berubah menjadi pucat saat mendengar perkataan Natasha. Carla tahu kalau seseorang yang terkena penyakit kelebihan energi sihir, tubuh nya akan hancur secara perlahan dari dalam. Dan hal itu akan terjadi pada anak nya. Mengetahui hal itu saja sudah membuat Carla begitu ketakutan.


"Kau tidak perlu takut, Ibu Mira. Setidak nya anak mu tidak akan mengalami kehancuran akibat energi sihir nya sendiri." Thinkie yang selama ini diam di pundak Arisa, melayang beberapa centi meter di atas kepala Natasha lalu mencoba menenangkan Carla.


Carla yang sama sekali tidak menyadari keberadaan Thinkie, memeringkan kepala nya, wajah nya seperti mengindikasikan kalau ia menanyakan 'Siapa kamu?' kepada Thinkie. Tetapi pertanyaan itu hanya tertahan di pikiran saja, rasa lega di hati nya lah yang membuat ia menahan pertanyaan itu. Carla pun menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan Thinkie.


"Walaupun tubuh nya tidak akan hancur, ada masalah baru yang timbul." Kata Thinkie menghancurkan perasaan lega Carla.


"Masalah apa itu?"


"Anak mu tidak akan sadarkan diri sampai ia memulihkan tubuh nya. Dan waktu yang ia perlukan untuk memulihkan tubuh nya itulah yang menjadi masalah sekarang."


"Memang nya berapa lama Mira memulihkan tubuh nya?" Tanya Carla.


"Sangat lama, setidak nya bagi ras Human yang berumur pendek seperti mu." Jawab Thinkie tanpa memberitahukan nominal waktu pemulihan tubuh Mira.


Walaupun tidak di beritahukan nominal tepat nya, tapi perkataan Thinkie mengenai waktu pemulihan Mira tidak akan cukup bagi Ras Human yang berumur pendek, sudah cukup memberikan rasa panik terhadap Carla. Dengan perasaan tidak sabar seperti Natasha, Carla menanyakan cara lain untuk mempercepat pemulihan Mira.


"... Sebenarnya... Ada yang membuat ku penasaran." Ruangan hening selama beberapa saat, tapi keheningan itu di pecah oleh Thinkie yang tiba-tiba berbicara, saat itu semua mata tertuju pada nya. "Untuk seorang Human, Mira memiliki energi sihir yang sangat besar sampai mengalahkan Ras Elf yang terkenal dengan kekuatan energi sihir nya, dan juga aneh nya dia tidak menua sama sekali walaupun saat ini ia sudah menginjak usia remaja... Mungkin saja jika kita mengetahui penyebab dari itu semua, kita bisa membuat nya sadarkan diri jauh lebih cepat." Walaupun itu adalah Hipotesa tidak berdasar, Thinkie mencoba untuk memberikan harapan pada semua orang. Walaupun dalam diri Thinkie, ia meragukan perkataan nya sendiri.


"Hah?" Natasha yang mengetahui alasan mengapa Mira bisa berumur panjang walaupun seorang Human, kebingungan dengan hipotesa Thinkie. Tetapi berbeda dengan Natasha, Carla yang mendengarkan Hipotesa Thinkie, mengeluarkan ekspresi penuh harap sembari memegang dagu nya menandkan kalau ia sedang berpikir keras.


"Seperti nya aku tahu alasan dari kebingungan mu itu." Kata Carla.


"Hoh... Kalau begitu, mari kita dengar penjelasan mu." Kata Thinkie kepada Carla.


"Tapi sebelum itu, apakah kalian mempercayai kalau ada dunia lain dari dunia yang kita tempati sekarang?"


"Ya. Kami percaya." Natasha menjawab pertanyaan Carla, walaupun ia tidak tahu apakah Thinkie percaya mengenai hal itu atau tidak. "Lalu apa hubungan nya hal itu dengan keadaan Nona Mira sekarang?" Tanya Natasha kepada Carla.


"Dan juga, kau tahu kan kalau Mira pernah sekarat saat di racuni oleh penyihir."


"Ya. Nona Mira bercerita pada ku mengenai itu. Dia berkata, racun itu membuat nya tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan, dan akan membuat nya mati jika di bulan ke dua belas ia masih belum sadarkan diri." Seperti yang ku katakan, apa hubungan nya hal itu dengan kondisi Mira sekarang!? Natasha berteriak di dalam kepala nya atas rentetan pertanyaan yang di lontarkan oleh Carla.


"Kalau kalian tahu hal itu, penjelasan ku akan lebih mudah... Singkat nya saja, pada saat bulan ke sembilan Mira tidak sadarkan diri, aku mengetahui efek racun dari yang di berikan oleh penyihir itu. Racun itu memiliki efek untuk menghancurkan jiwa seseorang."


"Apa!? Kalau racun itu memiliki efek yang seperti itu, bagaimana Mira bisa hidup sampai sekarang!?" Teriak Thinkie dengan wajah tidak percaya.


"Aku yang membuat jiwa Mira tidak hancur... Atau lebih tepat nya, aku menggantikan jiwa Mira yang sudah rusak dengan jiwa yang baru."


Atas penjelasan Carla, semua orang hanya bisa terdiam dengan wajah tertegun.


"Aku menggunakan sihir yang di ajarkan leluhur ku. Sihir itu dapat memanggil seseorang dari dunia lain, tapi untuk mengaktifkan sihir itu memerlukan energi sihir yang sangat besar. Saat itu aku tidak memiliki energi sihir yang cukup untuk menggunakan sihir itu, dan juga aku tidak berniat memanggil seseorang. Aku hanya perlu memanggil jiwa seseorang yang dapat menggantikan jiwa Mira."


"Itu tidak mungkin! Tidak mungkin untuk menggantikan jiwa seseorang. Setiap orang memiliki karakteristik jiwa yang berbeda-beda. Tidak mungkin untuk mengganti jiwa seseorang." Kata Thinkie membantah perkataan Carla.


"Oleh karena itu aku menggunakan sihir itu. Aku mempercayai, jika di dunia ini tidak ada yang memiliki karakteristik jiwa yang sama seperti Mira, pasti di suatu tempat, di dunia yang berbeda, pasti ada seseorang yang memiliki karakteristik jiwa yang sama seperti Mira."


"... Melihat fakta Mira masih hidup sampai sekarang... Jangan bilang..."


"Ya. Aku berhasil menemukan seseorang yang memiliki karakteristik jiwa yang sama seperti Mira... Tetapi walaupun aku berhasil, sayang nya sebelum aku bisa memanggil jiwa itu ke dunia ini, ritual sihir itu di hentikan oleh Charles, karena berpotensi membawa bencana yang besar di kemudian hari... Walaupun begitu, sebulan kemudian Mira sadar dan aku menduga kalau ritual yang aku lakukan berhasil. Hal ini terbukti dari ingatan Mira yang samar-samar saat ia sadarkan diri."


"... Tunggu dulu... Kalau memang perkataan mu itu benar..." Thinkie melayang mendekati tubuh Mira, mengaktifkan mata roh nya, lalu menganalisis tubuh Mira. "Apa ini...? Anak ini, memiliki dua jiwa yang bercampur menjadi satu di dalam tubuh nya... Jadi begitu... Jadi begitu ya... Hahahaha.... Pantas saja kehancuran tubuh nya tidak pernah terjadi... Aku mengetahui bagaimana cara menyadarkan Mira!" Setelah bergumam sambil tersenyum seperti anak kecil yang menemukan mainan baru nya, Thinkie berbalik, lalu mengatakan hal yang saat ingin di dengar oleh Natasha dan yang lain nya.