From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 25 membunuh Wiliam



Lia dan Wiliam saat ini sedang makan, makanan yang mereka makan di bawa oleh Lia. Makanan yang di bawa Lia adalah roti panggang.


Saat mereka sedang asik makan sambil bercanda, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.


"Biar aku yang buka." Kata Lia beranjak dari tempat duduknya.


"Tidak perlu Lia, biar aku saja." lalu Wiliam beranjak dari tempat duduknya.


Wiliam sudah bisa menduga kalau yang mengetuk pintu rumahnya adalah tentara bayaran yang ia sewa. Wiliam menyewa tentara itu dengan cara diam-diam, keluarga kerajaan tidak ada yang mengetahui nya. Karena itulah ia tidak bisa membiarkan Lia mengetahui kalau ia menyewa tentara.


Wiliam pun sampai di depan pintu, setelah itu ia membuka pintu.


"Ada apa lagi? Sudah ku bilang jual saja-"


Sebelum Wiliam menyelesaikan perkataan nya, ia di tusuk dengan pedang hingga menembus badan nya.


"Huek!! .. Apa... Yang?!"


Wiliam memuntahkan darah yang sangat banyak. Pedang pun di cabut dari tubuh Wiliam. Wiliam langsung terbaring di tanah. Nafas nya tersengal-sengal, ia kesusahan bernafas, setiap tarikan nafas terasa sangat berat.


Lia bingung dengan Wiliam yang belum kembali setelah pergi ke pintu depan. Lia merasa penasaran akhirnya Lia pergi ke depan untuk melihat Wiliam.


Betapa terkejut nya Lia saat melihat Wiliam yang terbaring bersimbah darah di depan pintu.


"Wiliam!!" Lia berteriak.


Lia pun bergegas mendekati Wiliam.


"Wiliam, Wiliam. Sadar Wiliam," Air mata Lia jatuh. "Ku mohon sadar Wiliam!"


Wiliam membuka matanya perlahan-lahan.


Sial... Cepat... Pergi... Nona... Lia." Suara Wiliam sangat pelan. Lalu Wiliam pun menghembuskan nafas terakhirnya.


"Wiliam!!"


"Minggir nona, kami tidak ingin membunuh mu."


Lia mendengar suara seseorang tapi Lia tidak bisa melihat di mana orang yang berbicara dengan nya.


"Di mana kalian!? Tunjukan diri kalian!"


Setelah Lia berteriak, muncul 5 orang pria di hadapan nya.


"Siapa kalian!? Kalian kan yang membunuh Wiliam!?"


Ke 5 pria itu tidak menjawab. Lalu salah satu pria memerintahkan 2 orang untuk menahan Lia.


"Apa yang kalian lakukan!? Lepaskan aku!"


Lalu salah satu pria yang lain nya, mengeluarkan pedang yang sangat besar. Pria itu mengangkat pedang besar nya tinggi-tinggi.


Lalu pria itu mengayunkan pedang nya secara Vertikal, pedang itu pun dengan rapi memisahkan kepala Wiliam dari tubuh nya.


"Wiliam!!" Lia berteriak, ia pun berusaha melepaskan diri.


Setelah itu pria yang lain nya lagi mengeluarkan pedang yang sangat tipis. Tapi sangat tajam.


Pria itu lalu membelah dada Wiliam.


"Wiliam!! Hentikan!! Kumohon hentikan!!"


"Kalian berdua cepat tutup mulut wanita itu!"


Kedua pria yang menahan Lia, langsung menyumpal mulut Lia dengan kain.


"Hmm!! Hmm!! Hmm!!" Lia mencoba memberontak. Tapi ia tidak bisa.


Pria yang membelah tubuh Wiliam mengambil jantung Wiliam, setelah itu ia mengambil ginjal Wiliam lalu ia mengambil hati Wiliam.


Lia yang melihat organ tubuh tunangan nya diambil dengan sangat kejam, menangis. Lia menangis dengan sangat kencang, air mata yang keluar dari matanya sangat banyak.


Lalu pria yang membawa pedang besar membelah kedua tangan dan kaki Wiliam. Tangisan Lia makin menjadi-jadi. Lia semakin memberontak, ia berusaha sekeras tenaga melepaskan diri.


Kedua Pria itu melemparkan Lia. Lalu ke 5 pria itu pergi dengan membawa Kepala, Jantung, Ginjal, Hati, Kedua tangan dan kaki Wiliam.


Lia yang melihat kondisi tunangan nya, tidak bisa berkata apapun. Ia sama sekali tidak bisa bergerak 1 inci pun. Ia hanya terduduk lemas sambil menatapi jasad Wiliam yang sudah banyak kehilangan organ tubuh nya.


"Wiliam. Bangun! Kau bilang ingin menjadi raja kan." Lia merangkak perlahan mendekati tubuh Wiliam. Setelah sampai di tubuh Wiliam, Lia mengguncang-guncang tubuh Wiliam. "Bangun Wiliam!! Wiliam bangun!! Ayo kita pulang, ayah pasti menunggu kita. Cepat bangun Wiliam!! Kita pulang dan temui ayah, lalu aku akan meminta ayah untuk mempercepat pernikahan kita. Maka dari itu cepat bangun!!" Lia terus mengguncang-guncang tubuh Wiliam sambil memanggil-manggil nama Wiliam.


"Hahahahaha," Lia tertawa terbahak-bahak. "Wiliam kalau tidur memang sangat susah di bangunin. Kalau begitu aku akan membawamu langsung ke hadapan ayah, tunggu di sini Wiliam. Aku ambil cristal sihir. Aku menyimpan nya di kamar."


Lia berlari menuju kamar nya untuk mengambil cristal sihir, lalu Lia kembali dengan membawa cristal sihir.


"Aku sudah membawa Cristal nya. Kalau begitu kita akan pulang. Cristal teleportasi pindahkan kami keruang tahta kerajaan Milefolia."


Lia membanting cristal ke tanah, lalu mereka berdua pun berteleportasi ke kerajaan Milefolia.


                                     ***


Aku sedang minum teh di sofa, aku menunggu kabar dari orang yang ku suruh untuk membunuh Wiliam. Saat ini sudah 5 jam berlalu semenjak Natasha dan lain nya berlatih di dimensi yang ku ciptakan. Berarti di sana sudah 5 hari berlalu.


Cukup lama juga orang yang kusuruh, untuk membunuh 1 orang saja memerlukan waktu 2 jam. Lalu akhirnya ke 5 orang itu datang dengan membawa bagian-bagian tubuh Wiliam. Saat mereka datang, mereka menggunakan sihir (invisible) jadi mereka tidak terlihat.


Di hadapanku mereka berlutut, sambil membawa. Jantung, Ginjal, Hati, Kepala, kedua tangan dan kaki Wiliam.


"Kami sudah menjalankan perintah, kami harap anda membiarkan kami hidup."


"Kerja bagus. Tenang saja kalian akan ku biarkan hidup."


Aku menyuruh mereka untuk mendekatkan bagian tubuh yang mereka bawa. Lalu aku menggunakan sihir (Creation) untuk membuat tongkat sihir yang bisa meningkatkan kekuatan sihir. (Creation) memang bisa membuat barang, tapi untuk membuat barang bertingkat tinggi harus ada bahan yang bertingkat tinggi juga. Sebagai contoh pedang yang kubuat untuk latihan Natasha dan Jack, pedang itu ku buat dengan menggunakan adamantium sebagai bahan nya.


Lalu sekarang aku membuat tongkat sihir dengan menggunakan tubuh manusia. Aku membuat tongkat ini terinspirasi dari cerita selir Shina, selir Shina bercerita kalau pemimpin naga merubah tubuhnya menjadi logam untuk di buat menjadi pedang yang bisa membunuh vampir. Di situ aku berfikir, berarti tubuh mahluk hidup bisa menjadi bahan untuk membuat senjata yang kuat.


Setelah beberapa menit akhirnya tongkat sihir pun jadi. Tongkat sihir yang ku buat bewarna merah darah, dengan bagian gagang nya berbentuk seperti tulang manusia, lalu di bagian atas nya terdapat sebuah cristal yang berbentuk seperti kepala manusia, cristal itu di topang dengan tengkorak tangan manusia. Ke 5 orang yang melihat tongkat yang kubuat berdecak kagum.


"Kalau ini ku kasih Natasha akan cocok. Tapi ini bukan untuk nya. Kalau begitu warna nya akan ku ganti. Woy kalian, ada barang yang berwarna selain merah?" aku bertanya kepada ke 5 orang yang berlutut di hadapan ku.


"A-ada," salah satu orang berdiri dan memberikan sapu tangan berwarna pink. "ini saputangan pemberian istri ku."


"Apakah tidak apa-apa kau memberikan nya pada ku."


Orang itu mengangguk. "Tidak apa-apa, lagipula istri ku sudah tidak ada di dunia ini. Mungkin dengan melepaskan sapu tangan itu bisa membuatku melupakan istri ku."


Aku mengambil sapu tangan nya lalu menempelkan nya ke tongkat sihir, lalu sapu tangan itu berubah menjadi cair dan mengelilingi tongkat itu hingga semua tongkat nya berubah menjadi warna pink, semua nya berubah kecuali cristal nya masih berwarna merah darah. Dan yang awalnya tongkatnya berbentuk seperti tengkorak manusia. Sekarang seperti sebuah menara.


"Sekarang sudah jauh lebih baik, tapi bagaimana dengan kekuatan nya? Baiklah sekarang saat nya mencoba kekuatan tongkat ini. Kalian mau mendengar permintaan terakhir ku."


"Apa itu?"


"Aku ingin kalian menjadi tikus percobaan untuk tongkat ini."


Mendengar perkataan ku, mereka menjadi panik. Lalu mereka menggunakan (invisible) untuk kabur dari ku.


"Kalian tidak akan bisa kabur. Dispel Magic!" tubuh mereka yang menghilang langsung muncul kembali. "Barrier," kemudian aku menciptakan pelindung yang menghalangi mereka kabur. "Kalau begitu matilah kalian. Fire ball." aku menciptkan bola api sekecil kelereng.


"Tu-tunggu kau bilang kau ingin membiarkan kami hidup." kata seseorang dari mereka.


"Tentu saja aku membiarkan kalian hidup. Tapi bukan hidup di sini, kalian akan ku biarkan hidup di alam baka."


"Kejam, kau kejam!!"


"Kejam? Lebih kejam mana? Aku? Atau kalian? Kalian menculik anak kecil, lalu ingin memperkosa nya setelah itu kalian ingin menjual nya di pasar budak. Jadi lebih kejam yang mana!? Jawab aku!!"


Mereka tidak menjawab, mereka hanya menangis. Mereka menangis seperti anak kecil, air mata dan ingus membahasi wajah mereka.


"Jadi tidak ada jawaban." aku mengarahkan bola api ke arah depan, lalu ledakan besar pun terjadi. Bahkan lebih besar dari pada yang ku buat sebelumnya saat aku menghabisi pasukan mereka.


"Kalau begitu tongkat ini sukses." tapi aku terkejut kalau ledakan tadi tidak membunuh semua orang tapi hanya membunuh 4 orang, dan hanya menyisakan satu orang.


"Kau yang memberikan sapu tangan barusan kan? Kalau begitu aku akan membantu mu menemui istri mu, kau pasti sangat kesepian tanpa nya di dunia ini. Jadi pergilah ke dunia sana dan hiduplah dengan tenang."


Pria itu tidak menjawab dia hanya menangis. Lalu aku memasukkan tongkat yang kubuat ke (Inventori) lalu aku memenggal kepalanya dengan (wind cutter)


"Beristirahatlah dengan tenang, kuharap kau bisa bertemu dengan istri mu."