From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
chapter 65 rencana akhir tahap pertengahan



Setelah di usir dari kamar Mira, Lizard pergi ke lantai bawah Vila. Lizard membuat kopi, setelah kopi jadi Lizard pergi ke ruang tengah, setelah sampai di ruang tegah Lizard duduk di sofa yang ada di ruangan tengah.


Lizard duduk di sofa sambil meminum kopi. Saat dia baru minum seteguk datang Natasha dari lantai atas.


"Lizard kau di suruh Mira untuk kembali ke markas, kita akan mulai rencana akhir nya sekarang." Kata Natasha.


Setelah mengatakan itu Natasha naik lagi ke lantai atas.


"Tunggu sebentar Natasha!" Teriak Lizard.


"Kenapa lagi? Aku sedang buru-buru sekarang." Jawab Natasha.


"Berikan aku Cristal sihir teleportasi, aku malas berjalan ke markas."


Natasha mengeluarkan Cristal dari (Blood Box) nya, kemudian Natasha melemparkan Cristal ke arah Lizard.


"Cepat pergi, jangan mengacaukan rencana yang sudah Mira buat."


Setelah mengatakan itu Natasha pergi ke kamar Mira.


Lizard menghembuskan nafas panjang. Kemudian Lizard mengaktifkan Cristal sihir nya.


"Pindahkan aku ke markas!" Kata Lizard. Setelah mengatakan itu Lizard membanting Cristal nya ke lantai.


Lizard berpindah ke markas Low Light, saat Lizard berada di markas, Lizard melihat Arisa, Jack dan Rabisia sedang duduk di sofa sambil makan roti yang di oles dengan selai.


"Kenapa kalian makan?" Tanya Lizard.


"Kami lapar." Jawab Arisa.


"Terserah lah... Cepat habiskan makanan kalian, Mira sudah memulai rencana nya."


Mereka memakan roti dengan cepat, beberapa detik kemudian roti nya pun habis.


"Jadi tugas kita hanya membuat ledakan?" Kata Jack.


Lizard mengangguk. "Itu benar, setelah Natasha membunuh tiruan Mira. Kita akan membuat ledakan yang besar."


Setelah mendengar perkataan Lizard, Arisa mengambil Cristal sihir di (Inventori) nya. Kemudian di Cristal sihir itu timbul wajah Misha dan wajah Mira.


"Seperti nya tiruan Kak Mira akan di bunuh sebentar lagi." Kata Arisa.


Beberapa detik kemudian Natasha menusuk leher tiruan Mira dengan pisau. Melihat tiruan Mira mati, Lizard menyuruh Arisa dan Jack membuat ledakan.


"Tiruan Mira sudah mati. Cepat kalian buat ledakan nya!" Kata Lizard.


"Oke. Oke. Kami buat ledakan nya sekarang." Jawab Arisa.


Arisa beranjak dari tempat duduk nya, kemudian Arisa mengeluarkan tongkat sihir yang ia simpan di dalam (Inventori) nya.


Arisa mengarahkan tongkat sihir nya ke arah dinding. "Fire Ball!!" Teriak Arisa. Bola api berukuran 1 meter muncul di ujung tongkat sihir Arisa. Kemudian bola api itu melesat ke arah dinding, saat bola api itu mengenai dinding, terjadi ledakan yang besar. Sampai terjadi guncangan di markas Low Light.


"Bagus!!" Teriak Lizard. "Rabisia, sekarang kita hanya perlu menyembunyikan Serbuk Surgawi saja." Sambung Lizard.


Rabisia mengangguk, kemudian Rabisia pergi ke ruangan tempat menyimpan serbuk surgawi.


Saat Rabisia sampai, Rabisia mengangkat semua kotak yang menyimpan serbuk surgawi. Saat Rabisia mengangkat kotak-kotak itu, datang Jack masuk kedalam ruangan itu.


"Maaf saja, Kak Mira sudah menyuruh ku untuk menghancurkan semua serbuk surgawi."


"Tapi Tuan Lizard menyuruh ku untuk menyembunyikan nya." Kata Rabisia.


"Serbuk itu bisa di buat lagi, kita harus mengikuti apa yang Kak Mira perintah kan."


Mendengar perkataan Jack, Rabisia menaruh kotak-kotak itu kembali.


Jack tersenyum melihat Rabisia menaruh kotak-kotak itu kembali. "Minggir kau dari situ!" Kata Jack.


Rabisia pun pergi dari ruangan itu, saat Rabisia pergi, Jack mengeluarkan pedang dari sarung nya.


Jack memasang kuda-kuda menyerang, kemudian Jack menghirup nafas panjang. "Sword Skill No.1 Dragon Slicer!!" Jack berteriak.


Jack mengayunkan pedang nya, saat Jack mengayunkan pedang nya, angin kencang berhembus. Angin itu kemudian berubah bentuk menjadi naga, kemudian naga itu mengaum dengan keras.


Ledakan besar pun terjadi, akibat ledakan itu setengah dari ruangan hancur.


Jack menghembuskan nafas panjang. "Aku tidak menyangka akan sekuat ini." Gumam Jack.


Kemudian Jack kembali berkumpul dengan Arisa, Lizard dan Rabisia.


"Selanjutnya rencana kita apa?" Tanya Rabisia.


"Kalau begitu biar aku dan Jack yang mengambil uang nya, kalian hancurkan saja markas ini." Kata Arisa.


"Kalau begitu, uang nya aku serahkan pada kalian." Jawab Lizard.


Arisa dan Jack, kemudian berlari menuju ruangan uang di simpan.


"Rabisia, menjauh dari ku. Aku ingin berubah menjadi bentuk yang sebenarnya. Cara itu yang paling mudah untuk menghancurkan markas ini." Kata Lizard.


Rabisia menjauh beberapa meter dari Lizard. Kemudian Lizard berteriak dengan kencang. Saat Lizard berteriak, tubuh Lizard mulai membesar, sisik mulai tumbuh di tubuh nya. Tubuh Lizard semakin membesar, akhir tubuh Lizard pun memenuhi markas.


Kemudian tubuh Lizard perlahan berubah bentuk menjadi naga, bentuk itu adalah bentuk yang sebenar nya dari Lizard.


Lizard menghirup nafas panjang dengan mulut nya, kemudian Lizard menghembuskan nafas. Hembusan nafas Lizard menciptakan semburan api yang membakar seluruh markas.


Setelah markas terbakar Lizard kembali ke wujud manusia nya. Kemudian ia mendatangi Rabisia.


"Ayo cepat kita pergi dari sini!" Teriak Lizard.


"Bagaimana Arisa dan Jack!?" Teriak Rabisia.


"Tenang saja, mereka sudah kabur lebih dulu dengan sihir teleportasi. Kita harus cepat pergi ke Vila Mira."


Rabisia mengangguk mendengar perkataan Lizard, kemudian mereka berdua pun berlari menuju keluar markas.


Arisa dan Jack pergi keruangan tempat uang di simpan, saat mereka sampai mereka melihat banyak koin emas, perak, dan perunggu memenuhi ruangan itu.


"Banyak sekali.." Kata Arisa.


"Arisa cepat kau masukkan kedalam inventori mu." Kata Jack.


Arisa mengangguk, kemudian Arisa memasukkan semua uang nya ke dalam (Inventori).


Saat semua uang sudah di masukkan mereka pun pergi keluar ruangan, saat mereka membuka pintu ruangan mereka melihat naga yang siap menyemburkan api dari mulut nya.


"Gawat!! Kita harus cepat berteleportasi ke Vila." Kata Jack.


"Sialan kau Lizard. Bukan begitu juga cara menghancurkan markas ini." Gumam Arisa.


"Marah nya nanti saja!! Cepat aktifkan sihir nya!!" Teriak Jack.


Dengan cepat Arisa mengaktifkan sihir teleportasi dan berpindah ke Vila.


\*\*\*


Ledakan terus terjadi di bawah tanah kota Tiramisu, semua orang berlarian kesana kemari. Semua orang panik, mereka berteriak meminta tolong.


"Aku tidak menyangka Putri Mira akan melakukan hal ini." Gumam si mata-mata.


Si mata-mata berlari menuju ke tengah- tengah kota, ia berlari mengikuti insting nya. Insting nya memberitahu kan untuk berlari menuju ke tengah kota.


Si mata-mata terus berlari, saat ia sampai di tengah kota, terjadi semburan api yang sangat besar. Semburan api itu berasal dari sebuah gang kecil.


"Kali ini apa lagi!? Kenapa tiba-tiba ada api yang menyembur keluar?" Gumam si mata-mata.


Setelah semburan api terjadi, semua orang di kota Tiramisu makin panik. Mereka semua berteriak meminta tolong.


Rio yang berada di tengah-tengah kerumunan, hanya berdiam diri. Ia tidak ada niatan untuk melarikan diri. Melihat semua orang yang panik Rio menghembuskan nafas panjang.


"Seperti nya ini giliran ku." Gumam Rio.


Rio memejamkan mata nya, kemudian ia menarik nafas panjang. "Mode Giant Activated."


Tubuh Rio membesar, tubuh nya terus-menerus membesar. Hingga akhir nya tubuh Rio menjadi sebesar 15 meter. Rio telah menjadi raksasa, sepenuh nya.


"Oee, lihat Tuan Rio berubah ke wujud raksasa!" Kata salah penduduk, yang melihat Rio dari kejauhan.


Semua orang berfokus ke Rio. Sehingga yang awal nya mereka panik, sekarang meniadi tenang.


"Semua nya!! Aku di perintahkan Mira untuk menyelamat kan kalian." Teriak Rio.


"Anak kecil itu, kenapa?" Kata semua orang secara bergantian.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, sekarang kalian cepat. Naik ke kereta yang sudah ku siapkan." Teriak Rio.


Rio, mengambil kereta di rumah nya. Rio hanya perlu menjukurkan tangan nya, untuk mengambil kereta itu.


Setelah mengambil kereta itu, Rio menaruh kereta itu di tanah. "Cepat naik!" Teriak Rio.


Semua orang pun menaiki kereta yang di siapkan oleh Rio.