
Setelah selesai mengajak Ras Dragon dan Ras Giant untuk berpatisipasi dalam perang nanti, aku dan Natasha kembali ke kerajaan Eurasia, sedangkan untuk Lizard ia kembali ke kota Tiramisu.
Saat aku dan Natasha berpindah ke dalam mansion ku yang berada di kerajaan Eurasia, Arisa yang bertugas mengajak Ras Elf berada di sana bersama dengan Jack dan Kak Yuri.
"Aku berhasil membujuk Ras Elf untuk berpatisipasi dalam perang nanti." Itulah yang ia katakan sesaat melihat ku dan Natasha yang telah kembali dari Benua Festria.
Tidak berselang lama, Amanda juga telah kembali dari tugas nya untuk mengajak Ras Vampir yang tersisa. Dan tidak perlu di tanyakan lagi, ia juga berhasil membujuk mereka.
Sekarang kami hanya harus menunggu kabar dari Joshua dan Alex, yang saat ini bertugas membentuk aliansi dari kerajaan Human yang tersebar di Benua Silia. Bisa di katakan tugas Joshua yang paling sulit di antara tugas kami, dan yang paling berpotensi untuk gagal. Dan jika keadaan nya seperti itu, kami pun harus terpaksa menggunakan cara terakhir.
"Mira, bagaimana kalau aku ikut bernegosiasi bersama Raja Joshua?" Tanya Kak Yuri, sesaat aku memberitahu kalau negosiasi Joshua kemungkinan besar bisa gagal.
"Aku setuju dengan Putri Yuri. Jika ada pihak dari kerajaan Fantasia yang ikut bernegosiasi, presentasi mereka mau membentuk aliansi dengan kita akan meningkat." Kata Jack membantu usulan dari Kak Yuri.
Yang di katakan Jack memang benar ada nya. Sebelum nya juga aku mempertimbangkan untuk membiarkan Kak Yuri untuk ikut bernegosiasi dengan Joshua. Tetapi, mengingat kondisi mental Kak Yuri yang masih belum stabil, aku mengurungkan niat itu. Aku tidak ingin ia terbawa emosi jika negosiasi tidak berjalan lancar. Dalam negosiasi, aku memerlukan seseorang yang dapat menyampingkan emosi nya dan berpikir rasional. Dan Kak Yuri keluar dari syarat itu. Aku juga mempertimbangkan untuk ikut bersama dengan Joshua, tetapi mengingat ada hal yang lebih penting untuk di lakukan, aku pun memutuskan untuk tidak ikut.
"Kalian tidak perlu khawatir mengenai masalah itu. Serahkan saja hal itu pada Joshua. Aku juga sudah memberikan alasan yang dapat di terima untuk tidak membawa pihak kerajaan Fantasia dalam negosiasi itu."
"Be-Begitu ya...." Kak Yuri kecewa dengan jawaban ku. Dari ekspresi wajah nya, ia merasakan tertekan karena hanya ia seorang saja yang tidak melakukan apa-apa, ia merasa diri nya hanyalah beban. Dari sifat nya barusan, merupakan bukti nyata kalau Kak Yuri lebih mementingkan emosi nya. Yang semakin membuat aku yakin untuk tidak mengirim nya ikut bernegosiasi... Tetapi... Aku juga merasa bersalah karena membuat nya berpikiran seperti itu... Apakah ada suatu cara untuk menyelesaikan masalah ini...?
Saat aku di tengah dilema ku, terdengar suara ketukan pintu. Amanda yang kebetulan berada paling dekat dengan pintu membukakan pintu.
"Permisi." Dari luar ruangan, masuk seorang pelayan perempuan. Dari seragam nya, aku bisa menebak dia adalah pelayan dari istana kerajaan. "Maaf mengganggu," Kata nya sembari menundukkan kepala nya dengan gerakan anggun. "Saya kemari membawakan surat dari Raja Joshua yang beliau kirim dari Kerajaan Milefolia."
Aku menginstruksikan Amanda untuk mengambil surat nya. Amanda kemudian membawakan surat nya pada ku.
"Jika memungkinkan, mohon segera balas surat beliau." Pelayan memohon pada ku.
"Baiklah. Aku akan menulis balasan nya sesegera mungkin, harus ku berikan pada siapa surat balasan nya?"
"Di depan mansion ada seorang yang bertugas menunggu surat balasan dari anda, tolong berikan pada orang itu. Kalau begitu, saya izin undur diri." Setelah memberikan instruksi yang cukup jelas, Pelayan segera pergi keluar ruangan.
Sesaat pelayan pergi, dan Amanda menutup pintu kembali, aku pun segera membuka amplop, kemudian mengeluarkan secarik kertas yang ada di dalam nya.
Aku membaca surat dari Joshua dengan cepat. Surat yang Joshua berikan pada ku adalah laporan mengenai negosiasi yang ia lakukan dengan pihak kerajaan Milefolia dan kerajaan kecil di Benua Silia. Surat itu juga memberitahu ku kalau negosiasi berjalan alot, dan berpotensi kalau proposal membentuk aliansi akan di tolak.
"Haaaah..."
"Ada apa Mira?" Tanya Kak Yuri pada ku. Aku tidak menjawab nya, dan hanya memberikan surat kepada Kak Yuri.
Kak Yuri membaca surat itu, Jack yang berada di sebelah mendekatkan wajah nya hingga pipi nya dan pipi Kak Yuri bersentuhan, ia juga ikut membaca surat yang di pegang Kak Yuri.
"Bukankah ini buruk?" Kata Kak Yuri dengan wajah murung.
"Ya. Sangat buruk... Ku rasa aku tidak punya pilihan lain... Kak Yuri, sebaik nya kau pergi ke kerajaan Milefolia."
"Mira....!"
"Jangan senang dulu... Aku ingin Kak Yuri hanya hadir di sana, untuk urusan negosiasi aku serahkan pada Jack."
"Jack juga ikut?"
"Ya. Jujur saja. Untuk urusan ini aku lebih percaya Jack dari Kak Yuri. Aku bukan bermaksud jahat, aku hanya mengungkapkan fakta! Kak Yuri tidak bisa menyembunyikan emosi, yang menjadi senjata utama dalam hal negosiasi, karena itu aku menyerahkan hal ini pada Jack yang lebih pandai menyembunyikan emosi dari Kak Yuri.... Jack bisa ku serahkan ini pada mu?"
"Keinginan mu adalah perintah untuk ku!" Jawab Jack membungkukkan tubuh nya dengan dramatis.
"Bagus. Untuk balasan dari surat itu, Kak Yuri saja yang menulis nya! Masih ada hal yang harus ku lakukan... Natasha, Arisa, Amanda! Kalian ikut dengan ku!"
\*\*\*
Empat jam kemudian...
Aku, Natasha, Arisa dan Amanda berada di atas langit, untuk lebih spesifik nya aku berada di atas langit di ujung atmosfer planet. Tidak ada oksigen di tempat ini, aku menggunakan item khusus untuk memberikan ku pasokan oksigen.
Kalau boleh jujur planet ini sangat mirip dengan bumi. Hanya saja planet ini memiliki atmosfer yang lebih tebal dari bumi, dan besar planet ini tiga kali lipat dari bumi. Bukan hanya itu saja, hukum fisika di planet ini sangat mirip dengan bumi. Hanya saja beberapa aspek hukum fisika di sini sangat berbeda dari bumi. Hal ini jugalah yang menyebabkan dunia ini memiliki sihir dan energi sihir yang tidak ada di bumi. Ras di dunia ini juga banyak jenis nya dari di bumi, jika mengikuti teori evolusi, kondisi planet yang memiliki energi sihir mempengaruhi evolusi dari planet ini.
... Kita kesampingkan aspek itu terlebih dahulu... Alasan aku berada di atas atmosfer kali ini adalah untuk membuktikan teori ku...
Mengeluarkan tongkat kebanggan ku, Glory Rod dari (Inventori). Aku bersiap-siap melakukan sesuatu. Yang sebenarnya persiapan baru saja selesai lima menit lalu.
"Kau yakin ingin melakukan nya Mira?" Tanya Natasha dengan khawatir.
Aku mengangguk.
"Baiklah... Jika itu mau mu... Aku bisa percaya pada mu kan?" Tanya Natasha dengan nada khawatir sekali lagi.
"Ya. Kau bisa percaya pada ku."
Setelah mengatakan itu, Natasha kembali ke posisi nya. Saat ini Natasha berada satu kilometer di depan ku, di samping belakang kanan ku ada Arisa, yang telah selesai menggambar lingkaran sihir dengan cahaya berukuran sangat besar hingga menutupi seluruh Benua, di samping belakang kiri ku ada Amanda yang juga telah selesai menggambar lingkaran sihir yang sama besar nya dengan Arisa dengan darah nya, kedua lingkaran sihir itu tumpang tindih di bawah kaki ku. Natasha juga melakukan hal yang sama seperti mereka berdua.
Seluruh Benua... Tidak, seluruh planet bergetar hebat saat energi sihir ku menyatu dengan lingkaran sihir di bawah kaki ku. Sesaat kemudian, tubuh ku seperti di remukkan sampai ke titik terkecil dari tubuh ku, sesaat kemudian tubuh ku mengeluarkan darah yang sangat banyak.
".... Masih belum... Nama ku... Mira Graham Carlania Charlesius Fantasia! Membuka akses!"
Boom! Planet bergetar sekali lagi...
"Pembatalan ekstrasi... Kembalikan seluruh energi sihir... Ke wujud asal..."
Boom! Planet bergetar lebih hebat...
"Lepaskan!"
"Aaaaakh!!" Natasha, Amanda dan Arisa berteriak kesakitan...
Maaf semua nya... Tetapi aku lebih kesakitan dari kalian... Rasa nya, seluruh sel di tubuh ku hancur berkeping-keping.
Aku menghirup nafas panjang... "Super Magic Activated."
... Maaf semua nya... Seharus nya aku lakukan ini dari awal... Maat Natasha, aku harus meninggalkan mu... Jika teori ku benar... Aku akan...
"Super Magic: The Doomsday."
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
"Peringatan!"
Layar yang sangat banyak muncul di depan wajah ku, bertumpuk menjadi satu.
Kemudian layar berwarna merah terang muncul.
"Sihir asing terdeteksi... intervensi pihak ketiga terdektesi... Perkuat pertahanan..."
".... Berhasil..."
"Lenyapkan sihir asing... Gagal..."
"Segel sihir asing... Berhasil..."
"Kerja sistem menurun... Intervensi pihak ketiga terdeteksi... Perkuat pertahanan..."
"Berhasil..."
"Siapkan sihir pengganti..."
"Berhasil..."
"Menciptakan sihir baru.. Berhasil... Aktifkan sihir pengganti... Berhasil..."
Kesadaran ku seperti di ambil alih, aku tidak tahu apalagi yang terjadi. Tanpa sadar, aku telah....
Menciptakan sihir baru.
\*\*\*
Dua bulan kemudian...
Perang besar yang melibatkan semua Ras, terjadi di kerajaan Fantasia.